THE REINCARNATION OF THE DEMON KING

THE REINCARNATION OF THE DEMON KING
6. Sihir



2 hari kemudian


"hah.... ini benar-benar menguntungkan kira-kira berapa lama ya aku menghabiskan waktu untuk menyerap batu sihir" pikir aslan yang memperhatikan sekeliling di ruangannya. sekarang terdapat sebuah tungku indah yang diletakkan di pojok ruangan dan beberapa potion tingkat bawah yang memiliki kualitas yang tinggi dan ada sisa-sisa tumbuhan obat yang berserakan di lantai. Saat ini pemandangan yang dilihat oleh aslan disebut menipu dan tidak menipu.


Mengapa???? disebut menipu dan tidak menipu, itu karena ketika aslan membuka mata. Hal yang dilihatnya sangat berbeda di kedua sisi yang satunya bersih dan wangi sementara sisi lainnya bisa dikatakan seperti keadaan sampah seorang pemalas luar biasa.


Bagaimana bisa yg satunya harum dan wangi dan yang lainnya bau dan kotor itu sangat menyakitkan dan memperindah. Sudahlah lupakan yang tadi.


"Kakak itu apa yang menyebabkannya sekotor ini, untung saja dia masih ingat bagaimana cara membuat pelindung agar baunya tak menembus kalau tidak kita sudah lama kita di usir" kata aslan sambil menggunakan sihir untuk membersihkan ruangan.


clekk


"eh... aslan kau sudah selesai" tanya arthur dengan wajah konyol yang mengesalkan bagi;; aslan.


"Ya, hari ini kita akan mendaftar ke guild setelah aku selesai dengan sampah-sampahmu ini" ucap aslan ketus dan tetap tekun membersihkan ruangan.


Arthur hanya melayangkan wajah terkejut, bagaimana dia tak terkejut 2 hari yang lalu adiknya tak mempunyai mana ataupun mantra yang di pelajari tapi sekarang dia membersihkan ruangan dengan sihir angin dan bahkan tak perlu mengucapkan mantra.


"Selesai" kata aslan sambil memandang bangga pada ruangan yang bersih dan mengkilap.


"aslan...kau bisa sihir angin???" tanya arthur sambil memegang pundak aslan. aslan hanya mengangguk lagi pula di kehidupan sebelumnya dia hanya memiliki sihir angin dan air, tanpa bisa melakukan sihir yang seharusnya di kuasai oleh setiap generasi oleh keluarga Carroline yaitu sihir portal menuju Tempat keberadaan phoenix berada, tapi walaupun begitu jarang yang bisa membuka mungkin hanya kakekku saja yang bisa sekarang.


Tapi disana tidak ada yang pernah yang pernah melihat phoenix.


Walaupun phoenix belum ditemukan itu pun karena area di gunung misterius terlalu panas


biasanya para leluhur yang membuka portal hanya bisa mencapai hutan yang paling dekat dengan gunung phoenix.


Tapi, aku merasakan kekuatan yang lainnya dan tak tahu itu apa. Tapi terlalu berbahaya melakukan uji coba disini.


"Kak bisa teleportasi aku keruangan pengasingan???" tanya aslan acuh tak acuh


"pengasingan??? bukankah itu ruangan kosong saat kita pergi " tanya arthur bingung.


"Aku ingin mencari tahu elemen kekuatanku kak" kata aslan serius. aura kuat seorang kestria bisa dirasakan dari tatapan matanya yang tajam, membuat arthur mengingat ekspresi ibunya ketika melatih kakaknya.


"Baiklah" ucap arthur menarik tangan aslan dan menggunakan sihir teleportasi.


Aslan membuka matanya saat sudah sampai ke tempat pengasingan. Ruangan itu masih sama seperti sebelumnya tidak ada yg berubah dan juga tak ada satupun yang memasuki ruangan itu.


"Jadi, apa kau paham konsep dari setiap unsur elemen sihir???" tanya arthur menatapku, aku hanya mengangguk dan mulai memusatkan manaku pada unsur air di telapak tanganku.


segera setelahnya muncullah gumpalan air seukuran segenggam tanganku, sepertinya di kehidupan ini aku juga bisa menggunakan sihir air 'syukurlah'pikirku.


"Sihir air, lumayan kau bisa menggunakan dua sihir, bagaimana dengan yang lain kau ingin mengeceknya??" tanya arthur menatap antusias kepadaku


"coba elemen kayu dan petir apa kau bisa" ucap arthur berbinar.


"kak untuk saat aku ingin mengecek elemen inti dulu" ucapku dan langsung memejamkan mata dan membayangkan elemen api dan tepat setelahnya kurasa kan panas yang berlebihan, 'rasanya ada yang aneh kenapa apinya panas sekali'pikirku, dan itu segera terjawab oleh teriakan arthur.


"A.....Api...Bi...Biru" ucap arthur terkejut karena baru pertama kali melihat elemen api yang berwarna biru. Aku yang mendengarnya mengerutkan kening dan segera membuka mata dan menatap terkejut juga seperti arthur, perlu beberapa menit agar kami berdua pulih dari keterkejutan dan api itu masih belum padam.


kita bisa bareng-bareng pergi ke menara sihir" ucap semangat arthur.Ya arthur ingin menjadi alkemis dan itu sudah menjadi kenyataan di kehidupanku yang dulu dia salah satu dari tiga teratas alkemis paling hebat dan juga di yang paling muda diantara ketiganya.


Dan api biru yang kukeluarkan, sewaktu berusia 17 tahun arthur juga bisa mengaktifkan api biru itu.


