
Pulang sekolah.
Seperti biasa, Kami bertiga akan latihan lagi ditempat Kami biasanya, Kami mengemasi barang Kami, lalu keluar paling akhir di Kelas, Kami berlari terburu buru hingga tanpa sadar kami menabrak seseorang.
BRUKK!!, Suara itu menghentikan langkah Zian dan Izam.
"Hei, Kamu bisa melihat ga sih? GOBLOK!." Ucapnya kasar.
"Maaf Kak, Saya tidak melihat kakak disini." Ucapku meminta maaf,Kakak kelas itu tinggi, mungkin 175 cm,terlihat gagah.
"Halah anjing!, Mau berantem hah?." Ucap dia kasar mendorongku.
"Heh, jangan mentang mentang Kamu kakak kelas Bisa seenaknya ya!." Teriak Izam kepadanya.
"Huh, Kau pikir Aku takut?." Tanya kakak kelas tersebut.
"Sepertinya Dia mau dihajar." Ucap Zian nyengir.
"Kalian bertiga ingin melawanku? Boleh saja, sini brengsek!." Ucapnya, Sekolah sudah sepi, hanya ada beberapa murid, itupun jauh di luar, bahkan guru sudah berada di tempat parkir.
Aku mengepalkan tinjuku, Aku hanya belajar sedikit tentang Taekwondo, Aku tidak yakin dapat mengalahkannya sendirian, tetapi jika ada Izam dan Zian disampingku, mungkin Kami bisa menang.
"BUK!." Zian melakukan serangan kejutan dengan tinjunya, tetapi Kakak kelas tersebut menangkis dengan pergelangan tangannya.
"Dia keras." Ucap Zian mundur.
Setelah Zian berkata seperti itu, Kakak kelas tersebut dengan cepat melancarkan serangan balasan, Ia mengincarku yang berada di belakang.
Dalam detik itu Ia terlihat melompat kearahku, tapi detik selanjutnya Izam sudah mengarahkan tinjunya ke arah pipi Kakak kelas tersebut.
"BUK!." Suara itu terdengar kencang, Kakak kelas itu terpental 1 meter Ia berguling lalu menabrak dinding.
"BRAKK!." Bahkan saat menghantam dinding suara itu tetap keras.
"Huh, Bangsat juga Kau." Ucap Kakak kelas itu menatap Izam.
"Terimakasih." Ucap Izam nyengir.
Selanjutnya Kakak kelas itu terlihat menyerang Izam dengan posisi Boxer, Ia melayangkan beberapa tinjuan kepada Izam, entah di dada, kepala, perut dan lainnya.Izam terlihat kewalahan, Ia bertahan sebisanya.
Lalu tiba tiba saja Zian menendang Kakak kelas tersebut dari samping. Tetapi Kakak kelas tersebut telah memperkirakan hal ini, Ia menangkap kaki Zian dan melemparnya ke Arah Izam.
"BRUKK!!." Mereka berdua menghantam tong sampah.
Aku mengepalkan tinjuku, Menyerangnya dengan sekuat tenagaku.
"BAK!." Serangan pertamaku mengenai Dagunya.
"BUK!." Serangan keduaku mengenai Perutnya.
'Huh Aku tau ini tidak akan berefek, tapi Aku akan memberikan rasa sedikit demi sedikit dan memberi waktu kepada Izam dan Zian.' Batinku memikirkan ide.
Setelah itu Kakak kelas tersebut segera membalas tinjuanku, Ia melayangkan pukulannya ke arah pipiku.
sesaat sebelum pukulan itu mengenai pipiku, Zian dan Izam terlihat bekerja sama,Izam melayangkan Zian, lalu Zian melakukan tendangan memutar.
Saat Aku terlempar ke kanan karena pukulan Kakak kelas itu, Aku melihat Zian memutar, Lalu menendang Kakak kelas tersebut hingga terpental 3 meter.
"Sial, Apakah itu 180°?, Atau mungkin 360°?." Ucapku pelan sambil berdiri menyeka darah yang keluar dari pipiku.
"BANGSAT, KESINI KALIAN SEMUA." Teriak Kakak kelas tersebut.Ia terlihat sangat marah dan Mulai mengincar Kami satu persatu.
Tapi belum sempat dia berdiri tiba tiba saja.
"BRAK!!."
Izam terlihat memegangi kepala Kakak kelas tersebut lalu menendang dengan lututnya,Gaya Muay Thai.
"SIALAN KAMU!." Ucap Kakak kelas tersebut melihat Izam, Ia mencengkram kerah Izam lalu melemparnya ke dinding sebelahku.
Kekuatannya seperti gorila, Ia bisa melemparkan tubuh orang yang bahkan orang tersebut hampir besar seperti dirinya.
Sesaat sebelum Izam terlempar ke dinding,Aku menutupi dinding itu dengan badanku, meredam agar Izam tidak kesakitan.
"BRAK!!."
Suara itu terdengar sangat keras, kepala ku terbentur dinding, mengeluarkan darah.
"hahahaha, ini kekuatan Kalian? Lemah, tidak sebanding dengan sombongmu." Ucap Kakak kelas tersebut.
