
Aku terbangun di tempat tidurku, seperti biasa Aku mengucapkan "Pagi" kepada diriku, Aku melanjutkan pagiku dengan aktivitas seperti biasa, Mandi,Makan, Menggosok gigi, Cuci Muka lalu memakai seragam.Bedanya Aku pagi ini melakukan Push Up sebanyak Sepuluh kali.
Setelah semua siap Aku tak lupa membawa bekal dan mengucapkan salam kepada Orang Tuaku. Aku pun berangkat sekolah, sesampai Sekolah Aku berlaru ke kelas karena waktu jam pelajaran akan dimulai, tapi sialnya-
"BRUK!." Aku menabrak seseorang dan terjatuh.
"HEI! APAKAH KAU TIDAK BISA MELIHAT HAH!." Ucap orang itu kepadaku.
"Ah, Maaf." Ucapku padanya.
Setelah itu Aku melihat orang yang Aku tabrak, Sial, ternyata itu Zian.
"Tcih, Kau rupanya." Ucap Zian menatapku.
"H-Halo Zian." Ucapku pada Zian.
"Sudah merasa hebat kau hah? Kau beruntung karena selalu dilindungi Orang terdekatmu sejak dahulu Smp." Ucap Zian tanpa menjawab salamku.
"T-tidak seperti itu, Aku benar benar tidak sengaja." Ucapku pada Zian.
"Hei, ada apa ini? Bukankah kubilang jangan mengganggu Aksa?." Seseorang datang, dari suaranya Aku tau bahwa itu..
"Izam!." Ucapku kepadanya
"Hai Aksa, Selanat Pagi." Ucap Izam kepadaku.
"Tch, Kau beruntung kali ini Aksa." Ucap Zian kepadaku sambil pergi ke Kelas.
"Apakah Kau diganggu Dia, Aksa?." Ucap Izam kepadaku.
"Tidak, Aku tidak apa apa." Jawabku Kepada Izam.
"Sini kubantu berdiri." Ucap Izam menawarkan bantuan.
"Terimakasih, Izam kamu selalu membantuku." Ucapku pada Izam.
"Tentu, kita teman bukan." Jawab Izam.
"Iya." Ucapku pada Izam
Sebenarnya Aku merasa Zian berbeda, Dia menjadi pendiam setelah dikalahkan Izam saat itu, teman temannya juga tidak mau mendekat padanya. Aku merasa kasihan meskipun Ia pernah menindasku.
"Izam." Ucapku pada Izam sambil berjalan ke Kelas. Aku teringat sesuatu.
"Iya Aksa?." Tanya Izam.
"Bukankah Kau harus menceritakan yang Kau lakukan kemarin?." Ucapku padanya.
"Eh? Kau masih ingat ya, sebenarnya Aku-." Tidak sempat Izam mengatakan tiba tiba-
"Baik Pak, Kami akan ke kelas kami." Ucap kami berdua.
"Huh, Anak zaman sekarang, Sekolah hanya dijadikan tempat bermain." Ucap Guru itu sambil pergi.
"Ayo kita ke kelas Aksa, sebelum guru itu kembali." Ucap Izam.
"Baiklah Ayo." Ucapku.
Beruntung guru belum masuk ke Kelas kami, Aku dan Izam pergi ke tempat duduk kami,sekilas Aku melihat Zian sendirian, Ia ternyata dijauhi teman temannya, mengingatkanku dahulu saat Smp sebelum berteman dengan "Dia".
"Selamat Pagi anak anak." Ucap guru yang masuk di Kelas ku.
"Pagi bu." Ucap kami sekelas.
"Baiklah hari ini kita akan belajar Bahasa Inggris." Ucap guru itu.
Pembelajaran berjalan seperti biasanya, Aku selalu mencatat hal hal penting yang sekiranya akan keluar saat ujian.Begitu juga Izam, Aku mengajari apa yang tidak Ia mengerti, Ini cukup menguntungkan, Aku mengajari Izam tentang Pelajaran sekolah, Ia mengajariku Agar bisa beladiri.
Selama beberapa minggu itu Aku terus berlatih bersama Izam, Ia selalu menyuruhku untuk melatih tubuhku, Aku bahkan belum pernah mendapatkan Pelatihan beladiri, hingga suatu saat.
"Izam, kenapa Aku tidak diajari Taekwondo?." Tanyaku pada Izam, selama ini Ia hanya melatih tubuhku.
"Agar tubuhmu jadi dahulu." Kata dia.
"Tubuh memangnya Tubuh mempengaruhi beladiri?." Tanyaku pada Izam.
"Ketahanan berasak dari tubuhmu Aksa, Sebenarnya Kau sudah ada perubahan,meskipun sedikit, Kau selalu konsisten apa yang Aku ajarkan bukan?." Tanya Izam sambil menjelaskan
"Tentu." Ucapku, memang benar selama ini Aku selalu konsisten melatih tubuhku saat latihan maupun dirumah, dari Sit Up , Push Up, Lari, Dan lainnya .
"Mungkin beberapa minggu lagi Aku akan mulai mengajari Taekwondo, tapi dikombinasikan dengan olahraga." Ucap Izam.
"Benarkah?." Tanyaku pada Izam
"Tentu." Jawab Izam.
Setelah itu Aku melanjutkan latihanku bersama Izam, Ini semua tidak mudah, tapi jika Aku konsisten semua ini terasa enteng bagiku.Setelah selesai latihan Izam berkata padaku.
"Mungkin besok kau harus mulai Jogging menggunakan alat itu." Ucapnya padaku sambil menyodorkan minuman.
"Alat itu?." Tanyaku padanya
"Besok Kau akan tahu." Ucap Izam cengengesan.
Lalu aku pun pulang, Aku masih bertanya tanya, Alat apa yang digunakan untuk jogging besok, Karena jogging tanpa alat mengitari Tempat rongsok itu saja bisa mencapai 400 meter untuk kembali ke titik awal, Aku tidak tau apa yang dipikirkan oleh Izam.