
malam ini akan menjadi malam yang menakutkan dan kegelapan akan mengelilingi alula, ia menatap dirinya dari cermin. mungkin takdir memang ingin merenggut kehidupan nya malam ini. untuk kedua kalinya ayah nya sendiri kembali menjualnya hanya sekedar lebaran kertas uang yang tidak penting, apakah alula tidak berharga bagi ayah nya itulah yang dipertanyakan oleh alula sekarang.
"aku berharap ada keajaiban malam ini yang dapat membawa ku pergi jauh dari kegelapan" gumam alula sembari menatap wajah nya dari balik cermin.
"aku berdoa kepadamu tuhan, lindungi lah aku. jangan sampai tubuh ku dinodai oleh monster-monster diluar sana Tuhan" alula memohon kepada sang pencipta.
Tak ....tak...tak...tak
"Hey!!! gadis Menjijikan!! pergi sana dan kembali lah membawa sekantong uang yang banyak!!!" sebuah hinaan dilemparkan kepada alula dari sang kakak tiri yakni lyora.
lyora sangat membenci alula, karena ia sangat iri dengan kecantikan yang dimiliki oleh alula. terlebih lagi ketika mereka sedang duduk di bangku SMA, lyora sangat iri Karena di waktu SMA alula sangat disukai oleh kalangan mahasiswa disana. lyora kesal karena alula. cinta nya bertepuk sebelah kanan. lyora pernah ingin berniat merusak kecantikan alula dengan sengaja menyiramkan air panas tetapi entah kenapa niat jahat nya selalu gagal tidak tau kenapa.
"Sebenci itu kah kamu padaku lyora?" tanya alula.
"Ya!! aku membencimu!!! sangat-sangat membencimu. aku membenci kecantikan mu, aku benci kepandaian mu!!! aku benci semuanya yang kau miliki!!!" tegas lyora kepada alula.
"Jujur saja aku sangat ingin kau pergi jauh dari dunia ini!!! kau selalu membawa sial untuk ku!!!" bentak lyora, kemudian ia pergi meninggalkan alula sendiri di dalam kamar.
mendengar semua itu alula tidak terkejut ia sudah tau sejak awal jika lyora memang sangat membencinya. jujur saja tidak ada kata benci sedikit pun di hati alula untuk ayah, saudara tiri dan ibu tirinya walaupun mereka terus menerus menyiksanya.
"Jika kalian membenciku, aku akan tetap menyayangi kalian. hanya kalian yang ku punya" gumam alula dalam hati.
alula berjalan keluar meninggalkan kamarnya menghampiri sang ayah yang berada di ruang tamu. takut itu saja yang dirasakan oleh alula sekarang tetapi ia tau tuhan akan selalu melindungi nya dari segala marabahaya.
"Aku sudah siap..." ucap alula dengan suara yang pelan.
Sang ayah dan alula pun menaiki sebuah taxi menuju sebuah clun malam yang memang cukup besar atau bisa disebut sebuah kasino yang terbesar di negara itu. sepanjang jalan alula hanya diam tanpa bersuara menatap embun malam hari dari jendela kaca mobil.
"ayah sekalipun pernah kah dibenak mu kau menyayangiku?" gumam alula menatap sekilas wajah sang ayah.
35 menit kemudian mereka berhenti disebuah kasino atau club' malam yang terlihat mewah. hanya orang elit yang berada disana seperti CEO, mafia, bos besar, dan orang-orang yang memiliki status tinggi. alula bisa melihat orang-orang didalam sana, beberapa dari mereka minum-minum dan ada juga bagian besar kelompok tengah asyik berjudi di dalam sana. alula merasa jijik berada di tempat itu, ia ingin mual melihat tempat yang begitu kotor untuk dilihatnya.
begitu banyak para wanita disana dengan pakaian mini yang terlalu terbuka dan vulgar, mereka asyik menari-nari bersama para pria yang sedang dalam kondisi minum-minum. suara musik disco bergema disana, berbagai merek minum tertata rapi disana.
