
Sungguh suasana yang menegangkan terjadi di kelas D, semua pembeli serta siswa yang ada di kelas menyaksikan apa yang terjadi disana di dalam maupun di luar kelas...
Saat itu, perkelahian antara Bayu dan Edward tidak terelakkan.
"Breng***, dari tadi kau hanya menghindar terus" Ujar Edward dengan kesal
"Hehehehe" Bayu tersenyum mengejek
"Ahhh, kalau begini terus tidak bisa dong" Edward dengan serius
Bughh duaghhh, tiba-tiba pergerakan Edward berubah dan tendangannya menghantam tepat di wajah Bayu, Bayu terkena serangan mendadak yang begitu berat.
"Huhhh, sakit juga yah kak, kalau gitu rasakan ini" Bayu
"Apa hanya segini kemampuan mu?" Edward kesal
Dalam hati Bayu, (apa?, kok serangan ku berhasil di tahan, mungkinkah?).
"Kakak, hebat yah" Bayu tersenyum
"Berisik" Edward
Bayu di buat babak belur oleh Edward tanpa di beri jeda untuk bernafas...
Para anggota BANPEKER yang melihatnya terkejut, Alice pun sama halnya dengan mereka yang terkejut, padahal anggota BANPEKER berhasil melumpuhkan semua pengawal pribadi Edward.
"Hei bodoh, kenapa kau seperti itu?" tanya Nori
"Ahh bukan mau ku seperti ini" Bayu menjawab dengan menahan rasa sakit
"Apa-apaan ini?, inikah komandannya?" Edward kecewa
"Ehehe maaf saja kalau begitu kak, tapi boleh aku tanya satu hal?" tanya Bayu
"Apa itu?, sebelum aku menghabisi mu lebih lanjut, silahkan bertanya" Edward
"Ahh itu, kakak kenapa bisa masuk ke Akademi ini, sedangkan sistem keamanan disini sangat ketat dan juga orang luar tidak bisa masuk sembarangan." Ujar Bayu dengan rasa penasaran
Seketika itu Edward menatap Alice dan hanya terdiam...
"............" Edward terdiam
"Kak?, kenapa kok diam aku hanya bertanya" tanya Bayu
"Ahh itu, apakah Alice tidak memberitahunya?" Edward
"Tidak kak, Alice tidak memberi tahu, yang dia suruh aku harus jadi pacarnya saat kau tiba nanti, dan yang ku tahu kau bakal tiba nanti untuk menjemputnya kembali ke Denmark, karena kau tunangannya." Bayu secara polosnya menjelaskan tentang itu
Di kejauhan Alice kesal pada Bayu, dan ingin menghajar si sia*** itu dengan tangannya sendiri.
"Hee?" Edward kaget
"Kenapa kak?" Bayu
"Sia***, jadi Alice membohongi ku, sia***, awas saja kau yah Alice!" Edward marah
"Calm down kak, sejujurnya kedatangan kakak kesini karena apa?" Bayu masih penasaran
Edward pun menenangkan dirinya sendiri dan mulai menjawab pertanyaan Bayu satu persatu.
"Itu, aku disini karena ada kepentingan dengan pihak Akademi" Edward
"Oh pantas, kemarin aku melihat kakak keluar dari ruang guru yah?" Bayu
"Oh begitu, kau melihatnya, iya intinya aku ada keperluan" Edward
"Sesuai yang di bilang Edward, aku yang mengundangnya kesini" Claudia
Para anggota BANPEKER terkejut.
"Alice kenapa kau tidak bilang?, jadi salah paham seperti ini kan tidak enak" Bayu
"Sia***, lebih baik kau diam brengs**, menyesal aku minta tolong kepadamu" Alice marah dan kecewa
"Heeeee, apa salahku?, aku hanya ingin meluruskan kesalah pahaman ini" Bayu heran
"Berisik sia***, kau harus membayar hutangmu kemarin padaku secepatnya" Alice mengancam
"Heeeeeee, apa tidak bisa di cicil?" Bayu kebingungan
"Tidak bisa, atau kau mau membayarnya dengan tubuh mu?" Alice tegas
"Itu..." Bayu ketakutan
"Alice jangan seperti itu, lebih baik kita ikat terus kita buang ke laut saja" Edward
"Sia***, bercandanya jangan keterlaluan" Bayu
"Ehhehehehe" Edward mengejek
"Oh ya senior, aku masih belum mengerti tujuan kau kesini untuk apa, tapi ada yang harus kita selesaikan bukan?" Bayu serius
Dalam hati Edward, (apa-apaan anak ini auranya berbeda dengan yang sebelumnya, lihat matanya, matanya seakan ingin membunuh).
