The Love You Gave Me

The Love You Gave Me
loveless marriage



1 Minggu kemudian...


hari ini tepatnya hari Minggu, tanggal 28 Mei 2023 adalah pernikahan alula dan Devan. pernikahan tanpa cinta, tanpa kasih sayang, tanpa ada kebahagiaan dan tanpa adanya hubungan. mereka menikah hanyalah sebatas perjanjian dalam pro dan kontra. pernikahan ini terlihat sangat sederhana, hanya dihadiri oleh ayah alula, ibu kakak tiri alula. dan beberapa anggota Devan seperti arsen yang berada disana. pernikahan ini diadakan secara diam-diam dan tertutup.





pernikahan ini diadakan secara outdoor di sebuah lingkungan yang terlihat sangat asri dan jauh dari perkotaan. pohon, rerumputan dan bebungaan mempercantik tempat yang menjadi pelaminan alula dan Devan. pelaminan yang akan menjadi saksi bisu janji pernikahan mereka.



di dalam pernikahan ini alula terlihat sangat cantik dengan dress putih yang memang nampak sederhana tetapi terlihat sangat elegan melekat di tubuh alula, ditambah dengan olesan make up yang natural membuat wajah alula semakin bercahaya dan berwarna. hingga membuat semua orang disana nampak terpesona dengan keindahan kecantikan yang dimiliki oleh alula.


disisi lain Devan nampak sangat tampan dan gagah dengan jas hitam dengan rambut yang terlihat sangat berantakan tetapi rambut itu membuat nya tampil dengan sangat berwibawa. terlebih lagi wajah nya yang tampan dan rahang nya yang tegas membuat nya semakin tampan.



"Sah para saksi?" tanya penghulu nya kepada kepada para tamu undangan.


"Sah....," ucap serentak para tamu.


pernikahan itu pun selesai, hari ini alula telah menjadi pasangan hidup Devan untuk sepenuhnya. ia tau pernikahan ini didasari oleh perjanjian pro dan kontra, terlebih lagi pernikahan ini tidak ada ikatan cinta, atau kasih sayang dan lainnya. ia hanya bisa pasrah atas tulisan takdir yang sudah dituliskan di tangan nya.


Alula menatap kepergian keluarga nya ketika pernikahan itu sudah dinyatakan selesai dan sah, mata indah nya nampak berkaca-kaca. sebisanya ia menahan air mata itu untuk tidak jatuh.


"ayah...sebenci itukah ayah, hingga sekali pun ayah tak melihat wajah ku?" gumam alula menatap kepergian keluarga kecil nya.


"Permisi nona..." sebuah suara membangunkan Alula dari lamunannya.


"i-iya?" alula berbalik menatap orang yang memanggil nya.


"Perkenalkan nama saya gracella vellishia Anastasya saya akan menjadi asisten pribadi anda. dan hari ini adalah hari pertama saya bekerja untuk anda. saya dikirim kesini oleh Tuan arsen untuk mendampingi Anda ke mansion pribadi tuan muda Devan, dikarenakan tuan Devan sudah terlebih dahulu pergi" ucap grecella yang akan menjadi asisten pribadi alula.


"senang bertemu denganmu" Alula menjawab jabatan tangan gracella dengan sopan.


"Terimakasih nona alula" jawab gracella merasa senang.


"Bisakah kamu tidak memanggil ku nona? aku hanya merasa tidak nyaman dengan panggilan itu" alula nampak bersedih mengingat jika dia memiliki tanggung jawab yang besar sekarang.


"Baik nona alula" gracella merasa tidak enak memanggil alula dengan sebutan nama.


"mari nona..." gracella menggandeng tangan alula menuju mobil pribadi yang sudah disediakan untuk mengantar alula ke mansion utama Erlangga.


alula menatap pemandangan dari balik jendela kaca mobil, merasakan terpaan angin pagi yang sangat segar. sungguh ia masih tidak percaya jika sekarang ia memiliki tanggung jawab sebagai seorang istri, tetapi ia juga tau pernikahan ini hanya kontrak dan ia tidak berharap untuk itu.


"Apa anda baik-baik saja nona alula?" tanya gracella yang melihat mata alula yang berkaca-kaca.


"Kelihatan nya kamu sangat bahagia sekali?" tanya alula kepada gracella ketika melihat gadis disampingnya terlihat Sangat bergembira.


