The Journey About A Man With Himself

The Journey About A Man With Himself
Conflict 2



Sungguh hari yang panjang bagiku, dan jujur saja aku enggan melakukannya, tapi sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab aku sekarang, mau gimana lagi walaupun setengah hati menjalankannya.


Suara di alat komunikasi anggota BANPEKER


"Kami berhasil menumbangkan mereka semua!" Ichsan


"Huhuhuhu, tentu saja berkat bantuan ku juga, jangan lupakan itu Ichsan!" Alice


"Wah hebat, aku jadi tidak usah kesana dong" ujar Bayu


"Disini Anastasia, aku berhasil menumbangkan mereka, dan Laura lagi mengintrogasi 1 orang yang selamat" Anastasia dengan suara Terengah-engah


"Iya terimakasih laporannya Anastasia" Bayu


"Disini Ayu, silfia lagi bertarung sendirian, aku mohon minta bantuannya!" ujar Ayu dengan nada panik


"Posisimu dimana?" Nori bertanya


"Posisi kami di dekat gedung sekolah lama, pas dekat tangga" Ayu memberi tahu posisi


"Oh gitu, aku segera kesana, karena posisiku tidak jauh dari kalian berdua" Ichsan


"iya makasih yah, Ichsan, aku melihat silfia bertarung sendirian, jadi aku mohon cepat" Ayu


"Ayu, jangan panik serahkan saja kepada teman-teman mu ini, dan percayakan kepada mereka" Bayu


"Siap Komandan" Ayu


Gedung sekolah Lama, silfia sedang bertarung sendirian, dan Ayu hanya bisa melihat di belakang, Ayu juga ternyata melindungi senior Mita (ada di episode Conflict 1).


Bughh dugghhhh dughhhhh Silfia menghajar habis-habisan senior tingkat 3 itu, dan Silfia hanya berhasil menumbangkan 4 orang, dan 6 orang lagi masih sigap, kondisi Silfia yang babak belur.


"Hey breng***, kalian berani keroyokan begini terhadap perempuan!" ujar Silfia yang kesal dan marah, walaupun dia menahan rasa sakit


"Hihihihi, tidak masalah itu bagi kami, dan kau kuat juga berhasil menumbangkan 4 orang!" senior tingkat 3


"Sia***, kalau begini terus bahaya ini" Silfia


Di saat Silfia dalam keadaan terdesak bingung harus melindungi Ayu, dan juga harus bertarung habis-habisan, saat itu juga muncul anggota yang lainnya.


Hiattt duaghhhhhhh tepat di depan mata Silfia melihat ada orang yang loncat dan menendang begitu keras ke arah wajah senior tingkat 3 itu.


"Huhhhh Satu tumbang, 5 lagi." Ichsan


"Hey Ichsan, jangan seperti itu, nanti hancur mukanya ahahhahaha" Alice tertawa


"Kalian bagaimana bisa?" Silfia


"Ya bisalah bodoh, kau tidak mendengarkan alat komunikasi kah?, dan maaf kami telat." Ichsan tersenyum


"Iya makasih yah" Silfia tersenyum


"Sudah cukup basa basinya, mari kita hajar sisanya" Alice dengan penuh amarah


Bughh dughhh, hiatttt mereka ber 3 menghabisi semua senior tingkat 3 yang ada disana tanpa ampun, dan juga Ayu merasa bersalah karena tidak bisa bertarung, dia hanya bisa menonton dari kejauhan.


Di alat komunikasi


"Bay, udah selesai masalah di silfia" Ichsan


"Oh iya makasih, bagaimana kondisi disana?" Bayu


"Aman, tapi silfia babak belur, mereka tidak segan-segan yah, walaupun melawan perempuan, brengs** emang" Ichsan


Tidak ada jawaban dari Bayu..


"Bayu?, Bayu?" Ichsan


"Ahhh Ichsan maaf, aku di cegat sekarang, dan entah kenapa aku kesal, maafkan aku Silfia kau menanggung sendirian." Nada Bayu yang tinggi dan emosi


"Iya komandan, ini tidak apa-apa akunya" Silfia menjawab sambil menahan rasa sakit


"Bayu berapa orang yang mencegat kau disana?" Ichsan


"Maaf Ichsan, nanti lagi" Bayu


tutt tuttt panggilan mati dari Bayu


Di lapangan olahraga Bayu berhasil di cegat oleh sisa senior tingkat 3 yang berjumlah jauh lebih banyak di banding yang lainnya, dan disitu tentu saja ada ketua dari para senior tersebut.


Di saat yang bersamaan, di tempat lain.


