
Jacelyn tidak melepaskan tangan Ailean. Ailean bahkan merasa ragu kalau Jacelyn sadar, kalau wanita itu sedang memegangnya. Ailean bisa saja menarik diri. Namun, ia tidak melakukannya.
"Kau bilang padaku kalau aku akan berada di bawah perlindungan Ramsey," Jacelyn mengingat Ailean. "Karena itu, dialah yang akan bertanggung jawab atas diriku, Ailean, bukan kau."
"Ya," Ailean menyetujui. "Tapi, aku adalah Kaisar di sana. Dan karena itu, Ramsey mematuhi semua perintahku. Apa sekarang kau mengerti?"
Jacelyn menarik tangannya. "Aku mengerti kalau kau sedang berfikir kau dan Ramsey bisa memerintah ku," Jawab Jacelyn. "Begitu yang ku mengerti."
Ailean tersenyum. Dia bahkan juga mengangguk. Jacelyn tertawa terbahak-bahak. Ailean tidak bisa membayangkan apa yang memicu respons semacam itu.
"Apa itu berarti kau dan Ramsey tertanggung Jawa atas semua tindakan ku?"
Ailean mengangguk. "Pelanggaran ku akan menjadi pelanggaran mu?" Ailean menautkan tangan ke belakang punggung dan mengerutkan wajah menatap Jacelyn. "Apa kau merencanakan untuk berbuat hal yang buruk?"
"Oh, tidak. Tentu saja tidak," jawab Jacelyn terburu-buru. "Aku benar-benar berterima kasih karena kau sudah mengizinkan ku datang ke rumahmu. Dan aku jelas tidak ingin menimbulkan masalah apapun di sana."
"Senyum mu itu membuat ku mempertanyakan ketulusan mu," ucap Ailean dengan curiga.
"Aku tersenyum karena alasan yang berbeda," Jacelyn menjelaskan. "Kau baru saja menyadari betapa tidak logisnya dirimu," Jacelyn menambahkan dengan anggukan saat Ailean terlihat sangat ragu.
"Aku bukan orang yang tidak logis," bentak Ailean.
Jacelyn tidak menyadari kalau dirinya sudah menghina lelaki itu. "Ya, benar," sanggah nya, "Kecuali kau bisa menjelaskan bagaimana keputusan ku untuk tidak membiarkan mu mencium ku lagi bisa membawa ke pembicaraan aneh seperti ini."
"Masalah diriku mencium mu tidak cukup relevan untuk didiskusikan," Balas Ailean. "Itu tidak penting."
Ailean sama saja seperti sedang menampar Jacelyn. Rasa sakit nya semakin terasa karena lelaki itu mengucapkan nya dengan begitu santai. Namun, Jacelyn tidak akan membiarkan Ailean tahu kalau lelaki itu sudah melukai perasaannya. Ia mengangguk, kemudian berbalik dan menjauhi lelaki itu.
Ailean berdiri di sana dan menatap Jacelyn cukup lama. Kemudian, Ailean menghela nafas berat. Jacelyn tidak mengerti, tapi wanita itu sudah menyebabkan masalah. Anak buahnya tidak bisa melepaskan pandangan mereka dari wanita itu. Sialnya, dirinya juga tidak bisa.
Semua lelaki akan menyadari kalau Jacelyn merupakan seorang wanita yang sangat cantik. Hal itu sudah sangat jelas. Hal itu juga sangat logis. Namun, rasa posesif yang sangat kuat, yang di rasakan oleh Ailean terhadap wanita itu merupakan masalah lain. Itu sama sekali tidak masuk akal.
Ailean sudah memberitahu Jacelyn kalau dia yang akan bertanggung jawab atas wanita itu .. Sampai wanita itu kembali ke Northumbria. Persetan, Ailean bahkan hampir tercekik saat mengucapkan kalimat itu. Pemikiran untuk mengantar kan Jacelyn kembali ke Northumbria sama sekali tidak menyenangkan hatinya. Apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya?
Bagaimana ia bisa membiarkan Jacelyn pergi?.
Sementara sesampainya di dalam Jacelyn tidak bisa menunggu untuk menyingkir dari lelaki itu. Jacelyn tahu kalau dirinya tidak berfikir seperti orang yang waras sekarang. Perjalanan panjang yang tidak berakhir itu membuat nya sangat lelah sekarang. Pikirannya benar-benar sudah melemah. Dia mengaku jika dirinya sudah bereaksi berlebihan tentang kata-kata kasar yang Ailean ucapkan. Jacelyn tampak tidak bisa memilah-milah karena perasaan yang terus saja menghalanginya. Ia berpikir, dirinya masih merasakan sengatan yang sangat menyakitkan dari penolakan Ailean terhadap nya.
"Jacelyn, kemarilah dan temui Carmous," panggil Azril.
Semua orang berbalik kearah Jacelyn. Ia bergegas menghampiri mereka untuk berdiri di depan tuan rumah. Jacelyn menyunggingkan senyum kecil yang di paksakan. susah sekali untuk melakukan hal itu karena Carmous menatapnya seolah ia baru saja melihat setan yang sangat menyeramkan... atau lebih buruk dari itu.
Ekspresi yang tergambar di wajah lelaki itu tampak terlihat jelas, bahkan apa yang ada dalam isi kepalanya pun tergambar dengan baik di sana. Lelaki itu jelas sangat terkejut dengan keberadaan Jacelyn.
Ya Tuhan, Jacelyn benar-benar tidak memiliki kekuatan untuk menerima semua omong kosong ini. Ia menghela nafas pelan dan berkata, "selamat malam, Sir."
"Dia orang Northumbria."
