The Loser'S Punch

The Loser'S Punch
Bab 6 : Aksa dan Lily



Keesokan hari di Sekolah


Kami bertiga duduk dibangku yang berdekatan, Zian berada dibelakang meja Kami sendirian, Kami selalu bergurau setiap ada kesempatan,mau itu saat pelajaran ataupun tidak.


Saat istirahat kami memutuskan untuk membeli makanan di Kantin, Kami memesan Soto dan Es Teh.


"Bu, beli Soto dan Es teh masing masing tiga ya Bu ." Ucap ku kepada Ibu kantin.


"Baik, Duduklah dulu di meja." Kata Ibu kantin.


Kamipun pergi ke Meja dimana tidak banyak orang disana.


"Izam, kulihat Punggungmu bertambah besar, juga bahumu menjadi lebar." Ucap Zian


"Benarkah?, Aku tidak menyadarinya." Ucapku pada Zian.


"Sebenarnya iya, Aku ingin mengatakan dari beberapa waktu yang lalu, hanya saja Aku ingin melihat perkembangan lebih lanjut darimu." Ucap Izam terhadapku.


"Jadi kapan Aku berlatih Taekwondo?." Tanyaku pada Izam.


"Nanti sore, bersama Zian." Ucap Izam.


"Eh?, Aku?." Tanya Zian kepada Izam.


"Tentu, Kau bagus dalam taekwondo akan tetapi masih kurang." Ucap Izam


"Ugh, baiklah Aku akan berlatih lagi." Ucap Zian


"Wow, Akhirnya setelah latihan beberapa minggu ada hasil." Celetuk ku.


"Minggu?, Ini sudah dua bulan bodoh." Ucap Izam tertawa.


"Eh?, Tidak terasa sudah dua bulan." Ucapku


"Apakah Aku harus mulai Taekwondo dari awal seperti Dia?." Tanya Zian menunjukku.


"Tentu tidak, tapi Aku akan lebih fokus kepada Aksa, jika Kalian sudah sama sama kuat Aku akan fokus kepada kalian berdua." Ucap Izam kepada Zian.


"Huh, memangnya Kau sekuat apa sampai begitu?." Ucap Zian.


"Benar, Kau sekuat apa Izam?."


"Tentu saja Aku kuat, karena aku sud-." Belum selesai Izam menjawab pesanan Kami datang.


"Ini Nak, Soto tiga dan Es Teh tiga." Ucap Ibu Kantin.


"Terimakasih Bu, Ini Aksa,Zian Ambilah." Ucap Izam memberi kami soto dan Es teh.


Kami pun bergegas menghabiskan soto dan es teh.


"Ah,Akhirnya Aku kenyang." Ucap Zian, Ia selesai pertama.


"Benar, Akhirnya Aku kenyang juga." Ucap Izam


"Aku juga." Ucapku yang menghabiskan paling Akhir.


"Eh, Kau tadi ingin bicara apa?." Tanya Zian.


"Ah iya, sebenarnya Aku ini kuat, Aku ketua kelas 1 sejak dulu." Ucap Izam enteng.


"..." Hening, Aku dan Zian tidak bisa berkata-kata.


"Hei, kenapa Kalian diam?." Tanya Izam.


"K-Kalau begitu apakah dulu saat Kau menyuruhku menunggu di gerbang untuk latihan Kau-." Belum selesai Aku bertanya Izam menyela.


"Benar, Aku mengalahkan seluruh perundung kelas 1 agar tidak mengganggu Kita." Ucap Izam.


"Kenapa Kau tidak tau Zian?, Kau kan dulu juga perundung." Tanyaku pada Zian.


"Sebenarnya Aku saat itu belum resmi seperti orang orang, Karena itu Aku tidak tahu kabar itu." Ucap Zian masih sambil melongo.


"Sudahlah, Ayo kita kembali ke kelas, Sudah mau bel ini." Ucap Izam berdiri membayar ke Ibu kantin, Aku dan Zian bertatapan lalu segera menyusul Izam.


Fakta bahwa Izam mengalahkan seluruh perundung kelas 1 membuatku kaget, bagaimana tidak? karena disini saja kelas 10 berjumlah 12 kelas, Jika per satu kelas diambil ada 5 perundung maka Izam mengalahkan 60 perundung dalam waktu tidak mencapai berhari hari?. Itu menandakan bahwa Ia sangat kuat bukan?.


