
Keesokan harinya Di Kelas.
Aku tidak menyangka bahwa Aku akan belajar beladiri, Aku hanya tau beberapa kali di artikel ataupun melihat secara langsung, Aku belum pernah mempraktikannya, melihat Izam kemarin membuatku ingin menguasai sebuah beladiri.
"Taekwondo." Jawabku pada Izam, saat Ia menanyakan apa jenis beladiri yang menarik minatku.
"Eh?, kenapa Taekwondo?." Tanya Izam kepadaku.
"Apakah tidak boleh?, Aku hanya tertarik karena gerakan kakinya indah."Jawabku polos.
"Bukan tidak boleh, hanya saja biasanya Orang akan menjawab Boxing atau MMA."Ucap Izam kepadaku.
"Tapi karena Aku adalah Izam, Aku akan mengajari Taekwondo sepulang sekolah nanti, jangan pulang duluan ya, tunggulah Aku di gerbang sekolah." Lanjut Izam.
"Oh baiklah, memangnya Kau mau kemana sampai menyuruhku menunggu?." Tanyaku pada Izam.
"Hanya beberapa urusan kok." Jawab Izam sambil tersenyum.
"Baiklah."Ucapku pada Izam.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bel pulang berbunyi, seperti biasa Anak Anak pergi meninggalkan Kelas dengan cepat, termasuk Izam yang meninggalkan kelas,lalu Aku mengemasi barang barangku, Menghapus papan tulis, lalu pergi keluar menunggu Izam di gerbang Sekolah.
Karena Kurasa Izam akan lama, Aku duduk di dekat Gerbang Sekolah, mencari tempat yang tidak terlalu ramai, karena disaat pulang sekolah pasti Anak Anak akan melewati Gerbang tersebut.
15 Menit Aku menunggu, Izam belum datang Aku pun memainkan ponselku sebentar, Hingga 30 menit kemudian Izam terlihat.
"Aksa!." Panggil Izam
"Eh Izam, Hai." Ucapku pada Izam.
"Maaf membuatmu menunggu, Aku ada beberapa urusan dengan Kelas lain." Ucap Izam meminta maaf
"Eh tentu, tidak apa-apa, emm boleh Aku tau apa yang Kamu lakukan tadi?." Tanyaku pada Izam.
"Hehe, nanti Aku ceritakan, sekadang ayo kita pergi ke tempat latihanku." Jawab Izam sambil mengajakku pergi.
"Dimana tempat latihanmu?." Tanyaku
"Sstt diam, Kau akan tau." Jawabnya.
Aku pun pergi bersama Izam ke Tempat latihannya. Mungkin ini akan menjadi pengalaman terbaikku, mungkin saja.Tidak lama kemudian Kami sampai di Tempat Latihan Izam.
"Ini dia tempat latihanku!." Ucap Izam kepadaku.
"Tempat...rongsok?." Tanyaku pada Izam.
"Kau hanya melihat rongsoknya, tapi disini banyak barang berat yang bisa Kau jadikan tempat membentuk tubuhmu." Jawab Izam kepadaku.
"Apakah Kau melatih tubuhmu di Tempat seperti ini?." Tanyaku lagi pada Izam.
"Tentu, lihatlah terlihat kuat dan berurat bukan?." Ucap Izam padaku
Aku tidak percaya Bahwa tempat seperti inilah yang membentuk otot Izam. Aku kira Izam pergi ke suatu Gym, ataupun yang lainnya, Aku bahkan tidak tau tempat rongsok dapat menjadikan tubuh Izam seperti itu.
"Baiklah, Pertama-tama Kita harus melatih staminamu." Ucap Izam kepadaku.
"Aksa, berapa jauh Kau bisa berlari?." Izam balik bertanya.
"Mungkin 500 meter?." Ucapku pada Izam.
"Kau.. benar benar Anak yang introvert dan tau belajar saja ya?." Tanya Izam.
