
Setelah itu kami berdua pergi menuju dominion kakek yang berada di tengah hutan, kami berdua menggunakan sihir angin agar lebih cepat sampai dan menghemat energi.
saat kami sampai di dominion terlihatlah para prajurit unit 3 sedang dilatih oleh kakek secara langsung.
kakek sudah berusia 60-an tetapi wajahnya masih terlihat seperti berusia 30-an.
saat kakek menyadari keberadaan kami dia cukup terkejut tetapi sama sekali tak menampakkannya. tapi itu tak bisa mengelabuiku karena itu terlihat sangat jelas terlihat dimatanya.
"Arthur, Aslan mengapa kalian berada disini!!!" tanya seorang lelaki tua berawakan tinggi dan tegas.
"Kakek, ada yang harus aku katakan!!" kata arthur serius.
"hmm, jarang sekali kau menemuiku untuk urusan yang serius arthur, baiklah kalian berdua masuklah dulu" ucap kakek"kalian pergi berlatih dan pergi secara berkelompok untuk menaklukan makhluk sihir"kata kakek memberi perintah.
"Baik Jendral Besar" ucap para prajurit serentak dan langsung menyebar menuju hutan.
Akhirnya setelah perjalanan selama 2 jam kami sampai di dominion milik keluarga kekaisaran. Karena aku bisa menggunakan sihir angin kami bisa sampai lebih cepat dari yang diperkirakan. Dari pada menggunakan sihir teleportasi yang menghabiskan banyak mana lebih baik menggunakan sihir angin yang lebih menghemat mana walaupun usiaku baru 8 tahun simpanan manaku sangat banyak seperti kolam yang tak ada akhirnya, ini tentu saja belum kuketahui hingga suatu kejadian di masa mendatang.
Kami berdua memasuki Dominion dan langsung pergi menuju ruang kerja kakek yang berada di lantai paling atas dominion.
"Jadi, apa yang kalian berdua lakukan disini. Apakah Adrian mengijinkan kalian berdua pergi kesini!?" tanya kakek serius.
"Tidak, kami tidak mendapat izin.." ucap arthur terhenti karena kakek menyela.
"sudah kuduga kau anak nakal, sekarang kau juga ingin membawa adikmu untuk meniru kenakalanmu. Jika bukan karena kau adalah cucuku akan kucincang-cincang kau dan kumasukkan ke penghangat ruangan" ucap kakek sermond marah dan kesal.
"ehhhhh kakekkkk jangan begitu!!!" teriak arthur spontan dan berlari memeluk kakek sermond, tapi tentu saja langsung di tolak dan dilemparkan keluar jendela entah bagaimana nasib arthur yang dilempar.
"Dasar anak nakal!!!" gumam kakek sermond kesal terlihat kerutan yang bertambah diantara kedua keningnya membuatnya terlihat 10 tahun lebih tua.
Ini kakekku sermond raja sebelumnya, karena tidak suka tinggal di istana dia lebih memilih melatih para prajurit istana secara berkala di dominion terkadang saat senggang dia akan berteleportasi menuju istana.
"umhh kakek apa kak arthur akan baik-baik saja??" tanyaku khawatir, ya walaupun aku tau dia akan berada disini sekitar 2 menit lagi karena mananya yang kurasakan sedang berlari cepat menuju dominion. Tapi,aku bertanya sebagai basa-basi.
"Aslan sejak kapan arthur berbaikan denganmu bukannya dia selalu mengacuhkanmu apa ada hal besar yang terjadi di istana??" tanya kakek santai menghilangkan aura kesriusannya yang tadi tapi tetap mempertahankan kesan tegas dan elegannya.
"Tidak ada yang terjadi kek, tapi kami mulai akrab 5 hari yang lalu" ucapku memandang mata ruby milik kakek.
"Aslan ayo duduk, sebentar lagi anak nakal itu akan tiba jangan berdiri di depan pintu atau dia akan menabrakmu" ucap kakek dan duduk di sofa ruangan. aku hanya mengangguk dan duduk di seberangnya, tapi yang kulihat adalah kakek yang mengerutkan dahinya tidak senang. Entah mengapa aku merasa kakek seperti sedang memandangku intens dengan tatapan marah yang agak cemberut.
saat aku ingin bertanya...
