
Suasana yang begitu mencekam, dan merupakan pengalaman pertama bagi Bayu untuk memberantas para penjahat itu.
Sementara di tempat kejadian berlangsung, di luar gedung perpustakaan negara.
"Si bodoh itu mau kemana?" Claudia kesal sendiri
"Ternyata itu bukan kode dari Boss" Laura
"Ya kan, makanya, gimana yah ini" Alice panik
"Sudah percayakan saja sama komandan kita" Anastasia menenangkan suasana
"Ah iya, aku percayakan pada si bodoh itu" Claudia
Di dalam gedung...
"Sst Ayu, Pitaloka, kalian bisa menumbangkan penjahat kan?" tanya Ichsan sambil membisik
"Iya aku bisa" Pitaloka
"Iya tentu" Ayu
"Kita akan menunggu kode dari Bayu." Ichsan
"Iya, aku juga mendengar percakapan kalian tadi, mari kita percayakan kepadanya" Ayu dan Pitaloka
Sementara itu...
"Cepat masuk ke toilet sana brengs**, cepat jangan lama-lama" Penjahat 4
"Oh gitu, makasih pak" Bayu tersenyum
Di dalam toilet, Bayu menyusun rencana secara perlahan.
"Oy cepat, lama sekali." Penjahat 4
"Ah pak, maaf tisu toiletnya habis, boleh minta tisu di toilet sebelah." Bayu
"Sia*** kau yah menyuruhku, dasar, iya tunggu sebentar."
Bayu pun sigap, saat penjahat itu mengambil tisu dari toilet sebelah, Bayu memukul punggungnya dari belakang dengan sangat keras dan membuat penjahat itu pingsan, Bayu mengambil senjata AK-47nya.
"Huh, selesai juga, 1 target tumbang, caranya gimana yah pakai senjata ini?" Bayu kebingungan
Bayu asik mengutak-atik senjata itu tanpa alesan yang jelas.
Tring ponsel Claudia bunyi.
"Halo, Bayu kau tidak apa-apa." Claudia khawatir
"Aku baik-baik saja senior, aku berhasil menumbangkan 1 penjahat di toilet" Bayu
"Apa?, kau ini, jangan gegabah" Claudia
"Iya tentu saja tidak, aku ada rencana, apa Anastasia disana?, biarkan aku bicara sama dia, dan senior tolong beritahukan kondisi di dalam kepada ketua polisi disana."
"Ah gitu, baiklah, aku percayakan kepada kau, Anastasia ini" Claudia
"Halo Bayu" Anastasia
"Anastasia aku mau kau, Laura, Silfia dan Alice menggunakan sniper untuk menghabisi musuh yang ada di lantai 2." Bayu dengan tegas
"Apa?, kau tahu penjahat yang ada di lantai 2 berapa orang?" Anastasia menanyakan
"Kemungkinan 4 orang atau bisa lebih, tapi lakukan saja apa yang aku perintahkan" Bayu
"Tapi sniper dari mana?, kita kan cuman bawa pistol" Anastasia
"Justru karena kau di luar, dan disana nampaknya ada pasukan khusus Anti teror, kalian bisa meminjam sniper itu dari mereka." Bayu
"Baiklah, dan kenapa kau percaya padaku?" Anastasia
"Ahh itu, karena kau jago berburu, kau kan sering berburu beruang, yah itu hanya tebakan aku saja sih" Bayu
"Itu benar sekali, karena keahlian ku di senapan jarak jauh" Anastasia tersenyum
"Baguslah, telepon nya jangan di matikan, biar kita terhubung satu sama lain." Bayu
"Siap komandan" Anastasia
Di luar gedung...
"Laura, Silfia, Alice, ikut aku" Anastasia
"Eh kemana?" Alice
"Sudah ikut saja dulu, percayakan ini pada Bayu" Anastasia
Mereka ber 4 pergi ke mobil pasukan Anti teror, dan meminta ketua tim disana untuk memberikan senapan jarak jauh, dan diizinkan, akhirnya mereka mencari gedung tinggi untuk mendapatkan posisi yang enak menggunakan sniper tersebut.
