
Hari ini dia telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk perjalanan memancingnya di laut chan yang terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya. Dia membawa peralatan memancing, makanan, dan minuman yang cukup serta kapal kecil yang akan membawanya ke tempat yang diinginkannya.
Saat tiba di lokasi, Arya langsung merasa terpukau dengan keindahan laut chan yang mempesona. Ia mempersiapkan peralatan memancingnya dan mengikat umpan ke joran. Setelah memasang umpan dan joran ke dalam air, ia menunggu dengan sabar dan fokus untuk menangkap ikan yang ada di dalam laut.
Tiba-tiba, layar komputer Arya berkedip-kedip, menunjukkan sinyal adanya ikan yang menggoda umpannya. Dengan cepat, dia mengambil alih kendali game dan mulai memancing dengan penuh semangat. Dia memperhatikan dengan seksama joran virtualnya yang bergerak liar, dan dengan cepat menggerakkannya dengan gesit. Dalam detik yang singkat, layar komputernya menunjukkan pesan "STRIKE!"
Hati Arya berdebar-debar saat dia mulai mengontrol joran virtualnya, menarik kenur dengan ganas. Ikan virtual yang kuat berjuang untuk bebas, namun Arya dengan cepat menyesuaikan gerakan tangannya untuk menangkapnya dengan sukses. Dia merasa seperti seorang pemenang saat ia menangkap Barramundi virtual yang berukuran [S].
"Dapat ikan pertama!" teriak Arya
Saat itu, aku melihat seorang kakek tua yang berpakaian sederhana dengan wajah yang dihiasi oleh kerutan yang dalam. Dia menghampiriku dengan hati-hati, meminta beberapa ekor udang untuk memancing. Ketika aku memberinya udang yang tersisa, terlihat terima kasih di matanya dan dia mulai bercerita, "Terima kasih, pemain. Saya berterima kasih atas kebaikanmu. Apa namamu, pemain?"
"Aku Arya, Siman, " jawabku dengan sopan.
"Ah, Arya. Saya kakek Siman. Saya suka memancing di sini," kata Siman sambil tersenyum. "Kau tahu, di tempat ini, ada legenda tentang Barramundi yang sangat besar. Konon, ikan ini bisa memperlihatkan dirinya hanya pada orang yang memiliki hati yang tulus dan rendah hati."
Mataku membelalak kaget. Aku tertarik dengan cerita Siman. "Barramundi yang sangat besar? Benarkah itu?"
Saat itu, aku merasa penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang Barramundi yang legendaris itu. Sambil berpikir, aku tersenyum dan berkata, "Terima kasih, tapi saya sudah mendapat ikan itu barusan."
Atau gara-gara aku dapat jadi NPC siman datang.
Book of fishing journey terbuka sendiri, Jelas itu menggangu jam memancing ku, "tapi ini ah bodo lah tutup saja lagi!"
Aku melempar umpan ke tengah sungai dan menunggu dengan sabar. Setelah 5 jam berlalu, akhirnya aku berhasil menangkap beberapa jenis ikan dan bahkan mencapai target fame credit fishing sebesar 100.000/100.000 dari tugas book of fishing journey.
Tapi, aku merasa bosan,aku teringat buku itu. Aku membuka halaman satu dan kemudian melangkah ke halaman dua. Cerita ini bercerita tentang Luffy, seorang nelayan yang tinggal di small river town. Di hari pertamanya, ia memancing dengan sabar dan merasa lapar namun ia tetap memikirkan nasib istrinya di rumah.
Luffy tidak berhasil menangkap ikan emas di hari pertamanya, namun ia berhasil menangkap beberapa jenis ikan seperti bass, catfish, crab, dan lainnya. Karena ia bingung mau memasaknya menjadi apa, ia mencoba menawarkan hasil tangkapannya kepada sang istri. Namun sayangnya, istrinya tidak tertarik.
Luffy merasa sedih dan terbebani dengan situasi ini. Namun, ia tidak peduli dengan energi sihirnya selama istrinya bisa bertahan, karena itu adalah hal yang paling penting baginya. Akhirnya, Luffy mencoba mengolah crab yang ia tangkap menjadi crab stick. Hasilnya sangat enak menurut Luffy dan tetangga sekitarnya, hingga recipe itu diabadikan sampai sekarang di restoran Jack o resto!
Setelah membaca kisah inspiratif ini, aku berpikir untuk berkunjung ke restoran Jack o resto dan mencoba crab stick yang legendaris itu.