
Para pahlawan merasa senang dan lega setelah mengalahkan Nyx. Mereka berpikir bahwa musuh bebuyutan mereka telah musnah, dan dunia kini akan aman dari ancaman kegelapan. Namun, apa yang mereka tidak tahu adalah bahwa Nyx bangkit kembali dengan bantuan seorang necromancer jahat.
Saat para pahlawan beristirahat dan merayakan kemenangan mereka, di tempat yang jauh dari mereka, seorang necromancer yang telah lepas dari segelnya saat penggabungan jimat hijau dan kalung pandita, sedang mengutuk Nyx untuk hidup kembali sebagai boneka kendalinya.
Necromancer: (dengan suara serak dan gelap) "Bangkitlah, Nyx! Jadilah boneka dalam tangan saya!"
Nyx: (bangkit dari tanah dengan ekspresi tanpa emosi) "Aku siap, tuan."
Necromancer mengendalikan Nyx dengan kekuatan gelapnya, membuatnya tunduk pada perintahnya. Nyx yang dulunya begitu kuat dan jahat, kini hanya menjadi boneka dalam tangan sang necromancer.
Necromancer: "Kini, kau akan kembali ke tim pahlawan dan merusak kepercayaan mereka. Kau akan menipu mereka dan menarik mereka ke dalam perangkapku."
Nyx: (tanpa emosi) "Seperti yang kau perintahkan, tuan."
Para pahlawan, yang tidak menyadari bahwa Nyx telah bangkit kembali, bergerak maju untuk melanjutkan petualangan mereka. Tapi, kali ini, Nyx berada di belakang mereka, menyusup dalam bayang-bayang, siap untuk menjalankan perintah sang necromancer.
Amara: (dengan ekspresi bahagia) "Akhirnya, dunia kembali aman."
Felix: (dengan ekspresi lega) "Kita telah melakukan pekerjaan dengan baik."
Keys: (dengan ekspresi bersemangat) "Tidak ada musuh yang bisa mengalahkan kita!"
Grandus: (dengan ekspresi antusias) "Ayo, lanjutkan petualangan kita!"
Kaizo: (dengan ekspresi bijaksana) "Ingat, kita harus tetap waspada."
Saat mereka melanjutkan perjalanan mereka, Nyx menyelinap ke dalam kelompok mereka dengan hati yang dingin dan tanpa belas kasihan. Dia berpura-pura seperti sebelumnya, berpikir bahwa tim pahlawan tidak akan menyadari kehadirannya yang jahat.
Nyx: (berpura-pura dengan ekspresi ramah) "Halo, teman-teman! Aku sangat senang bisa bergabung kembali dengan kalian."
Felix: (senang) "Nyx! Kami juga senang kau baik-baik saja."
Namun, Keys merasa ada yang aneh dengan sikap Nyx.
Keys: (mencurigai dengan ekspresi curiga) "Apa yang terjadi padamu, Nyx? Kau terlihat berbeda."
Nyx: (berpura-pura dengan ekspresi santai) "Oh, tidak ada yang aneh. Aku hanya senang bisa bergabung kembali dengan kalian."
Amara: (percaya pada Nyx) "Mungkin kau benar. Kita telah menghadapi begitu banyak hal."
Tidak ada dari tim pahlawan yang menyadari bahwa Nyx kini adalah boneka kendali sang necromancer jahat. Mereka melanjutkan petualangan mereka, tanpa curiga pada Nyx yang sekarang berada di antara mereka.
Sementara itu, sang necromancer tersenyum jahat dari tempat persembunyiannya, menikmati kesuksesannya dalam merusak rencana para pahlawan.
Necromancer: (dengan suara jahat) "Kalian pikir kalian bisa mengalahkan aku? Kalian akan segera tahu betapa salah kalian."
Para pahlawan merasa senang karena berhasil mengalahkan Nyx. Mereka berpikir bahwa kini Nyx telah musnah dan dunia akan kembali aman. Namun, kebahagiaan mereka berubah menjadi kejutan dan kepanikan ketika Nyx tiba-tiba bangkit kembali.
Amara: (dengan ekspresi terkejut) "Tidak mungkin! Kita sudah mengalahkannya!"
Felix: (dengan ekspresi tegang) "Dia... dia mungkin telah dihidupkan kembali!"
Grandus: (dengan ekspresi khawatir) "Tapi oleh siapa? Dan bagaimana dia bisa hidup lagi?"
Kaizo: (dengan ekspresi serius) "Sepertinya ini adalah perbuatan si Necromancer, dia telah menghidupkan kembali Nyx sebagai boneka untuk kendalinya."
