The Journey About A Man With Himself

The Journey About A Man With Himself
Love Is Complicated



Momen yang begitu indah, hari yang begitu panjang dan melelahkan, walaupun banyak hal yang terjadi, tapi semuanya berhasil terlewati dengan baik sebelum hal yang ditunggu-tunggu tiba secara bersamaan...


Kantin Akademi.


"Ahh Alice, kamu disini ternyata." Pria misterius


Alice pun hanya terdiam tanpa sepatah kata apapun.


"Hei Alice, kamu kenal padanya?, kenapa kamu gak jawab dia?" tanya Bayu sambil heran


"Itu, itu tunangan ku" ujar Alice dengan panik


Seisi kantin pada terkejut termasuk Bayu, Laura, Anastasya, Ayu, serta para anggota Resimen.


"APAAAAAAAAA!!!!!"


"Huhuhu, kenapa kalian terkejut seperti itu?" pria misterius keheranan


"Tidak apa-apa hanya terkejut saja perihal ini." Jawab Bayu


"Oh begitu, jadi Alice kenapa kamu masuk sekolah militer seperti ini sih, seharusnya perempuan secantik kamu tidak ikut seperti ini, lebih baik kamu memanjakan dirimu saja, kamu ikut aku pulang ke Denmark yuk?" pria misterius dengan tersenyum


"Itu, aku memang mau sekolah disini." Jawab Alice


"Tidak bisa dong kamu harus ikut aku, ayo kita pulang ke Denmark" ujar pria misterius sambil memegang tangan Alice


"Lepaskan, lepaskan tanganku" Alice kesal


Di satu sisi Bayu hanya menonton dan berbicara di dalam hati (merepotkan banget yah, tapi aku sudah janji sama tuan putri).


"Ahhhhh merepotkannnn!!!" Bayu kesal


Bayu menghampiri mereka berdua dan melepaskan tangan si pria misterius itu dari si Alice.


"Aduh om, jangan kasar-kasar dong sama perempuan!" ucap Bayu sambil meledek


Alice pun terkejut


"Om?, om katamu?, coba kau bilang sekali lagi!" ucap pria misterius


"Iya paman, paman jangan kasar begitu, kan paman lihat sendiri, kalau Alice tidak mau ikut dengan paman." Bayu


"Brengs** kau yah!" ucap pria misterius dengan sangat kesal


"Hee kenapa paman kesal seperti itu?" tanya Bayu


"Hahh, perkenalkan namaku Edward Van Dugh, aku putra mahkota kerajaan Luxembourg, umurku 21 tahun, ingat itu yah sia***" ucap Edward


"Edward Van Dog?, Dog?, Doggy, pffft, ahahhahhaha" Bayu tertawa


Dan seisi kantin pun ikut tertawa termasuk Alice tersenyum walaupun dia sedikit kurang nyaman karena kedatangan Edward.


"Sia*** kau yah, namaku Edward Van Dugh, bukan dog, awas saja kau yah" ucap Edward dengan malu, karena namanya jadi bahan tertawaan


"Ehehehe, paman ah maksudku kak, kenapa kakak memaksa Alice pulang, biarkan dulu dia melakukan pendidikannya!" ucap Bayu dengan tersenyum


"Kakak?, kau kira aku aku kakakmu sia***, apa urusanmu menanyakan tentang itu?, kau tidak berhak ikut campur urusan orang lain" Edward dengan kesal


"Oh gitu yah, hmmmm" Bayu


"Kau dari tadi membuatku jengkel yah, memangnya kau siapa sia***?" Edward kesal


"Aku?, aku siapa yah?, ehehehehe" jawab Bayu dengan tersenyum


"Brengs** yah kau lama-lama" Edward sudah naik darah


"Tenang dong kak, perkenalkan namaku Bayu Adjie, aku ini temannya Awwww, awwwww" Bayu menjawab dengan kesakitan


Ternyata Alice mencubit pinggang Bayu dengan sangat kencang.


"Dia, dia pacarku disini, selama satu tahun aku berpacaran sama dia, semenjak aku masuk di Akademi ini." Alice menjelaskan


Bayu dan Edward terkejut


"Apaaa!!!"


Dan juga seisi kantin ikut terkejut, tentu saja Laura tau akan semua ini, dia sangat kesal seakan ingin menghancurkan semua orang di Akademi itu.


