
Akhirnya hari yang ditentukan tiba tapi sesuai yang kukatakan kakak hanya mengatakan dirinya akan melakukan pengasingan di dalam kamarnya selama sebulan penuh dan kami hanya pergi berdua menggunakan sihir teleportasi yang kakak pelajari kami akhirnya bisa dengan aman keluar dari istana.
penginapan sekaligus GUILD di ibukota
"tuan ada yang bisa saya bantu" tanya seorang wanita muda yang terlihat sangat cantik dan anggun di depan meja resepsionis.
"hmm... kakak cantik kami ingin menyewa sebuah kamar selama sebulan berapa biayanya" tanyaku mendahului arthur yang hendak menjawab, jika dia yang bebicara kami takkan bisa mendapat kamar yah itu karena dia terlalu memuakkan kurasa.
tepat setelah mendengar suaraku wanita muda itu sedikit tertegun dan mulai menatap ke arahku yang berada di bawah tepat di samping arthur yang menguap bosan,yah ini karena tubuh kecilku jadi wanita muda itu tentu saja kaget mendengar suara yang terdengar dekat tapi orangnya nggak ada
tentu itu akan mengerikan bukan.
setelah melihatku juga menatapnya dia segera memperbaiki wajah tertegunnya dan menampilkan senyuman bak seorang dewi yang sangat cantik teruslah aku sedikit terpana 'wuahhh kenapa disini banyak sekali wanita cantik'pikirku tetapi diluar terlihat sekali mukaku yang memerah dan sedikit menunduk membuat semua orang yang melihatku akan merasa ingin mencubit kedua pipiku.
belum sadar pikiranku teralihkan kurasakan tubuhku yang tiba-tiba serasa melayang dan ternyata arthur yang menggendongku sekarang dia memperhatikanku yang menunduk karena malu dan mencubit pipiku yang memerah segera setelahnya aku sadar dan langsung memasang wajah dingin bak dewa kematian seperti dulu saat aku benci melihat orang yang menertawakanku.
tapi itu gak ngaruh sama arthur karena yang dia lihat sekarang adalah kebalikan dari ekspresi wajah aslan.yaitu wajah imut yang bahkan lebih imut dari wanita sampai bersemu merah kedua pipinya.
(Koko: "loh kok gitu jangan-jangan lo brother complex ya
maaf ngganggu hati hati ya aslan"
aslan: "APAAN SIH kakak gue masih normal belum ketemu aja tuh jodohnya"
kokonya udh pergi kasian aslan dikacangin bye)
"tuan....tuan....tuan..adik manis kakakmu nggak papa" tanya wanita muda itu wajahnya terlihat khawatir
"kakakku nggak papa kok kak cantik, kakkau cuma lelah aja, nama kakak siapa??" tanyaku yang masih dalam gendongan arthur dan 'kenapa aku gini banget gara-gara jomblo ya'ucapku dalam hati
"adik kecil nama kakak Louisa nama kamu siapa" tanya wanita muda itu yang adalah louisa
"perkenalkan namaku max dan dia kakakku mark" jawabku berbohong karena tidak mungkin aku memakai nama asliku dan arthur.
"baiklah max kamu pilih layanan kamar yang mana yang biasa, menengah, atau yang kelas atas" tanya louisa
"Tentu yang kelas a.."" kami pilih yang biasa saja kak louisa"ucapku cepat dan menutup mulut arthur yang bisa saja membuat kondisi ekonomi kami menjadi dalam bahaya.
"Baiklah, biaya sewanya 100 perak" ucap louisa dan mengeluarkan kunci kamar kami aku segera mengambil uang yang ada di cincin ruangku dengan berpura-pura mencari di kantong celanaku karena jika ada yang melihat aku mengambil sesuatu dari cincin ruang tentu saja mereka pasti ada niat buruk untuk mengambilnya. Apalagi aku hanya berdua dengan arthur tapi bukan berarti aku lemah, hanya saja belum waktunya tubuhku masih belum bisa mengakses sihir seperti sebelumnya tapi tadi pagi aku sudah bisa merasakan mana yang mulai bisa kuserap.
Setelah menyerahkan biaya sewa penginapan aku juga meminta kak louisa memanggil pelayan untuk mengantar makanan ke kamar.
Di kamar biasa bisa terlihat sebuah kasur kecil dan meja dan kursi serta sebuah lemari tua yang cukup tua dan bersih.
Melihat hal sederhana ini arthur tentu mengeluh"Aslan apa kau tak ingin yang kelas atas saja, kita bisa menghasilkan uang jika mencari tanaman obat atau memburu hewan-hewan sihir bukankah itu lebih nyaman"keluh arthur dan duduk di tepi ranjang terlihat mukanya yang pucat pasi.
aku sama sekali tak menghiraukan keluhan arthur, aku rasa ruangan ini sudah cukup luas.
"Aslan apa kau dengar" tanya arthur pelan
"Iya, iya ini nih tidur di sana aja kakak aku tidur di situ aja" kataku dan mengeluarkan kasur istana di lantai.
"I....ini woah aku nggak kepikiran buat bawa kasur makasih aslan" kata arthur dan meloncat ke arah kasur dia berguling-guling seperti sudah lama saja tinggal di alam terbuka padahal masih di penginapan.
Aku hanya memandangi tingkah konyol arthur sampai aku sendiri yang frustasi.
