THE LAST PAIR

THE LAST PAIR
Papanya di surga



2 tahun kemudian.


Sasya mencoba untuk tenang, namun hatinya tak bisa diajak kompromi. Bagaimana bisa hatinya tenang kala orang yang menghamilinya ada didepannya sekarang. Tapi dia tidak sendiri, dia bersama seorang wanita yang Sasya tebak adalah istri Gery.


"Maaaa..., "-Teriak Veri membuat Sasya menegang sekilas. Ia tak mau Gery melihat Veri, anaknya. Anak dia sendiri.


" Maaa..., "


Veri muncul dengan handuk yang melilit ditubuhnya.


" Mama!, "-marah Veri karena Mamanya sibuk melayani pelanggan dan menghiraukan teriakkannya.


" Kenapa sih marah marah, "-kata Sasya sambil menatap anak nya itu yang langsung cengengesan.


Anak gue-batin Gery


" Mimik, "-kata Veri


"Nih," - kata Icha menyodorkan botol minum pada Veri yang langsung Veri buang sembarang.


"Udah biarin aja Cha, biarin haus, "-kata Sasya masih ada di meja Gery dan istrinya.


" Maaaa, "-kata Veri merengek sambil memeluk kaki Sasya erat.


" Mimik!, "-kata Veri sok sokan bos.


" Itu udah dibuatin sama Tante Icha Ver, "


" Mimik Mama, "


" Bentar Mama lagi kerja, "


Veri mengangguk tetap memeluk kaki Sasya. Sasya sadar, Gery daritadi menatap mereka berdua tanpa  berkedip.


" Anaknya ya Kak?, "-Tanya istri Gery yang diangguki Sasya.


" Ayahnya mana Kak?, "


Didepan kamu


" Papa kemana sayang?, "-Tanya Sasya pada Veri yang memeluk kakinya.


" Papa di sulga ya Ma, "-kata Veri yang Sasya angguki.


Deg.


Surga? Kurang ajar Kamu Sya.


" Eh maaf kak aku nggak tau, "-kata wanita itu yang Sasya angguki


" Iya gapapa, "


" Ver, "-panggil Reno yang baru saja masuk Cafe dengan menenteng satu plastik kresek. Dapat Sasya tangkap raut terkejut Reno melihat Gery disini.


" Es klim, "-seru Veri mendekati Reno lalu meminta Reno menggendongnya.


" Jangan lupa kacangnya Ren, "-kata Sasya yang diangguki Reno.


" Kalo mau es krim pake baju dulu ya, "-kata Icha yang diangguki Veri.


" Aku ke kamar mandi dulu ya, "-pamit Gery dengan istrinya.


" Sya, "


Sasya yang tengah menjemur pakaian diatas membalikkan badannya dan melihat Gery berdiri dibelakangnya.


" Dia anak gue kan?, "-kata Gery membuat Sasya meneguk ludah.


" Dia anak gue, gue hamil dia sendiri, besarin dia sendiri. Jangan ngaku-ngaku, "-kata Sasya lalu membalikkan badannya dan melakukan aktivitas yang tertunda akibat kedatangan Gery.


" Dia anak gue!, "-kata Gery marah.


" Dia emang dari ****** lo, tapi dia anak gue. Keluar, istri lo nunggu dibawah, "-kata Sasya walau hatinya panas.


" Tapi lo gak bisa bilang kalo bapak nya udah mati! Gue masih hidup Sya!, "-marah Gery pada Sasya yang masih tenang tenang saja.


" Terus gue harus bilang apa? Bapaknya kerja iya? Mau sampek kapan gue bilang bapaknya kerja kalo bapaknya aja nggak akan pernah kembali?, "-ujar Sasya membuat Gery membeku ditempat. Ini salah Gery, salah dia.


" Gue gabisa punya anak sama Fira Sya, "-kata Gery membuat Sasya memutar balik badannya menatap lelaki jangkung itu.


" Maksud Lo apa? Lo mau bawa Veri sama Lo? Ga bisa! Veri punya Gue!, "-kata Sasya marah


" Gue nggak bakal ngambil dia, tapi Lo harus bilang kalo bapak nya masih hidup, "-kata Gery yang tak Sasya jawab.


" Maafin gue, "-kata Gery


" Gaperlu minta maaf. Lo udah punya tujuan lain sama istri lo, lupain  gue. Gue bisa besarin Veri sendiri tanpa lo, "


" Maafin gue Sya, "


Kata Gery sebelum akhirnya turun meninggalkan Sasya yang menitikkan air matanya.


Kenapa? Kenapa saat Veri berumur 2 tahun Gery harus muncul didepannya, didepan Veri.


Pokoknya Sasya nggak akan mau Veri dibawa Gery. Sasya yang selama ini selalu disamping Veri, bukan Gery.


-*-*-*-*-*-*-*-


"Maksud Lo Gery mau ngambil Veri karena dia nggak bisa punya anak sama istrinya?!, "-Tanya Keenan geram yang diangguki Sasya.


Veri, Kenzie dan Kenzo baru saja terlelap. Hanya ada anak-anak yang memang selalu menemani Sasya malam harinya.


" Sialan, nggak punya otak!,"-kata Reno kelewat marah.


"Tenang aja Sya, kita bakal bantuin Lo kalo sampek Veri dibawa Gery, "-kata Cakra menenangkan Sasya yang terisak dipelukan Keina.


" Gue nggak mau Veri dibawa sama Gery. Gue nggak mau,"-kata Sasya parau.


"Kita bakal jamin Gery nggak bisa bawa Veri Sya. Percaya sama kita, "-kata Cakra memberi perkataan yang bisa membuat Sasya tenang setidaknya.


" Veri milik Gue, "-kata Sasya yang diangguki semuanya.


**UNTUK SEKEDAR BERTEGUR SAPA SILAHKAN FOLLOW IG @S_DEE001


AUTHOR *******, MANGATOON AND ****** (QUEENDEE**)