"Apa?, dan kenapa kau ikut tekejut juga brengs**" tanya Edward


"Iya akupun terkejut kak." Jawab Bayu


Alice menginjak kaki Bayu dengan sangat kencang, dan memberi kode ke Bayu...


"Ahhh iya, benar aku pacarnya Alice bahkan aku sudah bersumpah sehidup semati" ucap Bayu dengan suara lantang


"Apa???, sehidup semati?, Alice kamu bercanda kan?" tanya Edward


Alice hanya terdiam dan membuang muka, tidak ada respon dari Alice


"Tuan muda sudah waktunya" pengawal dari Edward


"Breng***, kau Bayu Adjie akan ku ingat wajah kau, hari ini aku mengalah dulu sia***, jangan pikir aku menyerah." Ucap Edward yang sedang marah


"Ahh iya kak, tenang saja, aku akan menjaga Alice sepenuh hati" jawab Bayu dengan mengejek


"Sia***" Edward


Lalu Edward pun pergi meninggalkan kantin dan dia nampaknya sangat marah...


"Wahh benar-benar tuan muda yah, lihat itu ada pengawalnya, keren" ucap Bayu dengan kagum


Bughh, pala Bayu di tinju oleh Alice


"Awww, apa salahku Alice?" tanya Bayu


"Kau ini yah brengs**, lain kali liat kondisinya, jangan asal menjawab, seharusnya kau ingat janji kita." Alice kesal


"Ehehhehe, aku lupa, maaf yahh" jawab Bayu dengan entengnya


"Rawrrr kau ini, haaa, iya tapi makasih yah, berkat kau dia pergi" Alice


"Tentu saja, siapa dulu, hehehehe" Bayu dengan sombongnya


"Dasar bodoh, seharusnya hewan peliharaan itu berperilaku seperti peliharaan bukan begitu Bayu?" Alice tersenyum


"Ahh itu, ehehehehe" Bayu ketakutan


"Hehehehe" Alice


"Yoshhaaa, saatnya melanjutkan pesta makan kita guys, hidup Putri Alice" Bayu bersorak


Para anggota Resimen ikutan bersorak dan mereka lanjut makan di kantin, karena tadi ada drama jadi mereka belum makan...


Setelah selesai dari kantin mereka semua memilih untuk beristirahat ke kamarnya, dan bersiap untuk menghadapi hari esok yang lebih berat, sampai Bayu bertemu dengan Ayu di lorong perpustakaan Akademi.


"Yoo Ayu" sapa Bayu


"Ahhh Bayu, iya" jawab Ayu


"Kamu kenapa Ayu?, tidak seperti biasanya?" tanya Bayu


"Itu, hanya saja aku" jawab Ayu dengan sedih


"Hahhhh, jangan terlalu dipikirkan, lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan dan apa yang menurutmu benar!" Bayu dengan tersenyum


"Maksudnya?" Ayu bertanya


"Yahh maksudku, jangan murung seperti itu, aku yakin ada hal yang hanya bisa kamu lakukan seorang diri, tanpa orang lain bisa melakukannya, seharusnya kamu tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri seperti itu Ayu" jawab Bayu dengan tertawa


"Hmmmm, begitu yah?, tapi aku merasa kurang karena aku belum bisa melindungi apa yang harus ku lindungi" jawab Ayu


Bughh pala Ayu dipukul Bayu


"Aww sakit, apaan sih?" Ayu kesal


"Kan sudah kubilang sebelumnya bodoh, yasudah aku pergi dulu yah" Bayu


"Kamu mau kemana?, bukannya barak kearah sebaliknya yah?" Ayu


"Ahahaha tentu saja, melihat kondisi silfia" Bayu


"Oh begitu, aku juga tadi udah menjenguk dia" Ayu


"Yasudah ahh, istrihat sana" Bayu mengusir Ayu


"Iyaa, Iyaaa aku duluan" Ayu tersenyum


"Iya" Bayu


Di dalam hati Ayu, seketika membara dan ingin melakukan hal apa yang menurutnya benar, dia ingin belajar ilmu beladiri, medis dan hal-hal yang bersangkutan di dunia militer, Ayu pun menjadi sosok yang kuat nantinya...


Saat Bayu menuju UKS Akademi untuk menjenguk Silfia, dia melihat Edward dari ruangan guru, dan firasat Bayu tidak enak saat itu juga, dia mecoba positif thinking lalu pergi begitu saja menuju UKS.


Setibanya di UKS...


