The Fight For Fairness In Gaming

The Fight For Fairness In Gaming
Efektif



Dengan Bismillah, Arya melangkah keluar dari kota Chan. Entah mengapa, Arya merasa langkahnya terasa berat, padahal ia tidak berjalan.


Berjalan dengan rusa sebagai hewan tunggangan cukup gesit, tapi perlu dicatat bahwa rusa ini setipis kertas; jika terkena anak panah nyasar, dia bisa langsung mati.


Beruntung jika hewan itu mati, dia akan kembali respawn setelah tiga puluh detik. Namun, lain halnya jika player terbunuh; semua barang akan terjatuh. Namun, setauku, itu akan menjadi Boomerang jika terjadi di zona Full Loot Free PVP. Kesempatan kabur dari para PK sangatlah kecil, makanya sebisa mungkin tetap menaiki tunggangan.


Zona putih telah terlewati. Cukup selangkah lagi untuk memasuki portal zona emas. Arya perlu tiga kali keluar masuk portal dari kota Chan sebelum sampai ke Therford River.


Seperti biasa, di sini sepi. "Sebaiknya aku cepat mendapat ikan itu," pikir Arya. Kail di lempar, ternyata respon dari ikan sangat cepat. Mata kailnya sudah disambar oleh ikan sebelum pertarungan yang belum terlihat terjadi.


Arya langsung mengunakan Rod Of Heaven kali ini, dengan umpan udang pelangi. Ternyata efek dari alat pancing ini cukup bagus; sangat mudah menangkap satu lele dengan ukuran large. Namun, setelah itu, pancingnya langsung hilang menjadi cahaya. Arya mempercepat langkahnya. Hostile yang terlihat cukup banyak terlalu berbahaya.


Benar saja, setelah kembali naik rusa dan berjalan pergi, ternyata ada beberapa orang yang menggunakan serigala mengejarnya. Arya berusaha tenang. Pandangan Arya fokus ke titik portal perpindahan zona. Memang serigala lebih cepat dibanding rusa, namun karena kejelian Arya dalam mengecoh PKers membuat dia berhasil keluar dari Therford River. Arya memanfaatkan setiap monster untuk memperlambat langkah para PKers.


Arya telah kembali ke kota Chan. Tujuannya sudah jelas: menemui paman NPC. Langkah senang Arya berganti ketika sebuah lapak yang sebelumnya penuh dengan alat untuk memancing diganti dengan barang aneh.


Muka Arya mengkerut; ekspresi tidak suka terlihat, seolah Arya merasa dipermainkan di sini. Namun, Arya teringat bahwa jika tidak bisa menemui paman NPC di sini, maka pergilah ke Tempat Mengambil Misi.


Arya masuk, dan dia melihat seorang gadis dengan pakaian maid yang imut dan lucu, seperti tipe Arya. "Permisi, apakah benar ada sebuah quest dari paman NPC?" tanya Arya kepada gadis maid.


"Oh, player Arya ya? Saya mendapat pesan dari beliau. Kata beliau, player Arya langsung saja menemui beliau di sebuah rumah paling pojok di kota Chan. Beliau sudah menunggu!" balas gadis maid.


Arya mengucapkan terima kasih sambil meninggalkan Tower of Quest. Arya sedikit melirik di sudut papan, menarik quest di sini bukan hanya dari NPC, tapi juga dari para player. Kebanyakan questnya hanya mengumpulkan material.


Arya melihat rumah berwarna merah di depannya dan mendapati seorang laki-laki dengan perawakan gagah duduk di sana. Terlihat mata beliau begitu indah dengan paduan biru muda memancarkan kepercayaan diri yang tinggi. Ditambah rambut panjang yang terikat menambah kejantanannya. Ya, dia paman NPC. Arya mendekat untuk menyerahkan apa yang diminta oleh paman NPC.


"Aku tidak menyangka kamu bisa cepat menyelesaikan tugas ini," kata paman NPC sambil melirik Arya.


"Terima kasih atas pujian Anda. Apakah paman NPC membutuhkan yang lain?" tanya Arya dengan sopan, meskipun sebenarnya dia merasa kecil.


"Belum ada. Bersikaplah biasa saja, aku hanya seorang nelayan tua yang sudah tidak bisa berlayar," balas paman NPC sambil tertawa keras.


Ah, tidak! Aku harus segera logout. Sisa waktuku hanya 20 detik. Sial, padahal aku belum menerima hadiah darinya, kenapa dia bilang sudah abis sih? Mana sudah malam. Arya mengerutkan kening di setiap jalan, dia ingat bahwa senin mulai kembali sekolah.