
Di suatu malam terjadi pertarungan antar mafia di tengah-tengah hutan yang nampak gelap, dan jauh dari kota. mereka saling tembak-menembak di sepanjang malam. banyak korban yang berjatuhan dari kedua belah pihak.
kumpulan calderioz adalah salah satu geng mafia yang pasukan nya sangat besar. mereka terdiri dari ribuan pasukan dengan leader Devano mavendra Erlangga. ia memiliki darah keturunan Eropa dan Korea, ia dikenal dengan sosok CEO yang arrogant, dingin, dan kejam.
Devano mavendra Erlangga
untuk pertarungan malam itu ketua Mereka atau bisa disebut leader mereka devano mavendra Erlangga dengan sendirinya membawa para anggotanya untuk berlawanan dengan para musuh bebuyutan mereka.
Dor...dor...dorr...dorr!!
sebuah tembakan dari devan yang mengarah ke arah musuhnya.
"Aaarghhhhhhhh!!!....," teriakan para musuh yang tertembak.
"Kalian tidak tau berurusan dengan siapa hari ini?!! maka bersiaplah untuk menemui malaikat kematian kalian di alam baka!!" bentak devan sembari melepaskan tembakannya ke arah musuh.
Dor...dor...dorr...dorr!!
tembakan demi tembakan di lepaskan tanpa henti, begitu pula dengan para anggotanya yang sama-sama melepaskan tembakannya.
Dor ....dorr...dor..dorr!!
tembakan beruntun dilepaskan oleh para anggotanya ke arah musuh musuh mereka.
"Arghhhhhhh...," teriak para musuh yang terkena tembakan tersebut.
"Ketua anda baik-baik saja? lengan Anda terluka?" tanya salah satu anggotanya
"Aku tidak apa-apa! kalian berpencar cari mereka, jangan biarkan mereka lolos begitu saja. dan bunuh semua hingga tak tersisa!!" ujar Devan kepada anggotanya.
"Baik ketua!!" jawab anggota nya dengan penuh hormat.
"berpencar semua!!!" ajak anggotanya itu pada anggota yang lain.
disisi lain seorang gadis cantik bernama Alula queenza arrabelle tengah berlari dari kejaran seorang pria yang ingin melecehkan nya. ia terus berlari tanpa henti. bagaimana ia tidak menangis? ayahnya sendiri menjualnya seperti barang kepada orang begitu saja, hanya untuk mendapatkan beberapa lembar uang. akan tetapi ia melarikan diri dan diikuti hingga memasuki sebuah hutan yang gelap seorang diri.
Alula queenza arrabelle
"Tolong..... hiksss...hiks...," tangis alula sembari berlari dari kejaran pria brens*k itu.
"Siapapun tolong aku...aku mohon...hikss..," alula terus berteriak meminta pertolongan.
disisi lain devan ketua calderioz masih saling tembak-menembak tanpa henti dengan para musuhnya.
"Devano mavendra Erlangga kau harus mati!!!" teriak salah satu lawannya yang ingin menikamnya dengan menggunakan senjata tajam akan tetapi devan melepaskan tembakannya ke arah musuhnya.
Dor....dorrr!!!
peluru itu menancap pada bagian kedua kaki lawannya sehingga lawannya itu jatuh tersungkur dengan darah segar yang mengalir di kakinya.
"Arghhhhhhh...." teriak musuhnya menahan sakit akibat tembakan yang mengenai kedua kakinya.
"Kau tidak layak untuk membunuhku!!!" kata Devan yang menghampiri musuhnya itu. dan...
Dorrr...dorrr!!!!
dua tembakan yang dilepaskan oleh devan menembus ke arah jantung lawannya sehingga dalam beberapa detik lawannya itu sudah tidak bernyawa lagi.
***
Tak...tak...tak..tak
disaat alula berlari, alula terjatuh akibat tersandung oleh batu di hutan itu. dengan kondisi gelap gulita, sehingga tidak bisa melihat batu yang ia injaknya.
"Argh...," jerit pelan alula yang terjatuh, rasanya kakinya begitu sakit, suaranya habis untuk meminta pertolongan.
"Mau lari lagi?..." kata pria itu yang mencoba menghampiri alula
"Aku mohon jangan mendekat..., sudah kubilang aku tidak memiliki urusan dengan mu! ayahku lah yang memiliki hutang kepadamu, lalu apa kesalahan ku?" ujar alula dengan rasa takut yang menggebu-gebu air matanya terus mengalir tanpa henti.
"Itu tidak penting!! ayah mu telah menjual mu gadis cantik! hari ini kau akan menjadi milikku!!" pria itu memaksa alula. tangan kekar pria itu merobek lengan gaun alula dengan sangat keras sehingga gaun itu sobek.
"Lepaskan aku!! Tolong!!!! tolon---" sebelum alula meminta tolong mulut nya di tutup rapat-rapat oleh pria itu.
alula terus menerus memberontak melindungi kesuciannya. pria itu memaksa alula untuk melayani nafsunya, tangan nya terus menerus menekan tubuh alula, yang berniat melepaskan semua pakaian alula. tapi sebelum itu terjadi seorang pria tampan dengan tubuh yang gagah datang bagaikan malaikat yang menolong alula dari kegelapan.
