The Queen's

The Queen's
episode 3



pukul 06.30 kini dara sudah bangun terlebih dahulu, ia menyempatkan waktu untuk berenang di pagi hari.


" Non dara mau bibi buatin apa? " tanya bi Minah.


" Dara mau susu aja bi " kata dara.


" sebentar ya neng bibi ambilkan dulu" kata hi minah.


Tak lama Arkan datang menghampiri dara.


" Mandi orang mah bau iler" ketus dara. Arkan tersenyum.


" Gpp bau iler yang penting ganteng" ucap arkan


" Gilaaa, Bang Arka sama Helen udh bangun blm bang? bangunin sono" kata dara.


" Gw udh bangun kali, udh mandi malah iya " kata helen yang tiba-tiba datang.


" Eh kalian udh pada bangun, oh iya Papah kamu udh daftarkan sekolah nya sama kaya Revan jadi bsk kamu satu sekolah sama revan" kata Vio.


" Iya tan tadi papah udh nelfon arkan kok" kata arkan.


" Yaudah ayo kalian sarapan dulu, tante mau bangunin si revan dulu dia mah lemot kalo sekolah" ucap Vio.


Dara langsung menuju meja makan bersama helen dan juga arkan.


" IH MAMAH REVAN NGANTUK UDH NANTI AJA YA MAH 1 JAM LAGI " teriak revan dari atas.


" berisik banget si " ketus dara.


"dara ga boleh gitu, lanjut makan kamu" kata arkan. Dara langsung melanjutkan makannya tapi ia merasa terganggu karna suara revan yang sangat keras.


Setelah selesai sarapan dara dan helen meminta izin untuk pergi keluar. Dara meminjam mobil milik revan yang tersimpan di dalam bagasi.


" Balikin sebelum jam 5 awas lu gak di isiin bensin" teriak revan sebelum berangkat.


" tenang aja rev, dara kan banyak duit" kata helen. Dara memukul helen pelan.


" aws sakit, btw kita mau kemana ini?" tanya helen.


" nanti juga lo tau" ucap dara.


Di sepanjang jalan helen bernyanyi sepanjang jalan sedangkan dara hanya menikmati jalanan dan udara yang sejuk.


Mobil mereka berhenti di sebuah mini market. Dara dan helen turun dari mobil nya. Dara memilih banyak sekali makanan dan juga minuman.


" ini makanan sama minuman sebanyak ini buat apa dar?" tanya helen.


Setelah itu dara membayar semua belanjaan nya. Lalu ia memasukan nya ke dalam mobil nya.


mobil nya pun segera berangkat menuju tempat yang sudah lama sekali tak ia kunjungi.


Dan mereka telah sampai di sebuah rumah tak terlalu besar. Helen menatap dara tak percaya sedangkan sara tersenyum manis melihat ini. Helen benar² kagum melihat dara yang senyum jarang sekali dara senyum setulus ini.


" Kita masuk ayo" kata dara senang.


Dara masuk ke dalam nya. Di sana ia melihat seorang wanita tengah bermain dengan anak-anak.


" Bunda" kata dara. Wanita itu menoleh dan menatap nya serius.


" Aku dara bun anak kecil bunda" ucap dara. Wanita itu terkejut berjalan menuju dara tergesa-gesa.


" ini bener dara? ya ampun dara kamu makin cantik makin dewasa kamu apa kabar sayang?" tanya bunda sambil meneteskan air matanya. Dara ikut meneteskan air mata sedangkan helen tersenyum penuh hangat.


" Dara kangen bunda, dara gak baik² aja setelah di tinggal bunda hikss dara cape pun dara mau ikut bunda aja" kata dara.


helen ikut meneteskan air mata melihat momen haru. Ia jarang sekali melihat dara nangis mencurahkan isi hati nya, biasanya dara hanya meneteskan air mata jika lelah berbeda dengan sekarang.


" Syutt dara jangan nangis ya, bunda sayang banget ama dara, bunda gak akan ninggalin dara ya sayang" ucap bunda dengan penuh kasih sayang. Bunda menghapuskan air matanya sambil mengusap kepalanya.


" kaka cantik kenapa aingis (nangis)" kata anak perempuan di samping bunda.


" hai cantik, kaka cantik engga nangis kok ya kan bunda " kata dara.


" iya sayang kaka cantik engga nangis, oh iya dara kamu belom ngenalin siapa loh di samping kamu" ucap bunda. Dara terkekeh.


" hehe lupa bun, Bunda ini helen sahabat dara di sana, dan halen ini bunda dara walaupun bukan bunda kandung tapi bunda ini udh gw anggap orang tua gw sendiri" kata dara. helen mencium tangan bunda bunda pun mengusap kepalanya helen dengan pelan.


" cantik banget kamu sama kaya dara" puji bunda.


" bunda² kaka ini siapa?" tanya anak perempuan itu.


" hallo cantik kenalin nama aku helen, nama kamu siapa?" tanya helen ke anak kecil tersebut.


" Aku cinta kak umul 4 taun disini" ucap cinta


" cantik sekali kamu sayang, semoga hati kamu juga cantik sama seperti wajah kamu" ucap helen.


Saat umur 6 tahun dara sempat hilang dan dara di temui oleh bunda di dekat toko bunga. Bunda membawa dara ke rumah ini, rumah panti asuhan. Sejak saat itu Dara sering main ke panti asuhan bareng bang Arka.


Dara dan helen menghabiskan waktu nya di panti asuhan ini. Helen dan dara merasa nyaman dan juga senang bisa menghabiskan waktu di panti asuhan ini.