Izam terlihat bersalah karena Aku seperti ini.Sesaat setelah itu Izam berdiri, Ia terlihat melepaskan baju, lalu melepaskan beberapa pemberat di perutnya.
"Kau.. Berani menyakiti temanku?." Ucao Izam dingin.
"Zian, Jaga Aksa, hentikan pendarahannya, Aku akan menyelesaikan ini secepat mungkin." Ucap Izam melepas seluruh pemberat yang Ia pasang.
"Huh Kau pikir dengan Kau melepas beberapa pemberat akan mengubah jalan Perkelahian? Sial ini bukan cerita fiksi Brengsek." Ucap Kakak kelas itu meremehkan Izam.
Izam terlihat diam, Ia fokus menggunakan seluruh kekuatannya.Beberapa detik kemudian Ia lari dengan kecepatan penuh ke arah Kakak kelas itu, Ia meloncat lalu melayangkan tinju kearah kepala Kakak kelas tersebut.
"BUK!!!."
Sekejap kakak kelas tersebut jatuh, Ia kehilangan keseimbangannya, Berbeda dengan Izam, Ia melanjutkan serangannya dengan menginjak perut Kakak kelas tersebut.
"HUWEKK!."
Teriak Kakak kelas tersebut karena perutnya diinjak oleh Izam.Izan tidak peduli dengan teriakan itu Ia melanjutkan menduduki Kakak kelas tersebut, Lalu Ia memukuli kepala Kakak kelas tersebut.
Lagi,lagi,lagi,lagi dan lagi, Izam memukuli Kakak Kelas tersebut hingga Kakak kelas tersebut memohon untuk berhenti.
"IZAM!!." Zian menghentikan Izam yang sedang memukuli Kakak kelas tersebut,Ia menoleh kepada Zian, sesaat tatapannya kosong menusuk Kami berdua, setelah itu tiba tiba Izam seperti tersadar akan apa yang Ia perbuat.
"Anj*ng?." Izam melihat tangan dan mukanya yang ternoda oleh darah, Ia dengan cepat pergi ke sumber air terdekat, sedangkan Aku dan Zian bertatapan, tidak menyangka masalah ini akan menjadi seperti ini.
"Bagaimana ini?." Tanya Zian.
"Entah, apakah kita tinggalkan saja di UKS?." Jawabku kepada Zian.
"Tidak, UKS pasti masih ada orang." Ucap Zian.
Kami berpikir sesaat hingga Izam kembali, Ia terlihat kebingungan dan merasa bersalah.
"Maafkan Aku teman teman, Aku kehilangan kendali." Ucap Izam.
"Tidak usah dibahas Izam, bagaimana kita mengatasi ini?." Ucapku pada Izam.
Kami semua berpikir sesaat hingga tiba tiba terdapat beberapa Orang datang.
"Eh?." Kakak kelas, mereka terkejut melihat Orang terkapar dengan muka yang penuh darah dan Kami yang berdiri di sekitarnya.
"Bukankah itu Haze?." Ucap salah satu Kakak kelas tersebut.Mereka kemudian mengarahkan pandangan ke Kami bertiga.
"Heh, Kalian yang membuat Haze seperti ini?." Tanya salah satu dari mereka.
"Kalau iya kenapa? Apakah Kalian tidak terima?." Ucap Izam dengan mengerutkan dahinya.
"Kalian.." Sebelum Orang itu mengatakan sesuatu, tiba tiba ada seseorang yang menyela nya.
"Aku tidak tahu bahwa Kelas satu ada orang yang kuat." Ucap orang itu.
"Perkenalkan, Namaku Kian." Ucapnya sambil tersenyum.Ia terlihat menyeringai beberapa saat, lalu mengalihkan pandangan ke Haze.
"Kalian melakukan ini? di Sekolah?. Kalian pasti gila, kekeke." Ucapnya tertawa tipis.
"Teman Kalian yang mencari masalah." Ucap Izam datar.
"Begitu? yah Aku tidak tertarik dengan perselisihan Kalian, Aku hanya bingung kenapa tangan kananku terkapar di lantai." Ucap Kian.
"Tangan kanan? Lemah sekali." Celetuk Zian.Kian menatap Zian beberapa detik, Lalu.
"Yah, Aku tau dia salah, Maka Kami akan membereskan ini dan Kalian bebas." Itu membuatku lega, Kami dapat pulang tanpa ada masalah.
"Tapi ingat, jika Kalian bertemu Kami, Kalian tidak akan selamat." Ucap Kian melotot pada Kami dengan ekspresi yang datar.
"Yah, Tidak perlu basa basi, Kami Akan pergi." Ucap Izam dengan nada yang datar.
"Ayo Aksa, Zian." Ajak Izam pulang.
Kami pergi dari sana, Sebelum benar benar pergi, Aku mendengar sedikit Ucapan Kian.
"Aksa?."
Aku tidak menoleh,Aku buru buru kembali agar tidak terjerat masalah ini.Akhirnya Kami tidak jadi latihan dan pergi ke rumah Kami masing masing.