
Hari yang tenang dan begitu indah.
Beberapa menit sebelum peristiwa di Perpustakaan negara.
Di asrama putri...
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?, apa sebaiknya kita ikut Bayu tadi pagi?" tanya Yui
"Tidak usah, Bayu juga bersama yang lainnya, kalau kita ikut tidak ada yang jaga di akademi ini." Nori memperjelas
"Bukannya ada Resimen?" Yui yang bertanya dengan penasaran
"Resimen kalau hari libur, mereka ikut libur juga, kalau kita harus berjaga terus menerus bukankah begitu Chul?" Nori
"Iya, dan sekarang Silfia lagi patroli sekitar Akademi" Chul
Di saat suasana yang tenang itu, tiba-tiba Silfia masuk ke dalam Asrama putri dan memberikan berita yang mengejutkan bagi mereka.
"Guys, Bayu dan yang lainnya di jadikan sandera di perpustakaan negara!" Silfia dengan nada panik
"Apa?" Yui, Chul, Nori, mereka terkejut mendengar itu
"Iya, aku juga kaget tadi setelah mendengarnya" Silfia
"Kau tau dari mana?" Nori bertanya dengan nada tenang
"Aku mendengarnya dari Pak Hercules tadi, dia sedang menelpon seseorang, dan aku tidak sengaja menguping pembicaraan nya." Silfia
"Oh begitu." Nori
Nori seketika lari menuju ruangan Pak Hercules, untuk memastikan apa yang di bilang Silfia benar atau tidaknya.
"Hei tunggu sebentar Nori!" Chul berteriak sambil mengejar Nori
"Hei tenang dulu." Yui juga lari mengikuti Nori
"Bagaimana bisa aku tenang sia***." Nori sudah mulai emosi
"Nori tunggu" Silfia
Setibanya di depan kantor pak Hercules...
"Permisi pak" Nori
"Iya, silahkan masuk" Pak Hercules
Nori, Chul, Ayu, dan Silfia berada di ruangan pak Hercules untuk memastikan kebenarannya, dan pak Hercules sudah bisa menebaknya.
"Tenang saja, aku sudah mengirimkan Pasukan Anti-teror." Jelas pak Hercules
"Apa?" Nori panik
"Seperti yang kalian tau, itu semua benar dan aku memberikan misi kepada Bayu dan mereka yang terlibat." Pak Hercules
"Apa?, bapak kan tau kita ini masih Cadet, belum sepenuhnya menjadi Prajurit, dan juga mereka yang disana belum ada pengalaman bertempur secara nyata pak!" Nori berteriak dengan suara sangat lantang
"Tenangkan dulu dirimu Cadet Nori, kau harusnya tau, bukan, seharusnya kau yang lebih tau, kalau sudah masuk ke Akademi ini, segala resiko apapun kalian harus bisa menghadapinya, terutama kalian BANPEKER." ucap Pak Hercules
"Tapi pak, apakah kami bisa menyusul kesana?" Tanya Silfia
"Tidak, aku tidak bisa mengirim lebih banyak orang lagi." Pak Hecules menjelaskan
"Apa?, sia***, kalau begitu apa yang harus kita lakukan?" Nori emosi
"Tenangkan dirimu dulu Nori" Chul mencoba menenangkan Nori
"Apa?, tenang?, aku tidak bisa tenang brengs**, mereka sedang di antara kehidupan dan kematian, kau suruh aku tenang hah?" Nori emosinya meluap
Nori marah kepada Chul dan meluapkan segala emosinya...
"Tenang saja Cadet ku yang cantik-cantik, kau kan tau siapa komandan kalian, dan disana juga ada Claudia." Pak Hecules mencoba menenangkan mereka yang disana
"Berisik kau sia***, dasar tua bangka tidak berguna!" Nori kesal dan mengejek pak Hercules
"Apa?" Pak Hercules sakit hati dan hanya bisa terdiam
"Iya benar juga yah ada Bayu dan Senior Claudia" Yui mencoba berfikir jernih agar suasana kondusif
"Hahh, justru itu yang aku khawatirkan juga, Bayu dia merupakan orang biasa, berbeda dengan kita yang dari kecil di didik untuk mengahadapi kondisi seperti ini, sia***, aku tambah menjadi kesal" Nori emosinya tambah meluap
"Huhuhu, kau tidak mengenal sepenuhnya tentang Bayu, kalau kau salah menilai orang bisa bahaya loh" tiba-tiba muncul Fay di ruangan pak Hercules
"Hah, tapi senior, aku harus kesana" Nori
"Kau ini, sudah tunggu saja, kita percayakan saja pada mereka." Fay tersenyum
Saat perbincangan yang tiada akhirnya, ada info penting dan kabar baik, Senior Claudia menelpon Pak Hercules dan memberitahukan kondisi sudah kondusif dan berhasil di ambil alih.
