THE REINCARNATION OF THE DEMON KING

THE REINCARNATION OF THE DEMON KING
2. Pangeran Ketiga Carroline



Di taman kerajaan terlihat dua orang berbeda jenis kelamin yang sedang bercanda ria.


Mereka berdua sama sekali tidak menyadari bahwa ada orang lain yang mendekat ke arah mereka.


"Kaakaakk!" teriak Aslan gembira dan berlari ke arah salah satu orang yang tadi sedang bercanda.


"Aslan Kau datang. Kudengar semalam Kau sedang tidak enak badan seperti nya sekarang Kau baik-baik saja!" ucap seorang laki-laki tampan.


Mata merahnya memandangi Aslan dengan perasaan hangat melihat adik kecilnya yang biasanya tidak tersenyum akhirnya tersenyum dengan tulus.


"Salam yang mulia pangeran pertama semoga kemuliaan Carroline selalu menyertaimu," ucap Putri Luvia sopan sambil menunduk.


"Oh Putri dari kerajaan Crouwrd ada urusan apa Kau disini?" ucap Pangeran Pertama sinis yang tidak lain adalah pangeran Andrea tunangan dari Luvia.


"Kak, Aslan lah yang mengajaknya Kak Luvia, kalau tidak ku ajak Kakak pasti akan membiarkannya menunggu sampai malam di ruang belajar kerajaan, kan. Hump lagi pula kak Luvia itu tunangan kakak, kan. Kenapa kakak selalu menghabiskan waktu bersana Putri Marques Shardce," kata Aslan lebih sinis dari pada Andrea.


Luvia yang tadi menunduk mengangkat kepalanya mendengar perkataan Aslan dia merasa terkejut melihat keberanian anak kecil di depannya.


Sedangkan, Andrea dia sedikit terkejut mendengar penuturan Aslan dan Putri dari Marques Shardce memilih diam karena posisinya saat ini hanyalah Putri Marques, dia tidak bisa mencampuri urusan keluarga kerajaan.


Tapi, dari pandangan matanya terhadap Aslan terlihat jelas pancaran penghinaan.


'Dasar anak kecil sialan Kau hanya pangeran yang tidak di akui memangnya Kau bisa apa?' itulah arti pandangan matanya pada Aslan saat mata mereka bertemu.


Aslan mengeluarkan perasaan membunuh yang kuat dan itu Aslan tujukan pada Karen yang membuat wanita itu segera menunduk ketakutan tidak berani menatap Aslan lagi.


'Sialan!, Kenapa Bocah itu terlihat menyeramkan sekali seperti, Panglima perang Iblis yang pernah bertemu dengan Ayahanda,' batin Karen kesal dan takut pada Aslan.


"Aslan lagi pula ini hanya pertunangan politik. Dan ini bisa saja dibatalkan kapanpun itu, Kakak hanya menganggap Putri Luvia sebagai teman saja begitu pula dengan dirinya yang menganggap ku sebagai teman,"ucap Andrea yakin sambil memberi isyarat pada Luvia untuk mengangguk.


Dan semua itu terlihat jelas di mata Aslan. Jika itu dulu mungkin Aslan tidak akan sadar tapi sekarang berbeda Aslan memiliki ingatan dari 2 kehidupannya yang sebelumnya jadi isyarat seperti itu mudah saja tertangkap oleh mata bulat Aslan.


"Kak Luvia Kau tidak perlu mengangguk. Kau tidak perlu merendah pada kakakku dan karen karena posisi mu adalah Putri satu-satunya kerajaan Crouwrd dan itu adalah posisi putri mahkota jadi jelas derajatmu lebih tinggi dari Karen" ucapku dengan nada dingin.


"Aslan Kau tidak sopan menyebut nona Karen hanya dengan sebutan nama saja lagi pula dia masih putri seorang Marques," ucap Andrea tegas.


"Lalu apakah posisinya jauh lebih tinggi dari pada diriku, kak?. Aku adikmu kak waktumu lebih banyak Kau luangkan untuk Dia dan semalam waktu Aslan sakit Aslan dengar Kakak mau mengunjungiku tapi apa? Kakak pergi setelah mendengar dia datang ke istana," ucap Aslan dingin dengan nada tinggi. Tapi, matanya berkaca-kaca dengan perasaan kecewa yang menetap.


Ini adalah perasaan Aslan yang selalu dirinya pendam dulu. Aslan terlalu pemalu dan juga bodoh tidak menyadari bahwa orang-orang di sekitar nya mulai menjauh padahal mereka adalah orang yang benar-benar peduli pada Aslan sedangkan Aslan malah mempercayai orang yang seharusnya tidak dirinya percayai.


Dan salah satunya adalah Karen Shardce dia dan ayahnya sebenarnya adalah mata-mata dari iblis untuk memberi tahu kabar tentang kerajaan Carroline entah apa yang direncanakan Ras Iblis sehingga menyerang kerajaan Carroline pertama kali setelah menyatakan perang.


