The Legend Of The God's Destiny

The Legend Of The God's Destiny
Takdir dewa 5



Seperti yang di katakan oleh dewi hujan semlam, bahwasanya hari ini akan di adakan latihan berburu. Semua murid sudah berkunpul di bawah gunung.


"Saat berburu nanti, kalian harus membunuh semua hewan dan tumbuhan liar di dalam gunung. Dan di larang saling menyerang atau membunuh sesama murid, bila ada yang melanggar akan di hukuk sesuai aturan dewa." Jelas dewa hujan.


"Tapi dewi, berapa lama kami harus berburu?." Tanya Qinsang.


"Sampai kalian menghancurkan monster raksasa di dalam gunung."


"Kami mengerti dewi." Kata Qinsang


" Kalu sudah mengerti, tunggu apalagi?."


Semua murid mulai masuk kedalam hutan Yuanjun, Xiaodi, dan Wen pergi dalam satu kelompok. Mereka menyusru hutan dan belum menemukan bahaya sama sekali hingga mereka sampai di tengah hutan.


Sekumpulan akar hidup datang menyerang mereka, membuat mereka bertarung. Dan tanpa sadar mereka berpisah.


"Xiaodi!! Wen!!, kalian di mana?." Teriak Yuanjun.


Tapi mereka sudah tak terlihat lagi.


"Wen., Dimana Yuanjun?."


"Mungkin kita berpisah saat melawan akar hidup tadi." Tutur Wen.


"Semoga Yuanjun dapat selamat." Kata Xiaodu.


Mereka melanjutkan perburuan mereka, sambil mencari Yuanju.


Karena Yuanjun tidak dapat melihat kedua teman nya lagi, dia melanjutkan perburuan nya sambil sambil mengalahkan hewan dan tumbuah liar yang menghalangi nya.


"Ah, sungguh merepotkan. Mereka tidak ada habis nya." Yuanjun mulai kelelahan dan beristirahat di bawah pohon besar.


"Cih, ternyata kamu masih bisa bertahan sampi sejauh ini." Qinsang yang tadi beristiraht di bawah pohon yang sama dengan Yuanjun.


"Ya, ternyata aku hebat juga ya." Yuanjun memuji diri sendiri membuat Qinsang kesal.


Dan memilih tidak bicara, karena kelahan mereka tertidur dan melepaskan lewaspadaab mereka. Membuat banyak binatang buas yang sudah berkumul mengelilingi mereka.


Yuanjun tersadar saat mendengar dengusan binatang buas itu, dan dia sangat kaget.


"Qinsang, cepat bagun.!!" Teriak Yuanjun.


"Sungguh mengesalkan, membangunkan orang lagi tidur." kesal.


"Jika kau mau mati, maka tetap lah tidur."


Dengan enggan Qinsang membuka mata nya dan melihat hewan buas mengelilingi mereka.


"Ah, sial. Sungguh sial aku bertemu dengan mu.? Qinsang mengutuk Yuanjun.


"Aku tidak peduli, lebih baik kita urus maslah ini dulu." kata Yuanju.


Qinsang dan Yuanjun untuk pertma kalinya mereka bertarung dalam satu perahu, saling membantu, dan berjuang bersama.


"Untuk kali ini aku akan mendengar kan mu." Qinsang bicara sombong.


"Terserah kamu." kata Yuanjun tidak peduli.


Mereka pergi ke arah yang berbeda untuk memisahkan binatang buas itu. Saat memisahkan mereka mengalah kan bintang buas itu, setelah jumlah sudah berkurang mereka kembali berkumpul.


"Ingat, lindungi nyawamu sendiri." kata Qinsang.


"Tenag saja, aku pasti melindungi mu."


"Cih, merasa diri hebat saja."


Mereka kembali melanjutkan pertarungan, akhri nya mereka menang, namun tenaga mereka terkuras, dan kelelahan.


"Bagai mana kalau kita bekerja sama, sampai perburuan selesai" Ajak Qinsang.


"Baik, aku mau kerjasama dengan mu. semata-mata hanya untuk peburuan ini." Kata Yuanjun.


"Aku juga, kalau bukan karena perburuan, Juga gak bakal mau satu kelompok dengan mu."


Mereka melanjutkan perjalan hingga sampai ke atas bukit, disana sudah banyak murid yang berkumpul. Xiaodi dan Wen juga di sana.


"Wen, kalian juga di sini?." Yuanjun menghampiri mereka.


"Yuanjun!! syukur lah kamu selamat." Xiaodi sangat senang.


"Murid yang keluar dengan luka yang cukup parah, mengatakan itu adalah sarang monster raksasa." Jelas Wen.


