
Gery tampak bingung harus bagaimana. Ingin rasanya ia bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan pada Sasya. Namun disisi lain Ayahnya sedang koma dan beliau memberi surat wasiat agar menikah dengan Fira.
Gery juga tidak tau siapa dia sebenarnya, namun karena wasiat dari Ayahnya mau tidak mau dia harus bersama wanita itu.
"Saah, "
Para hadirin langsung serempak menyatakan sah pada hubungan Gery dan Fira.
" Maaf Sya, "
-*-*-*-*-*-*-*-*-
" Mas?, "
Fira mengguncang-guncangkan lengan Gery yang menatap teras rumah dengan tatapan kosong.
" Mas kenapa kok ngelamun?, "
" Eh Ah nggak papa kok, "
" Udah siap?, "
Gery meneliti penampilan istrinya, istrinya sangat cantik namun entah mengapa hatinya masih tidak bisa membuka untuk wanita itu.
Entah mengapa Sasya selalu hadir, angan angan dia akan menjadi seorang ayah selalu berputar dipikirannya.
" Udah ayo mas, "
Fira lalu menggandeng tangan Gery, jujur Gery ingin menghempaskan tangan lentik itu namun dia harus sadar Fira adalah tujuannya saat ini, di harus melupakan Sasya juga bayi yang Sasya kandung pastinya.
" Bu, "
" Eh kalian udah dateng?, "
Nara, ibu tiri Gery menyambut Gery dan Fira yang datang seperti biasa untuk bergantian menjaga Ayah Gery.
Gery tidak tau banyak tentang Fira, yang dia tau Fira adalah sebatang kara.
" Ibu pulang aja biar Gery sama Fira yang jagain Ayah, "-kata Gery.
" Iya Ibu pulang dulu ya, "
Gery mengangguk lalu salim pada ibu yang sudah 5 tahun bersama sang Ayah.
" Ibu pulang dulu ya Fir, "
" Iya Bu, "
Sebelum pulang Nara membisikkan sesuatu pada Fira, namun Gery masa bodo.
-*-*-*-*-*-*-*-*-
Gery terpaku pada sosok wanita yang ia lihat saat masuk ke Cafe yang populer dengan keramaian nya.
Sasya. Wanita itu tengah tersenyum sambil melayani pengunjung yang datang. Apa boleh Gery bahagia karena bisa menemukan Sasya?.
Disisi lain lelaki itu sangat bahagia karena bisa menemukan Sasya, wanita yang telah ia tinggalkan setelah perbuatan kejinya. Namun disisi lain ia telah bersama dengan wanita yang sedang merangkul mesra lengannya selama 2 tahun.
Namun setidaknya ia sudah tau keberadaan wanita yang selama ini diam diam ia cari.
Deg.
Sasya berbalik dan menatap Gery yang sedang menatap nya. Ada raut terkejut pada diri Sasya, Gery menyadari itu. Walau Gery tak tau Sasya terkejut karena melihat Gery atau karena wanita disamping Gery.
"Maaaa..., "-Teriak seorang bocah kecil yang baru berusia 2 tahunan tebak Gery. Namun teriakan bocah itu mampu membuat Gery tegang seketika, bocah itu duplikat dari Gery. Bibir, hidung dan rambut Gery semua ada pada anak itu.
" Maaa..., "
" Mama!, "-bocah itu terlihat kesal pada Sasya namun membuat Gery tambah ingin memiliki anak itu.
Anak itu berkacak pinggang persis seperti gaya Gery kala marah.
" Kenapa sih marah marah, "-kata Sasya sambil menatap anak itu yang langsung cengengesan.
Anak gue-batin Gery
" Mimik, "-kata anak itu lucu.
"Nih," - seorang cewek menyodorkan botol minum pada anak itu namun langsung dibuang oleh dia. Tapi bukan itu masalahnya, cewek itu. Dulu adalah musuh Sasya, dalam kata lain dia tak pernah suka pada Sasya tapi kenapa dia ada disini?. Icha pacar Reno anak se geng dengannya dulu.
"Udah biarin aja Cha, biarin haus, "-kata Sasya masih ada di meja Gery dan istrinya.
" Maaaa, "-kata bocah itu merengek sambil memeluk kaki Sasya erat.
" Mimik!, "-bocah itu terus terusan merengek.
" Itu udah dibuatin sama Tante Icha Ver, "
" Mimik Mama, "
" Bentar Mama lagi kerja, "
Gery tersenyum dalam hatinya melihat interaksi kedua orang didepannya.
" Anaknya ya Kak?, "-Tanya istri Gery yang diangguki Sasya.
