The Queen's

The Queen's
episode 5



Langkah nya terhenti tepat di depan pintu IPA 1. Helen mengetuk pintunya, tak lama seorang wanita keluar memegang spidol di tangannya.


" permisi maaf bu mengganggu kami anak murid baru di kelas ini" kata helen. Guru itu menatap nya secara sinis lalu tersenyum secara tiba-tiba.


" Oh kalian, yaudah silahkan masuk" ucap guru tersebut.


Dara dan helen pun masuk ke dalam kelas. Semua tatapan menatap mereka berdua dengan tatapan tidak suka.


" Baiklah anak-anak kita kedatangan murid baru, silahkan perkenalkan diri kalian" ucap guru tersebut.


" H-hai kenalin nama aku Helen " kata helen.


" Hai saya dara" kata dara.


Setelah perkenalan seorang perempuan mengangkat tangan nya.


" Ada apa jasmine ?" tanya guru tersebut.


" Lo anak beasiswa ya? Gaya nya kampung banget kaya chili-chilian" ucap jasmine membuat tawa seluruh murid.


Dara berusaha menahan amarah dengan tersenyum kecil.


" Hmm bisa di bilang gitu, tapi kaya nya kamu harus beli kaca besar untuk melihat wajah mu yang seperti zebra itu" kata helen membalas nya membuat jasmine marah.


" Dasar cabe" gumam ku.


" Sudah-sudah kalian duduk di belakang ya " ucap guru tersebut.


Dara dan Helen berjalan menuju meja belakang. Saat ia berjalan tiba-tiba kaki seseorang keluar dari meja dengan sigap dara menginjak kaki nya, helen pun ikut menginjak nya membuat laki-laki itu teriak kesakitan.


" Ada apa june?" tanya guru tersebut.


" no mam perut saya sakit " kata nya meringis kesakitan.


" kamu ke uks aja kalo sakit " kata guru tersebut


" No Mam lanjut aja" kata june. Laki-laki itu menoleh dengan tatapan sinis, dara mengulurkan lidah nya dengan meledeknya.


Pembelajaran pun berlangsung. Namun dara dan helen sama sekali tidak memperhatikan nya.


" aku mumet sekali belajar dar, lebih baik aku tidur" kata helen dengan pelan.


Akhirnya jam istirahat sekolah pun tiba, helen dan dara memilih untuk di kelas.


" ***** ganteng banget ya anak baru itu" kata salah satu siswi.


" Apalagi arkan omg dia keliatan dewasa cool banget parah" kata temen di sebelahnya.


" Arka juga gak jauh beda, aku rasa mereka lebih tampan di banding satria dan teman² nya " kata siswi itu lagi.


Dara yang mendengar itu merasa sangat jijik, sejujurnya ia benci sekali orang caper bahkan jika di Inggris seluruh siswa akan takut jika memuji Arka dan Arkan di depan Dara, bahkan dua kembar itu pun tau jika dara tak suka.


" Sangat menjijikan sekali mereka " kata helen. Dara mengeluarkan smirk.


Tiba-tiba ponsel dara mengeluarkan suara. Dara langsung memasang earphone di telinganya.


" why?"


" Okay aku segera kesana"


Helen bingung dengan apa yang di maksud. Dara langsung bangkit di ikuti dengan helen.


" Kita akan ke rooftop sekolah, anak buah gw sedang di sana" ucap dara.


Seluruh tatapan siswa siswi menatap tak suka ke arah mereka selama di koridor. Namun Dara tak menghiraukan nya ia berjalan terus menuju rooftop.


Sampai di sana dara masuk ke dalam ruangan.


" Katakan" kata dara.


" Malam ini keluarga mereka akan datang ke pukul 8 di cafe ex mereka akan datang bersama keluarga Carrie. " ucap nya.


" Awasi mereka saat itu juga, saya lapar tolong belikan saya makanan saya menunggu di ruangan ujung lantai 4 " ucap dara.


" Jadi mereka benar melakukan perjodohan itu demi menutupi aib mereka?" tanya helen.


" ya, kita tunggu waktu yang tepat mereka akan berlutut kepada ku" ucap nya.


Dara dan Helen turun ke lantai 4. Mereka memasuki sebuah ruangan kosong, tapi itu bukan ruangan kosong melainkan ruangan untuk keluarga ku.



" Bagaimana bisa mereka tak mengenaliku?" kata dara dengan heran.


" Dasar bodoh bagaimana bisa mereka mengenali kita sedangkan gw sama lo aja nyamar bodoh" kata helen.


" Ah iya gw lupa" kata dara.


ting.


Seorang laki-laki tadi datang membawa makanan dan minuman.


" Nih nona saya permisi dulu harus ke kantor" ucap nya.


" Okay makasih, hati-hati " kata helen.


Dara dan helen menikmati makanan nya tersebut. Tak ada percakapan sampai makanan itu habis. Helen tau karna dara tak suka bicara pada saat makan.


" Ah kenyang banget gw" kata helen.


" Arkan dan Arka mau kesini" kata dara. Dan benar saja kedua laki-laki itu muncul saat sedang di bicarakan.


" Huft cape banget gw, widih ada makanan mau dong"kata arka.


" Bagaimana di kelas mu? " tanya arkan.


" Seperti itu lah bang hambar, gw benci sekali orang-orang disini. Semua caper bahkan mereka muji lo depan gw. " kata dara jijik. Arkan tertawa melihat dara.


" Namanya juga orang ganteng wajar lah di puji" kata arka.


" Najiss banget, apakah mereka semua mengganggu kalian? kalo sampai iya akan gw habisi mereka dengan tangan kanan gw" kata dara tak suka. Arkan dan Arka tertawa melihat dara.


Arkan menyukai sifat posesif dara, oleh karna itu lah Dara sangat di sayang oleh arkan begitu juga Arka. Kalo Arka lebih tidak suka adik nya di dekati cowo, karna arka belum siap jika adiknya itu di sakitin oleh laki-laki.


" Kalian gak balik ke kelas?" tanya arkan


" Buat apa? lagian pelajaran itu sudah kita pelajari, gw benci mengulang nya akan bosan jika terus di ulang" kata dara.


" Dari tadi aja gw berdua cuman tdr tidak memperhatikan papan menyeramkan itu. " ucap helen


" baiklah kita disini aja sampai selesai, lagi pula kalian tau kami berdua sudah lulus di sana. Ah seharusnya aku mengurus perusahaan saja di banding sekolah balik" Kata arkan menghela nafasnya kasar nya.