Dekat perpustakaan sekolah


"Apa-apaan ini, apa maksud senior seperti ini?" Pitaloka


"Hehehehe, diam dan tenang kalau kalian mengikuti perintah kami, kalian tidak akan disakiti kok" senior tingkat 3


"Breng***, kalian pikir aku takut hah?, berani keroyokan seperti ini sia***" Yui dengan nada marah


"Wah, lihat ini si bogel, berani berkata seperti itu kepadaku ahahhaha" ujar senior tingkat 3 dengan meledek


Para senior lainnya pun ikut tertawa, dan mereka tidak tau kata "bogel,pendek,cebol" merupakan kata terlarang untuk memanggil Yui.


Seketika pukulan melayang tepat di muka senior yang tertawa tadi, dan langsung pingsan


buaghhhhh....


Para senior pun kaget, dan mulai menyergap Yui.


"Brengs** kau yah, berani memukul saat orang tidak siap, kepung perempuan sia*** itu!" ujar senior tingkat 3


"Maju sini brengs**" Yui emosi


Dughhh bughhh, mereka melupakan bahwa Yui tidak sendirian, Yui bersama Pitaloka, ternyata Pitaloka menguasai bela diri Taekwondo dan menendang dengan keras 3 orang disana, dengan dwi chaginya (tendangan belakang, istilah tendangan belakang taekwondo), Yui pun tidak mau kalah dia menggunakan aliran Wingchun (Ilmu bela diri asal negri tirai bambu), dan mereka berdua berhasil menumbangkan mereka semua....


Alat komunikasi anggota


"Disini Yui, kami berhasil menumbangkan mereka" Yui


"Bagus, apa kalian berdua tidak apa-apa?" Alice


"Ehh Alice, Iya kami tidak apa-apa, setidaknya untuk sekarang" Pitaloka


"Iya, kalian beristirahat, komandan nampaknya lagi sibuk, tiba-tiba putus hubungan kita dengan dia" Ichsan khawatir


"Sia***, makanya aku khawatir sama Boss" Laura


"Ayu juga khawatir deh, apa yang terjadi sama Bayu yah?" Ayu panik


"kenapa kalian?, tenang saja, kalian kan tau bagaimana komandan kalian" ujar Claudia


Semua anggota pun terdiam


"Disini Lisara, aku melihat komandan di cegat oleh banyak tingkat 3 tadi." Lisara


"Maaf kami tadi tidak melapor, kebetulan kami di cegat di ruang praktek, dan saat kami selesai, kami melihat Nori dan Bayu dekat Kolam renang Akademi" Ujar Chul


"Kesampingkan itu dulu, kalian berdua tidak apa?" Claudia bertanya


"Kami baik-baik saja, walaupun aku agak berlebihan kepada mereka" Chul


"Aku sama Chul mencoba ke tempat Komandan dulu, jumlah tingkat 3 yang mencegat mereka berdua lebih banyak" Lisara khawatir dan menuju ke tempat Bayu


"Kami akan menyusul, si breng** itu selalu melakukannya sendirian" Ichsan Kesal dan khawatir keadaan Bayu


"Huhuhuhu, kalian lebih baik tenang saja masalah itu, karena bantuan untuk Bayu seharusnya sudah tiba disana" Fay dengan nada tersenyum


"Apa maksudnya?" Lisara


"Kalian juga pasti tau nantinya, jadi yang mau ke tempat Bayu, silahkan" Fay


"Kerja bagus Fay" Claudia


Sementara itu di tempat Bayu dan Nori...


"Kikikiki, hei kau tertangkap juga yah" Ketua tingkat 3


"Hahhh senior, tindakan mu seperti anak-anak saja" Bayu


"Aku tidak akan terpancing provokasi mu" Ketua tingkat 3


"Senior lebih baik perkenalkan diri dong, jangan seperti itu" Bayu


"Oh maaf komandan, perkenalkan nama ku Gabriel" Gabriel memberi hormat


"Ahhh nama yang bagus, senior kenapa melakukan ini semua?" tanya Bayu


"Kau bertanya kenapa?, tentu saja aku kesal dengan organisasi yang di buat perempuan brengs** itu" ujar Gabriel dengan kesal


"Perempuan brengs**?, maksudmu Claudia?" tanya Bayu


"Iya benar sekali" Gabriel


"Betul sih menurut ku, perempuan brengs** itu merepotkan dan aku jujur malas sekali melakukan hal ini." Bayu


"Oyy Bodoh, aku laporkan ini yah ke senior Claudia" Ujar Nori


Laporkan saja, kata mereka berdua Gabriel dan Bayu


"Kalian ini sia***" Nori


"Bagaimana komandan, kalau kau bergabung dengan kami" Gabriel


"ahh itu" Bayu


"Tenang saja aku akan membayar mu, atau apapun yang kau minta aku akan kabulkan" Gabriel