Bughhhhhhhh!!!!
sebuah tangan kekar memukul pria brens*k itu sehingga terpental begitu jauh dari posisi alula. alula yang melihat pria yang menolong nya itupun berlari ke arah pria yang menolong nya itu. pria yang menolong nya itu tidak lain adalah Devan, mata Devan memerah menatap pria brens*k itu
"Aku mohon bantu aku ...." alula memeluk erat devano memohon perlindungan kepada nya.
tangan kekar Devan menarik tubuh alula kebelakang nya ketika melihat pria brens*k itu mencoba menikamnya dengan pisau. akan tetapi tikaman itu melesat dikarenakan tangan kekar Devan yang menahan pisau itu agar tidak melukainya.
Bughhhhhhhh!!!
Devan kembali memukul pria itu sehingga terlempar. kemudian Devan tanpa henti memukuli pria itu hingga pria itu jatuh tak sadarkan diri. ketika melihat pria itu sudah terbaring lemas Devan melepaskan cengkraman nya. dan merapihkan pakaian nya. ia menatap alula yang terduduk lemas dengan kondisi yang ketakutan, Devan bisa melihat jika gadis di depan nya itu tengah ketakutan.
"hiksss... hiksss...hiksss ..." tangis alula memeluk tubuhnya menutupi robekan gaunnya.
devano menghampiri alula dengan wajah dingin, perlahan-lahan ia berjongkok dan menangkup wajah alula, kemudian memeluk nya agar alula merasa aman dan tidak ketakutan. ia juga melepaskan jas nya untuk menutupi robekan gaun alula yang memperlihatkan kemolekan tubuh alula.
"Jangan menyentuh ku... hiksss.." ujar pelan alula.
"Jangan takut, aku disini kau akan baik-baik saja" Devan memeluk tubuh gadis yang berada didepan nya itu, ia berniat untuk menenangkan alula yang ketakutan.
"Bawa aku pergi dari dunia yang kejam ini aku mohon....mereka begitu kejam padaku" alula terus, menerus meneteskan airmata nya di dalam dekapan seorang devano mavendra Erlangga.
Devan pun menggendong tubuh alula membawanya ke tempat yang lebih aman dibanding hutan yang gelap yaitu Mension nya. entah kenapa ia tidak tega meninggalkan alula begitu saja rasanya ada sebuah ikatan diantara mereka tetapi tidak tau apa itu. devan juga menyuruh beberapa anggotanya membereskan tempat TKP, agar tidak ada isu yang beredar.
mansion utama Erlangga
Devan menggendong dan membawa alula ke sebuah kamar tamu di salah satu mansion nya. perlahan-lahan Devan membaringkan tubuh alula di atas tempat tidur dan menyelimuti tubuh alula. kemudian ia memerintahkan kepada para maid nya untuk mengobati dan merawat alula hingga sadar dari pingsan.
"obati gadis ini! jika perlu panggil dokter untuk memeriksa nya" ujar Devan kepada salah satu maid nya atau bisa disebut pelayan nya yang sudah lama bekerja dengan nya.
"Baik tuan Devan, saya akan mengobati nona ini" jawab maid itu dengan hormat.
Devan pergi menaiki lift bersama tangan kanan nya yang bernama arsen Adhiyaksa mereka menuju ruang kerja Devan. mereka ingin membicarakan mengenai semalam dan bisnis. arsen bagaikan bayangan yang selalu mengikuti Devan mereka bukan hanya memiliki hubungan bos dan asisten akan tetapi juga teman. mereka berdua berteman baik sejak kecil hingga sekarang.
"Tuan jika boleh tau siapa gadis yang ada bawa tadi?" tanya arsen, ia sedikit terkejut karena selama ini yang ia tau seorang devano mavendra Erlangga hampir tidak pernah dekat dengan satu orang pun wanita.
"Aku tidak tau siapa dia! aku tidak sengaja bertemu dengan nya semalam di hutan" jawab devano sembari menuangkan wine kedalam gelas.
"Okay, okay. tapi mengapa dia berada di tengah hutan malam-malam?" arsen nampak bingung.
"Aku tidak tau! JADI JANGAN BERTANYA!!" Devan menatap arsen dengan sangat seram yang membuat suasana menjadi hening.
"DENGAR! apa semuanya sudah beres?" tanya Devan kepada arsen.
"Sudah tuan! aku dan para anggota lainya sudah mengubur para jenazah selayak-layaknya. dan memberi tunjangan kepada keluarga mereka masing-masing dengan sejumlah uang untuk menutup mulut mereka agar tidak menyebarkan isu negatif ke media. aku dan angkatan 1 sudah merantas data-data klan itu agar kita bisa mencari tau keberadaan orang yang anda cari selama ini" jawab arsen dengan hormat dan bangga pada dirinya sendiri.
"Kerja bagus!" puji Devan membuat arsen nampak begitu senang.
continued....