"AKSA, BAYAR UANG KAS." Teriak orang dikelasku. Ia perempuan bernama Lily, Sebenarnya dia cantik juga pintar, hanya saja masalahnya dia..


"HEH, KENAPA MALAH BENGONG." Teriak Dia lagi.


"Ah iya, ini sekalian membayar untuk dua minggu kedepan." Dia galak, Aku berpura pura tidak peduli, Bagaimanapun Aku malu berkomunikasi dengan seorang Perempuan.


"CEKREK!!"


Sesuai dugaanku, Izam dan Zian mengambil foto saat Aku memberi Uang kas kepada Lily.Saat Aku ingin mengomeli mereka berdua tiba tiba saja.


"HEH KALIAN TIDAK SOPAN MENGAMBIL FOTO ORANG LAIN, HAPUS TIDAK!." Teriak Lily kepada mereka berdua.


"Kalau Kami tidak mau?." Ucap Izam nyengir.


"Yeah, Kami tidak akan menghapusnya." Ucap Zian kemudian.


"Kalian...." Sesaat setelah itu.


"PLETAKK!!." Suara itu terdengar sangat keras.


"Aduh sakit!." Ucap Izam.


"HAPUS FOTONYA!." Ucap Lily kepada Mereka.


"Iya iya, Galak banget." Ucap Izam menghapus foto dari galerinya.


Zian menahan tawa melihat Izam yang raut mukanya kesal.Setelah itu Lily pergi berkeliling lagi meminta uang kas kepada murid lainnya.


"Tcih kok bisa ya, Cantik tapi galak, pasti tidak ada laki laki yang mau dengannya." Celetuk Izam.


"Hahaha, lagian Kamu mengambil fotonya secara tidak sopan tau, dasar." Ucap Zian tertawa


"Diamlah, Kau tadi juga ikut menggoda dia." Ucap Izam cemberut.


"Apakah.. Kalian memiliki pasangan?." Tanyaku pada mereka berdua.


"APA KAU PUNYA?." Ucap Izam kaget.


"Eh? tentu saja, kenapa tidak?." Tanya Zian pula.


"Wow, sejak kapan?." Tanyaku.


"Lama sih, Kelas 9 kali." Jawab Zian.


"Wow cukup mengejutkan, Lalu siapa Dia?." Tanya Izam.


"Kau mungkin kaget, Ia bernama Bunga." Ucap Zian.


"B-bukan kah Ia yang akan mengikuti Perlombaan Karate bulan depan?." Tanyaku.


"Ah itu, benar Dia akan pergi lomba bulan depan." Ucap Zian.


"Lalu kau Izam?." Tanyaku padanya.


"Aku tidak punya sih, hanya saja akhir akhir ini Aku sedang dekat dengan seseorang." Ucap Izam menjelaskan.


"Siapa namanya?." Tanya Zian.


"Besok akan kuberitahu jika Kami jadian." Ucap Izam nyengir.


"Lalu Kau Aksa?, Bagaimana denganmu?." Tanya Izam kepadaku.


"Aku belum punya sih, dan sedang tidak dekat dengan Orang lain." Ucapku kaku.


"Hei Kau tampan tahu, Apalagi badanmu seperti itu, kenapa tidak mencari pacar?." Tanya Zian.


"Benar, Apakah Kau butuh pacar? Aku memiliki beberapa kenalan." Ucap Izam.


"Eh tidak hanya saja, Aku sedang menyukai seseorang." Ucapku pada mereka berdua.


"EH? SIAPA ORANGNYA? APAKAH DIKELAS INI?." Ucap Izam heboh


"Benar Aksa, Siapa dia? Apakah Dia baik? Cantik? siapa? Katakan saja pada Kami." Ucap Zian.


"DIAM, KALIAN BERTANYA SATU SATU AKU TIDAK BISA MENJAWAB SEMUANYA." Ucapku pada mereka yang justru heboh sendiri.


"Ekhem, Baiklah pertama tama, Dia siapa?." Tanya Izam serius.


Hening.


"Dia adalah Lily." Ucapku.


"A-AAPAAAA!!." Teriak Izam dan Zain membuat orang dikelas menoleh ke meja Kami.


"Diam bodoh, Orang Orang jadi melihat Kita bukan." Bisikku pada mereka berdua.