"Wahh serius?, okelah kalau begitu aku bergabung" Bayu


Heee Gabriel dan para anggota nya terkejut


"Kenapa kalian terkejut seperti itu, aku join bersama kalian" Bayu


Bughhh kepala Bayu di pukul sama Nori


"Sia*** kau yah Bayu" Nori


"Hahahaha aku kan bercanda, yah walaupun 90 persen aku serius ingin bergabung dengan mereka." Bayu sambil tertawa


"Bodoh kau yah?" Nori


"Ahh senior Gabriel maaf aku tidak bisa join, sejujurnya aku mau join, tapi senior lihat sendiri wakil ku tegas sekali" Ujar Bayu dengan tersenyum


Nori terdiam


"Ahh begitu sayang sekali dong, padahal aku mengharapkan kerjasamanya" Gabriel


Gabriel memberi kode ke anak buahnya untuk menyerang kami...


"Sia**** negosiasi gagal, haaa kau sih Nori" Bayu


"Kok jadi menyalahkan aku, brengs**" Nori kesal


"Yasudah, jangan berlebihan yah Nori" Bayu


"Yang ada kau sia****" Nori


Hiatt bughh duaghh bughh dughhh Nori dan Bayu satu persatu berhasil menumbangkan mereka, dan Gabriel terkejut melihatnya...


"Apa yang kalian lakukan Bodoh, mereka cuman berdua tapi tidak bisa menghabisinya" Gabriel


"Ahh senior hentikan saja, mereka mana berani melawan kita, karena mereka sudah tau konsekuensinya" ujar Bayu dengan sombong


"Sia*** kau yah, cecungu* sia***, awas saja kau akan ku hajar habis-habisan" Gabriel penuh emosi


"Ehhehehehe" Bayu mengejek mereka semua


"Kalian semua gunakan alat yang sudah kuberikan" Gabriel


Baik, jawab anak buah Gabriel


"Oyy, oyy senior bukankah ini berlebihan?, menggunakan senjata tajam seperti itu?," ujar Bayu


"Berisik kau brengs** habisi mereka" Gabriel


syitt suara sayatan pisau yang kena baju Bayu dan Nori


Bughh duaghh dughhh duaghhh, hiattt banyak yang tumbang di antara mereka semua


"Kau tidak apa-apa Bayu?" Tanya Nori


"Ahh aku?, kau mengkhawatirkan aku kah?, kyaaaa." Bayu senang


"Menyesal aku menanyakan itu" Nori


"Brengse* kalian berdua, masih bisa bercanda seperti itu" Gabriel


"Hee?" Bayu


Disaat itu Gabriel menelepon anak buah yang lainnya dan mereka pun tiba dengan jumlah yang jauh lebih banyak...


"Huahahhahah kalian berdua akan mati" Gabriel


"Oyy apaan ini?, bukankah ini jauh dari laporan yang kita terima dari Claudia." Bayu


"Haa gimana yah, aku jadi bersemangat" Nori


Dari belakang muncul...


"Wah hebat yah komandan kita memang, wajar saja Claudia memilihmu Bayu, sudah berapa puluh orang itu yang tumbang, hanya kalian berdua yang menghajarnya" Imanuel


"Senior?, apa yang senior lakukan disini?." Tanya Bayu


"Bodoh, bukankah sudah jelas, maaf telat" Imanuel


Anggota Resimen dengan seluruh anggota nya di kerahkan untuk membantu Bayu..


"Wuahh aku terharu, terimakasih senior" Bayu


"hehehe kita tidak berdua lagi" Nori


"Mau taruhan?, siapa yang menghabisi banyak orang dia akan menraktir anggota Resimen yang datang kesini semua." Bayu


"Iya sial**, ayoo siapa takut" ujar Nori


Gabriel terkejut karena ada anggota Resimen yang ikut membantu Bayu


"Habisi mereka semua!" Imanuel


Siap jawab anggota Resimen


Mereka pun baku hantam satu sama lain..


Dan di saat baku hantam itu, anggota BANPEKER yang lainnya tiba dan menyaksikan pertarungan itu.


"Wahhh banyak yang tumbang yah?" Lisara


"Kita datang kesini untuk apa yah?" Chul


"Yasudah kita lihat saja mereka" Ichsan


Anggota BANPEKER melihat komandan dan wakil komandan mereka bertarung bersama anggota Resimen.


Dan pertarungan itu dimenangkan oleh Bayu dan kawan-kawan.


"Yoo senior, jadi gimana nihh?," Bayu


"Tidak, menjauh sana, sia***" Gabriel


"Hee senior, jangan begitu, hehehe" Bayu tertawa


"Jangan, ampuni aku, aku yang salah." Gabriel


Seketika Nori berlari dan menghabisi Gabriel di tempat..


Ya jumlah orang yang di kalahkan Nori lebih banyak dari Bayu walaupun selisih 1 orang, karena Nori berhasil menambah 1 poin dengan menghabisi ketuanya sendirian...


