
Malam hari tiba, dan tim pahlawan kembali ke tempat di mana mereka pertama kali bertemu dengan Nyx. Langit gelap penuh dengan bintang yang berkilauan, mencerminkan perasaan tegang di dalam hati para pahlawan. Mereka siap menghadapi Nyx sekali lagi.
Felix: (dengan ekspresi tegas) "Kali ini, kita akan berhasil!"
Amara: (dengan ekspresi penuh tekad) "Kita akan melindungi dunia ini!"
Keys: (dengan ekspresi bersemangat) "Mari kita hancurkan rencananya!"
Grandus: (dengan ekspresi antusias) "Ayo, kita buktikan kekuatan kita!"
Kaizo: (dengan ekspresi bijaksana) "Ingat, kita harus bekerja sama dan saling melengkapi."
Mereka maju berani menuju pertempuran, hati mereka penuh dengan semangat juang dan keyakinan akan kekuatan persahabatan mereka. Nyx muncul dari balik bayang-bayang, senyum sinisnya membuat bulu kuduk para pahlawan merinding.
Nyx: (dengan ekspresi mengejek) "Kalian kembali lagi? Kalian benar-benar ingin dihancurkan, ya?"
Felix: (dengan ekspresi teguh) "Kita tidak akan mundur lagi!"
Amara: (mengaktifkan perisai aurasihir dengan ekspresi penuh keberanian) "Kali ini, sihir gelapmu tidak akan mengganggu kami!"
Nyx: (dengan ekspresi sinis) "Mari kita lihat!"
Bom.
Pertempuran pun dimulai, dan Nyx langsung menyerang dengan sihir gelapnya. Amara dengan cekatan mengaktifkan perisai aurasihir untuk menghadapi serangan itu, sementara Felix dan Grandus menyerang dengan serangan fisik yang kuat. Keys berada di belakang, siap dengan mantra pelindung untuk melindungi teman-temannya.
Krek krek.
Tapi Nyx begitu lincah menghindari serangan-serangan mereka. Dia meluncurkan serangan balasan dengan cepat, dan beberapa di antaranya mengenai tim pahlawan. Namun, mereka tidak menyerah. Mereka terus berjuang dan bekerja sama dengan apik, mencoba mencari celah untuk mengalahkan Nyx.
Bom.
Keys: (dengan ekspresi fokus) "Ayo, kita gunakan mantra pelindungku!"
Keys mengucapkan mantra pelindungnya dengan tepat, membentuk perisai magis yang melindungi tim pahlawan dari serangan gelap Nyx. Amara, Felix, dan Grandus bergerak lebih bebas sekarang, menyerang dengan lebih efektif.
Krek krek.
Amara: (dengan ekspresi tegas) "Felix, coba gunakan perisaimu untuk mengurungnya!"
Felix: (mengangguk dengan ekspresi serius) "Baik!"
Kring.
Grandus: (dengan ekspresi antusias) "Ini adalah kesempatanku!"
Grandus meluncurkan pukulan dahsyatnya, dan serangan itu mengenai Nyx dengan tepat. Namun, Nyx dengan cepat mengaktifkan perisai hitamnya, mengurangi dampak serangan itu.
Bom.
Nyx: (dengan ekspresi sinis) "Kalian pikir kalian bisa mengalahkanku? Kalian sia-sia!"
Tapi tim pahlawan tidak menyerah. Mereka terus bekerja sama dan mencari cara untuk mengalahkan Nyx. Amara, Felix, dan Grandus terus menyerang dengan gigih, sementara Keys memberikan dukungan dengan mantra dan sihir pelindungnya.
Kring.
Keys: (dengan ekspresi bersemangat) "Kita hampir mengejarnya!"
Nyx terlihat mulai lelah dan tertekan oleh serangan-serangan mereka. Dia mencoba melarikan diri, tetapi tim pahlawan tidak memberinya kesempatan.
Bom.
Amara: (dengan ekspresi penuh tekad) "Sekarang, kita akhiri ini!"
Amara menggunakan seluruh kekuatannya untuk mengarahkan serangan terakhirnya ke arah Nyx. Serangan itu menghantam Nyx dengan keras, dan ia jatuh terkapar.
Krek krek.
Nyx: (dengan ekspresi kalah) "Aku... aku kalah."
Tim pahlawan bernapas lega, mereka telah berhasil mengalahkan Nyx. Mereka berdiri di hadapannya, penuh dengan semangat kemenangan.
Felix: (dengan ekspresi bangga) "Kali ini, kita berhasil!"
Amara: (dengan ekspresi bahagia) "Kita telah melindungi dunia ini!"
Keys: (dengan ekspresi gembira) "Kekuatan persahabatan memang tak terkalahkan!"
Grandus: (dengan ekspresi antusias) "Kita adalah tim yang luar biasa!"
Kaizo: (dengan ekspresi bijaksana) "Kita berhasil karena bekerja sama dan saling melengkapi."