
Sasya sekarang sedang menatap langit dan bintang bintang yang bertebaran di angkasa.
Diselimuti dengan rasa sepi karena sudah pukul 11 malam dan dia tak bisa tidur.
Flashback on
"Mama, Papa kemana?, "-Tanya seorang cowok yang baru berusia 5 tahunan.
" Papa lagi kerja sayang,"-jelas sang Mama yang dapat Sasya dengar karena mereka hanya duduk berdampingan dikursi tunggu dirumah sakit.
"Tapi kenapa Papa nggak pulang pulang Ma? Kata temen temen Veri kalo Papa kerja pasti pulang. Kenapa Papa nggak pulang-pulang?, "
Flashback off
Hati Sasya mencelus. Apa besok ia juga akan seperti itu. Selalu ditanya oleh anaknya kemana sang Ayah pergi. Kapan Ayahnya pulang dan dimana Ayahnya sekarang.
Ahh Sasya harus gimana?. Apa ia harus mencari seseorang untuk ia jadikan sebagai Ayah anaknya kelak?.
Sasya bangkit dari bangku panjang diatap lalu masuk kedalam dan merebahkan dirinya ke ranjang.
"Semangat Sayang. Besok kita harus bekerja lagi biar Mama bisa mencukupi kebutuhan kamu nantinya, "
Elus Sasya pada perut datarnya. Kehamilan nya adalah sebuah kesalahan yang tidak disengaja namun, adanya janin di dalam perutnya adalah anugerah yang menjadikan hidup Sasya merasa lebih hidup saat ini.
OoO
" Dua?, "
" Iya dua. Di meja nomor 5 ya mbak, "
" Iya, silahkan ditunggu sebentar, "
Seperti biasa. Sasya melayani pelanggan yang datang di Cafe milik Keina yang kini ia tinggali.
" Biar aku aja Kak, "
" Duduk Kei!, "
Keina cemberut. Sudah ratusan kali ia berusaha membantu Sasya, namun cewek itu selalu tegas menolaknya.
" Cuma nganter ke meja 5 kan? Gampang Kei anterin Kak, "
" Keina Liandra duduk! Gue nggak mau kepala gue ditebas ya sama suami lo, "
" Nggak akan. Aku yang bakal Kak, udah sini aku anterin, "
Sasya memutar bola mata jengah dengan permintaan wanita yang tengah hamil tua itu.
" Duduk apa minggat aja dari Cafe?, "
" Kan ini punya Kei, "-sungut Keina
" Iya punya kamu, tapi kalo Kakak suruh suami kamu bela siapa pasti bela Kakak. Perut kamu udah gede gitu, diem aja nggak usah banyak gerak!, "
" Ya terus aku cuman diem aja gitu, daripada loh Kak aku njegedeg disini, "
" Emang harusnya diem aja,"
Sasya lalu mengantar pesanan pelanggan tadi.
Keina memang setiap pagi kesini, menemani Sasya. Membuat Sasya sangat menyesal dengan perbuatan bejatnya dulu pada Keina. Ia tak akan melakukan perbuatan itu jika tau Keina sebaik ini orangnya.
"Kak temenin Keina buat list yuk, "
"List nama buat calon anak kembar aku, "
" Ya udah yuk, "
Sasya dan Keina memyambi kegiatan mereka. Sambil berkutat dengan benda pilih yang ada digenggaman Sasya.
" Ini aja nih, Revo dan Ravi, "-request Sasya pada Keina yang tengah memilih nama nama didaftar mbah google itu.
" Nggak ah. Masak namanya kayak Kak Reno pake R. Ntar anak aku ketularan begonya gamau aku, "-elak Keina membuat Sasya terkekeh.
"
Ya pilih lagi eh ini ini, "
" Eh bagus itu, "
Sasya akhirnya menghabiskan sorenya dengan membuat daftar nama untuk kedua buah hati Keina dan Keenan.
-*-*-*-*-*-*-*-*-
" Ayo dong sayang. Mama mau minum susu, jangan rewel,"
Sasya mendesah lalu meletakkan kembali gelas susu hamilnya ke meja. Sudah beberapa kali ia mencoba menelan cairan itu, namun gagal karena rasa eneg yang ia rasakan tiap kali akan menelannya.
"Ya udah Mama nggak bakal minum susu, "
Sasya lalu keluar duduk diteras sambil mengamati lalu lalang kendaraan didepannya.
Sasya lalu memutar musik dari ponsel nya. Meresapi tiap kata yang dilantunkan dalam hati.
Drtt drtt
"Halo?,"
".... "
" Iya. Gue tidur Rei, "
"...."
"Iya iya ini udah mau tidur, "
"...."
"Iya,"
Sasya lalu bangkit dan masuk kedalam rumah setelah Reina ngomel ngomel agar ia segera tidur.
" Selamat malam sayang. Jadi anak yang baik ya, "
" Jadi anak yang bisa jagain Mama nantinya,"
"Buat Mama bahagia dengan kehadiran kamu sayang, "
Sasya mengelus perutnya pelan. Seakan takut jika anaknya didalam sana terluka.
Sasya terus mengelus sampai kantuk menyerang nya dan terlelap dalam tidur indahnya.
Un