THE LAST PAIR

THE LAST PAIR
Family's promise



"KAK SASYA GUE BILANG DUDUK YA DUDUK!,"


Diana berteriak kencang membuat sebagian pengunjung terpekik kaget.


Sasya yang tengah melayani pelanggan nya buru-buru mendekat ke Diana yang baru saja ke kamar mandi.


"Nggak usah teriak-teriak Na, Gue nggak aneh aneh kok, "


Diana menggeleng lalu menggiring Diana untuk duduk diatas.


" Duduk sini!,"-titah Diana pada Sasya yang cemberut.


"Gue tuh cuman hamil Na, bukan penyakitan!, "-protes Sasya pada Diana yang berkacak pinggang didepannya.


" Lo itu hamil 8 bulan Kak Sasyaaaa !, "-geram Diana dengan perkataan Sasya.


" Udah pokoknya diem disini biar gue aja yang nglayani pelanggan, "


Diana lalu pergi setelah memperingatkan Sasya dengan tunjuk tangannya membuat Sasya mendesah pasrah.


" Enak kan dimarahin sama abg? Pacar gue gitu, "-kata Cakra sambil duduk disebelah Sasya  yang diam menonton televisi.


" Diem Lo. Sono bantuin pacar Lo, kasian Diana, "


" Bentar 5 menit,"


Sasya mengangguk lalu kembali fokus pada tayangan berita didepannya.


"Eh Sya, Si Gery beneran nggak pernah kontak-kontakan sama Lo? Nanyain anaknya gitu?,"


Pletak


"WOY!, "


Cakra berteriak setelah seseorang menjitak kepalanya. Cakra sih yakin bukan cewek soalnya tenaganya kuat banget, sakit loh.


" Sasya lagi hamil ngomongin Gery, "-kata Keenan lalu duduk dan mengganti channel televisi


" Nan!, "-gerutu Sasya saat Keenan dengan lihainya mengganti channel tv yang sedang ia tonton.


" Kasih Bos,"-Reno merebut remote yang Keenan pegang membuat Keenan menggerutu seperti anak kecil.


Sasya menerima remote dari Reno dengan senang hati. Seperti anak dan ayahnya.


"Oh jawabannya enggak Cak. Nggak pernah hubungan, "-kata Sasya enteng, ia sudah tak memikirkan soal Gery walau dalam hati kecilnya memang masih mengharapkan lelaki itu untuk tanggung jawab. Namun apa yang bisa Sasya lakukan, lelaki itu sudah tunangan beberapa bulan lalu mungkin sekarang sudah menikah.


" Dia udah nikah Sya, "-ujar Cakra yang langsung mendapat bantal melayang dari Reno dan Keenan.


Kruss


Hati Sasya seperti ditusuk. Sakit rasanya mendengar itu.


" Hei Sya maaf Gu-gue nggak bermaksud, "-kata Cakra kikuk.


" Gapapa Cak. Bukan salah lo, gue aja yang **** karena masih ngarepin dia. Sedangkan dia aja nikah sama perempuan lain, "-kata Sasya


" Lo masih ngarepin Gery Sya?, "-Tanya Reno pelan.


Sasya mengangguk membuat ketiganya menghela napas. Kenapa rumit sekali cerita Sasya.


" Kak!, "-kata Icha dan Diana barengan


" Sasya!, "


Sekarang Reina yang teriak ketika melihat Sasya menangis.


Vero yang datang hanya menoel bahu Keenan dan digelengi oleh calon adek nya itu.


" Kamu ya?!, "-tubuh Icha pada Reno


" Bukan yang Cakra Cakra, "-tunjuk Reno pada Cakra yang mendelik padanya.


"Kamu apain Yang?," - ujar Diana membuat Cakra menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Bukan Cakra kok. Gue sendiri yang cengeng, "


Dan terkisahlah tentang perasaan Sasya terhadap Gery yang sebenarnya.


Semua diam setelah Sasya menceritakan yang sebenarnya. Perasaan jujur yang masih menanti Gery untuk bertanggung jawab pada dia dan anaknya.


Menjadi kan dia suami dan ayah dari anak yang Sasya kandung saat ini. Namun sepertinya takdir berkata lain, Gery memang bukan untuknya tapi untuk perempuan yang sudah Gery nikahi itu.


"Lo mungkin emang nggak bisa dapetin Gery karena Gery udah nikah. Tapi Gue sama anak-anak janji bakal nemenin lo, bakal bantuin lo, gue sama anak-anak bakal selalu ada buat Lo sama anak lo nanti, "-ujar Keenan pada Sasya yang tengah Diana dan Reina tenangkan .


" Gu-gue cuman punya ka-kalian. Gue nggak punya siapa-siapa lagi. Gue mohon tepati janji lo ya, "kata Sasya


" Kita Janji Sya, "


" Kita bukan orang asing, kita keluarga, "-kata Cakra membuat Sasya sedikit tenang.


"Janji ya?"kata Sasya meyakinkan.


Semua mengangguk pada pertanyaan Sasya.


"Janji"


"Janji keluarga kita. "


UNTUK SEKEDAR BERTEGUR SAPA SILAHKAN FOLLOW IG PRIBADI @S_DEE001