THE LAST PAIR

THE LAST PAIR
Kerjasama



"Jadi gimana? Mau kan kerjasama?,"


Sasya memilin jemarinya yang berada dipangkuannya sedang Kei masih bingung harus gimana.


Gery Brexly setelah 2 bulan menghilang, akhirnya ia datang lagi ke Cafe dan meminta kerjasama Cafe sebagai tempat promosi pabrik kue miliknya secara mendadak.


Sasya bisa bisa saja setuju, tapi kalimat akhir yang Gery ucapkan membuat dia gelisah.


"Dan saya setiap hari akan kesini untuk melihat distribusi kuenya, "


Jika Gery setiap hari akan ke Cafe, Sasya sudah tau arti kata itu. Gery ingin lebih dekat dengan Veri.


" Gimana?, "-ulang Gery sambil menatap kedua wanita yang tengah bimbang didepannya.


" Aku setuju aja, tapi kamu juga harus minta persetujuan dari Kak Sasya Kak Gery,"-kata Keina yang diangguki Gery dengan senang.


"Gimana Sya?, "-Tanya Gery sok akrab.


" Oke,"-kata Sasya akhirnya membuat Gery mendesah lega.


"Besok saya kirim kue kue dari pabrik saya, "-kata Gery formal membuat Sasya ingin muntah mendengar nya.


" Kemana istri Lo? Mati?, "-ujar Sasya sambil merebahkan dirinya kursi sedang Kei  mendelik mendengar nya.


" Istri saya sedang dirumah sakit, ayah saya sedang sakit, "-kata Gery sambil menyesap kopinya.


" Mama!, "


Ketiganya langsung menatap ke arah tangga dan disana sedang ada seorang anak kecil yang tengah berjalan sempoyongan.


" Hey boy  udah puas tidurnya?, "-Tanya Sasya sambil memangku Veri.


" Puas,, "-kata Veri girang membuat Sasya terkekeh.


" Ya Ampun Keenan, Reno!, "-bentak Sasya pada kedua lelaki berjas yang baru masuk dan cengengesan dengan bentakan ibu satu anak itu .


Bagaimana Sasya tak marah saat Keenan dan Reno membawa 2 kardus mainan dengan tenangnya.


" Ngapain beliin segitu! Satu aja cukup!, "


" Hallah gapapa biar seneng,"-sahut Reno membuat Sasya mendengus.


Sasya memang bersyukur mereka mau merawat dan menjaga Veri, tapi ini yang Sasya tak suka dari mereka.


"Kalian terlalu manjain Veri tau nggak, "-sebal Sasya


" NO problems, "-jawab Reno santai membuat Sasya melotot.


" Lo? Ngapain kesini?, "-Tanya Keenan pada Gery yang menatap Veri dipangkuan Sasya tak berkedip.


" Kerjasama,"-jawab Gery singkat.


Dari dulu Gery memang tak pernah berubah, irit ngomong.


"Oh kirain liat anak Lo,"


"Siapa anaknya Om Yah?, "-sahut Veri membuat Sasya panas dingin mendengar nya.


" Ah anu... Anu, "-Keenan langsung menyesal dengan yang ia katakan.


" Veri ayo main, "-panggil Kenzie dari atas yang langsung membuat Veri berlari ke atas tangga. Dan semua mendesah lega kecuali Gery.


" Jangan lari-lari , "


" Yes Ma, "


" Nan!, "-bentak Sasya pada Keenan yang masih berdiri disamping Reno.


" Jangan marahin Gue lah Sya. Anak lo yang kepinteran, "-elak Keenan langsung menaruh kardus mainan itu dan duduk disamping Istrinya.


" Ck alesan, "


Cafe sekarang tidak dibuka. Jadi sekarang hanya ada mereka berlima saja.


" Ngapain masih disini? Gih minggat!, "-Usir Sasya pada Gery yang daritadi diam.


" Kamu belum bilang kalo ayahnya masih hidup?, "-kata Gery menghiraukan usiran Sasya.


" Sekarang kamu-akuan? Nggak Lo-gue atau pake bahasa formal aja kek tadi, "-ejek Sasya membuat Gery bungkam.


" Nggak usah ngalihin topik. Kamu belum bilang kalo ayah nya masih hidup?,"-ulang Gery dingin. Sasya memang sengaja mengalihkan topik, ia tidak mau membahas itu dan Gery akan bilang mengambil Veri lagi pasti.


Pokoknya Veri hanya milik dia. Sendiri.