"Iya?, terimakasih dan kerja bagus" Pak Hercules berbicara di telepon
Yang di ruangan pak Hercules pada keheranan
"Seperti yang kalian dengar dariku, misi mereka berhasil, dan tidak ada korban jiwa sama sekali." Pak Hercules
Mereka semua bisa bernafas lega, setidaknya untuk saat ini.
"Dan juga yang menyelesaikan misi ini adalah kalian para BANPEKER, aku bangga sama kalian semua, terutama komandan kalian, dia yang mengambil alih semuanya." Pak Hercules tersentuh dan tersenyum
"Apa?, Bayu?" Nori sudah bernafas lega, dan masih tidak percaya
"Hei, mereka sudah mau sampai, aku ada pesan dari Claudia, yuk kita tunggu di depan gerbang" Ujar Fay dan dia menerima pesan dari Claudia
Mereka semua pun bergegas menuju gerbang utama Akademi...
"Aku di tinggalkan sendiri, yah tidak ada yang bisa kulakukan sebagai orang tua" Pak Hercules sedih
Seperti yang kalian tau seperti di Chapter sebelumnya, mereka berempat, Yui, Chul, Nori dan Silfia menyalahkan diri mereka masing-masing, karena tidak ikut bersama Bayu dan yang lainnya, terutama Nori yang merasa sangat bersalah setelah melihat Bayu yang terluka, karena dia tau kalau Bayu bakal melakukan hal bodoh dan gila di luar nalar manusia, dia berharap bisa menebusnya.
Tiba hari esok...
Lorong menuju kelas D...
"Hah, suasana yang begitu indah, akhirnya bisa bernafas lega untuk sementara ini, dan aku bisa bermalas-malasan deh, ehehe" Bayu dengan rasa puas dan percaya diri
"Bermalas-malasan?, apa yang kau pikirkan bodoh." Nori
"Yo Nori, apa kabar?, pagi-pagi begini sudah mengkerutkan wajah mu saja" Bayu tersenyum
"Hah, kau memangnya tidak tau?" Nori
"Hmm apa yah?, aku tidak tau" Bayu heran
"Hah, Minggu depan sudah ujian akhir dan kita akan naik tingkat 2" Nori menjelaskan sambil menghela nafas
"Apa?" Bayu terdiam dan membeku
"Yasudah aku duluan" Nori tersenyum
Disitu Nori melihat lengan Bayu yang terluka dan merasa bersalah akan kejadian kemarin.
"Hai Bayu" Pitaloka dan Ayu menyapa Bayu, dan mereka berdua heran kenapa Bayu terdiam saja di depan Kelas
"Apa yang terjadi sama Bayu?" tanya Alice
"Oh itu, dia tidak tau sebentar lagi ada ujian akhir, dan dia seperti itu dari tadi." Ucap Nori
"Ahahhaha si bodoh" Alice tertawa
Seperti biasa kegiatan hari ini, belajar, latihan fisik, dan apel sore sebelum kembali ke asrama masing-masing, dan Bayu hanya jalan tanpa arah, seperti kehilangan tujuan hidup.
"Target berhasil di temukan." Silfia
"Kalau begitu cepat tangkap dia" Chul
"Heh?" Bayu terheran
"Yo, Bayu ikut kami dengan tenang oke" Yui tersenyum sambil memborgol kedua tangan Bayu
"Tunggu sebentar, apa-apaan ini?" Bayu tersadar dan panik
"Sudah ikut saja sia***, kau tinggal diam saja" Chul
"Apa maksudnya?, kenapa tanganku di borgol seperti ini?" Bayu panik
"Berisik, tutup mulutnya pakai lakban ini" Silfia
"Ikat juga kakinya" Chul
"Hah, akhirnya tenang juga" Yui
"Lapor komandan kami berhasil menangkap target" Chul berbicara melalui walkie talkie
"Yasudah kita angkat Bayu sekarang" Silfia
Bayu panik dan kebingungan, dia merasa kalau dia akan di bunuh, atau akan di jual ke pasar gelap, mungkin aku akan di jual di tempat perdagangan manusia dan dijual organ tubuhku ini, Bayu panik setengah mati, dan tidak bisa berbicara karena mulutnya di tutup lakban.
"Ahh itu, Bayu mau di bawa kemana?" Alice
"Oh itu, biarkan saja, memang harus seperti itu" Anastasia menjelaskan
"Oh Ahahhaha, aku tau" Alice tersadar
"Iya, yasudah kita ketempat latihan" Anastasia
Setibanya di ruangan khusus, Bayu di taruh disana dan di lepaskan satu persatu borgol dan lakban yang mengikat dirinya.
