The Loser'S Punch

The Loser'S Punch
Bab 1 : SMA TUNGGAL KARYA



Namaku Aksa Darma Saputra seorang Bocah 15 tahun yang sudah memasuki jenjang Menengah Keatas, Aku bersekolah dimana Sekolah ini adalah Sekolah terburuk di Kota ku, Kota Klaten, Sebenarnya jika nilaiku cukup, aku akan pergi ke Sekolah yang lebih baik tapi semua sudah terjadi.


"Pagi", Kata yang selalu Aku ucapkan kepada Diriku sendiri karena dengan itu Aku dapat bersemangat di Pagi hari, Aku memulai pagi ku dengan Mandi,Makan, Menggosok gigi, Cuci Muka lalu memakai seragam.


"Sip semua sudah siap" kataku.


"Adek!, Ini bekal dibawa, sudah makan bukan? cepatlah pergi ke sekolah jam berapa inii!" Teriak Ibuku dari dapur.


"Iya Bu, Maaf bekal kelupaan, Juga jangan panggil Aku adek, Aku udah besar ini" jawabku mendekati Ibuku.


"Iya, Umur yang besar, bukan sifatmu." jawab Ibuku.


"Yayaya, Aku berangkat dulu Ibu Assalamualaikum." Ucapku sembari menciun tangan ibuku


"Waalaikumussalam, Belajar yang giat ya!" Jawab Ibuku sambil memberi semangat.


"Eh? iyalah, kalo Ibu lupa Aku baru MPLS, jadi belum belajar hahaha, yasudah dadaa Ibu" Ucapku sembari bercanda


"Iya iya udah sana nanti telat, Hati Hati." Jawab Ibuku.


Gerbang Sekolah, Semangat pagi ku hilang disini, ugh mungkin Kalian tidak tau tapi Sekolah ini sungguh buruk daritadi Aku memperhatikan banyak siswa yang berjalan dengan seragam yang tidak rapi, tidak sesuai aturan.


Saat Aku sedang memperhatikan Siswa lain tiba tiba-


"BRUKK"


"Eh, apakah kamu baik baik saja?." tanya orang itu


"Aku, baik-baik saja." Ucapku


"Ah,Syukurlah maaf sudah menabrak mu, aku buru buru ingin ke tempat MPLS, mencari tempat yang nyaman."Jawaban dari orang itu


"Ah iya, tidak apa apa, berhati hatilah saat berjalan." jawabku sembari menatap wajahnya


"Tentu haha, baiklah sampai jumpa." Ucapnya sembari tersenyum


"Ya, Sampai Jumpa." Jawabku


Itu merupakan hal yang paling kuingat hingga saat ini, Ia kelak akan menjadi Teman ku yang paling solid denganku.


Jujur Aku tidak terlalu suka menceritakan MPLS ini, tapi ya singkatnya MPLS ini berjalan lancar, Aku duduk didepan orang yang menabrak ku, Ia bernama Izam, Selebihnya itu MPLS terasa membosankan.


HARI PEMILIHAN KELAS


Ini adalah Hari dimana aku akan masuk ke kelasku, Aku berdoa agar tidak banyak berandal di Kelasku, setidaknya agar aku dapat Fokus belajar, ternyata Tuhan tidak dipihakku, Aku sekelas dengan Seorang Berandal dari SMP ku dulu.


"Wah wah wah, Siapa ini? Seorang Anak pendiam yang beruntung karena Teman dekat Anak Kepala Sekolah ya? hahahaha." Ucapnya.


"H-halo Zian,senang melihatmu." Ucapku.


"Hah? Siapa kau berani memanggil namaku? Kau yang membuat ku diskors bukan? Kau akan merasakan Neraka di Sekolah ini." Balasannya.


"HEI! JILAT SEPATUKU." Ucapnya dengan lantang


"Bagaimana ini? Banyak orang disini yang melihatku" Ucapku dalan Hati.


"HEI CEPAT ATAU RASAKAN TINJUKU!." Teriak Zian


"Maaf, Aku akan menjilat sepatumu, Zian." Jawabku merunduk.


Saat Aku hampir menyentuh Sepatunya tiba tiba ada-


"Wah ada apa ini? Eh Aksa, apa yang kau lakukan?." Ucap seseorang yang memanggil namaku


Aku dan Zian menoleh ke sumber suara, Izam. Dia datang kemari,karena Dia satu kelas denganku.


"Wah bukankah tidak bagus jika kalian memperlakukannya dengan buruk?." Ucap Izam


"Keroco seperti Kau tau apa?." Ucap Zian.


"Eh? Aku keroco? kalau begitu kenapa tidak kita berkelahi saja?." Jawab Izam dengan Tenang.


"Bertanding? Melawan orang sepertimu? Hahaha Boleh juga." Ucap Zian sembari melihat urat ditangan Izam.


"Baiklah kau boleh menentukan tempat dan waktunya". Ucao Izam dengan santai membantuku berdiri


"Belakang Sekolah, setelah pulang Sekolah, Kutunggu kau disana" Ucap Zian sembari pergi bersama Geng nya.


"Yah baiklah." Jawab Izam.


Aku terpukau oleh keberanian Izam yang menantang Zian, Aku juga tidak sadar bahwa tangannya memiliki Urat yang banyak, Menandakan ia Pekerja Keras


"Hei kau tidak apa apa?." Tanya Izam kepadaku.


"Aku, Tidak apa apa, Maafkan Aku telah merepotkanmu." Jawabku sembari meminta maaf.


"Tidak apa apa, anggap saja permintamaafan ku karena menabrakmu dulu, Aksa." Jawabnya sambil tersenyum kepadaku.


"Terimakasih" Ucapku


"Yah tentu saja, Kau lihatlah Aku beetanding nanti, mungkin itu membuatku semangat " Ucapnya


"Baiklah,tapi jika Kau tidak sanggup menghadapinya Kumohon jangan terlalu memaksa." Jawabku


"Apakah kau tidak yakin bahwa Aku akan menang?" Ucapnya


"Eh tidak tapi-" belum selesai Aku berbicara dia menjawab


"Aku akan menunjukkan kekuatanku, Lihatlah aku nanti, baiklah sampai jumpa,Aksa." Ucapnya


"Tentu.." jawabku