
Saat Felix menjelajah hutan yang lebat, tiba-tiba langit bergelap dan angin kencang menerpa. Dia merasa seperti ditarik oleh kekuatan misterius yang tak dapat dijelaskan dan anehnya hanya dirinya seorang yang tertarik. Tanpa peringatan, Felix tiba-tiba terlempar ke dalam suatu portal cahaya yang memabukkan.
Felix (terkejut): "Apa yang terjadi? Ke mana aku dibawa?"
Ketika cahaya redup dan pandangannya kembali normal, Felix menyadari bahwa dia berada di dalam sebuah dungeon raksasa yang megah dan mengambang di luar angkasa - tempat yang pernah ia lihat dalam ingatannya yang samar!
Felix (bingung): "Ini... ini sama sekali tidak masuk akal. Bagaimana aku bisa berada di sini? Apa arti dari semua ini?"
Tapi tanpa banyak waktu untuk berpikir, Felix tahu bahwa ini adalah kesempatan langka yang harus dimanfaatkannya. Mungkin ini adalah takdirnya untuk menemukan artefak kuno dan petunjuk yang ia cari selama ini.
Felix (bersemangat): "Baiklah, aku harus tetap tenang dan fokus. Aku akan mengambil kesempatan ini untuk mencari petunjuk yang ditinggalkan oleh si penjaga dungeon ini."
Felix mulai menjelajahi setiap sudut dungeon yang megah itu. Terowongan-terowongan yang tak berujung dan ruangan-ruangan raksasa membuatnya semakin terpesona dan terheran-heran. Namun, di balik keindahannya, dungeon ini juga menyimpan berbagai bahaya yang mengintai.
Saat dia berjalan lebih jauh ke dalam, Felix mulai menghadapi monster-monster kuat dan jebakan-jebakan yang dirancang untuk melindungi dungeon dari siapa pun yang berani memasuki wilayahnya.
Felix (berjuang dengan penuh semangat): "Tidak mudah, tapi aku tidak akan menyerah! Aku harus melanjutkan dan mencari petunjuk."
Semakin jauh dia masuk, semakin sering dia berhadapan dengan keadaan yang semakin berbahaya. Ketika dia sudah hampir menyerah, tiba-tiba dia melihat sebuah ruangan besar yang terletak di pusat dungeon.
Felix (tertahan nafas): "Ini pasti tempat yang penting!"
Felix dengan hati-hati masuk ke ruangan itu. Di tengah-tengah ruangan, dia menemukan sebuah artefak kuno yang berkilauan dan dikelilingi oleh cahaya yang magis. Felix merasa kekuatan luar biasa dari artefak itu.
Felix (kagum): "Inilah artefak yang ku cari! Mungkin ini adalah petunjuk untuk menghadapi The Dark Eclipse."
Tapi tiba-tiba, sebuah suara menggelegar mengisi seluruh ruangan.
Suara Misterius: "Tampaknya kamu telah menemukan apa yang kau cari, Felix. Namun, apakah kamu siap menghadapi akibat dari kekuatan yang kamu dambakan?"
Felix (was-was): "Siapa yang berbicara? Tunjukkan dirimu!"
Suara itu pun beralih menjadi cahaya yang membesar, dan dari balik cahaya muncullah sosok seorang pria misterius dengan mantel hitam dan sorotan mata yang tajam.
Pria Misterius: "Aku adalah penjaga dungeon ini. Kau telah melewati ujian-ujian berbahaya untuk sampai ke sini, Felix. Tapi sekarang, kau harus membuktikan bahwa kau pantas untuk menguasai kekuatan artefak ini."
Felix (tegas): "Aku siap untuk menghadapi segala konsekuensi. Aku akan menggunakan kekuatan ini untuk melawan kegelapan dan melindungi dunia."
Pria Misterius: "Begitu baik. Ambillah artefak ini dan ingatlah, kekuatan ini datang dengan tanggung jawab besar. Pastikan kau tidak terjebak dalam ambisi dan keserakahan."
Felix mengambil artefak itu dengan penuh kehati-hatian. Cahaya magis mengelilingi tubuhnya, dan dia merasakan kekuatan besar mengalir dalam dirinya.
Pria Misterius: "Sekarang, Felix, kau harus menemukan jawaban dari pertanyaanmu sendiri dan mencari petunjuk yang kau cari. Tetaplah waspada, karena ada kekuatan gelap yang ingin mengambil kekuatanmu untuk tujuan jahat."
Sebelum Felix sempat bertanya lebih lanjut, sosok pria misterius itu lenyap begitu saja, meninggalkan Felix dalam keheranan.
Felix (dalam hati): "Aku akan menemukan jawaban dan petunjuk yang kucari. Aku tidak akan membiarkan kekuatan ini menyulut api kegelapan dalam diriku. Aku akan menggunakan kekuatan ini dengan bijaksana, untuk kebaikan dunia."
Saat Felix melanjutkan menelusuri dungeon yang misterius, dia terus mengandalkan kekuatan artefak kuno yang baru saja ditemukannya. Cahaya magis dari artefak itu membimbing langkahnya ke dalam lorong-lorong gelap dan labirin yang rumit.
