The Princess

The Princess
PART 7



Sudah pertengahan musim gugur dan penduduk Obeylia akan mengadakan festival pertengahan musim gugur.


Siang itu Calista merasa sangat lelah dan sakit kepala !! Dia tidak ingin pergi ke festival itu, tapi karena Lion sudah memaksa dan membuat Calista tidak bisa menolaknya.


Malam itu, Calista terlihat sangat cantik dengan balutan gaun berwarna putih kebiruan, sangat sederhana sekali tapi terlihat anggun !! Calista berdiri di depan rumah bulan. Di sela-sela itu, Calista melemparkan pandangannya ke langit malam yang di penuhi oleh bintang-bintang. Angin berhembus dengan sejuknya menerpa wajah cantik Calista, rambutnya seakan mengikuti terpaan angin itu.


Ibukota Obeylia terlihat sangat cantik malam itu, banyak yang menghiasi depan rumah mereka dengan lampion-lampion yang indah. Sorak anak-anak yang bahagia juga ikut meramaikan malam itu. Malam itu semua penduduk Obeylia sangat bahagia.


Calista sedikit kesal, sudah lama dia berdiri menunggu kedatangan Lion yang tak kunjung menampakkan diri bahkan kakinya sudah mulai lelah !!


Saat Lion hendak keluar menepati janjinya, datang seorang prajurit kepercayaan Raja memanggilnya untuk menemui baginda raja.


Lion tidak bisa menolak, hatinya sangat gundah. Sepanjang jalan menuju Kediaman raja pikiran Lion selalu terpaku pada Calista.


Dia memikirkan gadis itu yang sedang menunggunya !! Lion terus berpikir, apa Calista akan tetap menunggunya atau malah sebaliknya. Perasaannya sangat kacau saat memikirkan itu semua !


*


Lion memacu kudanya sangat kencang, perasaanya bimbang, ada rasa marah yang ia tahan. Sejak dia keluar dari kediaman raja, Lion terlihat sangat emosi !! Entah apa yang ayahnya katakan sehingga membuatnya seperti ini.


Hanya bayangan wajah Calista yang terlintas di benak dan pikirannya. Malam sudah larut, acara festival juga sudah selesai. Hanya terlihat beberapa pedagang yang sedang merapikan dagangan mereka. Hal itu semakin membuatnya sedih.


Lion tiba di depan rumah bulan dengan cepat dia turun dari kudanya dan berlari mencari sosok Calista, bahkan rumah hiburan bulan sudah tutup. Hatinya sedikit kecewa, bukan pada Calista, tapi dia kecewa pada dirinya sendiri. Langkah kakinya sedikit berat, Lion terus melihat ke rumah bulan itu berharap Calista muncul di depannya !!


Di bawah pohon sakura tepat di sebrang rumah bulan, Calista sedang menikmati pemandangan indah bunga sakura yang melepaskan kelopak-kelopak bunganya dan beterbangan mengikuti arah angin yang berhembus.


Hati Calista berdecup kuat saat dia melihat Lion berdiri di depan rumah bulan. Di pandangi Lion dengan seksama, hatinya berdesir di kala itu.


Lion membalikkan badannya menuju ke kuda. Tapi, saat membalikkan badan Lion mendapati Calista berdiri di sebrang. Hatinya sangat bahagia melihat gadis itu masih menunggu dirinya. Lion melemparkan senyumnya pada Calista.


Lion berlari ke arah Calista dan langsung menggapai tubuh mungil Calista dalam pelukannya. Di peluk dengan eratnya Calista.


Sekujur tubuh Calista seperti tersengat oleh listrik saat itu. Dia bisa merasakan hembusan napas Lion di telinganya.


Lion yang tak kuasa menahan kerinduan pada gadis itu langsung memeluknya erat. Dia tidak mau melepaskan gadis itu. Lion sedikit mengendorkan pelukannya, di sentuhnya leher Calista dengan tangannya. Sontak membuat Calista sedikit bingung dan kaget.


Liob sudah tidak bisa menahan rasa ingin mencium bibir Calista. Sedikit tidak sopan, tapi apa daya dia sangat mengingikan gadis itu !!


Lion mencium bibir Calista dengan lembut, awalnya Calista sempat menolak, tapi Lion dengan cepatnya melahap habis bibir Calista. Calista juga terbuai dengan ciuman Lion dan membalas ciumnya. Tangan yang sedari tadi di bawah sekarang sudah melingkari leher Lion.


Mereka saling membalas cium dengan mesranya dan pohon sakura menjadi saksi bisu mereka berdua. Dan bahkan mereka bisa merasakan detak jantung mereka.


Seakan kehabisan napas Lio melepaskan ciumannya, di pandangi wajah Calista yang tertunduk malu itu. Hatinya sangat bahagia mendapati gadis itu juga memiliki perasaan yang sama.


"Maaf...aku tidak menepati janji..!"ucap Lion sambil melepaskan pelukannya.


"A...aku bisa mengerti tuan, mungkin tuan ada urusan yang lebih penting..."jawab Calista sedikit gugup.


"Jadilah wanitaku...Aku akan selalu melindungimu setiap saat."ucapan Lion ini sangat membuat Calista terkejud tidak percaya untuk apa yang di dengarnya. Hatinya cukup bahagia mendengar itu, tapi ada rahasia yang Calista tutupi dari Lion.


Calista adalah pembunuh dan sekaligus putri dari kerajaan Weirey musuh dari kerajaan Obeylia. Kala itu Calista sedang di tugaskan untuk mencari kitab kuno yang ada di tangan kerajaan Obeylia.


Di kerajaannya Calista di kenal dengan sebutan wanita iblis merah, julukkan itu dia dapat saat dirinya seorang diri membantai habis keluarga kerajaan yang dulu saat memimpin pemberontakan mengulingkan raja terdahulu.


Dia membantu kakaknya raja yang sekarang naik ke tahta tertinggi saat ini. Pemerintahan kerajaan Weirey sangat terkenal dengan kekejamannya. Banyak desa yang sudah di bantai tanpa ampun oleh Raja Guyen Agrey untuk meluaskan wilayah kekuasaannya.


Bahkan Calista juga tidak jauh berbeda dengan kakaknya yang kejam, tapi setelah bertemu dengan Lusi di rumah bulan, perlahan merubah pandangan Calista tentang kehidupan..!