"Apa-apaan ini, tanganku sakit ini" Bayu merintih kesakitan
"Ahh, maaf, kalau tidak seperti ini kau tidak mau datang pastinya" Nori menjelaskan
"Iya, memangnya ada apa kau sampai bawa aku seperti ini?" Bayu
"Ah itu, apa sebaiknya aku lakukan sendiri saja belajarnya, aku berjanji akan mendapatkan nilai yang memuaskan, tenang saja kalian okay." Bayu merasa takut karena aura Nori yang ingin membunuh mangsanya
"Tidak bisa dong, kami sudah berusaha untuk memperbaiki mu komandan" Chul tersenyum jahat dan memegang pundak Bayu
"Hmmm, aku kan komandan kalian, dan perintah komandan itu mutlak bukan begitu?" Bayu mulai mencari alasan karena panik
"Aku sudah izin ke Senior Claudia dan Pak Hercules katanya tidak apa-apa, untuk kebaikan bersama juga" Silfia tersenyum
"Aku juga sudah meminjam ruangan Club ini dari tingkat 3, dan mereka setuju selama seminggu ini akan dipakai untuk pelatihan khusus." Yui mejelaskan dengan penuh rasa bangga
"Apa, seminggu?" Bayu tambah panik
"Iya, karena Minggu depan sudah ujian, sudah cukup basa basinya sia***, waktunya belajar" Nori tersenyum jahat
"Ah aku sakit perut" Bayu mencari alasan
"Tidak ada alasan, kau selama seminggu ini setiap akhir kelas, harus hadir di tempat ini, jika tidak hadir, kami akan menjemput paksa kau, dengar itu Bayu" Chul tersenyum
"itu, apa tidak ada istirahat?" Bayu
"Tidak ada, terkecuali aku yang mengizinkannya" Nori
"Hahhhhhh, tolong!!!" Bayu berteriak
Akhirnya pelatihan khusus yang seperti neraka bagi Bayu berjalan selama satu minggu tanpa henti dan tanpa istirahat membuat Bayu menjadi seperti bonekanya Nori, karena Bayu hanya mematuhi perintah Nori seorang, seperti di cuci otaknya dan jika menolak perintah Nori, akan membuat Bayu kesakitan, entah hukuman apa yang di berikan kepada Bayu oleh Nori.
Tiba hari ujian akhir, di kelas D...
"Nampaknya kau sudah belajar dengan baik yah?" Ichsan bertanya
"Apanya brengs**, aku seperti di neraka" Bayu menjelaskan dengan tatapan mata kosong
"Hahaha, masa sih" Alice tertawa
"Boss kenapa kau seperti itu?" Laura bertanya
"Tidak tau, aku juga seperti orang lain kemarin-kemarin." Bayu juga bingung
"Ah Bayu, semangat yah ujian hari ini" Nori tersenyum kepada Bayu
"Iya makasih" Bayu ketakutan setiap melihat Nori
"Kau ini seperti melihat hantu saja" Ichsan meledek
Di saat berbincang yang tidak penting itu, pengawas memasuki kelas D dan memberikan selebaran ujian yang akan di selesaikan para Siswa atau Cadet.
"Iya, Para Cadet sekalian, saya harap bisa mengerjakan soal ujian dengan tenang, dan jangan menyontek kalian akan merasakan akibatnya nanti, dan juga kalau ada dapat nilai merah, kalian tidak bisa pulang bertemu keluarga kalian, jadi selamat mengerjakan, jadi lakukan secara teliti jangan terburu-buru menjawab soal ujiannya, terutama kau Bayu, aku sudah mendengarnya, semester kemarin kau tidak pulang kan?" Bu Bianca menjelaskan dan bertanya
"Ah itu, iya ibu, saya akan berusaha untuk menebus kesalahan kemarin" Bayu
"Bagus, jadi selamat mengerjakan" Bu Bianca
Begitu Bayu melihat soal ujiannya, tanpa sadar Bayu mengetahui jawaban dari setiap pertanyaannya...
"Apa ini?, kok aku bisa mengerjakan dengan mudah, aku bisa ingat ini sama persis dengan yang aku pelajari dari Nori, Chul, Yui, dan Silfia" Bayu heran dan menjadi semangat
Dari bangku belakang Nori tersenyum melihat Bayu yang berbeda dari biasanya, dan dia yakin kalau Bayu bakal lulus kali ini, Yui, Silfia, dan Chul merasakan hal yang sama seperti Nori
Ujian akhir semester diadakan selama 5 hari, mereka pun tiba dimana hari pengumuman hasil ujian yang ditunggu-tunggu.
