The Journey About A Man With Himself

The Journey About A Man With Himself
FIRST MISSION



Setelah kejadian yang begitu panjang, Bayu langsung beristirahat ke kamarnya, dan melihat di kasurnya ada seragam yang hilang, dia pun sudah bisa menduga, siapa dalang di balik ini semua.


"Brengse*, aku tau siapa yang mengerjai ku, awas saja besok" Bayu penuh amarah


Akhirnya Bayu memutuskan untuk beristirahat dengan tenang untuk selamanya...


Kalau begitu ceritanya habis dong?, tentu saja tidak, aku hanya bercanda.


Tiba hari terakhir festival sekolah...


"Pagi yang indah, tapi tubuhku lelah sekali yah, males banget, tidur lagi deh" Bayu leha-leha


"Cepat bangun, hari ini kau harus temani aku" Alice


"Enggak dulu deh, terimakasih" Bayu gak sadar


"Oh gitu, okay deh" Alice


Bayu seperti biasa terkejut akan kehadiran Alice yang tiba-tiba datang ke kamarnya.


"Baiklah nona, aku rapih-rapih dulu, nona silahkan tunggu di depan, terimakasih." Bayu dalam keadaan panik


"Iya, cepat" Alice


Bayu sangking lelahnya hampir ketiduran di kamar mandi, setelah selesai semuanya, di depan kamar Bayu, Bayu mendengar perdebatan mereka berdua.


"Alice, kamu kenapa sih?, selalu menyelinap masuk ke kamar Boss?" Laura kesal


"Heh, memangnya ada hubungannya denganmu?" Alice


"Apa-apaan brengs**, aku bertanya." Laura nambah marah


"Terserah aku dong, dan lagian juga aku tidak menyelinap, aku masuk dari pintu depan, tentu saja aku punya kunci ganda kamarnya." Alice


"Apa?, kau, kau bagaimana bisa dapat kuncinya?" Laura kesal, karena dia di dahului oleh Alice


"Hmmm, kasih tau gak yah!" Alice


"Yasudah kalau tidak kasih tau juga gapapa." Laura kesal


"Ini aku dapat kuncinya dari senior Claudia, dia memercayakan kuncinya kepadaku selain si Nori." Alice menjelaskan


"Apa?, Nori juga?, bagaimana bisa." Laura


"Yah aku juga tidak tahu" Alice


"Kalian berdua sudah dong, pagi-pagi ribut, malu kita di lihatin siswa lainnya." Anastasia menenangkan mereka berdua


"Dia duluan lohh" Alice


"Apa?, aku hanya meluruskan sia***" Laura


"Sudah-sudah, kita ini di asrama laki-laki, jadi tenang sedikit, nanti orang salah paham." Anastasia


"Iya terserah, si brengse* ini lama banget yah" Alice kesal


"Iya juga" Laura


"Sebenernya dari tadi Bayu sudah di pintu, tapi dia mendengar pembicaraan kita dari awal, mungkin dia enggan keluar, karena kondisinya" Anastasia menjelaskan


Bayu pun muncul...


"Yo, kalian pagi-pagi sudah semangat banget yah, ahahhahaha" Bayu supaya tidak disalahkan


"Breng***, lama sekali kau" Alice


"Ahh itu, iya aku tidak bisa mengganggu kalian." Bayu main aman


"Yasudah ayo kita ke ruangan Senior Claudia" Anastasia


Mereka berempat pun pergi keruangan Claudia, setibanya disana, ternyata ada Edward sedang mengoperasikan senjata api yang dia dapatkan dari koneksinya, rencana hari ini, seluruh Anggota BANPEKER akan berlatih menggunakan senjata api, dan melakukan patroli sambil membawa senjata api tersebut.


