The Love You Gave Me

The Love You Gave Me
first day as a wife who is not considered





pagi hari ini terlihat sangat cerah, awan-awan putih dan langit yang biru terlihat sangat menawan. dengan taman bunga yang berada di halaman mansion yang mempercantik tempat tersebut. hari ini alula bangun tidur lebih awal, untuk bisa menyelesaikan semua tugas nya lebih cepat. karena alula sangat tidak suka menunda-nunda tugas dan memang sudah kebiasaan nya untuk membereskan tempat yang menjadi tempat tinggal nya.


alula menyirami setiap tanaman dan bebungaan yang berada disana, wajah nya nampak sangat cantik tanpa polesan make up dan dengan gaun putih bermotif flower blue yang sangat indah melekat ditubuhnya. hari ini ia memulai tugas nya sebagai istri walaupun ia tau jika sampai kapanpun Devan tidak akan pernah menganggap nya sebagai seorang istri, dan ia juga tau Devan hanya menganggap nya sebagai bahan taruhan yang sudah dijadikan pelayan.


"Bik, bolehkah aku membantu bobok di dapur?" alula menghampiri bik ayu yang berada di dapur mansion.


"Tidak usah non, non dikamar saja. tidak enak rasanya melihat non membantu saya di dapur " bik ayu menolak karena mengingat alula adalah istri tuan nya Devan.


"Tidak apa-apa bik, saya hanya bosan dikamar" alula tersenyum hangat.


"Tenang saja bik, Tuan... maksud saya Devan tidak akan memarahi bik ayu" alula mencoba menyakinkan bik ayu.


"Baiklah jika seperti itu yang non ingin kan, mari non" bik ayu mengizinkan alula untuk membantu nya memasak di dalam dapur dengan senang hati.



"Oh iya bik, aku ingin menanyakan sesuatu...sejak awal aku datang kesini aku merasa sedikit bingung ketika melihat mansion sebesar ini berada jauh dari kota?" tanya alula kebingungan.


"Sebenarnya mansion ini adalah mansion pribadi milik tuan Devan, sedangkan mansion utama keluarga Erlangga berada di tengah-tengah kota. tuan Devan membeli mansion ini karena ia sangat suka dengan tempat yang tenang. ia hanya akan pulang kesini ketika malam saja, dan ketika pagi hingga sore ia akan habiskan waktu di mansion utama keluarga Erlangga dan di kantor. jadi setiap pagi seperti sekarang tuan muda Devan tidak ada disini" jawab bik ayu menjelaskan semuanya.


"Mengapa ia tinggal terpisah dengan keluarga nya? bukan kah sangat menyenangkan tinggal bersama keluarga " alula nampak bingung.


"Tuan Devan dan keluarga nya tidak terlalu akur nona, dua puluh dua tahun yang lalu ibu tuan Devan telah meninggal dunia ketika ibunya melahirkan nya. kemudian ayah tuan Devan menikah kembali dengan seorang wanita yang menjadi ibu tiri nya hingga sekarang. akan tetapi sejak balita tuan memang tidak terlalu dekat dengan sang ayah, maka dari itu ia memilih untuk tidak terpisah" jawab bik ayu.


"Jadi begitu ya bik..." alula bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Devan ketika mendengar cerita dari bik ayu.


"Anda tau nona, ketika tuan menggendong anda masuk ke dalam mansion ini pada malam itu. saya sudah merasakan akan ada perubahan yang anda bawa ke dalam kehidupan tuan devan. dan ketika saya mendengar jika tuan akan menikah dengan anda, saya sangat senang" ucap bik ayu sejujurnya.


"dan saya harap Non alula bisa mengembalikan kebahagiaan tuan Devan yang hilang" bik ayu menegang tangan alula ia berharap alula dapat membawa perubahan yang baik.


Alula hanya tersenyum, ia sadar ia tidak akan pernah bisa mengembalikan kebahagiaan Devan seperti yang diharapkan oleh bik ayu. mengingat dia hanyalah istri kontrak Devan. terlebih lagi pernikahan mereka didasari tanpa cinta dan tanpa hubungan. hal itu semakin memperkuat alula untuk tidak terlalu berharap dengan pernikahan itu.


"Akan saya usahakan bik..." ucap alula dengan lembut dan senyum hangat nya.


***



"Apa kau puas mempermalukan papa mu? dengan menikahi gadis dari kasta rendahan hm!!!" bentak seorang pria paruh baya yang menjadi ayah Devan yang bernama Gibran Raden jaya Erlangga


Gibran ayah Devan menatap tajam Devan dengan penuh amarah, ia nampak sangat marah ketika mendengar putra nya menikah' tanpa sepengetahuan nya, ditambah ketika ia mendengar sebuah informasi jika gadis yang dinikahi oleh putra nya itu adalah gadis dari kasta rendahan yang membuat nya semakin terbawa emosi.


"Hak apa yang papa punya?!!! hingga berani melarang ku?!!!!" Tegas Devan.


"Apa mau papa sekarang?!!!" Tanya Devan tanpa berbasa-basi, ia sangat membenci berada disana.


"Papa ingin, kamu membawa gadis rendahan itu ke mansion. jika kamu tidak membawa gadis rendahan itu maka papa pastikan gadis itu akan papa bunuh dengan tangan papa sendiri!!!" Ancam Gibran ayah Devan.


"Apa yang akan papa lakukan jika alula datang kesini?!!!" Devan menatap tajam sang ayah, ia merasa sangat marah ketika sang ayah menyebut alula sebagai gadis rendahan entah kenapa rasanya ia tak terima dengan sebutan itu.


"Terserah papa, jika papa akan melakukan sesuatu ke gadis rendahan itu!!!" Jawab Gibran dengan smirk iblis.


mendengar jawaban Sang ayah Devan nampak begitu marah, ia menggenggam erat gelas kaca hingga pecah menjadi kepingan kecil yang hancur. Devan juga tau apa yang sebenarnya ayahnya rencanakan, dan bukan hanya itu ia juga sudah mengetahui apa yang ada dalam pikiran ayahnya.


"Jangan harap rencana papa akan berhasil!!" Ancam Devan kemudian pergi begitu saja meninggalkan sang ayah.


Brakkkkkk!!!...


Devan memukul keras kaca mobil hingga kaca itu menjadi rentak. entah kenapa rasanya ia tak terima atas hinaan yang diberikan oleh ayah nya untuk alula. ia sendiri tidak tau dengan apa yang ada dalam isi hatinya saat ini.


"Fuckkk!!" umpat Devan yang nampak begitu marah.


Devan mengendarai mobil nya dengan sangat cepat dengan kondisi yang begitu marah. ia terus menerus menekan gas mobil tersebut, hingga suara mobil Devan bergema di disepanjang jalan.




Devan melampiaskan semua emosi nya dengan mengebut secara ugal-ugalan di jalan, tanpa mematuhi aturan lalu lintas. hingga membuat orang-orang yang berada dijalan sedikit heran melihat mobil Devan yang melaju dengan sangat cepat


Brmmmmmmm!!!...


Continued....