Mereka mendapatkan posisi yang enak, tetapi diisi oleh pasukan Anti teror yang menggunakan sniper.
"Hei Nona-nona silahkan turun, tempat berbahaya disini" Pasukan Anti teror dengan tegas
"Ahh maaf pak, kami juga mau ikutan" jelas Anastasia
"Apa?" Pasukan Anti teror terkejut, karena melihat mereka membawa senapan jarak jauh
"Tenang pak, kami calon pasukan terlatih juga kok, kami dari Akademi Militer Angkatan Darat, ini ID kami" Alice menjelaskan
"Oh begitu, baiklah, saya terima, kalian sepertinya dapat informasi dari orang di dalam yah?" Dugaan pasukan Anti teror
"Iya pak benar, bapak sudah melihat kondisi di lantai 2?" tanya Anastasia
"Iya aku belum menembak, karena belum dapat izin, di lantai 2 ada 4 orang penjahat" pasukan Anti teror
"Begitu, benar kata Bayu" Anastasia
"Kalau begitu siap di posisi masing-masing" Silfia
"Iya, kita akan menumbangkan mereka secara bersamaan, aku akan ambil yang di dekat meja komputer" Anastasia
"Aku yang di dekat jendela" Alice
"Aku yang dekat tangga" Silfia
"Aku yang dekat dengan posisi para sandera di ruang tengah" Laura
"Hei, memangnya siapa yang suruh mengizinkan nembak?" pasukan Anti teror
"Tentu saja komandan kami, dia sedang berada di dalam" Anastasia tersenyum
"Apa?" Pasukan Anti teror terkejut
"Halo Anastasia ini aku, apa kalian sudah di posisi masing-masing?" Bayu
"Sudah komandan" Anastasia
"Bagus, tunggu sinyal dariku yah sebentar lagi" Bayu
"Siap komandan" mereka ber 4 menjawab dengan lantang
"Sepertinya kalian memercayai komandan kalian yah?" tanya pasukan Anti teror
"Tentu saja, karena komandan kami bukan orang sembarangan" Anastasia
Di dalam gedung...
"Apa masih lama yah si bodoh itu?" Ichsan
"Sabar, nanti juga ada sinyal dari dia" Pitaloka
"Hey jangan berisik, sia*** mau ku tembak hah?" Penjahat 2
Sementara di tempat Bayu, Bayu keluar dari toilet menuju ke arah tangga lantai 2 dan memeriksa kondisi sekitarnya juga, Bayu nampaknya sudah yakin.
"Anastasia kalau kau mendengar ini, kalian di izinkan untuk menembak, aku ulangi kalian diizinkan untuk menembak" Bayu memberi perintah
Anastasia dan timnya menembak secara bersamaan kearah penjahat itu.
Bayu berjalan naik kelantai 2 dan melihat semua penjahat disana sudah tumbang semua, tetapi ada yang janggal.
"Halo Anastasia apa kau yakin sudah menumbangkan mereka semua?" Bayu
"Sudah komandan" Anastasia
"kau lindungi belakang ku, kau bisa melihat ku sekarang" Bayu
"Siap" Anastasia
Ternyata ada penjahat dari toilet dan dia menodongkan senjata ke arah Bayu, secara sigap Laura menumbangkan penjahat itu yang ada di depan Bayu.
"Huh, nice shoot, hampir saja aku" Bayu deg-degan
"Bukan masalah Boss" Laura
Bayu pun turun ke lantai 1 secara perlahan dan melihat situasinya, berarti tinggal 6 orang lagi di lantai 1, Bayu memberi sinyal ke Anastasia dengan menggunakan pantulan cahaya dari cermin, dan melalui telepon Bayu bilang.
"Anastasia jaga tembakan kalian, karena disini biar aku yang beraksi" Bayu
"Siap" Anastasia
Bayu seketika langsung menebak ke arah penjahat dan berhasil menumbangkan 1, suasana jadi tambah kacau balau...