Setelah melewati berbagai rintangan dan bahaya, Felix akhirnya mencapai sebuah ruangan besar yang tersembunyi di dalam dungeon. Di tengah ruangan itu, berdiri sebuah altar berhiaskan kristal berwarna kuning terang yang memancarkan aura keajaiban yang kuat.
Felix (tercengang): "Wow... apa itu?"
Dia mendekati altar itu dengan hati-hati, dan ketika dia menyentuh kristal kuning itu, dia merasa energi ajaib yang mengalir melalui tubuhnya. Dia merasakan kehangatan dan kedamaian yang luar biasa.
Tapi tiba-tiba, suasana berubah. Cahaya kuning terang dari kristal itu mendadak memudar, dan atmosfer menjadi gelap. Felix merasakan kehadiran sesuatu yang jahat di sekitarnya.
Felix (was-was): "Ada apa ini?"
Dari kegelapan, muncullah sosok misterius yang menyeramkan. Sosok itu berpakaian hitam, dan matanya memancarkan api biru menyala.
Sosok Misterius: "Hahaha... selamat datang, Felix. Aku adalah Darklan, penguasa dungeon ini. Kau telah menemukan Kristal Kuning, sebuah pusaka berbahaya yang bisa memberikan kekuatan besar, tapi juga bisa membinasakan dunia jika jatuh ke tangan yang salah."
Felix (berhati-hati): "Jadi, apa yang kau inginkan, Darklan?"
Darklan: "Aku ingin melihat apakah kau layak untuk memiliki Kristal Kuning ini. Tunjukkan kepadaku kekuatanmu!"
Tanpa banyak kata, Darklan menyerang Felix dengan sihir hitam yang mematikan. Felix menghindar dan membalas serangan dengan kekuatan artefak kuno yang dia miliki.
Perkelahian sengit pun pecah di antara Felix dan Darklan. Serangan mereka saling bertabrakan, dan ruangan itu gemuruh dengan ledakan sihir yang menghebohkan.
Felix (bersemangat): "Aku tidak akan menyerah! Aku akan melindungi dunia ini dan menggunakan kekuatan ini untuk kebaikan!"
Keteguhan hati Felix membuatnya semakin kuat, dan dia mengandalkan kekuatan artefak kuno untuk menyaingi Darklan. Serangan Felix semakin intens, dan dia berhasil mengepung Darklan.
Darklan (tersenyum licik): "Tampaknya kau memiliki semangat yang luar biasa. Tapi apakah itu cukup untuk mengalahkanku?"
Tiba-tiba, Darklan mengeluarkan serangan terakhirnya yang sangat kuat, mengirim Felix terpental ke belakang. Felix hampir kehilangan kesadaran, tapi kemauannya yang kuat membuatnya bangkit kembali.
Felix (dengan semangat juang): "Tidak, aku tidak akan mundur!"
Dengan keberanian dan keteguhan hatinya, Felix menggunakan kekuatan artefak kuno dengan maksimal. Ia menyerang Darklan dengan serangan paling dahsyat yang pernah ia lakukan.
Tampaknya Darklan terkejut dengan kekuatan Felix yang tak terduga. Dia mencoba melawan, tapi akhirnya terdesak dan kalah.
Darklan (terguncang): "Tidak mungkin... bagaimana bisa kau mengalahkanku?"
Felix (menatapnya dengan tekad): "Karena aku memiliki teman-teman yang selalu mendukungku dan kehendak kuat untuk melawan kejahatan."
Dengan kata-kata terakhir itu, Felix menggunakan kekuatan artefak kuno untuk mengunci Darklan dan memenjarakannya di dalam Kristal Kuning.
Felix (tersenyum puas): "Aku akan membawa Kristal Kuning ini dengan aman. Tapi aku harus lebih berhati-hati dan belajar mengendalikan kekuatannya dengan bijaksana."
Tiba-tiba kejadian-kejadian masa lalu yang samar-samar tadi mulai bermain dalam benaknya. Tetapi kali ini, ingatan itu datang dengan begitu jelas dan kuat, seperti bayangan masa lalunya kini menjadi nyata.
Felix (tersentak): "Apa ini? Semua masa lalu yang pernah kualami, aku bisa mengingat semuanya dengan jelas!"
Dalam ingatannya yang tiba-tiba terbuka, Felix melihat dirinya berdiri di sebuah ruangan yang luas, menggenggam sebuah pusaka berbentuk kristal berwarna kuning terang. Cahaya yang memancar dari pusaka itu begitu terang sehingga membuatnya kesulitan untuk menatapnya.
Saat itu, Felix merasa kehadiran para dewa yang begitu kuat di sekitarnya. Mereka semua menyembah dan menyatakan, "Raja Kami Telah kembali!"
Felix (terkejut): "Raja? Apa arti dari semua ini? Apakah aku benar-benar adalah seorang raja dalam masa lalu?"
Saat Felix mencoba untuk mengingat lebih banyak lagi, para dewa yang ada dalam ingatannya seperti menghilang perlahan. Ingatan itu menghilang kembali menjadi samar-samar, meninggalkan Felix dalam kebingungan.
Felix (berpikir dalam hati): "Apa maksud dari ingatan ini? Apakah aku benar-benar adalah seorang raja yang telah kembali? Mengapa semua ini begitu samar-samar dan sulit diingat?"
THE END