"Yo guys, pagi" Bayu menyapa teman-temannya


"Sudah berkumpul semua yah, kalau begitu hari ini aku akan melatih kalian menggunakan senjata api ini" Edward


"Wow keren, tapi aku sangat tidak bisa menggunakannya" Bayu kurang percaya diri


"Iya justru itu, disini aku akan melatih kalian brengs**, kau tidak dengar apa yang kubilang hah?" Edward kesal


"Oh ya maafkan aku senior" Bayu


"Wajar saja senior, dia mendapatkan skor paling rendah di setiap pelajaran menembak Ibu Bianca, makanya dia berbicara seperti itu" Nori


"Oh begitu pantas, ehehe, ternyata kau ada kekurangannya yah?" Edward mengejek


"Ya Iyalah senior, aku kan manusia biasa juga" Bayu kesal


"Yaa intinya, kalian akan berlatih hari ini, dan tugas berpatroli akan diambil alih sama Resimen, jadi kalian latihan yang tenang saja okay" Claudia


"SIAP SENIOR!!!" Anggota BANPEKER


Seluruh Anggota BANPEKER menuju lapangan tembak pribadi, yang di buat khusus untuk anggota BANPEKER, saat mereka tiba disana...


"Huhuhu, kalian sudah datang, aku disini sebagai orang yang menilai keakuratan kalian okay" Fay


Siap, jawab Anggota BANPEKER


"Jadi, senjata ini atau kita kenal dengan pistol, pistol yang kalian gunakan hari ini jenis FN.45, dan pistol ini juga bakal kalian bawa nantinya dalam kehidupan sehari-hari kalian, selama kalian masih menjabat sebagai anggota BANPEKER." Edward menjelaskan


"Apa?, berarti aku boleh menembak orang yang membuat ku kesal dong?" Bayu


"Bodoh, kau tidak boleh sembarangan, biar aku jelaskan lagi, jadi nanti di lingkungan luar dan di akademi berbeda, selama di Akademi kalian menggunakan peluru karet, kalau di luar akademi atau keadaan emergency, kalian dipersilahkan menggunakan peluru asli." Edward menjelaskan


"Oh begitu, sayang sekali tidak bisa menggunakan peluru asli, padahal aku ingin membolongi kaki orang dengan timah panas itu" Bayu sedang kesal


"Nampaknya kau lagi kurang bagus yah moodnya?" Ichsan bertanya


"Memangnya gara-gara siapa mood ku rusak, brengs** kau memang, kau kan yang menyembunyikan baju ku kemaren" Bayu marah


"Ahh itu, Ehheheheh, bukan aku juga, tapi senior Fay dan senior Imanuel yang melakukannya." Ichsan menjelaskan


"Apa?, senior, kau juga?" Bayu


"Tehe" Fay menjulurkan lidah


"Sudah lupakan, mari kita mulai latihannya, kalian silahkan berdiri di posisi masing-masing." Ucap Edward dengan tegas


Mereka pun menghabiskan waktu dengan latihan menembak dan juga latihan fisik tidak ketinggalan sampai menjelang sore hari, tiba dimana momen terakhir festival ditutupi dengan acara penampilan setiap siswa ke atas panggung, Band, dancer, atau menunjukkan skill masing-masing setiap siswa Akademi.


"Haa lelah juga yah, kita lihat acara disana yuk" Ayu


"Iya ayo" Pitaloka


"Hmmm boleh juga" Nori


"Aku beli makanan dulu yah, Chul temani aku yuk" Lisara


"Yasudah ayo" Chul


"Hei kau mau Ice cream Alice?" tanya Laura


"Ahh makasih" Alice tersenyum


"Lupakan masalah tadi pagi okay" Laura


"Iya, aku juga tertarik mengingatnya" Alice


"hmmm, kalian mau kebab gak?" Anastasia bertanya kepada teman-temannya


"Aku mau dong" Ichsan


"Iya aku juga" Silfia


"Aku mau juga dong, aku juga ikut" Yui menemani Anastasia


"Si Bayu kemana yah?" Tanya Ichsan


Mereka pun bertanya-tanya kemana si Bayu, sementara Bayu sedang berada di ruangan latihan tembak...