"Tidak masalah, Tapi kenapa Kamu bisa menyukai Cewe model seperti Dia?." Ucap Izam dengan tatapan serius.


"Benar,Dia Cewe yang susah didekati, Dia saja galak begitu, kenapa Kamu menyukainya?." Tanya Zian.


"Tidak ada alasan khusus, Aku menyukainya saat menatap wajahnya." Ucapku kepada Mereka berdua.


"Cinta pandangan pertama?." Bisik Izam ke Zian.


"Kita tidak pernah menyangka begini bukan?." Bisik Zian kepada Izam.


"Sudahlah, Diam saja Lihat, Lily menoleh ke arah meja Kita." Ucapku kepada Mereka berdua.


Kami pun akhirnya membahas hal-hal lain seperti kenangan masa Kecil, bersama pasangan, bahkan tingkah konyol yang pernah Kami lakukan. Akhirnya Guru tiba.


"Pagi Anak Anak." Ucap Guru tersebut.


"Pagi Pak." Ucap Kami sekelas.


"Apakah Kalian siap mempresentasikan Tugas kalian?." Tanya Guru itu.


"Eh kemarin tidak ada Intruksi Presentasi kan Pak?." Ucap salah satu Murid.


"Huh Kalian seharuanya inisiatif membuat, Baiklah silahkan Kelompok yang siap untuk maju." Ucap Guru tersebut.


Tidak ada.Tidak ada satupun Murid yang berani maju hingga Guru pun geleng geleng dan mulai memeriksa Absen.Sial.Saat Guru memeriksa Absen seluruh Siswa seperti Diuji Nyali.


"Aksa!." Ucap Guru tersebut.


"Hadir Pak." Ucapku


"Silahkan bawa kelompok Kamu kedepan." Ucap Guru tersebut.


Akhirnya Kami bertiga maju kedepan.


"Jelaskan penelitian Kalian tentang tempat yang bermanfaat." Jelas Guru tersebut.


Akhirnya Kami ragu ragu mulai menjelaskan penilitian Kami tentang tempat yang bermanfaat bagi manusia, dan apa kekurangan dari tempat tersebut.


"Tempat ini memiliki barang yang berat sehingga dapat melatih otot kalian." Jelas Izam bersemangat.


"Dan jika dikelola dengan baik, Ini dapat menjadi Objek wisata yang bagus mengingat Tempat ini tidak ada yang memiliki,apalagi memiliki tempat yang cukup strategis, dekat debgan sungai." Ucap Zian bersemangat pula.


"Dan menurut saya, Dengan tempat seluas ini, Dalam Tempat ini dapat membangun beberapa bangunan seperti Kedai Kopi, Gym, Perpustakaan atau apapun itu, ini dapat menghasilkan peluang bisnis yang menguntungkan."Jelasku dengan perasaan mengebu-ngebu.


"Dan itulah presentasi dari Kami,sekiranya ada pertanyaan boleh diajukan." Ucapku kemudian.


"Kenapa harus disana? bukankah rongsokan itu bau?." Tanya salah satu murid.


"Ah, itu sebenarnya Saya sudah membersihkan agar layak digunakan, dan Memisahkan antara yang dapat dimanfaatkan dan tidak." Jelas Izam.


Beberapa Murid berbisik bisik,bahkan ada Wanita yang berbisik bahwa Izam adalah Lelaki Idaman.Sesi pertanyaan berlangsung lumayan lama, hingga akhirnya Kami memutuskan menutup presentasi dan kembali ke tempat duduk Kami.


"Baiklah silahkan kelompok Lily maju." Ucap guru itu.


"Baik pak." Ucap Lily.


Lily menjelaskan bahwa Museum merupakan tempat dan seingatku ia mengatakan bahwa Museum bermanfaat bagi Manusia karena dengan Museum manusia dapat mengetahui sejarah di masa lampau yang saling menyambung antara satu dengan lain,dari Masa Lampau hingga Masa Kini,entahlah Mungkin maksudnya semua waktu berkelindan antara masa lampau,sekarang dan masa depan.


Seusai kelompok Lily maju ada beberapa Kelompok yang maju, hingga pelajaran selesai,Akhirnya Kami melanjutkan obrolan yang Kami bahas tanpa mengetahui bahwa nanti sore akan ada suatu pertarungan.