"Yoo Silfia" sapa Bayu


"Heh?, komandan" Silfia terkejut


"Hehehe, bisa berhenti panggil aku komandan?, panggil saja aku Bayu" Bayu tersenyum


"Itu, tidak sopan" Silfia


"Bodoh apanya yang tidak sopan, kau dan aku seumuran" ujar Bayu


"Ahh itu, di keluargaku, aku di ajarkan tatakrama seperti itu, walaupun dia seumuran denganku, tapi dia memiliki kedudukan lebih tinggi dari kita, kita harus seperti itu." Silfia menjelaskan


"Ribet dehh, keluarga bodoh mana yang seperti itu" Bayu


"Apa?, bodoh?, keluarga ku?, maksud kau keluarga ku bodoh?" Silfia marah


"Ahhahaha itu, maaf, maksudku tidak usah seperti itu, aku tidak memikirkan statusku, ehehhehe" Bayu panik


"Haa Iyaaa" Silfia


Dalam hati Bayu, bukankah pas pertama bertemu dia sebagai perempuan yang aneh, tapi kalau dilihat lagi ternyata cantik juga yahh, haaaa semua anggota BANPEKER cantik-cantik sayangnya pada sadis, padahal kalau tidak sadis, aku pengen bikin Harem seperti di anime-anime, begini amat yah...


"Bayu, Bayu, heiii, kenapa kau diam saja?" tanya Silfia


"Ahh maaf, aku kepikiran sesuatu" Bayu


"Oh begitu" Silfia


"Oh ya gimana kondisi luka mu apa sudah baikan?" tanya Bayu


"Iya ini, kata dokter cukup beristirahat seharian penuh saja" Silfia


"Oh gitu baguslah, ini aku sempat beli roti di kantin, ini makanlah" Bayu sambil tersenyum


"Ahh iya makasih, kebetulan aku belum makan dari siang" Silfia


"Iya, makasih juga yah sudah melaksanakan tugas mu sebaik mungkin, dan juga aku dengar semuanya dari yang lainnya, terimakasih yah" Bayu tersenyum


"Ahh itu" Silfia malu dan pipinya merah


"Yasudah istirahat lah, cepat sembuh, aku balik dulu ngantuk" Bayu


"Iya" Silfia tersenyum lebar


Dalam hati Bayu, apa-apaan itu senyumnya, jantungku berdebar-debar sia***, apa ini cinta pada pandangan pertama?, tidak mungkin, besok aku harus cek ke dokter kayaknya, sia*** aku harus sadar tidak boleh membawa perasaan pribadi pada teman seperjuangan...


Bayu pun menuju kamarnya dan beristirahat dengan sangat damai...


Tiba keesokan harinya...


"Hey, bangun bodoh" Alice


"Hmmmm" Bayu masih tertidur


"Bodoh bangun sia***" Alice


Bugh Bayu dipukul Alice


"All, Alice gimana kamu bisa di kamarku? Bayu terkejut


"Ahh itu tidak penting sia***, Edward menungguku di depan Asrama putri, jadi aku kabur lewat pintu belakang dan menuju kesini" Alice menjelaskan


"Oh gitu, yasudah aku mandi dulu deh kau tunggu saja di luar" ucap Bayu


"Tidak, nanti ketahuan aku disini." Alice


"Ehehhehe segitunya kamu mau melihat diriku ini saat aku mandi, kyaaaa Alice mesum" Bayu mengejek


Bughh duaghh Bayu di tendang oleh Alice


"Iyaa berisik" Bayu


Beberapa menit kemudian...


"Yasudah mari keluar dari jendela kamarmu, karena kamarmu paling dekat dengan jalan keluar asrama laki-laki" Alice


"Iya" Bayu


Mereka pun berjalan menuju kelas dan menghindar dari Edward dan para pengawalnya, setibanya di kelas...


"Hohohoho" Bayu tersenyum lebar


"Apa-apaan ini?, oh ya aku lupa, acaranya hari ini yah?" Alice


"Bagaimana Bayu kau suka kan?" Ichsan


"Hohohoho, paradise" Bayu kegirangan


"Hehehehe keren kan dekorasi ku serta baju maidnya" Ichsan bangga


Mereka berdua pun saling bahagia dan berpelukan...


