
Di dunia dewa di dalam ruangan rahasia. berkumpul para tetua dan dewa Yuwen wei dan mendidkusikan sesuatau yang penting.
"Sudah sepuluh ribu tahun, dan dunia ilbis sudah membuat pergerakan. Kita juga harus membuat persiapan" kata dewa Langit.
"Betul dewa Langit, tapi kita harus mengambil murid lagi untuk memperkuat pertahanan kita" kata dewa Malam
"Dewa Malam, betul tapi pemilihan murid kali ini harus berbeda dari sebelum nya." kata dewa Gunung.
"Kali ini saya juga akan memilih murid. Tapi hanya satu murid, cara menseleksi nya aku ikut para tetua tapi pengangkatan nya aku punya cara sendiri" kata Dewa Yuwen wei.
Semua orang di ruangan itu kaget, karena sekian lama baru kali ini Yuwen wei berinisiataif ingin memilih murid.
"Ada apa?. Sampai kamu ingin memilih murid?" tanya Dewa Langit
"Semalam saya bermimpi. Di dalam mimpi saya, ada seseorang berkta bahwa saya harus memilib seorang murid kali ini" jwab Yuwen wei dingin.
"Baik lah, jika begitu. Setelah pemilihan murid kali ini baru kita membuat rencana untuk menghadapi dewa Iblis" kata Dewa Langit
Sedangkan di dunia manusia tepat nya kerajaan Qin, putri ke 3 dari seorang raja duduk termenung menatap lantai kamar nya.
"Apa malsud mimpi ku barusan?. Mengapa orang itu menyuruh ku menjadi murid di dunia dewa?" gumam putri sangat bingung.
"Suan'er?" Putri memanggil pelayan nya.
"Ada apa tuan putri" Suan'er masuk dan sambil memberi hormat.
"Bantu aku berpakai an dan berias" perintah putri
Suan'e memnagil pelayan yang lain untuk membantu putri bersiap. Di cermin terpantul wajah putri ke-3 sangat cantik, tangguh, dan menawan bagai kan dewi.
"Sudah siap putri" kata Suan'er.
Seketika putri ke-3 keluar kamar menuju istana raja. Dengan kereta kuda.
"Jika aku ingin mendapat jawaban dari mimpiku, aku harus meminta ijin Ayah raja untuk pergi berguru di dunia dewa" gumam putri ke-3.
"Yang mulia putri, kita telah sampai di istana" kata pengawal yang ikut dengan nya.
"Aku tau" jawab putri dan turun dari kereta. Dan. berjalan menuju istana Raja.
Saat berjalan semua pelayan, dan perajurid di sana memberi hormat pada putri ke-3.
"Berikan kabar pada Ayah raja. Bahwa saya datang" perinta putri ke -3 pada pengwal.
"Baik yang mulia" pengawal itu memberi hormat.
"YANG MULIA PUTRI YANJUN DATANG MENGHADAP RAJA!!" pengwal itu memberi tau Raja.
Raja sangat senang melihat putri tercinta nya datang ke istana dan ingin berjumpa pada mereka.
"Panjang umur pada Ayah raja. Anak minta maaf karena datang tanpa mengabari terlebih dahulu" Putri Yanjun masuk dan memberi hormat pada Raja
"Ahhahaah, putri berdiri, Ayah sangat senag kamu datang berkunjung" jawab Raja sangan senang terlihat wajah nya berseri~seri.
"Baik Ayah raja" putri Yanjun pun berdiri.
"Ada apa, Samapi-samapi putri datang pagi-pagi sekali?"tanya Raja
"Anak ingin minta ijin pada Ayah raja"
"Apa yang kamu ingin kan. Ayah raja akan mengabul kan semuanya" jawab raja senang.
"Saya ingin Ayah raja mengijin kan anak untuk pergi berguru di dunia dewa" kata putri Yanjun.
Raja sangat kaget begitu juga dengan semua otmrang yang ada di istana. Mereka bingung kenapa putri ingin pergi berguru di dunia dewa.
" Hal seperti ini, aku tidak dapat menutuskan nya sendiri. Seseorang panggil Ratu kemari" perintah Raja
"Yang mulia Ratu telah datang!!!" teriak pengawal memberitahu kan
"Panjang umur pada Yang mulia Ratu!!" semua orang di istana, memberi hormat pada Ratu.