"Brengse*, kau membunuh temanku" Penjahat 1
"Sudah ku tunggu dari tadi" Ujar Bayu
"Ayo" Ayu dan Pitaloka
Dor-dor suara tembakan di dalam gedung, membuat panik polisi dan Anti teror di luar.
Mereka pun berhasil menumbangkan para penjahat itu, tapi Bayu terkena tembakan di tangan kirinya...
"Ahh sia***, aku tertembak" Bayu
"Lama sekali kau" Ichsan
"Yah sabar, aku juga memikirkan rencana" Bayu sambil menahan kesakitan
"Bayu tanganmu coba sini" Ayu
"Kita harus segera keluar" Pitaloka
"Sebelum itu kita harus mengevakuasi warga dulu, tidak usah pedulikan aku Ayu" Bayu
Mereka tidak tahu bahwa ada Penjahat yang menyamar bersama para sandera.
"Jangan bergerak, atau aku potong kepala dia" Penjahat mengancam menggunakan pisau ke arah leher warga yang jadi tawanannya
"Oh paman berhenti dong, paman lebih baik menyerah saja" Bayu
"Sia***, kau tidak melihat situasi apa hah?, buang senjata kalian semua!" penjahat
Bayu serta yang lainnya mengangguk, dan membuang senjata yang mereka pakai ke lantai, lalu mengangkat tangan.
"Bagus, sekarang, kalian harus memberiku mobil, agar aku bisa kabur dari sini" Penjahat
"Ah itu paman, aku tidak bisa bawa mobil, jadi aku tidak punya mobil" Bayu
"Sia*** kau yah, cari orang yang punya mobil dan bawa kuncinya kesini" penjahat
"Aku tidak tau paman" Bayu
Selagi bernegosiasi Bayu memberikan kode dengan menggerakkan jari tangannya tanpa disadari penjahat itu, dan Anastasia menyadari itu, dia pun langsung melepaskan tembakan, dan menumbangkan penjahat itu di tempat.
"Target jatuh" Anastasia
"Bagus, misi selesai, Hahh" Bayu bernafas lega
"Yosh kalian semua sudah aman, silahkan keluar satu persatu, yang rapih Jangan terburu-buru." Ucap Ichsan
"Terimakasih" warga yang diselamatkan
Akhirnya warga berhasil di evakuasi dan suasana menjadi kondusif para polisi serta pasukan Anti teror pun takjub akan aksi heroik mereka...
Di luar gedung...
"unit medis cepat, lihat ada yang terluka atau tidak" Ketua polisi menyuruh petugas medis
"utamakan kondisi warga sipil dulu" Polisi
"Pasukan masuk" pasukan Anti teror mengecek bagian dalam gedung
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Claudia
"Kami baik-baik saja" Ichsan
"Ahh itu" Ayu
Di toilet gedung perpustakaan
"Yo pak, kau sudah sadar juga?" Bayu
"Apa-apaan ini brengs**, apa yang kau lakukan?" penjahat 4
"Aku hanya mengikatmu, jadi tenang saja, aku hanya ingin menanyakan sesuatu." Bayu
"Apa sia***, lepaskan dulu" Penjahat 4
"Bapak yang sudah tua ini, kenapa melakukan hal ini?" Bayu
"Itu, karena kami ingin melakukannya" Penjahat 4
"Hee, apa-apaan alasan itu, tau gak, karena bapak saya jadi tidak bisa belajar, jadi kalau nilai ujian saya jelek nanti, berarti salah bapak yahh" Bayu
"Sia***, memangnya aku perduli" Penjahat 4
"Brengs**, padahal aku baik-baik bicaranya" Bayu tersenyum
Bayu pun menghajar habis-habisan penjahat itu sampai babak belur, saat itu juga Bayu tersadar.
"Dosa gak yah?, menghajar habis-habisan orang yang tua seperti ini, tapi sudah terlanjur ehehhehe" Bayu bingung tapi karena asik jadi lanjut
Sampai pasukan Anti teror masuk ke toilet...