"Baiklah, kalau itu maumu" Edward serius
"Senior Claudia, aku juga tidak tau kenapa kau mengundang orang hebat seperti dia, tapi senior, sepertinya aku tidak bisa menahan diri lagi." Bayu sudah panas
"Iya, biar aku yang tanggung jawab" jawab Claudia
"Menahan diri hah?, apa-apaan kau?" Edward mengejek lagi
Bayu maju dengan sangat cepat, dan membalas tendangan mendadak di awal tadi dengan sangat begitu keras, seketika membuat pingsan Edward.
"Hahh kau ini, sudah kubilang jangan berlebihan, meskipun aku yang bertanggung jawab" Claudia
"Ehehe, kan sudah ku bilang, aku sudah tidak bisa menahannya, tapi kak Edward ini hebat yah, ilmu bela dirinya campuran juga, aku saja tidak bisa mengimbanginya tadi." Bayu tersenyum lebar
Bughhhh kepala Bayu di pukul buku pelajaran oleh Alice.
"Bodoh kau, untuk apa menahan diri seperti itu tadi?, kalau sekali serang di awal pasti sudah selesai masalah ini" Alice kesal
"Heeeee, tapikan kau yang melibatkan aku ke masalah ini." Bayu
"Oh begitu, sudah berani melawan yah?" Alice kesal
"Maafkan aku tuan putri" Bayu meminta maaf sambil melakukan Dogeza.
"Tapi Alice, kenapa kau berbohong?, dan juga senior Claudia kenapa tidak bilang dari awal?" Bayu masih penasaran
"Hey, siapa yang suruh bilang boleh bicara hah?, lakukan seperti itu sampai aku bilang berhenti." Alice memerintah dengan sangat tegas
"Siap tuan putri, maafkan aku" Bayu terus melakukan Dogeza
"Yah sejujurnya, aku bukan tidak memberitahu, tapi besok adalah hari dimana dia akan memperkenalkan diri." Penjelasan Claudia
"Oh begitu, jadi Alice kenapa kau tidak bilang juga, kan aku jadi salah paham, tidak enak jadinya dengan kak Edward." Bayu masih bertanya
Alice naik darah dan menendang-nendang Bayu dengan sangat kencang, Bayu pun tewas di tempat...
"Huhuhu, sudah mari kita rapihkan semuanya yuk, anggota BANPEKER bantu aku yah, tolong bawa yang terluka ke UKS, dan juga kelas ini berantakan, bantu aku juga merapikannya teman-teman kelas D." Fay tersenyum
mereka semua pada menjawab, Siappp!!!.
Setelah kejadian itu, di taman sekolah Bayu pun tersadar dengan sendirinya.
"Apa kau tidak apa-apa Bayu?" Anastasia
"Haaa aku dimana?" Bayu mulai setengah sadar
"Hahahaha, kau di taman bersamaku" Ujar Anastasia
"Ahh itu, bagaimana aku bisa pingsan?" Bayu
"Biasa, kau dihajar habis-habisan oleh Alice" Anastasia tersenyum
"Oh gitu hahh, oh ya Edward dan yang lainnya gimana?" tanya Bayu
"Mereka sudah di bawa keruang kesehatan, Ayu dan Pitaloka membawa nya tadi." Anastasia menjelaskan
"Oh begitu, makasih yah Anastasia, tapi siapa yang membawa ku ke taman ini?" Bayu panik
"ehehe, tentu saja aku, siapa lagi" Anastasia tertawa
"Apa?, kau sendirian kuat mengangkat ku?, What theee" Bayu terkejut
"Sejujurnya di tanah kelahiran ku, aku biasa memburu hewan beruang, dan aku sering membawa beruang pulang dengan cara di gendong seperti itu." Anastasia
"Jadi aku di samakan dengan beruang, Huhuhu, sedihnya" Bayu
"Ahahhaha, maaf aku tidak bermaksud." Anastasia
"Jadi ayo kita kembali." Bayu
"Kau yakin dengan itu?" Anastasia
"kenapa memangnya?" Bayu
"Kau lupa atau gimana, kau tidak mau ganti baju dulu?" Anastasia tersenyum
Bayu memerhatikan keseluruhan tubuhnya dan melihat pakaiannya, sia*** daritadi aku lupa......
"Jadi kalau begitu saat aku bertarung, aku pakai baju ini yah?" Bayu panik dan bertanya
"Ahahah iya" Anastasia tertawa
"Ahhh sia***, bagaimana aku bisa lupa" Bayu
"Dan juga ini, ada videonya, tersebar juga lagi ke group tiap angkatan di Akademi, hehehe" Anastasia memberi tahu informasi rahasia
Bayu saat itu juga merasakan tekanan batin dan kesehatan mental yang begitu mendalam, masa muda yang hancur dan tidak bisa melakukan apa-apa, dia hanya berharap bahwa Dewi Fortuna datang untuk memberikannya kekuatan untuk menghilangkan ingatan semua orang di Akademi...
