
Akhirnya waktu yang dinantikan telah tiba...
Bayu akhirnya bisa menyelesaikan ujian akhir dengan baik dan berhasil mendapatkan hasil nilai yang cukup memuaskan, tentu saja berkat Yui, Nori, Chul, dan Silfia, tidak luput peran anggota BANPEKER yang lainnya, Bayu pun sangat berterimakasih kepada mereka semua dan juga para senior di Akademi, berkat mereka semua Bayu berhasil naik ke tingkat 2, Bayu juga merasa kalau dia memiliki keluarga yang baru disana, sebelum hal yang tidak diinginkan Bayu terjadi.
Asrama putra...
"Akhirnya aku bisa lepas dari teror mematikan si Claudia itu huhuhu." Bayu senang sambil tersenyum jahat
"Apa maksudmu lepas dariku?" Claudia
"He, senior kenapa bisa disini?, apa senior masuk kesini sebelum aku tiba di kamarku?." Bayu terkejut karena ada Claudia di kamarnya secara tiba-tiba
"Itu tidak penting, ada hal yang harus aku sampaikan kepadamu" Claudia menjelaskan dengan nada serius
"Apa itu senior?" Bayu tertegun
"Kau mendapatkan penghargaan dari Akademi maupun dari kepolisian daerah, berkat kau, peristiwa kemarin bisa diselesaikan dengan baik, apa kau mau ambil penghargaannya?" Claudia
"Hehehe, itu tentu saja dong aku berhasil, tapi senior aku tidak bisa mengambil penghargaan itu" Bayu dengan nada sombong
"Oh begitu yasudah, padahal sayang uangnya, kalau begitu aku donasikan saja uangnya ke panti asuhan" Claudia menyayangkan keputusan Bayu
"Tunggu sebentar!, uang?, kau tidak bilang kalau penghargaannya mendapatkan uang, ku kira hanya sertifikat atau lencana." Bayu terkejut
"Kau tidak menanyakan hal itu di awal, jadi mau ambil atau tidak?" Claudia
"Hmmm" Bayu berfikir keras
"Jangan sok berfikir seperti itu, aku tau kau tidak memikirkan apa-apa, dan juga kalau kau mau ambil hadiahnya, kau harus ikut aku selama 5 hari." Ucap Claudia
(Sudah kuduga, kalau aku menerimanya tidak tau apa yang terjadi padaku, 5 hari katanya?, aku harus pulang, aku tidak sabar bertemu keluargaku dan juga menepati janji pada Pitaloka) Ucap Bayu dalam hati
"Jadi gimana keputusan mu?" Claudia
"Ah senior, uangnya tolong donasi kan saja pada panti asuhan, karena mereka lebih membutuhkannya, walaupun aku juga butuh sih, tapi lebih baik seperti itu, dan juga aku minta tolong, bisa rahasiakan hal ini kepada yang lainnya selain anggota BANPEKER okay." Bayu tersenyum dan bisa menebak apa yang terjadi kalau setuju dengan keputusan Claudia
"Jadi begitu keputusan mu, yasudah aku tidak bisa memaksa." Claudia sedikit kecewa
"Iya senior makasih yah" Bayu lega
"Tapi Bayu, kau akan menyesal dengan keputusan mu barusan!" Claudia tersenyum sinis
"Heh, maksudnya?" Bayu takut dan merasakan aura membunuh dari Claudia
"Nanti juga kau tau, yasudah selamat bersiar dan selamat beristirahat Cadet, sampai jumpa seminggu lagi" Claudia tersenyum
"Iya, heh seminggu lagi?, apa maksudnya senior?, kan libur dikasih waktu 2 minggu." Bayu heran
Claudia meninggalkan kamar Bayu begitu saja tanpa memberikan penjelasan yang kurang di mengerti oleh Bayu.
Sementara di perjalanan menuju ruang Resimen...