Carmous menerima pernyataan itu dengan geraman yang tertahan sehingga urat nadi menonjol di dahinya. Jacelyn mengatakan nya dalam bahasa Gaelic yang sempura, tapi ia tidak bisa menutupi aksen Northumbrianya. Pakaian yang di kenakan nya adalah petunjuk lain yang telah menjelaskan asal-usul nya. Walau pun Jacelyn sangat mengerti mengenai perselisihan memalukan antara orang Stewart dan orang Northumbria, namun sikap permusuhan Carmous sangat tidak masuk akal dan ia tampak jijik hingga membuat Jacelyn merasa takut.
Secara insting, Jacelyn melangkah mundur untuk melindungi dirinya dari kemurkaan lelaki itu. Jacelyn membentur tubuh Ailean. Ia berusaha beranjak kesamping lelaki itu, tapi Ailean menghalangi nya dengan meletakkan tangan di pundak Jacelyn. Lelaki itu mempererat pegangannya dan menarik Jacelyn hingga menempel erat pada tubuhnya.
"Kami sudah tahu kalau dia orang Northumbria, Carmous," Sgaire menyatakan dengan suara yang rendah namun tegas. "Sekarang aku ingin kau mengetahui kalau Ledy Jacelyn berada di bawah perlindungan kami. Kami akan membawanya pulang bersama kami."
Lelaki tua itu tampak seperti mengguncang tubuhnya sendiri untuk mengatasi emosinya. "Ya, tentu saja," ia tergagap. "Aku hanya terkejut, kau tahu, mendengar... suaranya dan semuanya."
Carmous tidak menyukai raut wajah yang di tujukan oleh Kaisar Stewart. Ia memutuskan kalau ia sebaiknya memperbaiki masalah ini secepat mungkin. Ia bergerak ke depan sehingga bisa melihat langsung wanita Northumbria itu saat hendak meminta maaf.
Sgaire ikut bergerak bersamanya, dan menghalangi niatnya dengan efektif. "Apa kami di terima di sini?"
"Tentu saja kalian di terima di sini," sahut Carmous. Jari jemarinya menyapu rambut putihnya dengan gelisah, dan dia berharap Kaisar itu tidak menyadari betapa tangannya gemetar saat ini. Dia telah mengacaukan acara penyambutan ini. Hal terakhir yang ingin di lakukannya adalah menentang lelaki yang begitu kuat dan kejam... dan jika dirinya memang telah membuat Ailean tersinggung, ia tahu kalau kemungkinan besar itu adalah tindakan terakhir yang akan di lakukannya di bumi yang indah ini.
Carmous menahan diri untuk tidak membuat tanda salib. Ia tidak bisa lagi menahan tatapan tajam Ailean. Lalu mengalihkan perhatian penuhnya pada Sgaire. Ia berdehem lalu berkata. "Pada saat hari kakakmu menikahi putri semata wayang ku, kau dan semua anggota Stewart yang lain di terima dengan baik di sini. Kekasih Kaisar kalian tentu saja akan di terima dengan baik pula di sini," ia menambahkan dengan cepat. Lalu sedikit berbalik dan memanggil istrinya. "Margaretha, tata makan malam di atas meja untuk tamu-tamu kita."
Jacelyn sedari tadi bertanya-tanya mengapa Ailean tidak berbicara, tapi begitu Carmous menjelaskan kalau kakak Sgaire menikah dengan putrinya, maka ia mengerti kenapa Ailean memberi Sgaire tugas untuk meluruskan keadaan yang tidak enak itu.
Carmous mempersilahkan semua orang untuk masuk. Jacelyn mengulurkan tangan dan mencengkram jubah Sgaire. Lelaki itu segera berbalik. "Terimakasih karena sudah membelaku," bisiknya.
"Kau tidak perlu berterima kasih padaku, Jacelyn," suara Sgaire terdengar serak karena malu.
"Ya, aku harus melakukannya," sanggah Jacelyn.
"Sgaire, maukah kau menjelaskan pada keluargamu kalau aku bukan kekasih Ailean. Tampaknya dia salah paham."
Sgaire menatap Jacelyn sekian lama tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Kemudian, ia mendongkrak untuk menatap Ailean.
Kenapa Sgaire begitu ragu? "Aku hanya meminta agar kau meluruskan keadaan pada lelaki itu," kata Jacelyn.
"Tidak."
"Tidak?" tanya Jacelyn. "Kenapa tidak?"
Mata Sgaire benar-benar tersenyum, tapi ujung mata lelaki itu berkerut membentuk sebuah mimik yang menurut Jacelyn sebuah mimik senang. "Karena kau adalah kekasih Ailean," sanggahnya.
Jacelyn menggelengkan kepalanya. "Dari mana kau bisa mendapatkan pemikiran menggelikan semacam itu? Aku hanya seorang tamu..."
Jacelyn berhenti menjelaskan saat Sgaire berbalik dan berjalan kedalam pondokan. Jacelyn melihat lelaki keras kepala itu berjalan pergi. Azril dan Garfie mengikuti. Kedua lelaki itu tampak jelas sedang tersenyum lebar.
Jacelyn tetap terpaku di tempatnya. Ailean akhirnya melepas pegangan tangannya dari pundak Jacelyn dan sedikit mendorong nya.
Jacelyn tidak bergerak. Ailean beranjak untuk berdiri di samping nya. Kepala lelaki itu membungkuk ke arahnya.
"Kenapa kau tidak mengatakan sesuatu saat Carmous menyebutku sebagai kekasihmu?"
Ailean mengangkat bahu. "Aku tidak suka mengatakan nya."
Tentu saja Ailean tidak mengatakan yang sebenarnya. Carmous sudah melakukan kesalahan, Jacelyn bukan kekasih Ailean. Tapi, Ailean menyukai kesimpulan itu dan tidak berniat untuk menyangkalnya.
...🍁...