
Sepulang Sekolah.
Bel berbunyi, seperti Sekolah pada umumnya, para Siswa berhamburan keluar kelas.
"Apakah.. Dia sudah kesana?." Batinku.
Aku mengemasi barangku secepatnya dan bergegas ke belakang sekolah.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tak lama kemudian Aku hampir sampai ke belakang Sekolah,Sekolah benar benar sepi sekarang,tidak ada Anak berandal yang mau lama lama disekolah bukan?.
Aku sudah sampai,Benar saja terdapat 4 orang disana, Dua diantaranya aku mengenalinya, benar itu Izam dan Zian. Aku melihat pertarungan mereka, Dari balik tembok dibelakang Izam
"Kukira Kau melarikan diri, Keroco." Ucap Zian ke Izam
"Wah, Kau banyak bacot Zian,dan ternyata kau membawa Teman ya." Jawab Izam santai
"Hanya orang bodoh yang datang Menyerang musuh tanpa Kawan." Jawab Zian
Setelah itu Zian berlari ke arah Izam dengan cepat
"Wah kau buru buru menyerangku ya." Ucap Izam sambil memasang kuda kuda
"Aku bosan disekolah." Jawab Zian ke Izam dengan melakukan Tendangan T ( Tendangan yang memperagakan posisi tubuh menyamping dan tendangan lurus ke samping)
"Wah apa nih,kok ga kena?" Tanya Izam Sambil menangkis tendangan Zian menggunakan 1 tangan.
"Sial." Ucap Zian sambil loncat kebelakang sedikit.
"Apakah Izam bisa menang?" Batinku
Saat Zian meloncat ke belakang Izam mengira Zian akan berhenti tetapi, Izam salah.
Zian Berlari kencang kearah Izam, ia meloncat lalu melakukan tendangan memutar, 360°.
"Zian..Berputar." Batin ku
Izam cepat cepat menangkis, Namun ia kalah cepat dengan tendangan Zian yang mengenai pipi bagian kiri nya.Izam terlempar beberapa meter, tapi Ia sigap berdiri kembali
"Haha, boleh juga Kau belajar Taekwondo dimana huh?."Tanya Izam meringis
"Aku belajar darimana itu tidak penting, Sekarang habislah Kau". Ucap Zian berlari ke arah Izam.
Izam,Ia juga berlari kearah Zain. Setelah itu pertarungan menjadi sengit,mereka saling memukul dan menangkis,tetapi sudah terlihat bahwa Izam lebih unggul.
"BUK!!" Serangan Izam menyentuh bagian ulu hati Zian, membuat Zian sesak nafas seketika .
"Ugh sial." Zian mengumpat, Ia mundur beberapa langkah.
"Menyerahlah Zian, Kau tidak bisa menang dariku." Ucap Izam berhenti sejenak.
"B-baik, AYO SERANG!." Ucap salah satu dari Teman Zian,Mereka berlari membawa senjata.
Izam, Tiba-tiba ia berlari kencang ke Arah kedua teman Zian.
Izam mengincar dua teman Zian, merampas senjata mereka, itu sangat cepat, Izam mengambil senjata mereka berdua seperti mengambil permen dari Anak Kecil.
"BUKK!!" Teman Zian terkapar satu
"BRAK!!" Teman satunya terlempar ke sisi kanan.
"Ugh sial, apa maumu?."Ucap Zian kepada Izam.
"Jangan ganggu Aksa lagi." Jawab Izam
"Huh, kenapa Kau peduli padanya?". Tanya Zian
"Karena Aksa adalah temanku!." Jawab Izan lagi
Hening.Mereka berdua saling bertatapan.
"Izam,Dia begini karenaku?" Batinku terheran heran
"Tch, baiklah Aku tidak akan menganggu Aksa." Jawab Zian memalingkan muka
Setelah jawaban itu, Izam berbalik dan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"IZAMM!" Aku berteriak memanggil Izam.
"Eh? Aku tidak sadar Kau disini,Aksa." Ucap Izam
"Kau keren, Bagaimana kau mengambil senjata Mereka?" Tanyaku terheran-heran
"Haha, Terimakasih Aku hanya mempraktikan apa yang Aku pelajari" Jawab Izam sambil tersenyum kepadaku.
"Apa..Apakah Kau mau mengajariku Bertarung?" Ucapku kepada Izam penuh semangat.
Izam menatapku,Matanya bersinar Kecoklatan oleh sinar Matahari.Matanya menawan,Setelah itu Ia tersenyum.
"Tentu Aksa,Kau akan kuajari"Jawab Izam sambil melangkah pergi
"BENARKAH, KAPAN?" Tanyaku mengikuti Izam pergi.
"Mulai besok, sepulang sekolah, Kau akan pergi bersamaku ke suatu tempat." Jawab Izam santai.
"TERIMAKASIH IZAM!." Ucapku padanya
"tentu, tentu Aksa." Jawab Izam kepadaku.