"Kalu begitu, tunggu apa lagi. Kan tinggal di hajar kan."


"Kita tidak kuat, bagai mana kalau mati sia-sia di dalam." Jawab Xiaodi bergidik ngeri.


"Tinggal,.ajak mereka semua kan." Qinsang berkata dengan nada songong.


Qinsang berdiri di atas pohon yang sudah tumbang.


"Semuanya dengarkan aku, ayo kita masuk dan kalah kan monster itu!!." Teriak nya.


"Jika kau ingin mati, maka mati sendiri lah. Jangan ajak-ajak kami." seorang murid protes


Dan di iyakan, dan di setujui semua murid yang berkumpul sana.


"Bukan kah, berdiam diri di sini juga akan mati perlahan, disini tidak ada air dan makanan. Dewi hujan juga mengatakan bahwa dengan mengalahkan monster raksasa baru bisa keluar!!." Teriak Yuanjun


Semua murid mulai diam dan berpikir, namun masih ragu.


"Apa yang kalian takutkan, apa kalian ingin menunggu kematian secara perlahan seperti kelinci di depan hariamau . Atau menghadapi kematian dengan beryarung layaknya pahlawan.!!!" triak Xiaodi lagi.


"Jika kita mengabungkan ke kuatan kita, bukankah akan membaut kita semakin kuat!!". Teriak Wen lagi.


Semua murid mulai bepikir dan menyetujui untuk masuk. Mereka akhir nya masuk dengan tekat yang kuat.


Saat sudah mendekati sarang monster itu, mereka sudah merasakan tekanan yang kuat.


"Lihat, monster itu ada di bawah." Kata Wen melihat kawah dari atas.


Semua orang berlari dan melihat kebaha, dan beanr monster itu disana. Dan monster itu di kelilingi oleh magma panas.


Saat mereka melihat kebawah, monster itu menyadari nya sehingga menyerang mereka. Dengam sigap Qinsang dan Yuanjun mengeluarkan pedang nya untuk melindungi mereka semua.


"Cepat mundur!!." Teriak Yuanjun


"Ceoat, pedang kami akan hancur!!." Teriak Qinsang lagi.


Semua murid yang mendengar mundur dan bersembunyi di balik batu. Pedang Yuanjun dan Qinsang hancur dan mereka terpental ke belakang.


"Apa kalian baik- baik saja?." tanya Wen panik


"Aku baik-baik saja." Jawab Yuanjun.


"Monster itu sangat kuat, senjata kalian saja diuat hancur." kata seorang murid panik.


"Aku masih ada padang lagi, tidak tau dengan Yuanjun." kata Qinsang.


"Aku juga masih punya." kata Yuanjun sambil mengeluarkab pedang merah delima milik nya, dan Qinsang mengeluarkan pedang Es milik nya.


"Pedang kalian ternyata, senjata elit." Wen sangat terpesona melihat nya.


"Jadi apa tencana kita selanjut nya?." Tanya seorang murid


"Begini saja, kalian semua kelilingi monster itu dan tahan dia. Kami ber 4 akan menyerang nya dari atas." Wen mengatakan setrategi milik nya.


"Baik kami setuju."


Murid itu mulai mengelilingi monster itu, dan menahanya dengan kekuatan mereka. Sedangkan mereka ber 4 mengumpulkan tenaga dan menyerang dari atas dengan kekuatan penuh.


"HIIIIYAAAAAAAAATTTTTTTTT." Mereka ber 4 terus menyerang dari atas bahkan baju mereka sobek, tubuh mereka tergores, dan sampai muntah darah.


Maka bisa mengalah kan monster itu. Dan mereka ber 4 terkena terlempar karena ledakan tubuh monster itu. Menyebabkan luka mereka semakin parah.


Karena berhasil mengalahkan monster, muncul portal berwaran biru. Yang akan membawa mereka keluar dari gunung, mereka ber 4 di gotong murid yang lain nya kuar.


"Tenyata kalian hebat juga, bisa mengalah kan monster itu tanpa terluka parah." Dewi hujan menghampiri mereka.


"Dewi, kami tidak terluka dan selamat, berkat ke 4 murid ini, mereka mengorbankan nyawanya. Dan kami hanya membantu sedikit." Jelas salah seorang murid.


Dewi hujan melihat keadaan mereka ber 4 dan sangat kaget, karena luka mereka cukup parah.


"Cepat bawa mereka ke dalam."Perintah Dewi panik.


Setelah merka di baringkan di tempat tidur, Dew hujan memberi mereka meminum air suci untuk menyembuhkan tubuh dan jiwa merek yang terluka.


Bersambung......