"Ya kakak, tapi aku belum ingin jadi alkemis, bagaimana kau saja yang belajar dan aku belajar darimu. aku masih ingin mengasah keahlian berpedang dan yang lainnya." ucapku menatap arthur dengan berbinar


"lagi pula belum tentu aku bisa menguasai elemen kayu dan itu adalah syarat penting dalam menjadi seoarang alkemis" ucapku dan memadamkan api biru di tanganku.


"sudah tiga elemen apa kau ingin mencoba lagi bagaimana kalau elemen tanah" ucap arthur nampak tertarik dengan elemen apa saja aku cocok.


Di dunia ini paling banyak orang menguasai 4-5 elemen yang berbeda tetapi jarang yang memiliki keenam elemen inti seperti api, air, tanah, angin, cahaya, dan kegelapan. Terkadang akan ada gabungan antara elemen kayu, api, logam, es, portal, dll.


aku hanya mengangguk dan mencoba membayangkan tanah seperti api yang kubayangkan sebelumnya.kurasakan kecocokan dalam mana dan muncullah kunang-kunang berwarna coklat, yang menandakan ini adalah elemen tanah. Aku tersenyum puas bagaimanapun dibandingkan yang dulu sekarang aku sudah menjadi kuat, walaupun tak menggunakan mana sekalipun aku sudah bisa bertarung seimbang dengan kesatria tingkat 1 dan dengan menggunakan sihir mungkin sudah setingkat komandan.


Tapi, rasanya masih ada beberapa manaku yang berlainan dari yang lainnya ada 3 aliran mana yang bertabrakkan tapi tetap tenang seperti aliran sungai.


Itu berarti aku bisa memiliki 7 elemen kekuatan, apakah dewa memberiku cheat ya. Aku terhanyut dalam pikiranku dan tersadar saat arthur menyikutku begitu keras.


"kakak.... ada apa!!!" kataku dingin tapi bukannya menjawab pertanyaanku arthur malah membuat pertanyaan untukku.


"aslan... ada apa kau melamun apakah sudah tidak ada lagi mana yang belum menemukan elemennya??" tanya arthur serius.


"ada tiga, tapi elemen apa yang harus kita coba" tanyaku


"coba elemen kayu, logam, kristal, magma, atau sihir hewan suci" ucap arthur memberi pilihan. Tapi, lama-kelamaan setelah semuanya kucoba tak ada satupun yang berfluktasi dengan salah satu dari 3 manaku dan itu membuat ekspresi arthur sedikit bertambah serius.


sudah berjam-jam kami di ruangan pengasingan dan segala jenis elemen sudah aku coba. Tapi, tak satupun dari elemen tersebut yang sesuai denganku bahkan ada menyebabkan sedikit ledakan di tanganku untung saja aku berelemen air jadi bisa mengobatinya sesegera mungkin.


"Aslan kita harus pergi ke kakek" ucap arthur serius kembali dengan wahah datar dan dinginnya dari perkataannya aku paham ini harus di konsultasikan kepada orang yang lebih tua kalau-kalau berbahaya. Tapi, hanya aku yang tau kalau ini adalah kekuatan yang diberikan dewa kepadaku dan hanya tersisa 2 elemen sihir yaitu eelemen sihir inti cahaya dan kegelapan.


cahaya adalah berkah dari dewa tetapi kegelapan adalah iblis. Sangat jarang manusia memiliki kekuatan kegelapan dalam diri mereka tetapi itu bukan mustahil. Karena bisa membahayakan dan juga memancing iblis lainnya untuk datang, iblis biasanya hanya tunduk pada Raja dan para jendral iblis. tapi semenjak kejadian beribu-ribu tahun yang lalu Raja iblis telah tiada walaupun dia mengancam akan memusnahkan semuanya dan akan membalas dendam.


sekarang hanya tersisa jendral ataupun komandan iblis yang berada dalam pengasingan menunggu hari kebangkitan Raja mereka.Kurang dari 7 tahun lagi iblis akan menampakkan diri mereka, disertai fengan kemunculan Raja iblis yang baru. Aku harus bertambah kuat untuk melawan para iblis, jika benar aku memiliki kekuatan cahaya maka itu akan sangat membantu dalam peperangan yang akan terjadi.


Merenungkan hal itu aku menutup mataku dan membuat keputusan, tapi jika kakek tahu apa tidak apa-apa. Bagaimana jika aku memiliki kekuatan kegelapan dan bukannya cahaya itu akan mengancam hidupku, tapi aku harus mencobanya dulu jika aku memiliki elemen cahaya dan kegelapan di saat bersamaan maka aku akan menekan elemen kegelapan dengan elemen cahaya.


Yah, ini bukan ciri khas ku untuk memiliki elemen cahaya, mungkin jika di masa lalu julukan dewa kematian cocok dengan elemen kegelapan. Tapi jika ingin mengalahkan Raja iblis tidak hanya harus kuat tapi juga memiliki elemen cahaya.


arthur terus memandangiku tampak sirat khawatir di matanya tapi tetap tenang seperti biasanya.


"Bagaimana hanya ada 2 kemungkinan aslan cahaya dan kegelapan kita harus memberi tahu kakek hal ini" ucap arthur mendesak.


"Baiklah" ucapku tenang tapi sedikit tegang jika mereka membenciku lagi


Arthur melihat itu dan menepuk pelan surai rambutku dan berkata


"Tenang, apapun hasilnya kau akan baik-baik saja aslan. Aku akan melindungimu" ucap arthur sambil tersenyum.


TBC