"Si bodoh itu" Nori


"Yasudah aku akan dandani kalian satu persatu" Lisara


Para siswa yang menjadi Maid pada di dandani oleh Lisara


"Wow kau cantik sekali Chul" Bayu kagum


"Berisik, jangan tatap aku mesum, aku tidak tau hobimu seperti apa, jadi menjauhlah sia***" Chul kesal


"Galak sekali dehh" Bayu tersenyum


"Kau sebaiknya jangan menggoda Chul" Silfia


"Silfia kau juga cantik, pangling aku" Bayu tersipu


"Ahahhaha, makasih, dan ini pertama kalinya aku pakai, pakaian feminim seperti ini" Silfia tertawa


Anggota BANPEKER lainnya tiba menggunakan baju maid, Bayu seketika pingsan saat itu juga dan bilang "Aku bisa mati kegirangan, paradiseeeee"...


Akhirnya Maid Caffe pun dibuka, sesuai arahan masing-masing, kafenya berjalan lancar, dan aku Bayu menjadi tukang promosi di akademi, aku yang membagikan brosur, sampai dimana kenangan terburuk itu tidak bisa kulupakan selama umur hidupku.


"Hei, bukankah baju Maid ini masih ada satu pasang?" tanya Pitaloka


"Oh ya masih ada kok, kenapa memangnya?" tanya Lisara


"Hmmmm?" Ichsan


"Ehehhehhe, kalian taukan apa maksudku?, bukankah dia sangat suka semacam hal seperti ini?, sebaiknya kita pakai kan baju maid ini kepadanya!" Pitaloka tersenyum dengan niat terselubung


"Bagus juga" Alice


Saat itu juga Anggota BANPEKER satu pemikiran dan ingin melakukan apa yang Pitaloka usulkan.


"Silahkan kak, kami membuka maid caffe, silahkan datang ke tempat kami" Bayu menyebarkan brosur


"Hei Bayu, sini deh" Ichsan


"iya kenapa Ichsan?" Bayu


"Kau di panggil Alice sana, di tunggu di ruang ganti" Ichsan


"Apaan aku lagi nyebar brosur, nanti saja" Bayu


"Haa kau ini, biar aku saja sini" Ichsan


"Ehh yasudah kalau maksa, haa kenapa sih tuan putri, ribet deh" Bayu kesal


"Yasudah sana" Ichsan


Dalam hati Ichsan, hihihihi Mampu* kau Bayu huahhahahahhaha.


Saat Bayu tiba di ruang ganti...


"Hei Alice ada apa?" Bayu


"Oh itu, sini sebentar" Alice


"Apaan sih, aku tidak bisa masuk ke ruang ganti perempuan, jadi cepat ada perlu apa" Bayu kesal


Bughh Bayu di dorong dari belakang oleh Lisara, Pitaloka, Chul dan Nori.


"Apa-apaan kalian, kenapa ini?" Bayu


Cekrek, pintu ruangan ganti terkunci


"Hei kenapa kalian diam saja?" Bayu panik


Kemudian Chul mengeluarkan baju maid nya, Nori,Pitaloka, dan Alice menahan Bayu, dan Lisara akan merias wajah Bayu..


"Hei, hei ini tidak lucu, kumohon jangan, jangan lakukan" Bayu panik


"Sudah, nikmati saja" Lisara tersenyum


"Tidak, jangan, kumohon jangan" Bayu sudah panik berat


Chul mengambil alat cukur, dan menyukur semua bulu kaki Bayu.


"TIDAKKKKKKKK!!!!!!" Bayu berteriak


Setelah selesai melakukan operasi dan misi sukses, semua teman sekelas tertawa pada Bayu, dan Bayu tetap melakukan tugasnya sebagai penyebar brosur.


Dalam hati Bayu, sia*** mereka semua awas saja nanti aku akan balas dendam, Hikss Hikss...


"Silahkan kak brosurnya" Bayu


"Ahh terimakasih" Claudia


Hee, Claudia,Bayu dan juga Fay terkejut...


"Ahahhahahaha apa-apaan ini?" Fay tertawa sangat kencang


"Ahahhahahaha" Claudia pun tertawa


"Itu, hehehe, ahhhh masa mudaku ilang" Bayu sedih


"Yasudah Nona, aku mau ke Caffe mu dulu" Ucap Claudia


"Iya silahkan" Bayu tidak semangat


"Go, go go, semangat Bayu, okay" Fay


"Iya senior" Bayu


Saat membagikan brosur tentu saja ada momen dimana semuanya tidak bagus untuk Bayu, apalagi Bayu jadi Crossdresser (baju yang dipakai berlawanan dengan jenis kelaminnya sendiri).