"Mau lo apasih Ger? Lo mau bilang bapak nya Veri masih ada dan lo sendiri bahkan nggak ada usaha buat ngelakuin apapun. Buat apa Sasya bilang bapaknya masih ada,"


" Jangan pernah berpikir ngambil Veri dari Sasya, atau lo berurusan sama kita, "-ucap Reno


-*-*-*-*-*-*-*-*-


"Ma,"


"MAMA!,"


"E..eh iya kenapa ganteng?,"


"Mama dalitadi Veli ngomong tapi Mama diam aja,"-sungut Veri kesal karena daritadi Mamanya diam melamun diteras depan.


"Eh iya maafin Mama ya. Veri mau apa?, "


" Susu Mama!, "


" Susu? Itu udah Mama buatin Ver, "


Sasya menunjuk susu formula yang telah ia siapkan untuk sang anak dimeja.


Daritadi Sasya menemani Veri bermain mobil - mobilannya diteras. Hingga pikiran tentang Gery mengganggu konsentrasi nya.


" Nggak mau mimik Mama, "-rengek Veri membuat Sasya terkekeh.


" Sini, "


Sasya memangku Veri dan menyusui Veri teras rumah nya. Depan adalah jalan tapi bukan jalan raya besar, juga didepan terasnya ada beberapa tanaman yang menghalangi pemandangan jalan.


Disamping Sasya bercerita sambil menyusui Veri seseorang diseberang jalan mengeratkan pegangan nya pada stir mobil.


" Bisa bisanya lo nyusuin Veri didepan rumah, "


-*-*-*-*-*-*-*-*-*-


" Halo boy baru bangun tidur?, "


Sasya menegang ditempat melihat Gery sudah ada didepan Cafe nya dan menatap Veri dibelakang nya.


" Lo ngapain disini?, "-Tanya Sasya ketus.


" Nganterin kue, "-jawab Gery dengan enaknya masuk kedalam Cafe sambil menggendong Veri.


" Turunin Veri!, "-kata Sasya dingin.


"Turunin anak gue sekarang juga Gery!,"


Gery menurunkan Veri setelah mendengar omongan Sasya yang menurutnya kelewatan.


"Veri keatas dulu ya sayang, "


" Iya Om, "-kata Veri girang lalu naik ke atas meninggalkan dua orang yang saling tatapan tajam, setajam silet.


" Lo belum bilang sama Veri soal bapaknya?, "-ujar Gery dingin sambil menatap Sasya yang duduk disofa dengan tenang nya.


" Lo juga belum cerai kan?, "-kata Sasya membuat Gery naik pitam.


" Maksud lo apa?!, "


" Buat apa gue bilang soal bapaknya kalo lo aja nggak ada usaha Ger. Gue tanya sama lo, pas gue hamil Veri apa lo ada disisi gue buat ngabulin semua yang gue minta?lo nggak ada Gery, lo nggak ada pas gue ngidam, "


" Gue udah nikah Sya, "-kata Gery membuat Sasya mengangguk.


" Iya gue tau, gua juga nerima kok kalo lo nikah lagi. Dan saat itu juga gue berhenti berharap kalo lo mau tanggung jawab, dan gua berharap kita nggak akan ketemu lagi, "


" Gue nggak sengaja hamilin Lo Sya!,"


"Gue tau, gue nggak idiot Ger. Gue tau kalo lo nggak nerima Veri ada didunia ini, tapi gue mohon karena lo udah ada tujuan lain sama istri lo. Lupain kejadian  itu, anggap aja nggak pernah ada dihidup lo. Mungkin itu emang kejadian yang paling lo benci dan gue juga, tapi sekarang gue bersyukur ada malaikat kecil yang nguatin hidup gue,"


"Berhenti gangguan hidup gue Ger. Gue udah baik sama lo buat bisa ketemu Veri tiap hari itu harusnya udah cukup bagi lo, "


-*-*-*-*-*-*-*-*-


" GERY BALIKIN ANAK GUE!, "


" Kak kita pasti nemuin Veri, "-kata Keina memandang sendu wajah Sasya yang berantakan.


" Veri Kei. Veri diambil sama Gery!, "


Sasya menangis kembali seperti yang 4 hari ini ia lakukan. Meraung dan tak kenal lelah meneriaki kata Veri.


" Gery udah nggak tinggal dirumah yang dulu Bos,"-kata Cakra pada Keenan dan Reno.


"Gery sialan!, "