" Ayahnya mana Kak?, "
Gue - batin Gery
" Papa di sulga ya Ma, "-kata bocah itu polos namun mampu membuat Gery naik pita. mendengar nya.
Surga? Kurang ajar Kamu Sya.
" Eh maaf kak aku nggak tau, "-kata Fira yang Sasya angguki.
" Iya gapapa, "
" Ver, "-panggil Reno yang baru saja masuk Cafe dengan menenteng satu plastik kresek. Dapat Gery tangkap raut terkejut Reno melihat dia ada disini.
Namun bukan hanya Reno yang kaget, Gery juga. Bingung sangat bingung dengan suasana sekarang. Icha, Reno? Dan kenapa saat Gery akan menikah Keenan, Cakra dan Reno mendatanginya? Apa mereka ada dipihak Sasya sekarang?.
" Es klim, "-seru anak yang Reno panggil Veri, mendekati Reno lalu meminta Reno menggendongnya.
" Jangan lupa kacangnya Ren, "-kata Sasya yang diangguki Reno.
Kacang?
" Kalo mau es krim pake baju dulu ya, "-kata Icha yang diangguki Veri. Lalu ketiganya menaiki tangga dan menghilang dengan suara desahan Gery.
" Silahkan dinikmati, "-kata Sasya lalu berlalu dari meja Gery dan mengambil botol susu yang Veri buang asal tadi.
" Aku ke kamar mandi dulu ya, "-pamit Gery dengan Fira yang langsung diangguki.
" Sya, "
Bohong. Gery bukan ke kamar mandi, tapi menghampiri wanita itu. Wanita yang selama ini ia cari.
" Dia anak gue kan?, "-kata Gery membuat Sasya meneguk ludah.
" Dia anak gue, gue hamil dia sendiri, besarin dia sendiri. Jangan ngaku-ngaku, "-kata Sasya lalu membalikkan badannya dan melakukan aktivitas yang tertunda akibat kedatangan Gery.
" Dia anak gue!, "-kata Gery marah.
" Dia emang dari ****** lo, tapi dia anak gue. Keluar, istri lo nunggu dibawah, "-kata Sasya pada Gery.
Dia tau istri gue?
" Tapi lo gak bisa bilang kalo bapak nya udah mati! Gue masih hidup Sya!, "-marah Gery pada Sasya yang masih tenang tenang saja.
" Terus gue harus bilang apa? Bapaknya kerja iya? Mau sampek kapan gue bilang bapaknya kerja kalo bapaknya aja nggak akan pernah kembali?, "-ujar Sasya membuat Gery membeku ditempat. Ini salah Gery, salah dia.
" Gue gabisa punya anak sama Fira Sya, "-kata Gery membuat Sasya memutar balik badannya menatap lelaki jangkung itu.
" Maksud Lo apa? Lo mau bawa Veri sama Lo? Ga bisa! Veri punya Gue!, "-kata Sasya marah
" Gue nggak bakal ngambil dia, tapi Lo harus bilang kalo bapak nya masih hidup, "-kata Gery yang tak Sasya jawab.
" Maafin gue, "-kata Gery
" Gaperlu minta maaf. Lo udah punya tujuan lain sama istri lo, lupain gue. Gue bisa besarin Veri sendiri tanpa lo, "
" Maafin gue Sya, "
Gery langsung turun, meninggalkan Sasya yang Gery tau sedang menangis. Ingin rasanya Gery mendekap wanita itu, 3 tahun tidak bertemu membuat Gery sangat rindu dengan Sasya.
-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-
" Mas kenapa kok ngelamun?, "
Fira terlihat khawatir dengan perubahan Gery beberapa hari ini, dia terlihat kosong.
" Gapapa, ngapain kesini"
"Katanya mau jenguk ke Ayah kerumah sakit bareng. Kamu kenapa sih kok jadi aneh gini?, "-sungut Fira dengan nada manja seperti biasa.
Bukan manja menurut Gery tapi letoy, itu yang bikin Gery suka risih dengan Fira.
" Kamu duluan aja nanti aku susul. Kerjaan aku belum selesai, "
" Oh ya udah aku duluan ya, "
Fira pergi setelah mencium pipi Gery.
" Sialan!, "-desis Gery
Gery terus terusan menatap layar ponselnya,sesekali mengusap layar itu.
Gery sedang membuka media sosial dan melihat foto foto buah hatinya yang Sasya upload.
Grethania_Sya

14.564 likes
Grethania_Sya My little boy❤
Grethania_Sya

15.256 likes
Grethania_Sya Jadi anak baik boys💋❤
"Anak gue, "-lirih Gery