
cahaya mentari perlahan-lahan menyelinap masuk ke jendela kaca, cahaya mentari menyinari wajah alula yang tengah tertidur nyenyak, kedua mata indahnya perlahan terbuka. ia berulang kali mengerjapkan kedua matanya sembari memegangi kepalanya yang terasa pusing. alula melihat sekeliling dan jendela, ia nampak berfikir keras dimana sekarang ia berada. ia mencoba mengingat apa yang menimpanya pada malam itu.
sobekan gambaran kejadian yang menimpa alula pun tergambar jelas didalam benak alula. ia sangat amat bersyukur ada orang yang baik menolong nya pada saat itu, jika orang itu tidak menolong nya maka kehidupan alula akan hancur sehancur-hancur nya. takut dan cemas itulah yang alula rasakan saat ini, ia takut mengingat kejadian semalam yang bagaikan mimpi buruk baginya.
"Ahhhh..." alula merasakan rasa sakit di area kaki nya akibat jatuh di hutan pada malam itu.
alula mencoba untuk beranjak dari tempat tidur walaupun ia harus menahan rasa sakit di kakinya. alula berjalan pelan-pelan mencari orang yang sudah menolong nya ketika ia dalam bahaya. kedua manik-manik matanya melihat sekeliling mansion yang nampak luas dan megah.
"Dimana aku berada sekarang? tempat ini sangat luas dan megah bagaikan kerajaan di dalam dongeng" gumam alula sembari menatap takjub sekeliling nya.
ia tak melihat seorang pun disana, suasana disana nampak sepi. walaupun sepi alula tetap berjalan menuruni satu persatu anak tangga pelan-pelan. ia kembali takjub dengan mansion yang ia anggap seperti istana itu. bagaimana tidak takjub, tempat itu terlihat sangat rapi dan mewah.
"Apa yang kau lakukan disini?!!"
Terdengar suara berat yang mengejutkan alula dari belakang. sehingga membuat alula terjatuh akan tetapi tangan alula menarik kerah kemeja pria tampan di belakangnya yang membuat alula tak terjatuh ke lantai. alula menutup kedua matanya rapat-rapat sedangkan disisi lain pria tampan itu menatap wajah alula. perlahan alula melihat siapa yang menolong nya kali ini ketika ia hampir terjatuh. ya dia adalah orang yang sama yang menolong nya semalam yakni devano mavendra Erlangga tuan muda dari keluarga Erlangga.
"A-aku minta maaf" alula terbata-bata ia tak sengaja menarik kemeja Devan hingga menampakkan bagian dada Devan yang kekar.
"Hm" Devan hanya berdehem sembari Merapikan kemeja nya yang kusut.
alula menatap wajah Devan, ia ingat jika orang yang menyelamatkan nya semalam adalah pria yang berdiri dihadapannya sekarang yakni Devan.
"Te-terima kasih sudah menyelamatkan ku semalam. jika kamu tidak menolong ku maka kehidupan ku akan hancur. aku tidak tau harus apa untuk membayar pertolongan mu aku hanya bisa mengucapkan terima kasih saja kepada kamu" alula menundukkan kepalanya sembari mengucapkan rasa terima kasihnya kepada orang yang sudah menolong nya bagaikan malaikat yang diturunkan oleh Tuhannya.
Devan hanya diam saja mendengarkan ucapan alula. mata nya tak melihat sekalipun alula, Devan selalu memasang wajah dingin yang membuat alula sedikit takut untuk berbicara dengan nya.
"SUDAH SELESAI?! JIKA SUDAH SELESAI PERGILAH!!" tegas devan yang tidak suka berbasa-basi. ia sama sekali tidak mendengar ucapan terima kasih alula kepadanya
"aku akan pergi, karena tempat tinggal ku bukan disini aku hanya ingin mengucapkan terimakasih kepada kamu karena sudah menyelamatkanku dari pria itu" alula tersenyum hangat.
"aku tidak akan pernah melupakan pertolongan kamu, aku akan selalu mengingat nya. kalau begitu saya permisi " alula tersenyum sembari berjalan keluar meninggalkan Devan dan mansion itu.
alula terus berjalan dengan hati yang merasa cemas dan takut, ia masih merasa takut dengan kejadian yang menimpanya semalam. ditambah dengan ayah nya yang selalu menyiksanya selama ini bersama ibu dan kakak perempuan tirinya.
alula terkadang berfikir mengapa ia di lahir kan jika semua orang tidak berharap kepadanya. sejak ia lahir ibunya pergi meninggalkan bersama ayahnya yang bagaikan monster untuknya, alula tak pernah berharap lebih tentang ibunya karena ia tau kehidupan ibunya sekarang jauh beda dengannya karena ibunya sendiri tak mengharapkan kehadirannya, sedangkan alula sendiri kesepian tanpa seseorang yang menggenggam tangan nya di dalam suka maupun duka.
Alula selalu melakukan hal kecil hingga besar sendirian tanpa bantuan tangan orang lain. alula dibesarkan tanpa kasih sayang kedua orang tuanya, ia hanya dibesarkan oleh siksaan dan kesedihan selama ini. dengan hal itu ia belajar jika semesta sangatlah kejam kepadanya. alula selalu bermimpi jika suatu saat kehidupannya akan berubah menjadi lebih baik, ia berharap akan ada kebahagiaan kehidupan nya.
