
Perjalanan mencari bahan kedua membawa tim pahlawan ke dalam gua yang gelap dan angker. Di dalam gua, Kaizo memainkan peran penting sebagai seorang ahli sihir kuno yang membantu dalam mencari jalan keluar dan memecahkan mantra yang melindungi bahan langka tersebut.
Saat mereka berada di dalam gua, Kaizo fokus pada mantra kuno yang tertulis di dinding gua. Dia meneliti setiap detailnya dengan cermat dan mencoba mengingat setiap gerakan tangan dan intonasi yang tepat untuk mengaktifkan mantra.
Tim pahlawan saling melindungi satu sama lain saat mereka berjalan melalui lorong-lorong gelap gua yang penuh jebakan dan rintangan magis. Kaizo mengarahkan mereka dengan bijaksana, dan Keys menggunakan Reflective Aura-nya untuk melindungi mereka dari serangan- serangan tak terlihat yang muncul dari kegelapan.
Setelah perjuangan yang melelahkan, Kaizo akhirnya berhasil memecahkan mantra kuno tersebut. Cahaya ajaib memancar dari gua dan menyelimuti mereka. Tiba-tiba, tim pahlawan merasakan sensasi aneh, seolah-olah mereka tengah berada dalam ilusi atau kembali ke masa lalu.
Pemandangan di dalam gua berubah drastis. Mereka melihat ilusi dari masa lalu gua tersebut. Ilusi itu memperlihatkan gambaran zaman kuno ketika gua tersebut digunakan oleh penyihir kuno dalam ritual-ritual magis yang kuat.
Melalui ilusi tersebut, tim pahlawan belajar banyak tentang sejarah gua dan bahan langka yang mereka cari. Mereka menyaksikan ritual penjagaan dan perlindungan yang kuat yang telah ditinggalkan oleh penyihir kuno untuk melindungi cairan berwarna hitam yang mengeluarkan asap dan jubah berwarna biru yang sangat langka.
Setelah ilusi selesai, mereka kembali ke kenyataan dan menyadari bahwa bahan langka itu sekarang ada di depan mata mereka. Kaizo berusaha dengan hati-hati mengambil cairan berwarna hitam yang mengeluarkan asap tersebut dan meletakkannya dengan aman di dalam wadah khusus.
Lalu, di dekat cairan tersebut, terdapat sepasang jubah berwarna biru yang indah. Salah satu jubah tersebut adalah hadiah untuk Amara yang tidak ikut dalam petualangan ini. Tim pahlawan merasa gembira karena berhasil menemukan bahan langka kedua ini.
Tim pahlawan melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari bahan ketiga dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan. Namun, tak lama setelah mereka meninggalkan gua, mereka tiba-tiba dihadapkan dengan bahaya yang tak terduga.
Di tengah hutan, mereka bertemu dengan makhluk yang berbeda dari yang pernah mereka temui sebelumnya. Sebuah manusia berpenampilan aneh muncul di depan mereka, memiliki tanduk hitam di kepala dan mata berwarna merah menyala. Dia adalah anggota bangsa iblis, makhluk yang sering dikaitkan dengan kejahatan dan kegelapan.
Manusia dengan tanduk itu terlihat tertarik dengan cairan hitam yang tim pahlawan bawa. Dia memancarkan aura yang jahat dan mencurigakan. Tiba-tiba, tanpa memberi kesempatan untuk bertanya, dia menyerang tim pahlawan dengan kekuatan magis yang kuat.
Tim pahlawan dengan cepat mengambil sikap pertahanan. Felix, Keys, Kaizo, dan Kai saling melindungi satu sama lain. Mereka harus bersatu dan menggunakan kekuatan dan keahlian mereka secara bersama-sama untuk melawan iblis tersebut.
Pertarungan sengit pun pecah di tengah hutan. Felix berhadapan dengan iblis itu dengan pedangnya, mengarahkan serangan dengan ketepatan dan kecepatan. Kai berubah menjadi caping yang sangat keras lalu memasangkan dirinya di kepala Keys untuk melindungi Keys dari serangan barisan belakang. Keys mencoba menggunakan kekuatan sihirnya untuk menyembuhkan luka teman-temannya yang terkena serangan iblis itu, sedangkan Kaizo membaca beberapa mantra kuno dan memanggil hewan hewan aneh kecil dari zaman yang tidak diketahui kepastiannya.