"Iya.. apakah Aku bisa?." Ucapku pada Izam
"Semua bisa, Asalkan ada kemauan dan usaha, Mulai besok Aku akan memaksamu agar Kau terus latihan, tidak ada kata bolos latihan denganku." Jawab Izam.
"Baiklah jadi Aku harus bagaimana?." Tanyaku pada Izam.
"Kau harus mempelajari dasar Olahraga, Seperti Jogging, Push Up, Sit-up, Pull up atau lainnya, Kita akan mulai dari Push Up dan Pull Up." Ucap Izam kepadaku.
Aku berfikir bahwa ini akan mudah, Tapi ini sangat sulit, berbeda dari yang Aku kira.Hari ini Aku belajar Push Up, Percobaan pertama aku gagal, tapi Izam tidak menyerah untuk mengajariku, Ia bahkan terus membenarkan Posisiku.
Izam menyuruhku untuk setiap Satu hari agar Push-up satu kali, lalu tambah satu kali Push Up perhari.Aku berfikir dengan begitu, mungkin Aku bisa menambah massa otot ku sedikit demi sedikit.Latihan ini ditutup dengan Aku yang sudah kelelahan.
"Iz..Izam, Aku..Lelah.." Ucapku pada Izam
"Haha,tentu Lagipula Hari makin gelap, Kau harus pulang, Aksa." Ucap Izam kepadaku.
"Tentu, tapi Aku akan beristirahat sebentar." Ucapku pada Izam
"Minumlah, Kau pasti haus." Izam menyodorkan Air Mineral kepadaku.
"Terimakasih Izam, Aku akan menghabiskannya." Ucapku pada Izam
"Hahaha tentu, Kau harus menghabiskannya agar Kau tidak Dehidrasi. Oh iya Kau juga harus memakan makanan yang sehat, agar Tubuhmu mudah terbentuk." Kata Izam kepadaku.
"Tentu, Terimakasih atas hari ini, Aku akan pulang, Izam." Ucapku pada Izam.
"Sama-sama Aksa, Aku senang kita bisa jadi Teman, Aku harap Kau tidak menyesal dengan keputusanmu, Hahaha Hati-Hati, Aksa." Ucap Izam kepadaku.
"Tentu, Sampai jumpa Izam." aku mengucapkan Salam kepadanya.
"Sampai Jumpa juga, Aksa." Ucap Izam kepadaku.
Kami pun pergi ke Rumah Kami masing masing, Aku senang memiliki Teman seperti Izam, Ia kuat dan memotivasiku agar bisa menjadi sepertinya, Bahkan melebihinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sesampai di Rumah, Aku ditanyai oleh Orang Tua ku, Mereka menanyakan kenapa Aku telat pulang, Aku belum bisa menjawab bahwa Aku berolahraga, Aku hanya menjawab bahwa Aku "belajar" sedikit lama di Sekolah.Orang Tuaku akhirnya menyuruhku untuk mandi, Aku pun pergi meletakkan barang barangku di kamar dan pergi untuk mandi.
Setelah mandi, Aku berbicara ke Ibuku bahwa mulai besok Aku minta tolong untuk dibawakan bekal seperti Telur, Daging, Atau Susu. Ibuku mengiyakanku untuk membawakan bekal seperti itu. Setelah itu Aku pergi ke kamar untuk mempelajari materi untuk besok.
Sebenarnya nilaiku ini cukup bagus jika Aku dulu berada di Smp Negeri, tapi karena Aku berasal dari Smp Swasta, Nilaiku tidak terlalu berpengaruh di Jenjang Sma. Sebenarnya Orang Tuaku pun menawarkan agar Aku bersekolah di Swasta, tetapi Aku menolak karena ingin merasakan Sekolah Negeri.
Setelah Aku merasa cukup dengan materi yang Aku pelajari, Aku merebahkan diriku di kasur, memainkan ponselku sebentar, lalu pergi untuk sikat gigi dan pergi tidur,sesaat sebelum tidur Aku membayangkan jika Aku bisa membela diri, bukankah.. itu keren ya?.Akhirnya Aku pun tertidur.
Izam (Kiri), Aksa (Kanan)