"Alula queenza arrabelle kamu harus berani, kamu gadis yang kuat" alula menyemangati diri nya sendiri, kemudian seulas senyum terukir indah di bibir nya.
alula menaiki bis umum untuk pergi ke tempat tinggal nya. yaitu tempat tinggal nya bersama ayahnya, karena hanya itulah yang menjadi tempat pulang dan tempat tinggal alula satu-satunya yang dia punya. walaupun ia harus tersiksa disana.
alula menatap pemandangan kota yang asri dari balik jendela bus, ia menikmati udara segar. jika boleh jujur alula sangat jarang pergi keluar, karena kakak perempuannya selalu memberikan pekerjaan yang sangat berat untuknya sehingga tidak ada waktu untuk alula melihat duni luar di luar sana.
udara yang segar, angin yang tertiup kencang menerpa wajah alula yang cantik. alula merasakan hembusan angin yang terasa nyaman untuk nya, sudah lamanya alula lupa cara untuk tersenyum. wajahnya yang lugu selalu membawa kesan positif dalam kehidupan nya selama ini.
"Ya Tuhan lindungilah aku" gumam alula, ia hanya bisa berharap jika ayahnya tidak akan melakukan hal buruk kepadanya seperti hal nya kemarin. entah kenapa air mata alula, dengan tiba-tiba jatuh begitu saja.
alula menatap rumah, tempat tinggal nya yang selama ini menjadi saksi bisu kesedihan nya. tempat dimana ia selalu disiksa, dicaci-maki dan di injak-injak oleh monster-monster di dalam sana. rumah yang menjadi tempat berpijak kakinya.
dengan berat hati alula mengetuk pintu rumah itu, bibir nya terus menerus berdoa dan berharap jika saja ada keajaiban yang akan membantu nya hari ini dari para monster-monster itu
Tok...tok...tok..tok
"Assalamu'alaikum ayah..," alula mengetuk pintu, dan tak lama kemudian seorang gadis seusianya membuka pintu itu dengan raut wajah yang nampak marah kepada alula.
gadis dengan aura yang terlihat sangat licik itu menarik paksa tangan alula hingga membuat alula terjatuh kelantai hingga berada dibawah kaki sang ayah dan ibu tirinya. alula hanya bisa menahan sakit dan air matanya agar tidak jatuh.
Plakkkkkkkkk!!!!
sebuah tamparan begitu keras dari sang ayah mengenai pipi alula. yang membuat alula merintis kesakitan, air matanya tak bisa ia tahan lagi. air matanya mengalir ketika sang ayah mencekik lehernya dengan sangat kuat.
"A-ayah maafkan aku...," mohon alula dengan mata yang berkaca-kaca.
Plakkkkkkkkk!!!!
Plakkkkkkkkk!!!!
tamparan demi tamparan terus menerus dilemparkan ke arah pipi alula hingga berbekas. alula hanya bisa pasrah dan diam menerima semua nasib yang sudah dituliskan ditangan nya. takdirnya selalu tidak berpihak kepadanya.
"DASAR ANAK TAK TAU DIRI!!!! KARENA MU AYAH TIDAK MENDAPATKAN BAYARAN AYAH. SEHARUSNYA KAU BERUNTUNG AYAH MEMBERIKAN MU KEPADA PRIA YANG MEMILIKI BEGITU BANYAK HARTA!!!" tegas ayah nya yang memiliki nama Alexander Graham.
"A-ayah pria itu ingin berbuat jahat kepada ku, dia ingin melakukan sesuatu kepadaku" ucap alula dengan terbata-bata suara nya sudah habis sudah karena menangis.
Plakkkkkkkkk!!!!
Alula kembali jatuh ke lantai ketika sang ayah kembali meluncurkan tangan nya untuk menamparnya. hanya tangis yang bisa dilakukan alula.
"Hiksss..hiksss...hikss" tangis alula.
"ayah aku mohon...maafkan aku. aku akan bekerja jika ayah mau, tapi aku mohon jangan pernah menjual tubuhku seperti barang yang mudah dijual hiksss...aku bukanlah barang a-ayah" tangis alula pecah.
disisi lain alula menjadi tontonan oleh Kakak perempuan nya yang bernama lyora rubyjane alexandra dan ibu tirinya yang bernama Helena Zamora Alexandra. mereka nampak sangat Senang melihat Alula disiksa habis-habisan oleh sang ayah. hanya rasa nyeri yang dirasakan oleh alula rasanya tubuh nya remuk akibat cambukan yang diberikan oleh ayahnya.
"DENGARKAN AKU BAIK-BAIK!!! BERSIAPLAH SEKARANG DAN IKUT AKU MALAM INI!!!!" tegas Alexander Graham ayah alula sembari mencengkeram kuat leher alula hingga alula merasa kesulitan untuk bernafas.
Brakkkkkkkk!!!!
Alexander melempar tubuh alula hingga terbentur dinding dengan kuat. alula hanya menangis dan terus menangis menahan sakit. bukan hanya sakit fisik nya tetapi juga batin nya.
alula memegangi dinding mencoba berjalan ke kamarnya, sembari menahan sakit. kejam? ya ayah nya sungguh kejam padanya tapi bagi alula ayah nya tetaplah ayah nya ia tak bisa lari dari kebenaran itu. alula menutup rapat-rapat pintu kamarnya ia menangis sejadi-jadinya ia sudah tak tahan lagi, jika ia berani ia akan mengakhiri hidupnya akan tetapi hal itu tidak akan dilakukan oleh alula. alula bukanlah gadis yang mudah rapuh dia gadis yang kuat.
continued....