"Sia*** aku kalah!" Bayu berteriak


Imanuel dan yang lainnya terkejut ada apa itu...


Akhirnya Nori menjelaskan ke Imanuel dan anggota Resimen yang lainnya, kalau mereka berdua taruhan dan di menangkan oleh Nori, jadi yang traktir makan nanti di kantin buat semua anggota Resimen adalah Bayu, dan Imanuel tidak mau mensia-siakan kesempatan itu...


"Kau tidak apa-apa?" tanya Alice


"Hikss Alice" Bayu sedih


"Kenapa Bayu, kau sedih seperti itu?" Alice


"Biarkan, dia kalah taruhan, aku mendengarnya tadi dari Nori" Chul


"Oh begitu" Alice


"Etoo Alice, boleh aku pinjam uang mu dulu?, kau kan tuan putri, pasti banyak uangnya." Ujar Bayu


Alice hanya tersenyum


"Aku akan ganti, aku harus traktir para senior di Resimen, sedangkan aku tidak punya uang yang begitu banyak hiks" Bayu


"Baiklah, Huhuhu" Alice


"Benarkah?" Bayu tersenyum


"Asal kau mau jadi hewan peliharaanku dan janji setia kepadaku, akan aku kasih." Alice


"Hee?, bukankah itu?" Bayu


"Yasudah kalau tidak mau" Alice


"Mau, aku mau, aku berjanji" Bayu


"Bagus" Alice pun tersenyum jahat


"Hahh, coba lihat komandan kita itu, memang aneh yah" Ichsan


"Ahahhaha mau gimana lagi, Boss memang begitu" Laura


Dalam hati Laura, breng*** emang aku juga pengen dekat-dekat seperti itu sama Boss dan menghabiskan waktu bersama dia berdua, malah mengurus cecunguk-cecunguk ini sia***, Laura kesal dan menendang-nendang anak buah Gabriel yang sudah pingsan.


Beberapa saat kemudian Claudia dan Fay datang bersama pak Hercules, dan membereskan semua kekacauan yang dibuat oleh senior Gabriel, mereka semua di kenakan sanksi dan penalti, di skors selama 3 bulan, daripada itu aku sangat tidak memperdulikan ini semua, yang ku perdulikan hanya satu, yaitu kostum maid di kelasku, sia*** apa keburu aku datang ke kelas sekarang.


"Bayu, kau baik-baik saja?" Claudia


"Apa aku terlihat seperti baik-baik saja?" Bayu


"Oh gitu, yasudah silahkan beristirahat dulu." Claudia


"Sia***, iya aku istirahat dulu" Bayu


"Kau tadi bilang apa?, sia***?, haa?" Claudia


"Ahh tidak kau salah dengar" Bayu panik ucapan dia terdengar ternyata


"Yasudah" Claudia


"Yeayy kau hebat Bayu!" Fay menepuk pundak Bayu


"Ahh Senior, iya terimakasih" lesu si Bayu


"Kenapa kau tidak semangat begitu?" Tanya Fay


"Tidak, tidak apa-apa" Bayu


"Biasa dia kesal karena tidak bisa lihat maid di kelasnya" Ichsan


"Berisik" Bayu


"Oh gitu?, padahal kan festival budaya berjalan selama 3 hari, dan ini baru hari pertama Bayu." Fay menjelaskan


"Apaaaa?, kenapa tidak ada yang bilang" Bayu tiba-tiba semangat


"Kebetulan besok jadwal kalian libur tugas, sudah sewajarnya sih karena kalian habis baku hantam seperti itu" Fay


Seketika mood Bayu berubah dan menjadi kegirangan sendiri, dan bersenandu sendiri...


"Hei kau sehat?" Lisara


"Ahahhaha tentu saja, aku duluan yah" Bayu


"Mau kemana?" tanya Lisara


"Tentu saja makan, lapar aku ingin ke kantin, senior Resimen silahkan ikut aku" Bayu


Para Resimen senang


"Hei tunggu aku ikut" Alice


"Boss aku juga ikut" Laura


"Aku ikut juga" Anastasia


Setibanya di kantin....


"Yoshh senior yang kucintai kalian bebas memilih menu apapun, karena kita akan di traktir oleh Tuan Putri Alice" Ujar Bayu


Para Resimen senang dan memuja Alice


Saat di kantin aku melihat Ayu sendirian dan terlihat seperti murung, waktu aku ingin menghampiri Ayu....


"Alice kamu disini ternyata yah?, aku nyari kamu dari tadi." Pria misterius


Alice pun terkejut dan terdiam


"Hei Alice kau kenal pria tampan itu, dia memanggilmu, kenapa kau diam saja?" Tanya Bayu


"Iya aku kenal, dia tunanganku." Jawab Alice


- To Be Continued -


NEXT : Love Is Complicated