"Kak aku pergi beli sesuatu dulu" kataku dan berbalik menuju pintu tak ada balasan sama sekali kutolehkan wajahku ternyata calon penyihir berbakat menara sihir dan penyihir terkuat kerajaan sudah tertidur pulas karena kelelahan.
Di pasar Ibu kota
"Ayolah pak bukankah harganya terlalu mahal untuk satu buah batu, bahkan itu setara dengan penginapan di tempat biasa selama sebulan" kata seorang anak laki-laki berjubah hitam yang beradu harga dengan seorang laki-laki tua yang memiliki wajah menyeramkan Terlihat wajahnya yang jambrik dan bekas luka pada salah satu matanya yang memperlihatkan mata putih yang bisa membuat anak kecil menangis.
"Kau hahhh baiklah. apa ini hari sialku karena seorang anak kecil menang berdebat denganku"Kata pak tua dan menyerahkan batu yang sebenarnya adalah batu sihir di dalamnya itu cukup besar mirip seperti buah semangka.
"Tidak perlu" kata anak itu datar
"Nak kuakui kau memiliki mata yang jeli tapi jika ada orang kuat yang melihat batu itu maka kau akan dicuri dan dirimu sendirilah yang rugi" kata pak tua itu lagi.
"Terimakasih atas pujiannya pak tua tapi aku bisa menjaganya sendiri" kata anak lelaki itu
"Nak siapa namamu??" tanya pak tua.
"Max panggil aku max" kata anak lelaki itu yang tak lain adalah aslan
"Itu nama samaranmu nak cukup bagus!! namaku pak tua livr" ucap pak tua itu bernama livr.
"Aku pergi" ucap aslan
"Ah sampai jumpa max kecil" ucap pak tua livr sambil melambaikan tangannya.
'anak yang menarik' pikirnya.
aslan berjalan terburu-buru sambil membopong batu besar itu,setelah jalan disekitar aslan menjadi sedikit sepi dia segera memasukkan batu sihir itu ke cincin ruang.
Karena keperluan untuk sihir sudah terpenuhi aslan segera kembali ke penginapan.
Di lobi louisa tersenyum melihat aslan yang berjalan cepat dia merasa anak itu sangat bijaksana di usia yang muda tapi aslan tetaplah anak-anak tak ada yang bisa mengubah sifatnya.
Clek
"Kakak aku pulang" ucap aslan
"Oh aslan, ayo sini tadi ada pelayan yang mengantarkan kita makanan. Tadi aku sudah makan tinggal kau saja yang belum" ucap arthur tersenyum lembit terhadap aslan wajahnya sudah tudak terlalu pucat dibandingkan yang sebelumnya.
"kakak disini kau harus memanggiku max bukan aslan aku tak ingin ada orang yang salah paham" ucap aslan berjalan menuju meja di sudut ruangan.
"Salah paham apa bukankah kau memang aslan dan mengapa kau memakai nama palsu" tanya arthur mendekat ke arah aslan
"Oh kakakku tersayang tidakkah kau paham bahwa ini untuk beradaptasi ingat adaptasi kau tak bisa terus-menerus menggunakan kekuasaan untuk mendapatkan hal yang kau inginkan kau perlu kerja keras dan kalau perlu untuk mengalahkan musuh kau perlu menyamar menjadi salah satu anggota" ucap aslan sambil melambaikan tangannya dan mengeluarkan semua bahan-bahan yang tadi di belinya.
"wow, kau membeli semua ini kau tau aku bisa membuat potion" tanya arthur memandang takjub aslan.
"Ya, aku tau tapi kakak harus mengikuti sesuai caraku dan tidak boleh salah urutannya.... percaya padaku efeknya akan lebih baik dibandingkan potion yang biasanya" ucap aslan menyerahkan gulungan dan bahan-bahan tanaman yang tadi dibelinya,dan segera memperhatikan batu besar bulat itu dia ingin mencari titik paling keras dan paling rapuh agar itu bisa terbuka sekaligus.
Crak crak crak
"max apa yg kau lakukan itu berisik" tanya arthur tetapi tetap fokus membaca gulungan yang diberikan aslan.
Crrraaaaaaakkkkk
"Max jangan beris...." ucap arthur terhenti melihat kristal berwarna merah yang sangat indah.
"it...itu batu sihir kan...max bagaimana kau bisa mendapat batu sihir kualitas terbaik" ucap arthur terkejut ketika menyadari tingkatan batu sihir ini tidaklah rendah.
"Tentu saja negosiasi aku menawar selama lebih dari sejam dan akhirnya berhasil mendapatkan batu sihir" ucap aslan menyentuh perlahan permukaan batu sihir.
"kau ingin apa dengan batu sihir ini" tanya arthur yang kembali duduk d i tepi tempat tidirnya.
"Ini akan ku serap mananya kak terlalu lama untuk mengumpulkan mana saat sedamg bertarung apalagi tubuhku yang mungkin tidak sesuai.. tapi tenang saja mana di batu sihir ini aku gunakan di saat berbahaya saja jadi saat esok kita mengambil misi aku hanya menggunakan mana yang terpisah dari bagian non-inti mana yang akan aku kumpulkan dalam waktu semalam,lebih baik kakak juga melakukan itu untuk menyimpan mana di inti mana dan non-inti mana" ucap aslan dan segera memposisikan diri untuk menyerap mana dari batu sihir.
"Kau benar" ucap arthur dan melanjutkan kegiatannya sama sekali tak mengganggu aktivitas adik kecilnya.
TBC