
Tok tok tok tokk
"DARAA BANGUNN LO SEKOLAH HARI INI" teriak Arka kencang.
" DARA BANGUN KALO GAK BANGUN GAK GW BELIIN MOBIL ******" teriak arka kencang. Dara yang mendengar itu langsung terbangun dan berlari menuju pintu.
ceklek
" Udh bangun bang " ucap dara pelan . Sebenarnya dara ingin marah saat ini karna tdr nya terganggu, tapi demi mobil iya menurunkan suara nya.
" cepet mandi abang tunggu di bawah " kata arka lalu pergi meninggalkan dara.
Dara langsung menutup pintu nya kencang dan berjalan menuju kamar mandi.
20 menit kemudian dara siap ia langsung ke kamar helen.
" Dar gimana? gw cocok kan" kata helen, dara terkekeh melihat nya.
" Ih ko ketawa si dar, eh btw lu yakin mau jadi orang biasa aja? emang lo ga takut apa kaya di cerita² bakal ada bully?" tanya helen .
" Gw ga yakin kalo di snaa ga ada pembullyan, tapi mau gimana lagi ini kan udh tujuan kita" kata dara.
Dara mempoles sedikit make up pada wajah nya. Setelah 30 menit dara dan helen turun menuju ruang makan.
" Selamat pagi semua" sapa helen. Seketika ruang makan menjadi sunyi. Semua menatap dara dan helen tak percaya.
" pstt ini serius ade lo? ***** kaya babu rumah " bisik Revan ke arka. Dara yang mendengar itu langsung menatapnya dengan sinis.
" Revan! " bentak vio.
" Sayang kamu yakin bakal seperti ini?? apa gak berlebihan ?? " tanya vio yang kurang yakin.
" yakin lah tante knp harus gak? lagian normal aja kaya gini. " ucap dara.
" yaudah tan udh mau siang kita berangkat dulu ya" ucap arkan.
" Iya mah revan pergi dulu, heh babu gw duluan ya" kata revan. Dara menahan amarah nya ia tak mau membuang sisa tenaga nya hanya untuk bertengkar dengan sepupu yang ngeselin itu.
" revan bener² ini semua karna papah nya, kno dia harus keturunan papah nya si, tante pusing banget. Loh kalian gak berangkat juga?"? tanya tante vio.
" oh iya ayo dar berangkat bentar lagi sekolah di tutup" kata helen. Dara dan helen bangkit dari kursi langsung berpamitan kepada Vio.
Helen dan Dara langsung naik ke motor nya masing² yang telah di siapkan. Setelah itu mereka langsung berangkat ke sekolah.
15 menit kemudian mereka sampai di sebuah warung makan. Dara dan Helen menitip kan motor nya di sana sebelumnya mereka udh berbicara kepada pemilik nya dan pemilik nya menyetujui nya.
" Pak buka dong kita berdua anak baru" ucap helen meminta tolong ke satpam sekolah.
" loh neng kenapa terlambat udh tau anak baru pake segala terlambat" kata satpam itu.
" Ya orang kesasar, suruh siapa jalan sekolah nya belok² kalo lurus doang kan gampang lagian rumah saya jauh pak" ucap helen kesal.
" maaf neng udh gak bisa, nunggu Bu yuli datang aja ya" kata pak satpam
" ada apa ini pak?" tanya laki² berseragam almet hitam.
" ini nak satria, dua orang ini terlambat katanya si anak baru" ucap pak satpam.
" buka pak, biar saya yang urus " ucap laki-laki tersebut.
pintu gerbang pun di buka. Dara menatap sinis ke laki-laki tersebut.
" kenapa kamu menatap saya seperti itu?" tanya laki² itu
" emang salah ya? saya kan punya mata" ketus dara. Laki-laki itu menghela nafasnya.
" Karna kamu anak baru disini, saya kasih kesempatan hanya untuk hari ini, ruang kepala sekolah ada di lantai 2 dekat ruang staf " ucap laki-laki itu.
" oke" kata dara. lalu menarik Helen menuju lantai 2.
" itu cowo muka nya sok banget si" kata helen
" gw juga eneg ama tuh cowo " kata dara yang setuju dengan perkataan helen.
sampai di depan ruang kepala sekolah dara mengambil sesuatu dari dalam tas nya. Dara memberi kode helen untuk membuka pintu.
" Permisi pak kami berdua anak baru disini" kata helen.
" Oh kamu berdua anak baru, kamu anak supir dari Bapak Arnold ya?" tanya kepala sekolah itu membuat dara tersenyum kecil.
" iya pak benar sekali " ucap dara
" pantas saja, kamu berdua masuk ke kelas 11 IPA 1. Maaf saya tidak bisa mengantarkan kalian karna saya sibuk. Jadi kalian silahkan keluar", ucap kepala sekolah itu. Helen menatap dara lalu mereka berdua keluar dari ruangan tersebut.
" Gimana? udh selesai?" tanya helen. Dara mengacungkan jempol nya.
" Selesai tenang, yaudah ayo gw. eneg ketemu muka nya" kata dara.