"Selamat pagi semuanya, selamat kalian semua lulus, dan selamat juga untuk Bayu, kau juga lulus jadi nikmati waktu istirahat mu" Ibu Bianca tersenyum
"Horeeee" Bayu kegirangan
"Ahahaha lulus juga dia" Alice tertawa
"Nori, Yui, Silfia, Chul, Aku cinta kalian semua, terimakasih aku akhirnya bisa pulang, hahahaha." Bayu kegirangan dan berteriak seperti itu di kelas
"Bodoh, jangan berkata seperti itu" Nori malu
"Kau ini" Chul
"Biarkan dia selebrasi untuk kali ini" Silfia tersenyum
"Ahahhahah" Yui tertawa
"Hiks hiks, makasih yah Nori, Silfia, Chul, Yui, aku sayang kalian, nanti mohon bimbingannya lagi yah" Bayu tersenyum dan terharu
"Berisik, sia*** jangan buat keributan seperti itu" Nori kesal
Laura mendengar itu dari Bayu juga kesal, karena dia merasa tidak bisa membantu apa-apa dan juga iri akan perkataan Bayu yang bilang (Aku cinta dan sayang kalian), sungguh Laura ingin menghancurkan kelas jadinya.
"Sudah cukup biar aku umumkan peringkat di kelas D ini, dan aku juga cukup terkejut akan hasil ini, semuanya di isi anggota BANPEKER" Ibu Bianca menjelaskan
"Apa?, jangan-jangan aku peringat 1" Bayu percaya diri
"Baik ini hasilnya" Ibu Bianca
Ranking kelas D :
1.) Ichsan
2.) Nori
3.) Alice
4.) Anastasia
5.) Laura
6.) Chul
7.) Silfia
8.) Yui
9.) Ayu
10.) Pitaloka
11.) Lisara
Dan seterusnya.....
"Ah aku ke 11 lagi deh" Lisara kecewa
"tidak apa-apa" Pitaloka tersenyum
"Iya, aku akan berjuang lagi" Lisara jadi semangat
"Bu, ibu, ibu kalau aku?" Bayu penasaran
"Oh iya ini cukup mengejutkan, kamu peringkat ke 21 Bayu" Bu Bianca menjelaskan
"Apa?, Yeayyyyyy" Bayu kegirangan
"Hah si bodoh itu" Ichsan
"Yasudah kalian selamat beristirahat dan sampai ketemu 2 Minggu lagi, jadi nikmati waktu bersama keluarga kalian okay" Ibu Bianca tersenyum
"SIAP!!" PARA CADET MENJAWAB PENUH SEMANGAT
"Anu, Nori, Silfia, Yui, Chul, makasih yah, walaupun caranya agak seram, tapi berkat kalian aku berhasil, aku jadi ada utang budi kepada kalian berempat" Bayu tersenyum
"Apa sih, kau ini bodoh atau gimana?, bahaya kalau kau tidak naik kelas, sedangkan kau kan komandan kami, masa iya komandannya tidak naik kelas" Nori agak sedikit malu dan senang
"Ahhaahhah gitu yah, yasudah aku mau rapih-rapih dulu ke asrama, aku duluan yah" Bayu
"Iya sana" Nori
"Okay deh tenang saja, nanti aku bawa oleh-oleh untuk kalian berempat setelah balik lagi kesini okay" Bayu tertawa
"Iya aku tunggu" Silfia
"Jangan yang manis, aku gak suka" Chul
"Kalau bisa yang Asin" Yui
Mereka berempat pun tertawa melihat tingkah laku Bayu, dan mereka berasa seperti punya putra yang berhasil meraih kesuksesan nya, dan itu membuat mereka agak sedikit terharu.
Di perjalanan menuju Asrama Laki-laki
"Hei Bayu, kau tidak lupa kan?" Pitaloka
"Eh Pitaloka, kenapa?, apa yah?" Bayu
"Bodoh, jangan membuat kesal sia***, kau ini yah" Pitaloka marah
"Aku hanya bercanda, dan juga aku sudah janji bukan begitu, akhir pekan nanti aku akan bertemu dia, jadi tenang saja okay" Bayu tersenyum
"Iya" Pitaloka keluar air mata dan tersenyum
"Hah kau ini, nanti ada orang liat dan salah paham bagaimana" Bayu tersenyum dan memegang kepala Pitaloka
"Iya aku tau, tangan kirimu bagaimana?, apa masih sakit?" Pitaloka
"Sudah agak mendingan, dan bekas lukanya sudah baikan" Bayu tertawa
"Oh begitu" Pitaloka
"Yasudah aku kembali dulu ke kamar, mau rapih-rapih dulu okay" Bayu tersenyum
"Iya silahkan" Pitaloka
To Be Continued
Next : Reunian