
hari ini dara dan yang lain berangkat menuju bandara.
" Arka Arkan jagain adik² kamu. Disana ada tante vio yang bakal jagain kalian. Papah minta kamu jangan berbuat masalah selain misi kita. " ucap Arnold.
Mereka semua mengangguk lalu masuk ke dalam mobil yang telah disiapkan. Mobil pun berjalan menuju bandara.
" Bang lu yakin kita bakal jalanin misi nya?" tanya dara.
" dar kamu tau kan papah seperti apa? apalagi mereka orang²jahat. " ucap bang Arkan. Dara menghela nafasnya.
" Dara mau apapun yang dara lakuin abang jangan ikut campur. Percaya sama dara bang karna kita gak bakal tau kedepannya. " ucap dara.
Arkan tersenyum begitu juga arka dan helen. Mereka semua paham apa yang di maksud dengan dara. Oleh karna itu mereka menuruti permintaannya.
13 jam perjalanan amerika-indonesia akhirnya mereka sampai di mension besar ke 2 milik keluarga SAM.
" Selamat datang ponakan aunty yang cantik dan ganteng" Kata Vio menyambut mereka. Arka dan yang lain tersenyum.
" hai tante apa kabar? Helen sudah lama gak liat tante kayanya makin awet muda aja" puji helen. Vio tertawa kecil.
" haha kamu bisa aja helen, yu masuk kalian istirahat dulu pasti cape" kata tante vio.
Mereka pun masuk ke dalam mension. Dara melihat sekitar mension rasanya benar-benar kembali seperti dulu, tak jauh beda.
" Kalian bersih² dulu abis itu turun kita makan malam bareng" ucap tante vio.
" Tan Revan mana? ko dari tadi gak ada ya? " tanya arka .
" Revan jam segini belom pulang bentar lagi juga pulang dia" kata tante vio
Dan benar saja beberapa menit kemudian seorang laki-laki datang. Laki-laki itu terdiam melihat dara dan yang lain.
" Eh sayang mamah, sini duduk masih inget gak ama mereka?" kata tante vio menghampiri putra nya revan.
" Hah siapa toh revan suka lupa mamah" kata revan Bingung. Vio memukul kepala revan.
revan langsung ingat " Lo anak om Arnold? ini yang arka mana ? yang arkan mana? gw lupa *****" kata revan.
" heboh amat" ketus dara.
revan menatap dara sinis. Dara pun tak mau kalah ia menatap nya datar.
" Apa? Mau berantem!" kata dara sinis.
" sorry ya van dara emang gitu, btw ini sahabat dara namanya helen" kata arkan.
" Oh lo kan yang dulu make celana dalem gw! ngaku lo! mana yang warna merah kesukaan gw lo bawa lagi" kata revan kesal. Dara mengerutkan keningnya.
" Dih mana saya tau saya kan Dara" ucap dara, dara bangkit langsung menarik tangan helen.
" ayo len naik aja ada tulang ngompol" lanjut dara. Helen yang mau buka mulut langsung terdiam di tarik oleh dara. Revan mendengar itu langsung panas dan malu.
dara langsung masuk ke kamar helen.
" Tadi itu siapa dar?" tanya helen.
" anak nya Tante vio namanya Revan umur nya sama kaya Arka dan Arkan. " ucap dara.
" Ohh gituu, btw tadi gw sempet liat bingkai foto cewe pake kaca mata itu siapa?" tanya helen. Dara mengerutkan keningnya sambil mengingat.
" Kaka revan cuman udh meninggal karna sakit" ucap dara.
" Ohh gthh, btw dia ganteng juga tuh" kata helen. Dara melorot mata tak percaya.
" Ganteng? Apaan tukang ngompol dulu" ucap dara tak percaya.
Helen terkekeh," Itu kan dulu ya kali sekarang masih dar"
" kalo lu suka, silahkan tapi inget yang crush lo disana hahaha, dah ah gw balik ke kamar " ucap dara lalu pergi menuju kamar nyaa.