"Huhuhu, sudah kuduga walaupun dia bodoh, tapi instingnya kuat yah." Fay tersenyum
"Berisik, aku juga tau, perubahan rencana, kita akan melakukan jemput paksa nanti, biarkan dia menikmati waktu senggangnya dulu, hehehe" Claudia tersenyum jahat dan sangat kesal
"Yasudah kalau begitu, aku juga pulang deh, istirahat dan mau bertemu keluarga ku" Fay
"Iya hati-hati Fay, dan makasih yah" Claudia tersenyum
"Iya, aku harap rencana ini berhasil, dan kuharap si Bayu juga mau menerimanya, walaupun ujiannya begitu berat ahahahha" Fay sambil tertawa
Gerbang utama Akademi sudah ramai dan Bis jemputan para CADET sudah memadati area parkiran di depan Akademi, para cadet berbaris rapih menuju bis masing-masing, tetapi saat itu para Anggota BANPEKER sempat berbincang-bincang satu sama lain, karena mereka akan pulang ke tempat mereka masing-masing.
"Wah akhirnya kita pulang juga" Bayu sedih
"Kenapa sedih begitu?" Lisara
"Ah Lisara, tidak apa-apa, aku hanya sedih saja, akhirnya aku bisa bebas untuk sementara ini" Bayu tambah sedih
"Kau ini, santai saja" Nori memukul pundak Bayu
"Iya, oh ya aku penasaran, kalian kan dari luar negri, apakah kalian pulang ke negara kalian masing-masing?" Bayu bertanya dengan mata yang penuh berkaca-kaca
"Kalau itu si Boss, kami tidak pulang ke negara masing-masing, tapi kami tinggal di tempat naungannya senior Claudia" Laura menjelaskan sambil tersenyum
"Apa?, apa maksudnya?" Bayu jadi sedikit curiga
"Yah intinya, kami tidak pulang dan kami harus menjalankan misi kami juga, yah begitu deh" Chul
(Kenapa perasaan ku tidak enak yah?, apa ini ada hubungannya dengan tadi pagi) Bayu mulai tambah curiga dan bergumam sendiri
"Hei kenapa bergumam sendiri seperti itu, ayo pulang" Pitaloka menarik tangan Bayu
"Iya" Bayu
"Hati-hati Bayu" Anastasia melambaikan tangannya
"Tunggu sebentar kalian tidak naik bis bersama kami?, dan sebenarnya apa yang kalian lakukan saat liburan kemarin dan juga apa yang di lakukan kalian saat di tempat Claudia." Bayu tambah curiga
"Oh itu kami ada bis khusus yang menjemput kami, dan juga kau banyak nanya yah sia***, sudah pulang sana, itu rahasia." Alice kesal
"yasudah kalau gitu, tenang saja aku akan bawa oleh-oleh yang banyak okay." Bayu mencoba positif thinking
Tapi tentu saja sesuai dengan perkiraan Bayu, melihat Claudia dan Fay dari kejauhan, lalu Claudia berkata.
Kau - akan - mati - karena - menolak perintah ku.
Bayu menjadi mengerti kondisi semua itu, pantas saja tadi pagi Claudia datang menemuinya dan ingin membujuknya, sepertinya Claudia ingin melatih secara keras para Anggota BANPEKER, dan Bayu juga yakin bahwa teman-temannya yang berada di tempat Alice, merupakan orang-orang yang bukan sembarangan, dan biasa dalam menghadapi hal-hal gila seperti peristiwa kemarin, dan menurut Bayu hal itu juga masuk akal, karena di kondisi peristiwa kemarin, tidak ada satupun yang gentar, mereka hanya menuruti semua perintah ku, apa mereka tidak memikirkan diri mereka sendiri yah, terkecuali Aku, Ayu, Pitaloka dan Ichsan, kuharap mereka semua baik-baik saja di sana, karena bagaimanapun juga mereka adalah keluarga baru ku dan harus ku lindungi apapun yang terjadi nantinya.
