
Dor
dor
" Finally" gumam nya.
Sadara merupakan cucu terakhir keluarga Sam. Keluarga Sam merupakan orang yang sangat berpengaruh dalam dunia politik. Sejak kecil Sadara sudah di latih oleh kakek nya untuk kepentingan masa depan nya, kakek nya yang bernama Samuel ini tidak mau anak-anak nya sampai cucu nya mengalami hal buruk dan tidak bisa menjaga dirinya oleh karna itu Sam mendidik anak-anak nya untuk bela diri.
" Kerja bagus dara, semakin hari kemampuan kamu makin berkembang" ucap laki-laki berambut gondrong.
" Dara kamu di panggil papah katanya ada sesuatu yang penting" kata perempuan yang memanggil nya.
Laki-laki berambut gondrong itu kaka sepupu dara namanya Charles Sam. Umur kami hanya terpaut 1 tahun.
Sedangkan perempuan yang baru saja memanggil nya bernama Chelsea Razella Sam, dia kaka sepupu dara juga umur nya beda 3 tahun dan sudah menikah namun belum di karuniai anak.
Dara berjalan memasuki ruangan itu, dia melihat papah nya sedang duduk menikmati kopi nya.
" Ada apa papah manggil aku?" tanya dara.
Alberto Sam menjelaskan kepada dara. Namun dara sedikit tidak setuju untuk kembali ke dunia itu, dirinya sudah nyaman semenjak tidak melakukan misi tersebut.
" Papah yakin aku bisa ngatasin itu semua?" tanya dara ragu. Alberto tersenyum kecil kepada dara.
" papah yakin banget, tenang aja kamu tidak sendiri Arka dan Arkan juga ikut membantu kamu, dan juga teman mu Helena dia bakal ikut ke sana jadi kamu tidak sendiri an " ucap papah. Dara terdiam sejenak memikirkan nya.
" oke pah besok dara berangkat " ucap dara. Alberto tersenyum setelah itu dara pergi meninggalkan ruangan nya.
dara berjalan menuju kamar nya di lantai 2. Dirinya benar-benar tidak yakin dengan misi nya tersebut, pasalnya dia tidak suka mengubah dirinya menjadi orang lain.
" Dara capek banget mah dara mau ikut mamah aja dara g mau mah kaya gini, mau sejauh apapun dara pergi pasti bakal ketahuan kecuali dara ikut mamah" lirih dara.
sejak dara berumur 1 tahun, mamah nya harus pergi meninggalkan nya. Dara sering kali menyalahkan dirinya karna mamah nya telah pergi.
tok tok rok
" iya tan entar dara turun" ucap dara.
ia langsung membersihkan dirinya terlebih dahulu setelah itu dia turun untuk makan malam .
Makan malam pun di mulai, semua tampak tenang hanya ada suara goresan sendok saja.
" Besok Davin yang antar kalian semua ke Indonesia. Kakek minta kalian semua bisa tuntaskan masalah ini, mereka pasti masih di sana" ucap Sam
" Baik kek, Arkan yakin pasti semua bisa selesai " ucap Arkan.
" Baiklah, kalian boleh istirahat karna makan malam sudah selesai." ucap Rukma nenek Dara.
Ting tong.
" Permisi non dara , di depan ada helen" ucap pelayan rumah.
" Suruh masuk bi, dara tunggu di kolam renang" ucap dara.
Dara langsung bangkit dari tempat duduk nya pergi meninggalkan meja makan nya.
" pah aku kasian ama dara deh semakin kesini sifat nya makin aneh" Ucap tante caca.
" Iya pah Niki juga ngerasa hal yang sama, cukup pah niki yang kaya gini. Apa papah ga kasian sama Dara?" ucap Niki.
" Kak dia anak kamu loh , masa kamu ga perhatikan sikap nya. Aku kecewa sama kalian, terlalu mementingkan Astrid Samapi lupa dara yang jadi korban nya" Kata Caca
" Cukup Caca, Niki, sebaiknya kalian ke kamar. Papah tau yang terbaik" ucap Sam.
Seluruh keluarga hanya bisa terdiam, tak ada yang bisa melawan ucapan Sam. Dara yang mendengar percakapan itu di balik pintu hanya bisa terdiam.
semoga papah paham.