"Kau, bodoh apa gimana sih?, nembak gak kena-kena loh" Edward marah-marah


"Ehehhehe, maklum senior, aku tidak pandai menggunakan ini" Bayu tertawa


"Hahh, padahal kau hebat bertarung, kalau boleh tau sejak kapan kau menguasai ilmu bela diri seperti itu?" Edward


"Ahh itu, dari aku masih TK senior, dulu aku tinggal dengan Kakek ku saja berdua, aku di didik sangat keras olehnya." Bayu menjelaskan


"Apa?, kemana orang tua mu?" tanya Edward


"Mereka dulu kerja sering berpergian keluar kota, jadi aku dititipkan pada Kakek ku." Bayu tersenyum dengan bangga


"Ah iya, kakek mu hebat yah" Edward


"Tentu saja hebat, dia mantan guru ku juga, dan kakeknya mantan pasukan khusus Marinir" Claudia menyela pembicaraan mereka


"Pantas saja cucu nya hebat, tapi menembaknya payah, ahahhahahha" Edward mengejek


"Ya maaf kalau gitu" Bayu


"Tidak apa-apa, sana kau istirahat dulu, besok kita masih bisa latihan, nikmatin festivalnya." Claudia


"Ahh aku tidak bisa, aku harus melakukannya, dan juga senior aku boleh tanya sesuatu?"


"Apa?" Claudia


"Itu, senior nampaknya orang berpengaruh yah?, sampai pak Hercules sangat menghormati mu dan juga Pangeran dari Luxembourg datang kesini sebagai pembimbing kita, aku tau ada hal yang janggal, tapi bukankah ini berlebihan?" Bayu mengatakan terang-terangan kepada Claudia


"Ahahhaha, kau berfikir seperti itu yah?" Claudia tertawa


"Itu, Claudia kau tidak memberitahunya?" Edward


"Terkadang ada hal yang harus kita tidak ketahui agar hidup lebih baik, bukankah begitu Bayu?" Fay tersenyum


"Haaa, iya juga senior Fay, tapi aku masih penasaran saja, yang jelas aku yakin, kau bukan orang sembarangan bukan begitu?, senior Claudia?" Bayu


"Iya, sesuai yang kau duga, tapi terserah kau menganggap ku apa" Claudia tersenyum


"Ahh males, yasudah aku mau ke tempat teman-temanku dulu." Bayu


"iya sana, hushh hushh" Edward mengusir


"Oh ya aku lupa, senior Claudia aku ambil izin, akhir pekan nanti bolehkah aku ke perpustakaan negara?" tanya Bayu


"Tidak" singkat, jelas, padat Claudia


"Aku tidak sendirian, aku bareng yang lainnya, dan Alice juga kok" Bayu


"Oh gitu, aku izinkan" Claudia


"Memangnya kenapa sih kalau aku sendiri" Bayu kesal


"Tidak ada yang bisa diharapkan kalau kau sendiri bodoh" Claudia


"Sia***, yasudah aku pergi dulu" Bayu


"Iya" Claudia


Bayu pun meninggalkan tempat latihan itu, dan menuju tempat teman-temannya.


"Ahh si bodoh datang juga" Ichsan


"Hahaha iya, maaf aku telat" Bayu


Mereka pun bercanda ria, dan menikmati malam terakhir Festival.


Disitu Bayu melihat teman-temannya sangat bahagia dan dia tersentuh, seketika air mata Bayu menetes tanpa dia sadari...


"Ehh kenapa kau Boss?" Laura


"Ihh kok nangis?" Lisara


"Bodoh kau kenapa nangis?" Chul


"Ahh maaf aku tidak sadar" Bayu terus tersenyum, Bayu terharu karena seperti mimpi dia bisa mempunyai teman seperti ini


"Ini lap dulu" Alice


"Ahh makasih" Bayu


"Ihh jorok Alice, itukan tisu bekas kita tadi Ahahhahah" Ichsan


"Apa sia***, awas yah" Bayu pun tertawa


Disitu Pitaloka dan Ichsan mengetahui, kenapa Bayu seperti itu, karena mereka berdua tahu tentang Bayu sebenarnya...


"Ini makan dulu Kebabnya" Yui menawarkan


"Ahh makasih Yui" Bayu tersenyum


Mereka pun menghabiskan hari itu dengan begitu damai tanpa perselisihan apapun...


Setiap hari mereka berlatih terus menerus tanpa henti dan jeda, sampai tiba akhir pekan....