Bayu pun naik Bis, dan pulang menuju kampung halamannya, dan juga sepanjang perjalanan Bayu hanya memikirkan keadaan keluarganya dan juga para Anggota BANPEKER.
Setibanya di rumah Bayu.
"Permisi paket, paket, atas nama Tia" Bayu mengucapkan salam di rumahnya
"Ah, ibu ada paket itu, Ayah lagi benerin genteng ini" Ayah Bayu berteriak dari atap rumah
"Ah iya sebentar, paket apa yah?" Ibu Bayu keluar rumah
Betapa terkejutnya ibu Bayu, melihat anaknya pulang dalam keadaan tertawa, Ibu Bayu pun sedih terharu...
"Ya Gusti, Bayu udah pulang toh pak, turun sini pak" Ibu Bayu nangis
"Ahaha iya ibu, aku pulang, jangan nangis seperti itu" Bayu memeluk ibunya
"Habisnya 1 tahun kemarin kamu tidak pulang nak" Ibu Bayu
"Ah itu ada masalah teknis" Bayu merasa sedikit bersalah
"Wuih anak bapak keren sekali pakai seragam seperti ini" Bapak Bayu tertawa sangat bahagia
"Ah iya pak, keren kan aku" Senyum penuh sombong
"Kau ini, dan tadi ibu dengar kamu manggil ibu pakai nama ibu yah?" Ibu Bayu tersenyum sinis
"Ah itu, aku hanya ingin mengejutkan ibu saja sungguh" Bayu takut
Ada 3 orang yang aku takutkan di dunia ini, pertama Ibuku, kedua Kakek ku, dan ketiga si sia*** Claudia.
"Yasudah, ayo masuk dan istirahat dulu" Bapak Bayu
"Oh ya kemana Putra?" Bayu bertanya kemana adiknya
"Dia lagi les, paling sore pulangnya" Ibu Bayu
"Oh gitu, kalau gitu aku jemput dia nanti sore deh" Bayu tersenyum
"Sebaiknya tidak usah, karena dia jalan sama ceweknya" Bapak Bayu menjelaskan dengan tersenyum
"Apa?, dia sudah punya pacar?" Bayu terkejut
"Iya, yasudah istirahat dulu sana." Bapak Bayu
Akhirnya Bayu bisa tidur di kamarnya yang sangat dia nantikan dan juga sudah melekat dengan jiwa dan raganya, Bayu juga besok berencana akan ke rumah sakit mengunjungi teman lamanya, sebelum dia bertemu kembali orang-orang dari masa lalunya.
"Hei kak, kau sudah pulang!" Putra mengetuk pintu kamar Bayu dengan sangat keras
"Berisik, iya, biarkan aku istirahat" Bayu kesal
"Oh gitu, ini padahal aku bawa martabak, itu kan makanan kesukaan kakak" Putra
"Dengan senang hati" Bayu
Bayupun keluar kamar dan berbincang-bincang dengan adiknya penuh rasa senang, ini adalah momen terindah bagi Bayu bisa berkumpul bareng keluarga lagi setelah sekian lama tidak berjumpa, tapi di saat perbincangan ada seorang perempuan memanggil adiknya.
