
Dara Pov.
bruk
sial siapa yang menabrak ku, bokong ku sakut sekali.
" eh maaf gw gak liat buru² soalnya" kata cowo tersebut.
" gpp " kata gw jutek
" serius? ah gw sorry gw buru² kalo lu kenapa-kenapa bisa temuin gw di belakang sekolah sorry" kata cowo itu.
Cowo itu pergi dengan cepat, namun dia meninggalkan sesuatu. Gw langsung melihat apa itu.
" Sakha Revalino , Bagus juga namanya" kata gw melihat name tag nama tersebut.
" Dara " panggil seseorang , gw melihat ke arah belakang ternyata helen.
" kenapa?" tanya gw
" apaan tuh? coba liat dong" ucap helen, gw langsung memberikan nya.
" Sakha Revalino? ga asing namanya siapa ya? " kata helen.
" balikin sono takut nya penting" ucap gw.
" males ah kelas dia ada nenek sihir nya ogah" tolak helen mentah-mentah. Gw pun males sekali untuk pergi kesana, apa lagi melihat seorang ular di sana.
" taro aja sini lagi, udh cabut ayo" kata gw. Helen menaruh nya seperti awal. Lalu gw dan helen pergi menuju kelas.
Sampai di kelas gw langsung duduk di bangku.
" pstt ko bangku nya gak parah" kata dua orang gadis yang berbisik. Gw sempat mendengar itu langsung tersenyum kecil.
" iya padahal kan tadi bangku nya copot" ucap di sebelah nya.
" Ada apa si mereka liatin kita dar?" bisik helen di kuping gw. Gw mengangkat bahu tidak perduli.
dasar bodoh lo kira gw gak tau akal cetek lo itu. batin gw
" Selamat siang anak-anak, apa kabar semua" sapa guru itu di depan.
" siang juga bu"
" baiklah kita akan ujian 2 bahasa hari ini Inggris dan Prancis. Waktunya hanya 30 menit, dan siapa pun yang mendapat kan nilai paling tinggi ibu akan ambil untuk lomba 2 bulan mendatang. " ucap guru tersebut.
" Ini pelajaran paling gampang, gw rasa lo bakalan mewakili kelas ini" bisik helen pelan.
" Semoga gw dapet biar bisa satu kelompok sama Sakha dan Satria " ucap jasmine dengan percaya diri nya.
" Ya jelas lah lu kan pinter min " kata teman di sebelah nya.
" Baiklah soal sudah di tangan kalian kan, ibu akan mulai dari sekarang" ucap guru tersebut.
gw mengerjakan nya tak butuh waktu lama , soal hanya 20 dan tepat selesai 10 menit.
" lo udh?" tanya helen. Gw mengangguk lalu bangkit dari tempat duduk.
" Kamu sudah selesai?" tanya guru itu.
"hmm" jawab ku. Seluruh murid memperhatikan ku, aku tersenyum ke arah jasmine yang menatap ku tak suka dan jengkel.
tak lama helen menyusul ku ke 2 dalam waktu 15 menit. Setelah itu baru jasmine.
" Heh cupu, ko lu bisa ngerjain secepat itu, Lo nyontek ya! " bentak jasmine tak terima.
jasmine yang tak terima langsung pergi bersama kedua teman nya itu.
" gajelas banget" gumam gw.
" dah mending kita ke kantin aja, ga penting banget orang sirik kaya dia" kata helen.
" ayo"
Gw dan helen memutuskan untuk pergi ke kantin. Sepanjang koridor banyak banget yang menatap gw berdua gak suka bahkan sampai berbisik menjelekan nama gw berdua.
sampai di kantin gw langsung masuk ke barisan siswa. Karna di kantin sekolah ini berbeda sistem istirahat nya, mereka harus mengantri untuk mengambil makanan.
Setelah mengambil makanan gw langsung duduk di bangku yang kosong. Sangat kosong tak ada orang yang menepati nya.
gw mencicipi makanan nya. Aku terkejut begitu juga helen.
" cuih ga enk banget " kata gw.
" basi gak si? ko kaya basi ya?" tanya helen
" ini basii "
BRAKK.
" awhh perut gw sakit banget" jerit siswi yang ada di depan nya.
" Awh gw juga sakit bangett, makanan nya basi kayanya", kata teman di sebelahnya.
ada yang ga beres nih.
batin nya.
" Ada apa ini?" tanya seorang laki-laki yang baru tiba.
Dia Arkan.
" Bawa ke uks sana, atau kamar mandi mungkin lo mau Berak" kata Revan
" Gak makanan nya basi kayanya" kata siswi di samping nya.
Arkan menatap gw, gw langsung menyuruh dia mencoba nya.
" Cuih basi, LO SEMUA BUANG MAKANAN NYA SEKARANG!! " perintah Arkan dengan nada tinggi nya.
Satria langsung mengambil handphone nya.
" Bella saya tunggu di ruang guru, SEKARANG!!" Bentak satria.
" Kalian karyawan saya tunggu juga " kata satria.
satria pergi dengan cepat. Tersisa Revan arkan dan juga arka disana.
" Sudah kalian makan di tempat lain saja, atau mesen nanti biar gw yang bilang guru " kata Revan.
Arkan mengambil tempat makan ku lalu di buang nya ke tempat sampah.
" kamu berdua ikut saya " tunjuk Arkan.
" iya" ucap helen.
gw dan helen mengikuti mereka menuju ruangan pribadi.
seperti nya dia minta gw minum obat lagi.