Saat iblis itu mengamuk, tiba-tiba dia berteriak dengan nama cairan hitam tersebut, "Cairan Kegelapan!"
Ketika nama itu terdengar, cairan hitam itu pun seakan merespon panggilan itu. Cairan tersebut mengeluarkan suara gemuruh dan bersinar terang. Aura gelap dan misterius semakin kuat dan menarik perhatian iblis tersebut.
Tim pahlawan kini menyadari bahwa cairan tersebut bukan sekadar bahan langka biasa. Cairan kegelapan ini memiliki kekuatan yang lebih besar daripada yang mereka perkirakan. Dan kekuatannya tampaknya menarik perhatian makhluk iblis seperti yang ada di depan mereka.
Dalam kekacauan pertarungan, tim pahlawan berusaha untuk melindungi cairan tersebut dari jangkauan iblis. Mereka menyadari bahwa cairan ini mungkin memiliki penggunaan yang berbahaya dan harus dijaga dengan hati-hati agar tidak jatuh ke tangan yang salah. Pertarungan sengit berlanjut, dan tim pahlawan harus bekerja keras untuk menghadapi iblis tersebut.
Saat pertarungan sengit melawan iblis berlangsung, beberapa tetes cairan kegelapan yang jatuh ke arah jubah biru tersebut menyebabkan jubah itu berubah warna. Warna biru dominan pada jubah berpadu dengan warna hitam dari cairan kegelapan, menciptakan jubah biru yang misterius dan kuat.
Tim pahlawan terkejut melihat perubahan pada jubah tersebut. Mereka merasakan aura magis yang kuat dan gelap dari jubah tersebut. Felix, sebagai ketua tim, memutuskan untuk menyimpan jubah itu di dalam ruang penyimpanannya yang aman.
Setelah pertarungan berakhir dan iblis berhasil dikalahkan, tim pahlawan merenungkan arti dari perubahan jubah tersebut. Mereka menyadari bahwa cairan kegelapan memberikan jubah biru itu kekuatan magis yang luar biasa. Namun, mereka juga merasa khawatir dengan kekuatan yang mungkin dimiliki oleh jubah tersebut.
Felix memutuskan untuk mengenakan jubah itu hanya ketika benar-benar diperlukan. Dia tahu bahwa kekuatan jubah tersebut dapat menjadi senjata yang kuat untuk melawan kejahatan, tetapi juga bisa menjadi berbahaya jika digunakan secara sembarangan.
Saat perjalanan mereka berlanjut, Felix menyelidiki lebih lanjut tentang sifat dan asal usul jubah tersebut. Dia berbicara dengan Kaizo, yang sebagai seorang ahli sihir, mungkin dapat memberikan penjelasan tentang cairan kegelapan dan jubah biru tersebut.
Kaizo membenarkan bahwa cairan kegelapan tersebut adalah bahan langka yang penuh dengan kekuatan magis. Saat jatuh ke arah jubah biru, cairan tersebut memberikan kekuatan transformatif pada jubah tersebut. Dia menjelaskan bahwa jubah tersebut kini memiliki kemampuan untuk menghadapi serangan sihir dan memperkuat kekuatan pengguna jubah.
Namun, Kaizo juga memberi peringatan kepada Felix untuk menggunakan kekuatan jubah itu dengan bijaksana. Kekuatan magis yang dimilikinya dapat menjadi ganda pedang dan dapat dengan mudah membawa bahaya jika digunakan dengan tujuan yang salah.
Felix merenungkan kata-kata Kaizo dengan serius. Dia tahu bahwa tanggung jawab untuk menggunakan jubah ini dengan bijaksana ada padanya. Felix berjanji untuk tidak menyalahgunakan kekuatan jubah, dan bersumpah untuk menggunakan kekuatan itu hanya untuk tujuan yang benar dan demi kebaikan dunia fantasi ini.