"Putra, aku sudah membantu ibu mencuci piring" Perempuan misteri
"Ah iya makasih yah" Putra tersenyum
"tunggu sejak kapan aku punya saudari perempuan?" Tanya Bayu keheranan
"Hei bodoh, kau ini yah, dia itu pacarku" Putra menegaskan
"Apa?" Bayu terkejut
"Hah, sudah kuduga reaksi kau seperti ini." Putra kecewa
"Se...Sejak kapan kau seperti ini?, kau, siapa yang mengajari kau seperti itu?" Bayu kesal juga
"Ano, maaf mengganggu, boleh aku pulang?" Pacar Putra
"Hei tunggu sebentar adik ipar, perkenalkan dulu nama mu!" Bayu menahan pacar putra
"Adik ipar?" Pacar Putra senang dan tersipu malu
"Hei kak, kau ini yah" Putra juga malu
"Perkenalkan nama saya Aurel" Aurel menjelaskan
"Oh gitu, bagaimana, apa yang membuat kamu tertarik pada adikku?" Bayu bertanya dengan penuh rasa penasaran
"Ah itu, tidak tau, tiba-tiba aku suka padanya" Aurel tersenyum malu
"Apa?, jangan-jangan ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama." Bayu terkejut
"Sudah-sudah, Aurel aku antar kamu pulang yah, dan kakak istirahat saja sana, rusuh kau" Putra kesal
Bayu memutuskan untuk beristirahat karena besok dia akan melawan traumanya...
Keesokan pagi harinya
"Bayu kamu mau kemana?, pagi-pagi begini sudah rapih?" Ibu Bayu bertanya
"Ah itu Ibu, aku mau kerumah sakit, bertemu dengan seseorang." Bayu tersenyum
"Itu, apa tidak apa-apa?" Ibu Bayu khawatir
"Tidak apa-apa ibu, dan aku juga sudah berjanji, jadi tidak usah khawatir okay" Bayu tertawa
"Yasudah kalau kamu bilang seperti itu" Ibu Bayu
"Hei Putra, aku minjam motormu yah?, oh ya gapapa pakai aja kak, okay makasih" Bayu yang bertanya tapi dia yang menjawab sendiri
"Putra masih tidur, nanti biar ibu yang bilang" Ibu Bayu
"Ah iya ibu makasih yah" Bayu
Di perjalanan Bayu mengingat kejadian di masa lalunya dan setiap sudut jalan kota ini Bayu mengingat jelas apa yang terjadi dulu dan hal apa saja yang terjadi, dari Game center, pusat pembelanjaan, tempat les, Caffe yang sering di datangi Bayu dan temannya, dan juga tentu saja dia melewati SMP nya, SMP 07 Nusantara, Bayu merasa mual kalau mengingat masa lalunya tapi dia memaksakan kehendaknya dan ingin menghilangkan traumanya.
Setibanya di rumah sakit...
"Ah itu Bayu, Bayu disini" Pitaloka senang Bayu datang
"Eh, kau kok tau aku mau datang?" Bayu terkejut
"Itu hanya kebetulan, kebetulan hehehehe" Pitaloka memberikan jawaban yang mencurigakan
"Eh Bayu, tidak kusangka kita bertemu secepat ini" Ayu tersenyum
"Hei Ayu, dan sia***, kenapa kau ada disini?, rumahmu dimana emangnya?" Bayu
"Apa sih marah-marah, kan aku ini teman kecil mereka jadi wajar saja" Ichsan
"Oh gitu" Bayu kesal
"Yasudah ayo ke ruangan 302, itu tempat kakak di rawat disana, dan dia sudah 5 bulan rehab disini." Pitaloka tersenyum
"Iya, Ayo" Bayu agak sedikit ragu
Tiba di kamar Tiara, dia teman Bayu dan merupakan senior Bayu waktu SMP, kalian ingat kan tragedi SMP Bayu.
"Ano, kakak, aku datang lagi hari ini" Pitaloka langsung memeluk kakaknya
"Ehh Pitaloka, apa ini?, kamu bawa orang banyak...Bayu?" Tiara terkejut dan sedikit agak berkaca-kaca matanya
"Yo Tiara, apa kabar?, kau kelihatannya sehat yah" Bayu tersenyum
"Bodoh, kalau sehat dia tidak di rawat disini" Ichsan memukul pala Bayu
"Ehehehe, aku hanya bercanda" Bayu
"Bayuuuuu" Tiara beranjak dari kasur dan langsung memeluk Bayu dengan sangat erat, Tiara pun menangis sejadi-jadinya
"Iya Tiara, aku disini, dan juga maafkan aku, karena waktu itu aku tidak bisa menolong mu." Bayu pun menangis
Ichsan, Ayu dan Pitaloka membiarkan mereka berdua seperti itu...