Gerbang depan Akademi, mereka menggunakan baju bebas, karena akan berpergian keluar Akademi di hari libur.


"Yoshh, kalian sudah berkumpul?" Bayu dengan penuh semangat


"Kenapa dia semangat sekali yah?" Tanya Ayu


"Mungkin karena kita bisa pergi keluar Akademi" Pitaloka


Ichsan, Alice, Laura, Anastasia, dan Silfia hanya diam saja melihat komandan mereka yang begitu berapi-api.


"Bagus semuanya sudah berkumpul, Bayu sini, aku akan memberikan peluru asli kepadamu" Edward


"Ehh, Kitakan mau ke Perpustakaan negara, bukan mau berperang senior." Bayu heran


"Bodoh, kan sudah aku bilang, kalian di izinkan kemarin, orang ngomong perhatikan sia***, kau ini" Edward kesal


"Hehehe, maaf senior" Bayu merasa bersalah


"Yasudah kau ambil ini, dan bagikan sama rata kepada kawan-kawan mu sana" Edward


"Iya, makasih" Bayu


Brummm suara mobil menghampiri tempat mereka...


"Ayo naik, aku akan antar kalian" Claudia


"Eh senior, yuk, kita jalan-jalan yeayy" Bayu kegirangan


"Ini bukan Jalan-jalan bodoh" Alice kesal mendengarnya


"Ahh menurutku sama saja" Bayu


Akhirnya merekapun pergi menuju Perpustakaan negara, setibanya disana...


"Yeayy" Bayu berteriak di dalam perpustakaan


"Ssshhhh, jangan berisik" penjaga perpustakaan


Pala Bayu di pukul Claudia dengan keras


"Maafkan kami bu" Claudia meminta maaf kepada penjaga perpustakaan


Akhirnya mereka pun mendapatkan tempat untuk belajar, mereka belajar dengan nyaman, tidak bagi Bayu, dia sangat pusing dan hampir pingsan, akhirnya mau tidak mau teman-temannya mengajarinya sampai bisa terutama Ichsan yang sedia membantu mati-matian buat Bayu.


Sementara Claudia pergi keluar cari Caffe, dan Silfia, Alice, Laura dan Anastasia menghampiri Claudia...


"Kenapa kalian kesini?, bukannya kalian ingin belajar?" Claudia


"Ahh kami tidak bisa mengganggu si bodoh itu, dia nampaknya lagi serius belajar" Ujar Alice


"Ahaha begitukah?, bukannya kalian hanya bosan saja?, makanya kesini." Claudia


"Itu, iya, kami tidak bisa mengelaknya" Alice


"Hah yasudah, silahkan, lagi libur juga ini, kali ini aku biarkan" Claudia


Duaarrrr, suara ledakan dari arah bangunan perpustakaan di lantai 3, Claudia, Alice, Silfia, Laura, dan Anastasia langsung lari keluar Caffe dan sangat terkejut melihat ledakan yang begitu besar.


Triing triing suara ponsel Claudia


"Halo" Claudia


"Ahh, untunglah diangkat" Bayu dengan suara nafas berat


"Kau, kau tidak apa-apa?" Claudia bertanya dengan nada panik


mereka khawatir akan keadaan di Perpustakaan...


"Kami baik-baik saja, kebetulan kami berada di lantai 1" Bayu


"Syukurlah" Claudia


"Claudia, nampaknya ini serangan dari tero***, aku sempat melihat ada beberapa orang mencurigakan pas kita masuk tadi." Bayu


"Kenapa kau tidak bilang bodoh dan juga panggil aku senior!" Claudia kesal


"Ahh itu, aku hanya mencoba positif thinking saja" Bayu


"Hahh, kau ini" Claudia


"Semuanya jangan bergerak" Suara orang berteriak yang terdengar di ponsel Claudia


"Nanti lagi nampaknya kami akan di jadikan sandera" Bayu menjelaskan keadaan


"Apa?, Bayu tunggu" Claudia


Tuttt telepon putus, ponsel Claudia berdering lagi...


