The Legend Of The God's Destiny

The Legend Of The God's Destiny
Takdir dewa 2



Karena mendengar kabar yang mengejutkan kakak pangeran dan putri kaget.


"Yuanjun!. Apa kamu tau apa yang kamu katakan?." Kata pangeran peran pertama Yan sun.


"Iya adik, Ayah raja tidak akan mengijin kan mu pergi." kata putri siyue.


"Aku tau kak. Kakak tidak perlu menhawatirkan aku,Ayah raja juga sudah mengijin kan." Tutur Yuanjun pada kakak nya.


"Bagaimana bisa Ayah raja mengijinkan mu pergi?." Tanya siyue.


"Itu, aku bisa pergi dengan melepaskan identitas ku sebagai putri ke-3 dari negara Qin." Jawab Yuanjun dengan santai.


"Apa!!!. Dan kamu menuetujui persyaratan Ayah raja?!!." Pangeran Yan sun kaget.


"Iya, dan besok aku akan berangkat." kata Yuanjun lagi.


"Tapi adik. Kakak tidak akan mengijin kan nya." kata Siyue


"Kakak, kamu pasti salah paham.Aku kemari hanya untuk memberi kabar, bukan meminta ijin kakak." Yuanjun berdiri ingin meninggal kan mereka.


"Tapi kan adik..." Yan sun ingin berkata lagi.


"Kakak, keputusan ku sudah bulat, dan aku sudah bertekat. Jadi jangan harap bisa menghentikan ku." Kata Yuanjun tegas lalu bergegas pergi.


Sedang kan di dunia iblis, ada sekelompok orang mebgenakan jubah hitam di tubuh nya. Sedang memberi hormat pada sebuah patung manusia bertanduk.


"Sudah sepuluh ribu tahun. Sudah saat nya dewa kita, dewa iblis bangkit kembali ke dunia ini, dan kembali memerintah 3 dunia." seseorang dari kelopok itu angkat bicara.


"Kegelapan kekal, abadi 3 dunia" Semua orang sujud pada orang itu.


"Aku, Chan fei. Akan membatu kebangkitan Dewa iblis. Tapi aku butuh bantuan kalian semua, apa kalian mau membantu ku?." tanya Chan fei.


"Kegelapan kekal, abadi 3 dunia. Untuk membangkit kan Dewa iblis kami siap melayani sampai mati!!." semua orang bejubah hitam itu bertetiak.


"Hahhahhahahhahhaah, hahhahaahahahahh."


Chan fei tertawa.


Seperti yang di rencana kan, Yuanjun berangkat dengan pakaian bisa, dengan sebilah pedang ditangan, beserta sekantong emas di tangan.


"Ayah, Ibu,kakak. Yuanjun pamit doa kan semoaga berhasil selama perjalanan." Kata Yuanjun.


" Berhati-hati lah di jalan, istana selalu menyambut ke datangan mu." kata Raja.


"Jika kamu lelah, dan rindu rumah. Mainkan lah seruling ini." kata Ratu dan menyerah kan seruling giok murni pada Yuanjun.


"Adik, semoga perjalanan mu menyenagkan, dan ingat lah kami selalu menunggu mu pulang" Kata Yan sun.


"Iya kak, aku pasti sangat merindu kan kalian." kata Yuanjun.


Yuanjun menaiki kuda nya dan pergi memulai perjalan nya, dengan bertekat menemukan misteri di balik tanda di tangan nya.


Setelah satu harian di perjalanan dia sampai di sebuah kota bernama kota tanpa pedang, Yuanjun menilih untuk beristirahat di sana.


"Tuan berapa haraga satu kamar?." Tanya Yuanjun di sebuah penginapan.


"Nona, penginapan saya merupakan penginapan terbaik. Jika nona tidak memiliki uang maka pergi lah." Kata pemilik penginapan


"Segini cukup bukan?." Tanya Yuan jun meletak kan 1 koin emas di meja.


"Hahahaah, cukup.. hhaah tentu saja cukup nona." kata pemilik penginapan senag dan langsung menyimpan koin itu.


"Kamu antar kan nona ini, ke kamar lantai 3." Kata pemilik penginapan pada pelayan di sana.


Pelayan itu mengantar Yuanjun ke kamar nya di lantai 3.


"Kamu antar sampai disini saja." kata Yuanju. sambil memberi 2 koin perak pada pelayan itu.


"Terima lasih nona, semoga hari mu meyenangkan." kata pelayan itu lalu pergi.


Yuanjun masuk dan memperhatian kamarnya cukup bersih, rapi, dan kumayan rapi. Karena lelah selama perjalanan iya langsung merbahkan diri di ranjang,.