"Ah akhirnya tiba juga, pak ini penjahat yang berhasil di tangkap!" jelas Bayu
"Jangan bergerak, tangan di atas, dan berlutut di lantai sekarang" Pasukan Anti teror
"Hei pak salah paham kayaknya" Bayu
"Jangan banyak bicara ikut kami ke kantor" Pasukan Anti teror
"Apa?" Bayu
Bayu di borgol dan di bawa ke luar gedung, pas tiba di luar
"Guys tolong aku, masa aku di tangkap seperti ini" Bayu
"Pfft, kenapa kau bodoh, kenapa jadi kau yang di tangkap" Claudia
"Itu salah paham" Bayu
Akhirnya Claudia menceritakan itu ke bagian pasukan Anti teror mengenai masalah di dalam sana dan orang yang ditangkap nya itu Komandan mereka
"Ahh maaf, saya kira kamu penjahatnya" Pasukan Anti teror 1 tersenyum
"Iya pak, tidak apa-apa" Bayu kesal
"Ehehe, habisnya kamu tadi membuat babak belur orang di toilet" Pasukan Anti teror
"Iya pak, itu saya dendam sama penjahat itu" Bayu
"Oh begitu" Pasukan Anti teror
Bayupun bisa bernafas lega, karena masalah yang begitu besar bisa terselesaikan dengan baik...
Di atap gedung lainnya...
"Wah hebat, teman-temanmu juga berhasil" ucap pasukan Anti teror
"Ah iya pak, ini juga berkat bapak" Anastasia
"Sepertinya aku akan memasukan anak ku tahun depan ke Akademi kalian, semoga saja diterima" Pasukan Anti teror
"Iya pak, kalau gitu kami bergabung dulu dengan teman kami" Anastasia
"Baiklah, oh ya perkenalkan nama saya Danu" Danu
"Oh iya Pak Danu, saya Anastasia, kami pergi duluan" Anastasia
Jangan-jangan Pak Danu ini?, yah nanti kita juga tau siapa pak Danu yang kita kenal selama ini ahahahhaa.
Depan gedung perpustakaan
"Bayu sini" Ichsan
"Iya" Bayu
"Tangan mu periksa dulu ke tim medis disana" Ayu khawatir
"Iya, makasih, aku akan kesana" Bayu
"Kau terluka?, apa parah?" Claudia khawatir
"Tidak ahahahha, tenang saja, tumben kau khawatir" Bayu tertawa
"Sia***, wajarlah aku khawatir, di kondisi seperti ini saja kau masih bisa tertawa" Claudia kesal
"Yasudah aku ke tim medis dulu" Bayu
"Iya" Claudia
"Bayu, kau tidak apa-apa?" Anastasia terengah-engah
"Boss kau tertembak?" Laura khawatir
Alice dan Silfia pun sama khawatir nya
"Tenang saja si bodoh itu pasti kuat" Ichsan walaupun khawatir tapi dia percaya pada Bayu
"Ahahahha seperti yang kalian lihat, aku baik-baik saja berkat kalian semua" Bayu tertawa
"Bodoh apanya yang lucu" Alice
"Ahh itu, Anastasia, Laura, Alice, Silfia makasih yah, kalian keren ahahahhaa" Bayu memuji mereka
Mereka pun senang karena dipuji seperti itu, walaupun mereka tau itu adalah tugas mereka.
"Terutama kau Anastasia, kau sadar akan kode dariku yah?" Bayu tersenyum
"Iya tentu saja" Anastasia tersenyum
"Laura juga, aku juga kaget, tiba-tiba ada penjahat yang keluar dari toilet, makasih yah" Bayu tersenyum
"itu, iya Boss sama-sama." Laura senang dan kegirangan karena di puji Bayu
"Aww pelan-pelan dok mengikat perban nya" Bayu kesakitan
"Ahh, maaf, biar gak keluar terus darahnya" jelas dokter
"iya sudah guys, aku mau di operasi dulu kayaknya, pelurunya masih menancap di tangan kiri ku" Bayu
"Ahh itu tidak usah" Dokter
"Ehh kenapa?" Bayu
"Saat kau mengobrol tadi, kami sudah mengeluarkan pelurunya, dan kau beruntung karena pelurunya tidak masuk begitu dalam kebagian kulit, jadi gampang diambilnya." Dokter
"Oh begitu, jadi aku boleh pulang?" Bayu
"Iya, tapi usahakan jangan beraktivitas berat dulu" Dokter
"Okay makasih dok" Bayu
"Iya sama-sama" Dokter
Sungguh hari yang panjang bagi Bayu dan kawan-kawannya, Claudia pun melaporkan kejadian ini ke Pak Hercules melalui telepon dan juga Chul, Nori, Lisara dan Yui sangat khawatir karena mereka mendengar kabar ini, tetapi setelah di jelaskan senior Claudia melalui perantara Pak Hercules, mereka bisa tenang untuk sesaat...