"Tentu nona, bagaimana saya tidak bahagia? saya dapat bekerja untuk adik perempuan saya yang sedang sakit. selama ini saya sudah mendaftar di situs resmi tetapi selalu ditolak dan akhirnya saya mendapatkan pekerjaan ini dari Tuan Devan. saya tidak mementingkan berapa gaji yang saya dapat kan yang penting bagi saya adalah uang itu cukup untuk biaya pengobatan adik perempuan saya nona alula makanya saya terlihat sangat senang" jawab gracella.


"Aku turut sedih atas cobaan yang menimpa adik mu? aku akan berdoa untuk mu dan adik mu, aku harap dia akan sembuh " alula menggenggam tangan Gracella menyakinkan jika gracella bisa menjadi seorang kakak yang baik untuk adik perempuan nya.


"Terimakasih nona...Tuan Devan sangatlah beruntung dapat memiliki seorang gadis yang menjadi pasangan hidup nya sebaik dan secantik nona alula" puji gracella dari lubuk hatinya.


alula hanya bisa tersenyum ia tidak ingin masalah nya diketahui oleh orang-orang. tetapi hari ini ia belajar dari gracella jika setiap cobaan pasti ada jalan keluar nya, tuhan tidak akan pernah mengirim cobaan yang diluar kendali para umat nya.


mereka pun sampai di mansion pribadi Devan, alula teringat jika ia pernah melangkahkan kaki nya kedalam mansion itu yang menjadi tempat perlindungan nya dari kejaran pria yang yang mencoba melukai nya.


gracella membawa alula masuk kedalam mansion, mereka berdua berhenti di ruang utama mansion disana sudah terlihat arsen yang berdiri dengan para anggota nya, dan disana tak terlihat sedikit pun batang hidung seorang Devan.


"Bik ayu...tolong hantar nona alula ke kamarnya, dan untukmu gracella ikut aku, aku akan jelaskan apa saja tugas mu selama kau bekerja disini!" ujar arsen.


"saya permisi dulu ya nona alula...," pamit gracella sembari melangkah mengikuti arsen dari belakang menuju keluar mansion.


seorang wanita paruh baya dengan pakaian yang sederhana dengan badan yang lumayan berisi itu perlahan menghampiri alula yang terdiam. beliau adalah bik ayu pelayan di mansion itu, beliau sudah lama bekerja sebagai pelayan Devan sejak Devan masih kecil.


"Mari nona, saya hantar ke ruang tuan muda.." bik ayu mengambil koper alula.


"Eh bu, biar saya aja yang bawa koper nya." alula merasa tidak enak melihat orang tua membawa barang-barang nya, rasanya tidak sopan baginya.


"Tidak apa-apa non, ini sudah menjadi kewajiban saya melayani nyonya dan tuan" jawab bik ayu.


"Tidak Bu, rasanya tidak sopan melihat anda membawa barang-barang saya. biar saya saja, saya bisa kok" jawab alula yang mengambil koper nya.


"Kelihatan nya gadis ini sangatlah baik dan sopan, dari wajah nya sudah terlihat jelas jika nona alula memang gadis yang baik-baik " Gumam bik ayu.


"Oh ya Bu, nama ibu siapa?" Tanya alula yang mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru nya.


"Ahhh saya lupa belum perkenalan diri, hehehehe. biasa nona orang tua memang selalu lupa...nama saya bik Ayunda, nona bisa memanggil saya bik ayu" jawab bik ayu cengengesan.


"gapapa bik ayu" alula tersenyum hangat kepada bik ayu kemudian mereka berjalan menaiki lift menuju kamar Devan.


deg...deg...deg


detak jantung alula berdetak lebih cepat dari biasanya, entah kenapa?. ia sedikit gugup untuk hari ini terlebih lagi ia dibawa ke kamar utama Devan rasanya sedikit aneh untuk nya.


"ini adalah kamar tuan muda Devan nona alula, anda bisa beristirahat di sini" ucap bik ayu.


"Saya pergi dulu ya nona, karena masih banyak pekerjaan di dapur" ucap bik ayu dengan senyum nya.


"Eh i-iya bik" alula begitu gugup dan menatap kepergian bik ayu yang mulai menghilang dari pandangan nya.


continued...