Brakkkkkk
kudengar suara pintu terjatuh disertai dengan angin besar yang menghempaskan jubah hitam ku yg kutaruh di gantungan dekat pintu.
"Kakek... kali ini aku datang dengan sesuatu yang serius kek jadi dengarkanlah dulu" ucap arthur dan duduk tepat disebelahku sama sekali tak merasa bersalah sudah menghancurkan pintu ruangan kakek.
"Baiklah ceritakan yang terjadi" kata kakek langsung ke intinya.
kakek mendengarkan penjelasan kami dengan tenang tapi saat menuju elemen sihir kegelapan kakek sedikit mengeluarkan emosi seperti kesedihan, marah, kecewa, rindu dan lain sebagainya yang ditampilkan jelas melalui mata rubynya.
Aku menyadarinya apa kah kekaisaran Carroline dulu memiliki hubungan dengan iblis lalu itulah mengapa dulu kekaisaran Carroline yang ditargetkan menjadi yang pertama diserang dan mungkin ada alasan mengapa jendral iblis sangat terobsesi mencari seluruh kerajaan dan membantainya setelah melihatnya dengan pandangan mati.
"Aslan coba kau lakukan sihir kegelapan bayangkan tentang kegelapan yang ada pada malam hari" kata kakek mengarahkanku.
aku mengangguk dan mulai membayangkan kegelapan tapi yang kurasakan adalah tiba-tiba saja semua pandanganku yang memburam dan aku merasa bahwa kegelapan menelanku sekarang tak membiarkanku melihat cahaya.
Dalam kegelapan ingatan kehidupan yang dulu dan sekarang dicampur membuat lebih mengingat tentang keduanya. lalu aku membeku saat melihat ingatanku saat aku berusia tiga tahun.
Aku melihat diriku digendong oleh seorang iblis wanita yang sangat cantik dia memakai tudung hitam untuk menyebunyikan wajahnya tapi aku tau dia pasti sangatlah cantik.
lalu dari arah belakang kulihat para ksatria kerajaan yang mengejar iblis tersebut yang membuatku sangat terkejut adalah ayah dan para jenderal besar juga ada dalam pengejaran. Iblis wanita itu berdecih saat dirinya terpojok tapi entah mengapa dia tidak menjadikanku tawanannya.
Dia bahkan memandangku penuh kasih sayang dan meletakkan suatu segel di kalungku dan menaruhku di tanah dan dia memilih meloncat ke jurang.
Aku sangat terkejut melihat ingatan ini setelah itu kulihat ayah yang segera memelukku erat dan membuatku tertidur tetapi semua orang yang disana tau ayah membuatku melupakan kejadian itu.
Ada Rahasia
itu yang kupikirkan sebelum suara panik arthur dan kakek membangunkanku.
"Ugh..." keluhku merasakan denyutan menyakitkan yang timbul dari kepalaku
"Aslan kau baik-baik saja???" tanya arthur dan kakek bersamaan
aku mengangguk menandakan aku baik-baik saja.
aku memperhatikan sekeliling, sekarang aku tidak berada di ruang kerja kakek tapi aku berada di salah satu kamar dominion.
kakek menyadari pandanganku yang terlihat linglung dan berkata
"kami memindahkanmu tadi kesini"
"kek tadi apa yang terjadi??" tanyaku bingung
"Tadi kakek secara paksa memutuskan mana sihirmu karena merasakan keberadaan iblis, kakek takut itu akan memanggil iblis datang kemari" kata kakek menjelaskan
"Iblis!!!! itu berarti kakek a...aku... apa aku!!" tanyaku resah
Bagiku menjadi seorang pembunuh di dunia modern itu tidak apa-apa, tetapi didunia ini menjadi bagian dari iblis aku tak pernah membayangkan hal tersebut. apa dulu aku juga bisa menggunakan sihir kegelapan.
Tapi, aku dulu ingat bahwa aku tak bisa menggunakan sihir kegelapan. Apa dewa yang membuka semua potensiku.
begitu banyak pertanyaan yang tiba-tiba kupikirkan dan aku tak bisa membayangkan yang terburuk apakah ini akan sama seperti sebelumnya apakah aku akan dibenci lagi.
TBC