Sementara itu dalam perjalanan pulang, di dalam mobil.
"Hah, aku besok males sekolah deh jadinya" Bayu
"Oh mau di skors?" Claudia
"Yah gak gitu senior, aku beristirahat dulu kali, aku terluka seperti ini" Bayu
"Hah lemah" Ichsan mengejek
"Apa brengs**, apa kau bilang hah?" Bayu
"sudah hei" Laura
"Berisik aku mencoba untuk tidur" Alice
"Iya nih kalian ribut saja" Silfia tersenyum
"sudah-sudah lebih baik makan ice cream nihh, tadi aku beli pas kita mau pulang tadi." Anastasia
"Ahh makasih" Bayu tersenyum
"Hah kalian ini" Claudia lelah akan semua ini
Setibanya di Akademi.
Nori, Lisara, Chul, dan Yui menunggu di depan gerbang karena mereka khawatir akan kondisi temannya.
"Ahh itu mereka ngapain yah?" Ichsan
"Tentu saja menyambut kita lah" Laura
"Hei, kalian baik-baik saja kan?" Lisara berteriak
"Apa kalian baik-baik saja?" Chul
"Iya kami baik-baik saja" Bayu
Nori, Chul, Lisara, dan Yui kaget, karena melihat komandannya terluka...
"Hei Bayu kau tidak apa-apa?" Yui
"Oh ini, aku jatuh tadi" Bayu tertawa
"Apa jatuh?, kok bisa?" Yui
"Iya bisalah ahahaha." Bayu tertawa
"Yang benar saja kau" Chul
"Hah dia kena tembak, karena tidak hati-hati" Ichsan menjelaskan
"Apa?" Mereka ber 4 kaget
"Ahahaha tidak apa-apa, tadinya aku berniat menyembunyikan ini dari kalian ber 4, pasti kalian bakal menyalahkan diri kalian sendiri ahahahahah" Bayu tertawa
"Bodoh, kau pikir kami tidak khawatir hah?" Nori
"Yaa maaf Ehehhe" Bayu
"Berisik sia***, kau harus berhati-hati makanya" Nori kesal sambil memegang bekas luka tembakan yang ada di tangan Bayu
"Aww sakit Nori, yasudah kita kembali ke barak dan beristirahat, sungguh hari yang melelehkan." Bayu
"Ahh Bayu, kau disuruh melapor ke Pak Hercules dulu" Claudia
"Apa?, aku ingin beristirahat, lelah sekali" Bayu
"Berisik, itu perintah" Claudia
"Iya, iyaa, berisik nenek sihir deh" Bayu secara tidak sadar bilang seperti itu
"Apa?, nenek sihir?, awas kau yah!" Claudia marah
Bayupun lari menuju tempat pak Hercules...
"Tidak usah dipikirkan kalian ber 4, komandan kita kan memang seperti itu, jadi sudah sewajarnya kita melakukan apa yang kita bisa" Ichsan
"Tapi misalkan kemarin kami ikut, setidaknya kami bisa membantu juga" Chul
"Sudah, lebih baik istirahat, kalau kalian ber 4 merasa bersalah, lakukan lah apa yang ingin kalian lakukan untuk membantu Komandan kalian, lihat sekarang dia butuh apa" Ichsan
"Itu" Lisara tidak tau
"Dia butuh belajar karena sebentar lagi sudah ujian naik tingkat 2" Alice
Seketika mereka ber 4 dapat ide...
- **To Be Continued -
Next : Ujian**