Tapi, dari yang kuingat seluruh anggota kerajaan yang memiliki darah kaisar dibiarkan hidup untuk sementara, dan yang lainnya langsung dibunuh tanpa ampun. Saat itu Aslan berhasil selamat karena pengorbanan sang ratu tapi pada akhirnya Aslan dikhianati dan akhirnya mati dalam kesendirian dan penyesalan yang mendalam akibat berhasil bertahan hidup sedang yang lain menderita.


"Aslan ka—kakak tidak bermaksud seperti itu. Saat itu sudah malam Kakak pikir Kau sudah tidur jadi kakak tidak ingin membangunkanmu," ucap Andrea merasa bersalah.


"Tapi saat itu sangat dingin dan gelap Kak. Rasanya seperti Kau tenggelam di dalam lautan tidak ada yang mendengar teriakan kesakitan ku dan permintaan tolongku rasanya sendirian begitu tersiksa hiks... hiks... ." Tangis Aslan pecah saat itu juga rasanya pedih memiliki keluarga tapi di keluarga itu rasanya Kau sangat dikucilkan. Aslan selalu menganggap bahwa dirinya adalah Aib Kerajaan karena gara-gara dirinya Ibunya sang Permaisuri mati. Ayah membencinya, dan hubungannya dengan kakak-kakaknya tidak terlalu baik karena ia menutup diri.


***


Ruang Rapat kekaisaran CARROLINE.


"Kaisar Adrian tanda-tanda kemunculan Ras iblis sudah semakin dekat kita perlu untuk mengajak raja-raja lainnya untuk melawan Kaisar iblis yang sepertinya akan segera bangkit dan kita juga harus meminta kerja sama dengan menara sihir untuk melatih para penyihir muda kita agar bisa menjadi lebih kuat," ucap seorang laki-laki paruh baya dengan wajah serius.


"Kau benar saudaraku Raja Louis kita harus bersiap-siap untuk serangan dari Ras iblis di masa depan dan harus saling bahu-membahu dengan Raja Ras lainnya, untuk Ratu Ras elf Aku yakin dia akan membantu mengingat dulu dia teman baik dari mendiang permaisuriku,"ucap Kaisar kekaisaran Carroline sedikit sedih mengingat Permaisuri yang dia cintai.


"Tapi, untuk dua Raja Ras Beatsman. Aku rasa akan sulit karena kedua suku mereka selalu saja bertarung walaupun berasal dari Ras yang sama" lanjutnya lagi sambil menghela napas.


"Ratu Leona menurutmu bagaimana jika kita melakukan kerjasama dengan menara sihir terlebih dahulu?" tanya Raja Louis menanyakan pendapat perempuan yang dulu disebut dewi perang, rambut merahnya yang menyala terang seperti warna darah membuat gentar para musuhnya dahulu saat ini dia menjadi ratu kerajaan Claretds.


"Kurasa tidak masalah kita bisa melakukan pertemuan dulu dengan pemimpin menara sihir. Putriku sangat mengagumi para penyihir dan berencana pergi kesana saat hari kedewasaannya yang ke-15, 1 bulan lagi jadi kenapa tidak sekalian saja meminta pemimpin menara sihir menerima murid dari Kekaisaran Carroline banyak pemuda dan pemudi berbakat yang selalu ingin menjadi murid di menara sihir dan Putra-Putri kita juga boleh ikut jika mereka ingin." Saran Ratu Leona santai.


"Hah... Kau memang selalu saja santai dan buru-buru mengambil keputusan Leona," ucap Adrian menghela napas.


"Kau benar Adrian tapi kurasa pendapat Leona cukup bagus dengan otaknya yang hanya berpikir tentang pedang-pedang dan pedang" ucap raja louis sambil menahan tawa.


"Kalian selalu menertawakanku yakkk! padahal kalian hanya selalu berkutat dengan kertas," ucap Ratu Leona kesal.


"Sudah, sudah Aku akan segera mengirim surat undangan kepada pemimpin menara sihir untuk merekrut murid dari kekaisaran kita dan bernegosiasi dengannya 1 minggu lagi untuk kerja sama,"ucap Kaisar Adrian tegas meleraikan kedua sahabatnya yang selalu bersikap kanak-kanak.


'Aria andai Kau masih hidup Kau pasti akan memukulku, kan. Karena mengasingkan anak bungsu kita, tapi ini demi kebaikannya karena kekaisaran sekarang sedang dalam bahaya.


Aku akan mengirim pangeran kedua untuk pergi ke menara sihir untuk berlatih. Menjadi lebih kuat, anak itu jika Kau melihatnya yang selalu memarahi si bungsu tapi sebenarnya selalu membantunya diam-diam Kau pasti akan tertawa ketiganya sudah besar kuharap Kau berbahagia di surga sana aria,' pikir Kaisar Adrian setelah rapat yang melelahkan tadi sambil memandangi lukisan mendiang permaisuri yang sangat dicintainya.


TBC