
Setelah berhasil mengambil harta dari mayat raja goblin, Arya bergegas menuju pintu keluar. Namun, Han menyarankan agar mereka memeriksa ruangan sekali lagi, karena ada kemungkinan ada harta yang tertinggal.
Meskipun Han dan Farah sudah terbiasa melakukan pengecekan ekstra seperti ini, Arya yang masih baru dalam hal ini terkadang ceroboh. Tanpa ragu, ketiganya memulai pencarian mereka.
Mereka memandangi ruangan goblin king dengan lebih seksama, dan akhirnya menemukan sebuah singgasana tersembunyi di sudut ruangan. Mereka mendekatinya, merasakan atmosfer energi yang kental dari belakang kursi kebanggaan para goblin.
Ketika Han mengarahkan energinya ke sebuah peti kecil berwarna hijau yang terlihat di dekatnya, peti itu terbuka dengan mudah. Meskipun peti itu polos tanpa ukiran, Han menemukan setumpuk koin di dalamnya yang mungkin senilai sepuluh ribu.
Ketiga orang itu kesulitan melihat dengan jelas karena pencahayaan yang terbatas di dalam ruangan. Akhirnya, mereka memutuskan untuk meninggalkan ruangan bos goblin tersebut.
Arya memperhatikan dengan seksama jalan yang baru saja mereka lewati, dan terlintas di benaknya sebuah pemikiran singkat, "Mengapa puluhan mayat goblin dan chief goblin yang seharusnya ada di sini tiba-tiba menghilang? Selain itu, darah para monster di sekitar jalan bersih tanpa tanda-tanda kerusakan."
Arya melihat wajah Han dan Farah yang tampak lesu dan letih, dan dia merasa khawatir. "Ada apa dengan kalian berdua?" tanyanya dengan suara yang penuh kekhawatiran.
Han menjawab dengan nada lesu, "Kami hanya sedikit kecewa karena kami tidak mendapatkan banyak coin dari dungeon."
Farah mengangguk setuju, tetapi tampak enggan untuk membicarakan masalah tersebut lebih jauh. "Tapi tidak masalah, Arya. Kami baik-baik saja."
Arya melihat kelesuan di wajah Han dan Farah, dan ia menyadari bahwa ada sesuatu yang mereka sembunyikan. "Apakah kalian yakin tidak ada masalah?" tanya Arya lagi dengan lembut.
Han dan Farah saling pandang, lalu Farah mengambil nafas dalam-dalam dan memutuskan untuk membuka diri. "Sebenarnya, kami agak kecewa karena kami tidak mendapatkan coin sebanyak yang kami harapkan. Tapi kami tidak ingin membuatmu merasa tidak nyaman dengan keluhan kami."
Pakaian perwira penjaga berkualitas tinggi [T7] yang mereka kenakan menunjukkan kekuatan dan ketangguhan mereka dalam melindungi kota.
Arya, Han, dan Farah telah tiba di kota Chan. Farah dan Han segera berpamitan karena tidak dapat melanjutkan permainan mereka karena terbatasnya waktu sewa helm VR.
Sebelum keluar dari game, Han memberikan dua puluh ribu koin pada Arya dan berkata, "Ambil ini, bagianmu." Ucapan Han yang kasar membuat Arya enggan menerima koin tersebut.
"Mungkin lain kali saja, kamu tahu aku sudah punya cukup koin sekarang," balas Arya dengan senyum lebar.
Han membalas senyum Arya dengan lebar. Arya berpikir, 'Padahal tadi murung, tapi sekarang tersenyum cerah, dia memang aneh,' sambil menahan tawa melihat teman barunya meninggalkan permainan.
Arya membuka inventory, dan membaca kertas misi sebelum membuangnya. Aku merasa perlu mengurangi beban tugasnya kali ini, jadi Arya mengganti perlengkapannya seperti semula. Tas yang sebelumnya selalu kosong kini berisi satu set perlengkapan penyembuh.
Ketika dibukanya buku atau perjalanan memancing, semuanya kosong tanpa isi. Pemberitahuan sistem kembali muncul.
ting "Kumpulkan 100.000 Fame dari kegiatan memancing." Hadiahnya adalah terbukanya kembali bab 1 & 2.
Semua sudah siap, peralatan sudah diperbaiki, dan terdapat 200 udang normal sebagai umpan memancing. Arya bertujuan untuk pergi ke Chan Sea yang terletak di zona putih, untuk bersantai.