"Panjang umur pada Raja" Ratu memberi hormat pada Raja.
"Kemari lah Ratu, putri Yuanjun ingin mengatakan sesuatu" menyuruh Ratu duduk.
Ratu pun duduk mengikuti perintah Raja.
"Putri Yuanjun. Apa yang ingin kamu katakan pada Ibu Ratu?" tanya Ratu hangat.
"Ibu Ratu. Anak ingin meminta ijin pada Ayah Raja dan Ibu Ratu. Untuk pergi berguru ke dunia dewa." kata putri hormat
"Kenapa kamu ingin berguru?. Apa kamu tidak menyukai kemewahan di istana?." tanya Ratu tidak senang
"Bukan begitu maksud putri Ibu Ratu!" Putri Yuanjun berlutut.
"Lantas apa?" tanya Raja lagi.
"Putri ingin mencari jawaban dari mimpi putri" jawab putri Yuanjun ragu.
"Konyol. Hanya karena mimpi kamu mau pergi??. Apa kamu memparmain kan saya dan Ibu Ratu!!" bentak Raja.
"Maaf Ayah Raja, Putri tidak bermaksud" jawab putri Yuanjun bersujud.
"Apa pun alasan nya. Saya tidak akan mengijin kan" kata Raja tegas
"Putri memohon pada Ayah Raja, ini sangat penting bagi putri. Ini menyangkut tanda biru yang ada pada tangan putri" jelas putri Yuanjun masih bersujud di depan Raja dan Ratu.
"Ayah Raja kan beri ijin. tapi...selama di luar istana. Gelar putri ke-3, nama Qin juga tidak boleh di pakai, tidak boleh membawa pelayan. Kamu harus bertahan hidup di luar sana dengan kemampuan mu sendiri. Apa kamu masih mau pergi?" tanya Rajja teras
Putri Yanjun terdiam. Semua orang di istana bingung dan berbisik-bisik.
"Mohon maaf sebelum nya Yang mulia. Apa tidak terlalu keras pada putri" penasehat Wen berkata~kata.
"Penasehat Wen, jika putri ingin pergi maka iya harus menyanggupi. Jika dia tidak sanggup maka dia tidak boleh pergi" jawab Raja tegas dan memberi penekanan bahwa keputusan nya tidak boleh di ganggu gugat.
"Bagai mana putri?. Apa jawaban mu? " Tanya Ibu Ratu.
Putri Yuanjun tersenyum sinis. menatap Raja dan Ratu dengan tatapan menantang.
"Baik saya menerima persiyaratan dari Ayah raja dan Ibu ratu" putri Yuanjun berkata tanpa menundukan kepala nya.
Raja dan Ratu sangat kaget dengan jawaban putri Yuanjun dan tatapan mata putri sangat tegas dan tidak bisa di goyah kan.
"Tapi Ayah Raja juga harus menyetujui 1 persyaratan putri" kata Putri Yuan jun menantang.
"Apa itu?" tanya Raja.
"Ayah Raja dan Ibu Ratu tidak boleh mengutis siapa pun untuk melindungiku diam-diam. Dan berita aku pergi berguru ke dunia Dewa juga tidak boleh di ketahui oleh orang luar." kata putri Yuanjun meminta persetujuan.
"Hahahhahaah, memang kamu adalah anak ku.Sangat pemberani. dan bertekad kuat. Baik Ayah setuju dengan persiyaratan mu" kata Raja sangat senang
"Terimakasih Ayah. Terimaksaih Ibu" kata putri Yuanjun senyum bahagia.
Putri Yuanjun undur diri pada Raja dan Ratu pergi menemui kakak-kakak nya untuk mebari kabar akan keprgian nya.
"Salam kakak. Adik datang untuk menghadap." Yuanjun menemui kakak-kakak nya.
"Aiyaaa, ada apa adik ku yang nakal datang kemari pagi-pagi sekali" pamgeran pertama merangkul nya nmdan menuntunya duduk.
"Adik datang hari ini untuk menyampai kan. Bahwa besok adik akan pergi kelauar istana tanpa titel putri untuk mencari sebuah jawaban" kata Yuanjun.
Membaut semua kakak nya diam membatu karena kegat. Bahkan ada yang menjatuh kan gelas karena terlalu kaget.