"Dengar!! tunggu disini hingga aku sendiri lah yang memanggil mu!!! mengerti?!!" tegas Alexander ayah alula.
Alexander pergi meninggalkan alula begitu saja sendirian tanpa ada seorang pun yang menjaga alula disana. alula merasa takut ketika beberapa pria disana menatap nya dengan tatapan yang sangat aneh. ditambah mereka bersiul menggoda nya.
disisi lain ayah alula, Alexander. Tengah menemui teman judi nya yang bernama lemos. mereka terlihat sangat akrab kemudian mereka berbincang-bincang mengenai taruhan yang dibuat oleh Alexander sendiri.
"Hey Alexander!! aku menunggu mu sejak tadi. aku melihat mu membawa putrimu alula apa benar itu alula?" Lemos teman Alexander pun menyambut kedatangan teman nya.
"apa kau membawa putrimu untuk kau jadikan bahan taruhan di kasino ini?" tanya Lemos kepada Alexander.
"Ya!! aku akan menjadikan alula sebagai bahan taruhan!" jawab Alexander dengan smirk iblis.
tatapan Alexander menulusuri setiap sisi kasino, mata nya berhenti, dan tertuju kepada seorang pria tampan yang tengah duduk di bar dengan segelas wine. Alexander merasa tidak asing dengan pria tampan itu, Rasanya ia seperti pernah melihat nya tapi ia tidak tau dimana itu.
"Siapa dia?" tunjuk Alexander ke arah pria tampan yang duduk di bar.
Devano mavendra Erlangga
"Pria itu adalah tuan muda devano mavendra Erlangga, dia pewaris tunggal keluarga Erlangga. Dia juga seorang CEO perusahaan Erlangga entertainment yang terkenal. banyak orang yang segan padanya, terlebih lagi dia terkenal akan kekejaman nya" jawab Lemos.
"Hm! aku rasa dia adalah lawan baik ku hari ini!" Ucap Alexander sembari meneguk wine.
"Jangan bermain-main dengan nya, dia bukan lawan yang baik untuk mu. dan jangan coba-coba mengusik ketenangan nya atau kau akan mendapat balasan untuk itu" sergah Lemos ketika tau niat teman sebaya nya itu.
"itu tidak penting, bagi ku yang penting adalah kekayaan! jadi sebaiknya kau diam dan jangan nasehati aku!!" ucap Alexander menatap tajam teman nya itu dan lemos hanya diam ia tidak ingin berurusan dengan seorang devano mavendra Erlangga, cukup teman nya yang angkuh ini saja.
Alexander berjalan dengan tampang yang begitu sombong dan angkuh, ia mengira dirinya yang paling perfect. ia merasa jika kali ini kemenangan akan berada di tangan nya, ia sama sekali tidak berfikir dengan apa yang dikatakan oleh Lemos temannya. seperti yang kita tau Alexander memiliki sifat keras kepala ia tidak pernah mua kalah oleh orang lain. ia benci dengan kata kekalahan kali ini ia akan mencari masalah dengan menantang seorang mafia devano mavendra Erlangga.
Tak...tak.. tak...tak
"Kali ini akulah yang akan menjadi raja" gumam Alexander.
***
"Tuan muda Devan, ternyata anda disini " sapa Alexander dengan smirk iblis.
"Jangan mencoba mendekati Tuan!! sebaiknya kau pergi " arsen mencoba menghentikan gerak gerik Alexander yang ingin mengusik ketenangan tuan nya itu.
"Hey tenang lah anak muda..., aku tidak akan berbuat macam-macam. malahan aku akan membuat Tuan mu senang!" Alexander menepuk bahu arsen.
"Biarkan saja arsen!" Devan menatap dingin Alexander.
mendengar kata-kata Devan, Alexander pun bergegas untuk duduk disamping Devan. ia merasa sombong karena bisa dan dapat berbicara langsung dengan Seorang devano mavendra Erlangga.
"Kenalkan aku---" belum juga Alexander memperkenalkan dirinya, Devan sudah memotong ucapan nya.