SIAPA YANG BERANI MEREKAM KU, AHHHHHHHHH, Bayu marah-marah sendiri jadinya....
Dan tentu saja yang merekam adalah Pitaloka, Anggota BANPEKER itu sendiri ehehe.
Akhirnya Bayu dan Anastasia pergi menuju ruang ganti di kelas D, setibanya disana.
"Sia***, baju ku kemana yah?" Bayu bingung
"Masalah itu aku tidak tau." Anastasia
"Kok gak ada?" Bayu panik
"Sudah tenang, biar aku bantu mencarinya" Anastasia
"Kalian kenapa?, terlihat kebingungan." Pitaloka
"Ahh itu, Pitaloka kau tahu dimana bajuku?" Bayu
"Aku tidak tau, daritadi kan aku di kelas bersama kalian juga" Pitaloka
"Yang benar kau?, gak lucu loh ini" Bayu tambah panik
"Pfftt, bagiku ini lucu" Pitaloka mengejek
"Heeeee....." Bayu
"Yasudah aku ada keperluan dulu di ruang UKS, sampai ketemu nanti."
"Pitaloka, kau mau kemana bantu aku" Bayu
Bleeee, Pitaloka menjulurkan lidah...
"Sabar, nanti saja kita cari lagi, istrihat dulu saja sebentar" Anastasia
"Tapi aku tidak bisa seperti ini terus." Bayu panik
Saat keadaan dimana Bayu sedang panik, suara Intercom sekolah bunyi...
Panggilan untuk seluruh Anggota BANPEKER, untuk hadir ke ruangan Resimen.
Terimakasih
"Sia***, di momen seperti ini" Bayu
"Yasudah kita keruangan Resimen dulu" Anastasia
Akhirnya mereka berdua pergi keruangan Resimen, dan disana ada hal yang mengejutkan.
"Jadi sudah berkumpul semua, dan lihat ini" Claudia
"Pfftt, ahahhahahha" Fay tertawa
"Hahh, kau ini" Ichsan
Seisi ruangan pada tertawa sangat lepas
"Ya tertawa lah sepuas kalian, awas saja, ada yang menyembunyikan seragam ku sia***, kalau ketemu aku akan habisi dia" Bayu kesal
"Boss kau ini jangan marah seperti itu" Laura sambil tertawa
"Berisik, aku sedang kesal" Bayu
"Sudah-sudah, ada yang mau aku perkenalkan ahh sepertinya tidak perlu aku perkenalkan lagi, silahkan masuk." Claudia
"Selamat sore semuanya, perkenalkan aku Edward, sepertinya ada kesalahpahaman antara kita tadi siang, jadi mohon kerjasamanya untuk kedepannya, dan aku disini sebagai Pembimbing bagi BANPEKER, terimakasih." Edward
Anggota BANPEKER terkejut
"APAAAAAAAA!!!!!!!!"
"Oy, yang benar saja?" Bayu
"Terima kenyataan nya bodoh" Edward
"Iya kak" Edward
"Jangan panggil aku kakak breng***, panggil aku Senior." Edward kesal
"Siap senior..." Bayu
"Dan juga kau komandan, sepertinya hanya kau saja yang harus di gembleng habis-habisan yah, huhuhuhu" Edward dendam dengan kejadian tadi siang
"Heeeee" Bayu kebingungan
"Jadi mohon kerjasamanya, dan Alice aku akan memerhatikan mu, jangan terlalu memaksakan dirimu yah" Edward berbicara dengan khawatir kepada Alice
"Berisik, aku bisa menjaga diri ku sendiri" Alice
"Cieee, cieee, Alice enaknya ada yang mengkhawatirkan" ucap Bayu sambil meledek
"Awas yah kau sia***, hari ini kau lagi beruntung saja" Alice menatap Bayu dengan aura ingin membunuh
"Ihhh, tolong dong Senior, aku mau di bunuh sama Alice" Bayu ketakutan
"Yasudah kalian silahkan beristirahat, besok hari terakhir festival, dan setelah festival ini berakhir kalian akan menghadapi ujian kenaikan tingkat atau kelas." Ucap Claudia
Siap, mereka pun pada bubar dari ruangan itu.