"Claudia nampaknya ada serangan ter*** di tempat kalian berada" Pak Hercules


"Iya pak, Bayu dan pengunjung disana dijadikan sandera" Claudia menjelaskan


"Aku paham kondisinya, aku akan mengirim pasukan anti-teror, dan juga aku memberi misi ke kalian, dan ini misi pertama bagi BANPEKER, berhati-hati dan pulanglah dengan selamat." Pak Hercules


"Siap pak" Claudia


"Senior bagaimana ini?" Tanya Silfia


"Kita di beri tugas, dan ini misi pertama kalian sebagai anggota BANPEKER, kalian di perbolehkan menumbangkan penjahat yang ada di dalam sana" Claudia


Mereka menjawab Siap


"Tapi kita tunggu keadaan kondusif dan tunggu sinyal dari Bayu" Claudia memercayai bahwa Bayu akan melakukan sesuatu


Sementara di dalam gedung perpustakaan


"Kalian jangan bergerak, jangan ada yang menelpon polisi" Penjahat 1


"Serahkan alat berharga kalian semua kedalam tas ini" Penjahat 2


"Tiarap semua" Penjahat 3


"Ichsan, Ayu, Pitaloka, jangan panik, kita ini anggota militer, tenang" Bayu berbisik


"Iii, iya Bayu" Ayu panik


"Hei yang disana berhenti" bagian keamanan perpustakaan


Dor dor suara tembakan yang mengarah ke arah bagian keamanan perpustakaan yang dilakukan oleh penjahat, seketika membuat panik situasi disana.


"Haa ini aneh sekali, kenapa penjahat merampok di Perpustakaan sih, bukan di Bank?" Bayu heran


"Masih sempat-sempatnya kau bodoh" Ichsan heran dengan Bayu yang santai


Seketika suasana jadi kondusif dan hening, Bayu diam-diam memerhatikan ada berapa orang penjahat yang ada di lantai 1 ini, diperkirakan 7 orang, dan berasumsi di lantai 2 Ada 4 orang lagi, sedangkan di lantai 3 itu kosong karena suara ledakan dari arah sana...


"Ichsan apa kau bisa menumbangkan sebagian dari mereka?" Bayu


"Apa?, kau mau menghabisi mereka?" Ichsan


"Iya, kita kan bawa pistol ini" Bayu


"Iya juga, tapi mereka menggunakan senapan otomatis AK-47, bagaimana ini?" Ichsan


"Apa-apaan kau, masa iya bingung tinggal hajar saja dari dekat" Bayu


"Haa, baiklah" Ichsan


Suara sirine dari depan gedung terdengar, kita tahu bahwa polisi dan tim Anti teror sudah mengepung depan gedung...


"Kalian menyerah lah, gedung sudah di kepung." Polisi


Suara tembakan mengarah ke kerumunan polisi...


Dan Bayu memberi kode ke Claudia yang dari luar dan Ichsan yang ada di dalam, dengan cara bangun dari posisi tengkurapnya...


Claudia dari luar, dia bersama anggota BANPEKER lainnya ikut bergabung dengan polisi.


"Si bodoh itu apa yang dia lakukan?" Ujar Claudia


"Nampaknya itu kode dari Bayu senior" Silfia


"Hah, dia harus berhati-hati walaupun dia jago bertarung." Alice


"Mari percayakan pada Boss okay" Laura


"Iya, walaupun aku ragu." Anastasia


Di dalam gedung...


"Anoo, permisi bapak, saya sakit perut, boleh saya ke toilet?" Bayu


"Apa brengse**, siapa yang suruh bangun hah?" penjahat 4


"Aku sudah tidak tahan ingin buang air besar pak" Bayu berpura-pura kesakitan


"Iya terus?" Penjahat 4


"Izinkan aku ke toilet pak" Bayu memelas


"Tidak sia**, kau buang air saja di celana kau itu, tidak ada urusannya denganku" Penjahat 4


"Pak aku mohon, nanti belepotan" Bayu memelas


"Iya sia***, cepat ikuti aku, awas saja kau kabur sia***, aku akan menembak mu di kepala" Penjahat 4


Dalam hati Bayu, (Yeay berhasil, terus ngapain lagi yah, bingung juga ahahahha).


- To Be Continued -


NEXT : FIRST MISSION CHAPTER 2