"AKU TIDAK SUKA BASA-BASI!!!" tegas devan dengan mata tajam nya.
"Dia adalah putriku alula! dia sangat cantik, kecantikan nya tiada tandingannya dengan wanita-wanita diluar sana. aku akan mempertaruhkan putriku dalam permainan kartu ini! jika anda menang anda bisa bebas melakukan apapun kepada putriku terserah anda untuk itu. dan jika anda kalah dan saya yang menang maka anda harus memberikan saya cek seharga 15 miliar!" ucap Alexander.
"apa kau bisa mempertanggung jawabkan ucapan mu tadi? tentang putrimu yang lebih bernilai uang taruhan? apa kau yakin?" Devan menatap Alexander dengan seringai di bibirnya.
"Tentu saja! aku bisa menjamin jika putriku adalah gadis tercantik" jawab Alexander.
"Baiklah!!" Devan meletakkan sebuah blackcard di atas meja bar sebagai taruhannya.
"Sisanya akan aku berikan jika kau memang menang!!" Devan menyuru waiters untuk menuangkan wine kedalam gelas nya.
Srettttttt!!
arsen mengacak-acak setiap kartu agar permainan ini lebih adil, melihat permainan kotor Alexander dan Devan semua orang didalam kasino itu berlarian untuk melihat taruhan judi itu. beberapa orang disana bersorak ria sebagai pendukung Devan dan hanya sedikit orang yang mendukung Alexander.
mata elang Devan menatap kartu-kartu miliknya dengan sangat tajam
"Kartuku lumayan juga" devan meneguk kembali gelas wine nya.
"Mari kita mulai!" Alexander memulai permainan kartunya.
putaran pertama hingga putaran penentuan, Devan lah yang menjadi raja sedang Alexander berada dibawa dengan wajah yang merasa cemas karena putaran nya sangat buruk.
"Dari awal kartu ku memang sudah bagus!!" ucap Devan yang memenangkan permainan judi itu.
"Tuan kau menang telak!" ucap kagum arsen yang tak menyangka tuan nya sangat mahir bermain kartu.
"AKU KALAH?!! INI MUSTAHIL!!!!" Tegas Alexander yang tak terima akan kekalahan nya.
"Tunggu!!! sekali lagi saja kita bermain lagi!, aku tau kali ini aku akan menang" Alexander tetap angkuh walaupun sudah dikalahkan oleh Devan.
Brukkkkkkkkkk!!!
Devan mendorong tubuh Alexander hingga terjatuh ke lantai, ia sangat benci jika ada seseorang menyentuh nya. mata Devan memerah tangannya ia gepalkan sehingga menampakkan otot-otot tangan nya.
"Adu, dia marah" gumam arsen yang kebingungan karena Alexander sudah membangunkan iblis didalam tubuh Devan yang bersemayam.
melihat kemarahan Devan, Alexander sedikit takut ia baru sadar jika dia sudah mengusik ketenangan Devan. dan kali ini ia sudah masuk kedalam sebuah jebakan Devan, ia ketakutan ketika melihat anggota Devan yang ingin menangkap nya. sekarang ia tau jika Devan bukan lah lawan main untuk nya.
"Shittt!!, dia seorang mafia!! aku harus apa sekarang!!" gumam Alexander yang melihat Devan mengeluarkan senjata api dan mengarahkan nya ke arah kepalanya.
"Tu-tunggu jangan bunuh aku!! aku aku akan membawa putriku alula kesini!! tapi lepaskan aku" ucap Alexander dengan gelagapan.
"Bukan kau!! tapi anggota ku lah yang akan membawa putrimu. aku sudah memenangkan permainan ini jadi aku tarik kembali black card ini!!" ucap Devan dengan smirk mematikan aura nya memancarkan kegelapan wajahnya sudah nampak marah.
disisi lain alula tengah duduk sendiri di ruang tunggu, beberapa orang berjas hitam dengan tato harimau di lengan mereka menghampiri nya. alula sedikit takut melihat tubuh kekar Meraka. bagi alula mereka mirip dengan pereman-pereman pasar.