"Jadi bagaimana menurut mu si Bayu ini?" tanya Claudia
"Iya dia kuat, walaupun agak aneh anaknya" Edward
"Ahahhahahaha" Fay tertawa
"Iya begitulah, tapi kau juga mengalah diakhir kan?, kalau kau benar-benar mengeluarkan keseluruhan tenaga mu, entah apa yang terjadi padanya." Ucap Claudia
Padahal disitu Claudia tidak mengetahui, bahwa seorang Edward Lulusan terbaik di Akademi Militer ini dan menguasai bela diri campuran, tidak bisa mengikuti pergerakan pas di akhir tadi, sungguh level yang berbeda menurut Edward.
Saat perjalanan pulang ke kamar masing-masing....
"Ahh, Dewi Fortuna cobaan apalagi ini?" Bayu
"Kau harus belajar dengan giat" Ichsan
"Iya dong, kau kan sudah janji juga" Pitaloka
"Ahh itu, aku akan coba deh" Bayu
"Kenapa kurang meyakinkan yah jawabannya" ucap Pitaloka
"Kalau begitu, bagaimana kalau di akhir pekan nanti kita ke perpustakaan negara?" Ayu
"Apa?, memangnya kita boleh keluar?" Bayu penasaran
"Boleh, asalkan ada alasan yang jelas, nanti pak Hercules dan Senior Claudia akan mengantarkan kita, ketempat yang dituju." Jelas Ayu
"Oh begitu, ayo kita belajar bareng" Bayu semangat
"Ahh aku tidak mau mengajari kau yah!" Ichsan
"Brengs** kau yah, ajari aku dong" Bayu memohon
"Tidak, aku tidak mau" Ichsan
Di belakang Laura, Anastasia, Silfia dan Alice mendengar itu, dan mereka ingin ikut, tapi karena tidak di ajak, jadi enggan untuk menawarkan diri tapi...
"Oh ya bagaimana kalau seluruh Anggota BANPEKER ikut ke perpustakaan negara, sekalian refreshing juga" Ucap Bayu
Laura dan yang lainnya sangat senang...
"Ahh maaf aku lebih suka sendirian" Nori
"Aku juga, enakan sendirian" Chul
"Maaf aku juga tidak bisa ada urusan dengan senior" Yui
"Aku juga" Lisara
"Kau kenapa Lisara?" Bayu
"Ahh itu, males akunya ehehhehhe" Lisara tersenyum
"Ahh kalian tidak asik, yasudah tidak apa-apa deh, biar nanti aku yang berbicara dengan Senior Claudia." Bayu
Setelah itu mereka berpencar dan menuju kamar masing-masing, tetapi...
"Jangan pikir kau bisa lolos yah sekarang!" Alice
"Ahh, Nona, saya mohon hentikan, hehehe" Bayu ketakutan
"Kenapa kau tadi memberi tahu rahasia kita?"
Alice marah
"Ahh itu, sepertinya si Edward ini terpaksa" Bayu
"Apa maksudmu?" Alice
"Yah itu hanya perasaan ku saja, untuk sekarang kau aman" Bayu tersenyum
"Berisik bodoh, kau tidak tahu tentang diriku" Alice
"Yah justru itu, aku tidak tau tentang kau, juga Edward, tapi aku yakin satu hal, kalian di jodohkan bukan?, yah memang sudah tidak kaget lagi, orang seperti kalian berdua itu, ehehhehe" Bayu tersenyum
"Hmmm, pintar juga kau, oh ya jangan lupa bayar hutang, kutunggu sampai besok!" Alice tegas
"Ahh kau kan tau, aku hanya rakyat biasa, aku harus mengumpulkan uangnya dulu." Bayu memelas
"Sia***, tidak ada alasan, atau kau mau jadi budak ku selamanya hah?" Alice kesal
"Itu" Bayu tidak bisa menjawab
"Grrrr, jadi Dogeza, sekarang!" Alice
"Ehh apa, nanti kalau dilihat anak lain bagaimana?" Bayu
"Cepat!" Alice
"Iya Nona" Bayu
"Bagus, kau harus menuruti ku mulai hari ini, hingga seterusnya dan setiap aku memanggilmu, kau harus segera datang entah apapun yang terjadi" Alice
"Iya, siap Nona" Bayu
"Bagus, jadi jangan kira kau bisa bebas sekarang" Alice
Bayu hanya terdiam
"Jawab brengs**, kau tidak dengarkah?" Alice
"Siap nona" jawab Bayu
Di saat itu juga siswa lainnya melihati Bayu dengan tatapan yang menjijikan, sungguh Mental Bayu sudah melemah, mana dia masih pakai baju maid, sampai di Baraknya sungguh hari yang berat bagi Bayu...
- To Be Continued -
NEXT : FIRST MISSION