Krek krek.
Saat itu, mereka melihat sesosok bayangan muncul dari balik pepohonan. Itu adalah Necromancer yang mereka kalahkan sebelumnya. Dia berdiri dengan angkuh, senyum jahat di wajahnya.
Necromancer: (dengan ekspresi mengejek) "Kalian pikir kalian bisa mengalahkan saya begitu saja? Kalian sangat bodoh!"
Amara: (dengan ekspresi marah) "Kau yang bodoh! Kau tidak bisa menghentikan kami!"
Necromancer: (dengan ekspresi sinis) "Kalian akan menyesal karena telah mencampuri urusanku!"
Bom.
Nyx: (dengan ekspresi tanpa ekspresi) "Aku... harus... menghancurkan..."
Felix: (dengan ekspresi prihatin) "Dia tidak lagi memiliki kendali atas dirinya sendiri."
Keys: (dengan ekspresi penuh keberanian) "Kita harus menghentikan Nyx dan mengalahkan Necromancer!"
Kaizo: (dengan ekspresi bijaksana) "Benar, kita harus bekerja sama dan menemukan cara untuk menghadapinya."
Tanpa ragu, tim pahlawan beraksi. Mereka menyatukan kekuatan dan kemampuan mereka untuk melawan Nyx dan Necromancer.
Krek krek.
Nyx melancarkan serangan gelapnya, sementara Necromancer menggunakan sihirnya untuk mengontrol gerakan Nyx. Tim pahlawan berjuang habis-habisan untuk menghindari serangan Nyx dan mencari celah untuk melawan Necromancer.
Bom.
Grandus: (dengan ekspresi gigih) "Kita harus menghancurkan jimat hijau itu!"
Grandus meluncurkan serangan fisiknya ke arah jimat hijau yang dipegang oleh Necromancer. Namun, jimat itu terlindungi oleh perisai sihir gelap dan serangan Grandus tidak berhasil mencapainya.
Krek krek.
Amara: (dengan ekspresi penuh tekad) "Kita harus bekerja sama untuk menghilangkan kendali Necromancer atas Nyx!"
Amara dan Felix mencoba mengalihkan perhatian Necromancer dengan serangan sihir mereka, sementara Keys berusaha mencari cara untuk menghentikan sihir pengendaliannya.
Bom.
Keys: (dengan ekspresi fokus) "Aku akan mencoba menggunakan mantra penyembuhanku untuk menghapus mantra jahatnya!"
Keys berusaha mengucapkan mantra penyembuhannya dengan penuh konsentrasi. Mantra tersebut bertujuan untuk membersihkan sihir jahat yang mengendalikan Nyx.
Kring.
Amara: (dengan ekspresi penuh harapan) "Itu berhasil, dia tidak lagi di bawah kendali Necromancer!"
Necromancer: (dengan ekspresi terkejut) "Kalian... kalian tidak boleh mengacaukan rencanaku!"
Nyx tampak berjuang melawan sihir gelap yang mencoba mengendalikannya. Dia mencoba untuk mendapatkan kembali kendalinya, tapi tim pahlawan tidak memberinya kesempatan.
Bom.
Felix: (dengan ekspresi teguh) "Kita tidak akan membiarkanmu menyakiti dunia ini lagi!"
Felix menyerang dengan lebih gigih, dan kali ini serangannya berhasil mencapai Necromancer. Namun, Necromancer tampaknya telah mengantisipasinya, dan dia mengaktifkan perisai hitam yang melindunginya dari serangan Felix.
Krek krek.
Necromancer: (dengan ekspresi jahat) "Kali ini kalian tidak akan bisa mengalahkanku!"
Tim pahlawan merasa semakin terdesak. Nyx yang bebas dari kendali Necromancer tampaknya semakin kuat dan ganas. Mereka tahu bahwa mereka harus berpikir lebih cepat dan bertindak lebih cerdas jika ingin mengatasi ancaman ini.
Bom.
Amara: (dengan ekspresi penuh tekad) "Kita tidak boleh menyerah! Kita harus terus berjuang!"
Keys: (dengan ekspresi bersemangat) "Kekuatan persahabatan kita adalah yang terkuat!"
Grandus: (dengan ekspresi antusias) "Ayo, kita hancurkan jimat hijau itu dan hentikan Necromancer!"
Kaizo: (dengan ekspresi bijaksana) "Ingat, kita harus bekerja sama dan menggunakan kekuatan kita dengan bijaksana."