The Love You Gave Me

The Love You Gave Me
alula Special girl




pagi hari ini terlihat sangat indah, awan putih dan langit biru terlihat sangat cerah, dan matahari berkilauan indah menyinari semesta. perlahan-lahan alula memasuki sebuah ruangan yang luas dan nampak cantik, bagaikan tempat dansa di sebuah kerajaan.



"Cantik sekali ruangan ini..." Gumam alula menatap setiap ukiran emas di dinding itu.


perlahan-lahan tubuh alula nampak berdansa, sembari bersenandung kecil dan membayangkan kisah dongeng Tuan putri dan pangeran. wajah nya terlihat sangat cantik untuk dipandang, terpaan angin menerpa helaian rambut Alula membuat alula begitu nyaman ditempat itu. tubuh nya sangat pintar dalam berdansa, hingga membuat nya bak seorang tuan putri.




"Lavender's blue, dilly dilly Lavender's green When I am king, dilly dilly You shall be queen" suara alula terlihat sangat merdu dengan tarian nya yang terlihat sangat menawan.


Who told you so, dilly dilly


who told you so?


'Twas my own heart, dilly dilly


That told me so


Call up your men, dilly dilly


Set them to work


Some to the plough, dilly dilly


Some to the fork


Some to make hay, dilly dilly


Some to cut corn


While you and I, dilly dilly


Keep ourselves warm


Lavender's green, dilly dilly


Lavender's blue


If you love me, dilly dilly


I will love you


Let the birds sing, dilly dilly


And the lambs play


We shall be safe, dilly dilly


Out of harm's way


I love to dance, dilly dilly


I love to sing


When I am queen, dilly dilly


You'll be my king


Who told me so, dilly dilly


Who told me so?


I told me so


lagu yang pernah alula dengar ketika masih kecil, yang membuat hati nya terasa hangat. lagu yang menceritakan sebuah kisah mengenai seorang putri dan seorang pangeran. dari lagu itu ia selalu berharap akan menjadi putri dari lagu itu.


Suara merdu alula terdengar hingga sampai ke telinga Devan, yang membuat heran Devan. siapakah yang bernyanyi semerdu ini bak seorang putri. perlahan Devan mengikuti arah suara itu, hingga membawa nya ke tempat keberadaan alula.




perlahan devan menuruni satu persatu anak tangga melihat siapa yang berada di ruang dansa di sisi mansion nya. Devan sedikit terpesona dengan suara merdu itu yang membuat hati nya terasa hangat dan tenang. ia ingin tau siapa yang bernyanyi semerdu ini.


"Suara yang begitu merdu" gumam Devan mencari sumber suara tersebut.


perlahan sorot kedua mata Devan terlihat sangat takjub, ketika melihat seorang gadis cantik dengan gaun bernuansa putih dan hijau Sage itu berdansa dengan sangat indah, dan bernyanyi dengan sangat merdu yang membuat nya begitu tenang. gadis itu berkulit putih tubuh nya terlihat sangat indah dan cantik, ia adalah alula.


"Gadis ini bagaikan bunga, yang cantik, harum, dan indah yang selalu menarik ku untuk selalu didekatnya" Gumam Devan yang begitu takjub dengan kecantikan alula.



Devan sangat takjub hingga membuat pandangan nya tidak berpaling sama sekali, dan disisi lain alula tak menyadari jika ada seseorang yang memerhatikan dirinya sedari tadi ia berdansa dan bernyanyi, hingga beberapa detik kemudian alula pun sadar jika di depan nya sudah ada Devan yang terus memandang nya. pipi alula memerah, menahan malu melihat Devan menatap nya seperti itu, detak jantung nya berdetak lebih kencang dari biasanya.


"A-aku minta maaf, karena sudah sangat lancang memasuki ruangan ini" alula terlihat sangat gugup ketika Devan menatap nya dengan sebegitu nya.


"Ikutlah aku malam ini!" kata Devan kepada alula yang menunduk.


"Hah?" alula sedikit bingung.


Devan memulai kedua bola nya dengan malas "ikut aku malam ini" ucap Devan kedua kalinya.


"Kemana? dan untuk apa? apakah kamu akan melakukan hal buruk padaku? apakah kamu akan membunuhku?" seribu pertanyaan dilontarkan kepada Devan oleh alula yang ketakutan mendengar Devan akan membawanya ke suatu tempat.


"Aku tidak akan mengotori tangan ku hanya untuk membunuh gadis kurus seperti mu" Ejek Devan menatap alula.


"Kamu bilang apa? aku? kurus?" Tanya alula dengan polos, ia merasa jika tubuh nya sangat tidak terlalu kurus dan juga ia merasa jika tubuh nya adalah tubuh yang di idam-idamkan oleh para wanita diluarsana.


Devan sedikit terpanah dengan tingkah lucu dan kepolosan yang alula miliki, ia merasa bingung bagaimana ia bisa menikahi gadis sepolos alula dan selembut alula.


"Dengar, kau ingat perjanjian kita? jika kamu menolak permintaan ku, maka ku pastikan kau akan mendapatkan sanksi hukuman dariku!!" tegas Devan kepada alula.


"Apa hukuman nya?" tanya alula dengan tampang polos nya.


"Kau ingin tau hukuman nya?" tanya Devan dengan smirk nakal.


"Iya" jawab alula dengan bibir mungil yang indah itu.


Devan sedikit terpesona dengan bibir alula yang terlihat sangat mungil dan mengemaskan itu, rasanya alula seperti sebuah magnet yang terus menarik Devan untuk lebih dekat dengannya. perlahan bibir Devan mendekati bibir mungil alula, yang membuat detak jantung alula semakin berdetak lebih cepat 1000 kali lipat. alula ingin pergi dari Devan yang mencoba mendekati nya tetapi tangan Devan mengunci tubuh nya membuat nya tidak bisa bergerak untuk melakukan sesuatu, terlebih lagi dibelakang nya ia sudah dihimpit oleh dinding putih dan jarak kedua bibir mereka hanya beberapa senti saja.


"Baiklah aku akan ikut" jawab alula dengan tangan yang menutupi bibir Devan agar menghentikan aksinya.


"sekarang kau tau bukan hukuman yang harus kau tanggung jika kau menolak setiap perjanjian itu" bisik Devan tepat ditelinga alula dengan sangat pelan yang membuat bulu kuduk alula berdiri, rasanya begitu geli ketika Devan membisikkan kata-kata dari telinganya.


Devan dapat merasakan aroma yang wangi dari tubuh alula, entah ada apa dengan nya. ia selalu dan terus menerus tertarik dengan alula. mungkin sebuah ikatan khusus berada didalam tubuh mereka.


"Gadis ini sangat istimewa, ada sesuatu didalam dirinya yang membuat ku tertarik dengan nya. aku belum melakukan apapun kepada nya tetapi gadis ini terus menerus memancing nafsu ku dari dalam diriku yang selama ini tidak pernah ku rasakan. dia gadis pertama yang dapat memikat ku, siapa sebenarnya gadis ini?"gumam Devan bertanya-tanya.


"Ba-baiklah..."kata alula dengan nada yang pelan.


"pergilah, dan bersiaplah "ucap Devan sembari menahan nafsu nya yang terus menerus memberontak.


Alula mengangguk, dan mengiyakan permintaan Devan. ia melangkah pergi meninggalkan Devan sendiri, sedangkan Devan hanya menatap punggung alula yang perlahan menghilang dari pandangan nya.


continued...