"Aku harus ke arah mana, untuk pergi ke dunia dewa?." gumam Yuanjun


"Bodoh nya aku, karena bermimpi di suruh ke dunia dewa langsung pergi. Padahal jalan ke dunia dewa aja aku tidak tau. Ah masa bodoh mungkin orang dalam mimpi ku itu akan menemui ku lagi dan memberi tau jalan." Gumam Yuanjun lagi dan karena kelelahan iya tertidur.


"*Yuanjun, pergi lah ke arah timur. 2 hari lagi kamu akan sampai di hutan berkabut, disana kamu akan bisa masuk ke dunia dewa. karena takdirmu sudah dekat."


"Jawabn nya ada di bukit dewa*."


Setelah orang dalam mimpinya selesai berkata dan menghilang. Yuanjun bangun dan melihat ke adaan sudah terang.


"Pelayan, berikan aku roti dan air." panggil Yuanjun.


Tak berapa lama pelayan mengantarkan roti dan air ke meja nya. Setelah menyantap makan nya Yuanjun kembali memulai perjalanan nya.


"Bos, ini uang roti dan air ku." kata Yuanjun langsung bergegas keluar dan menunggangi kudanya tanpa peduli denga kata-kata pemilik penginapan.


Sudah setengah hari dia berkuda ke arah timur, sesuai petunjuk yang ada di mimpinya. Saat Yuanjun melewati hutan lebat iya melihat seorang kakek tua terluka parah di bawah pohon.


"Tuan?. Kenapa tuan bisa terluka padah di tengah hutan bergini?." Tanya Yuanjun.


"Nona muda, kami di serang suku iblis saat perjalanan ke gunung batu." jelas kakek tua itu.


"Tuan. Biarkan aku membantumu." Tawar Yuanjun.


"Terima kasih nona, kalau begitu aku merepotkan mu untuk mengantarku ke bukit batu." kata Kakek tua itu.


Yuanjun meniak kan kakek tua itu ke kudanya dan membawanya ke bukit batu, setelah 4 jam dalam perjalanan baru lah mereka sampai di bukit batu.


"Seseorang, bantu kakek tua ini!!." Teriak Yuanjun setelah turun dari kuda.


"Ketua!!. itu ketua cepat angkat ketua ke dalam!!..." penjaga gerbang berteriak.


Dan secepat kilat beberapa orang datang dan membawa kakek tua itu kedalam dan di ikuti Yuanjun.


"Nona, terima kasih karena sudah menolong ketua kami, kami berhutang budi pada nona." kata seorang peria, dan di lihat dari pakaian nya dia seorang yang penting di bukit batu ini.


"Tidak, hanya kebetulan bertemu saat dalam perjalanan." kata Yuanjun.


"Kak Wan, ketua meminta kakak pertama dan nona ini ke dapam" kata seorang murid.


"Baik, nona mari ikut saya menemui ketua." ajak yang di panggil kak Wan itu.


Yuanjun mengangguk dan mengikuti orang itu kedalam kamar kakek tua itu.


"Nona, siapa nama mu?." Tanya kakek tua itu lemas


"Nama saya Yuanjun, seorang pengkelan."


"Yuanjun, kamu adalah gadis yang baik, dan bersih. Karena itu aku ingin kamu menjadi ketua di bukit batu ini." Tawar kakek tua itu.


"Kakek, ini merupak hal besar, aku tidak dapat menerima nya. lebih baik kakek memberi kanya pada murid mu saja." Tolak Yuanjun dengan tegas.


"Tetua, anda masih hidup. Dan masih bisa di sembuh kan." Kata Wan berbicara dengan perhatian.


"Wan, racun lotus hitam milik suku iblis sudah menyebar ke seluruh tubuh ku." kata Tetua itu.


"Tapu ketua, bukan kah ada penawarnya di gudang obat?." Kata Wan lagi.


"Ya, tapi itu sudah terlambat, dan aku sudah tidak bisa bertahan lagi. Oleh karena itu kamu yakin kan semua murid bukit batu untuk menerima Yuanjun menjadi ketua selanjut nya." Pinta tetua itu.


"Baik, ketua. Murid akan melakukan permintaan terakhir mu." Wan berlutut.


"Tapi, kakek aku harus melanjutkan perjalanku ke dunia dewa." tolak Yuanjun lagi.


"Aku tau, tapi aku memohon padamu nona." kata kakek tua itu.


"Tapi kakek..." Yuanjun ingin menolak tapi sebelumniya menyelesaikan kata-katanya.


Semua murid dan tabib yang ada di dalam kamar itu meberi hormat pada Yuanjun


"Nona Yuanjun. Mohon terima permintaan ketua." Kata mereka.


Melihat situasi itu mau tak mau Yuanjun menerima permohonan mereka.


"Baik lah, saya terima tapi aku akan tetap pergi ke dunia dewa. Karena aku harus menemukan jawaban yang menyangkut hidup ku di sana." Jelas Yuanjun.


Semua orang di dalam ruangan itu terlihat sangat sengang dengan keputusan Yuanjun.


Bersambung......