"Apa anda alula queenza arrabelle?" Tanya pria yang menjadi anggota Devan.
"I-iya aku alula" bibir alula gemetar.
"Ayahmu mempertaruhkan mu di sebuah permainan dan tuan kami menjadi pemenang di permainan itu. maka anda sekarang sudah menjadi milik tuan kami, jadi sebaiknya anda ikut kami, dan jika anda pergi maka hidup ayah anda akan habis ditangan tuan" jawab pria itu dengan sebuah ancaman.
Sringggggggg!!!
hati alula bagaikan di tusuk oleh pedang, sakit rasanya mendengar ayahnya sendiri menjadikan kecantikan dan tubuh nya sebagai taruhan dalam permainan yang kotor dan menjijikkan itu. ia ingin sekali berteriak dan menangis tetapi itu bukan waktu yang tepat untuknya menangis. baginya nyawa ayahnya lah yang lebih penting dari kehidupan nya.
"Baiklah..." alula mengikuti langkah sekelompok pria itu menuju sebuah tempat VVIP disana sudah begitu banyak orang terlihat sangat ramai.
mata alula terbelalak ketika melihat ayah nya ditodongkan senjata tajam oleh beberapa pria, dan bukan hanya itu sang ayah juga dipukuli habis-habisan oleh mereka. alula berlari dan memeluk sang ayah mencoba menghentikan siksaan yang diberikan untuk sang ayah. tangis nya pecah melihat sang ayah terbaring tak sadarkan diri.
"Aku mohon lepaskanlah ayah ku..." lirih alula menatap pria-pria didalam sana.
"Lepaskan? ayah mu sudah mempertaruhkan mu didalam permainan itu bagaimana bisa aku melepaskan nya dan melepaskan mu begitu saja!!" terdengar dari telinga alula sebuah suara berat dari belakang nya.
alula menatap pria itu yang duduk tenang di sebuah kursi, layak nya seorang raja. perlahan-lahan alula mendekati nya dengan tubuh yang ketakutan. ia terkejut ketika melihat pria itu adalah devan pria yang pernah menolong nya ketika kesucian nya hampir direnggut oleh pria brens*k.
"Aku mohon lepaskanlah ayah ku...aku janji aku akan melakukan apapun untuk mu!! tapi aku mohon jangan bunuh ayahku. suruh mereka untuk tidak menodongkan senjata mereka ke arah ayahku."alula memohon bersujud kepada Devan kaki nya terasa lemas melihat sang ayah terus dipukuli oleh pria-pria itu.
"kau berjanji untuk melakukan apapun untuk ku?" tanya Devan dengan aura yang menakutkan.
"aku sudah berjanji maka aku tidak akan pernah mengingkari nya" jawab alula dengan air mata yang terus mengalir.
"MENIKAHLAH DENGAN KU!!!" ucap Devan yang membuat semua orang disana terdiam membeku termasuk alula suasana disana tiba-tiba menjadi hening.
"JIKA KAU MENOLAK MAKA IKHLASKAN SAJA KEMATIAN AYAH MU HARI INI!!" tegas Devan.
"BUNUH DIA!!!" Ujar Devan kepada arsen untuk membunuh Alexander.
melihat itu suasana sangat genting ditambah alula yang tidak tau harus berbuat apa. disisi lain ayah nya tengah dalam bahaya, dan disisi lain ia sudah dijadikan sebagai bahan taruhan dan sudah membuat janji kepada Devan. ia menangis terisak ia terpaksa menerima permintaan Devan untuk menikah dengan nya walaupun keputusan ini sangatlah berat untuknya.
"BAIKLAH!! AKU AKAN MENIKAH DENGAN MU" alula menerima keputusan Devan.
"Tapi aku mohon jangan lakukan itu kepada ayahku. hanya dia yang aku miliki... hiksss...jangan sakiti dia" tangis alula pecah memohon kepada Devan untuk melepaskan ayahnya.
Continued....