Setelah selesai pelukan penuh drama itu.
"Aww, kenapa tiba-tiba memukul kepala ku sih?" Bayu kesakitan
"Itu karena kau tidak pernah mengunjungi ku selama aku sakit" Tiara kesal
"Ahh itu, ehehhehe, yah tau deh" Bayu beralasan
"APA MAKSUDNYA?" Tiara kesal
(Aku lupa kalau ada orang keempat yang buat aku takut, ya itu Tiara)
"Itu tidak, yasudah kapan kau boleh keluar dari rumah sakit?" Bayu bertanya
"Sebentar lagi, kemungkinan 1 atau 2 bulan lagi" Tiara
"Oh gitu bagus deh" Bayu bersyukur
"Apa sudah?" Pitaloka
"Iya" Bayu
"Yasudah kau boleh pulang sana, hush" Pitaloka mengusir Bayu
"Kau yah sia***" Bayu kesal
"Hah?, kau bilang apa pada adikku barusan?" Tiara emosi
"Ahh itu, tidak ada ehehe" Bayu ketakutan
"Yasudah pulang sana kau tidak dibutuhkan disini, hush" Tiara juga mengusir Bayu
"Apa?, yasudah aku pulang" Bayu
"Pfft kasihan" Ichsan
"Selamat tinggal Bayu sampai ketemu lagi di tempat Claudia" Ayu secara tidak sengaja melakukan kesalahan
"Apa maksudnya?" Bayu curiga
"Ah tidak, dia salah ngomong mungkin karena lelah" Ichsan memperbaiki suasana
"Hehehe iya, aku cape, yasudah sana" Ayu
"Iya sudah aku pergi cari makan dulu, nanti aku kesini lagi" Bayu
"Iya" Tiara
Bayupun meninggalkan mereka...
"Apa tidak apa-apa seperti itu?" Pitaloka bertanya
"Tidak apa-apa, dan terlihat dari matanya dia seperti orang hidup" Tiara senang
"Apa?, apa maksudnya?" Ichsan
"Ah itu, dulu dia seperti tidak ada tujuan hidup dan juga matanya seperti mati" Tiara
"oh apa iya?" Ayu heran
"Perasaan dia agak aneh dan juga semaunya saja" Pitaloka
"Apa?, kalian kenal dia?" Tiara bertanya
"Itu, karena kami satu Akademi dengan dia, terlebih lagi dia Komandan kita di salah satu organisasi yang kami jalankan" Ayu menjelaskan
"Apa?, kalau gitu coba ceritakan, kenapa Pitaloka tidak pernah cerita!" Tiara penasaran
"Kalau itu aku, sengaja ingin kasih kejutan buat kakak hehehe" Pitaloka, tadinya dia ingin membunuh Bayu, tapi karena Bayu seperti itu Pitaloka tidak jadi melakukannya.
Akhirnya mereka berempat pun bercerita tentang Bayu satu sama lain.
Sementara di lorong rumah sakit...
"Hei kau, iya kau sia***, apa yang kau lakukan disini?" Bayu tiba-tiba marah
"Aku, aku hanya ingin menjenguk Tiara" Orang misterius
"Apa kau tau apa yang kau perbuat waktu itu hah?, beraninya kau muncul di hadapan ku sia***, apa kau ingin mati?" Bayu
"Itu, karena aku merasa bersalah dan juga itu bukan salahku, tapi anak buah ku" Orang misterius
"Sia*** ini, masih saja mengelak yah, jujur saja mood ku lagi bagus, tapi saat liat kau, moodku jadi berubah"
**To Be Continued
Next : Reunian 2**