"Permisi nona, apa ini arah ke tempat maid caffe?" Edward


"Iya itu benar, silahkan brosurnya" Bayu


Bayu terkejut ternyata itu Edward, dalam hati Bayu, sia*** orang yang tidak mau aku temui malah muncul.


"Oh begitu, terimakasih yah" Edward tersenyum dan meninggalkan Bayu


Dalam hati Edward, wajahnya terlihat familiar bagiku, tapi dimana yah?.


"Dia tidak menyadariku kah?, bagus sekali yeayy" Bayu


Bayu melanjutkan tugasnya...


Saat itu Ichsan menghampiri Bayu, kalau keadaan di kelas kacau, karena kedatangan tunangan si Alice, membuat seisi kelas jadi ramai, dan kurang kondusif.


Bayu pun menuju kelas...


"Hei ada apa lagi ini?" Bayu


"Kau?, nona yang di depan tadi?" Edward


"Bodoh (Bayu melepas wig rambutnya), ini aku Bayu" Bayu


"Apaaa?" Edward sangat terkejut


"Jadi ada apa ini?" tanya Bayu


"Aku, aku tidak tahu kau punya hobi seperti ini si****" Edward merasa jijik dengan Bayu


"Apa?, kau kira aku suka hah?" Bayu


"Tidak tau, bodo amat, Alice ayo kita pulang sekarang" Edward


Edward menarik tangan Alice sangat kencang, dan Alice mencoba melawan tapi tidak bisa.


"Hei hentikan itu, Alice tidak suka kalau dipaksa seperti itu" Bayu


"Berisik" Edward


"Haaa kau sudah merusak suasana kelasku hari ini, membuat teman ku tidak nyaman, dan mengacaukan acara yang kubuat bersama teman-temanku." Bayu


"Terus apa urusannya brengs**" Edward


"Kau tau sia***, dari kemarin aku masih bersabar, setidaknya hari ini aku ingin santai, tapi sejak kedatangan kau, suasananya jadi berubah" Bayu marah


"Haaa, memangnya aku perduli sia***" Edward


"Teman-teman sementara Caffe tutup dulu" Bayu


Bayu berlari menghampiri Edward dan memukul wajahnya dengan keras...


"Kau tau apa yang kau lakukan brengse*" Edward marah


"Tuan Muda kau tidak apa-apa?" pengawal


Para pengawal mengepung kelas D


"Alice tetap di belakang ku" ucap Bayu


"Sia***, kau pikir kau siapa hah?" Edward


"Aku?, hahahaha, perkenalkan aku Komandan BANPEKER (Badan Pengawas Kekerasan) di Akademi ini Bayu Adjie, jadi mohon kerjasamanya kak" Bayu tersenyum


"Apa?, kau komandannya?, kau orang yang di pilih Claudia?" Edward


"Ahh aku tidak perduli, kau kenal dengan Claudia atau tidak?, yang jelas kau sudah mengusikku dan teman-temanku" Bayu


"Sia***, hajar dia" Edward menyuruh pengawalnya


Bughhh Ichsan berhasil menumbangkan 2 orang pengawal


"Kau ini yah, kebiasaan" ucap Ichsan


"Ahahhahaha, maaf aku terbawa suasana, Kalian jangan diam saja, gunakan Ban lengan kalian guys" Bayu berteriak


Anggota BANPEKER : Siap Komandan!!!


"Alice, kamu juga anggota BANPEKER?" Tanya Edward


"Iya" Alice menjawab dengan tegas


Ternyata Claudia dan Fay ada di kelas itu dan melihat saja


"Hei senior Claudia, inikan faktor eksternal yah?, berarti aku boleh membantai mereka semua kan?" Bayu


"Hah, jangan seperti itu, secukupnya saja" Claudia


"Huhuhu aku tidak bisa janji" Bayu tersenyum


"Hajar mereka semua" Edward


Hiat bugh bughhh duagh, anggota BANPEKER dan para pengawal pribadi saling baku hantam....


"Yoo kak, akhirnya kita berduaan saja nih" Bayu


"Sia*** kau yah" Edward


"Sini dong maju sia***" Bayu mengejek


Edward berduel dengan Bayu, dan Edward jago dalam hal ilmu bela diri, dia juga merupakan lawan yang lumayan sulit bagi Bayu...


- TO BE CONTINUED -


Next : Duel