
Setelah berhasil menyelamatkan Kaizo, Felix dan teman-teman mereka kembali berpetualang dengan semangat baru. Mereka mendengar kabar tentang sebuah kuil penyucian yang terletak di puncak gunung tertinggi. Kabarnya, kuil tersebut menjadi tempat bersemayamnya dewa pelindung yang memiliki kekuatan luar biasa.
Felix: (dengan penuh semangat) "Kuil penyucian ini bisa memberikan perlindungan dan keberkahan dari dewa pelindung. Kita harus pergi ke sana!"
Amara: (tersenyum) "Aku setuju, Felix. Dengan keberkahan dewa, kita akan lebih kuat dan terlindungi dalam petualangan kita."
Grandus: (mengangguk) "Benar, itu adalah kesempatan langka untuk mendapatkan dukungan dari dewa sendiri."
Keys: (ceria) "Aku ingin tahu seperti apa kuil penyucian itu!"
Mereka memulai perjalanan menuju gunung tertinggi di negeri itu. Selama perjalanan, mereka melewati berbagai rintangan dan medan yang sulit. Tetapi dengan kekuatan dan semangat mereka yang bersatu, mereka berhasil mencapai puncak gunung.
Di sana, mereka melihat sebuah kuil megah yang indah, dengan arsitektur yang anggun dan penuh misteri. Pintu besar dari kuil itu terbuka lebar, mengundang mereka untuk masuk.
Felix: (dengan suara penuh keyakinan) "Inilah saatnya kita mencari keberkahan dari dewa pelindung."
Mereka berjalan masuk ke dalam kuil dengan hati-hati, menghormati tempat suci itu. Di dalam, mereka bertemu seorang pendeta tua yang bijaksana.
Pendeta: (dengan suara lembut) "Selamat datang, para pahlawan. Aku tahu tujuan kalian datang ke sini. Dewa pelindung kami selalu siap memberikan perlindungan dan keberkahan bagi mereka yang datang dengan niat tulus."
Felix: (menghormat) "Kami datang dengan niat tulus. Kami ingin memohon perlindungan dan keberkahan dari dewa pelindung."
Pendeta: (mengangguk) "Baiklah, ikuti aku."
Pendeta membimbing mereka ke dalam ruangan utama kuil, di mana ada sebuah patung besar yang menggambarkan dewa pelindung. Aura kuat dan penuh kelembutan terasa di sekitar mereka.
Felix: (dengan suara tulus) "Oh dewa pelindung, kami adalah para pahlawan yang berjuang demi keadilan dan kebaikan. Kami memohon bantuan dan perlindunganmu dalam setiap petualangan kami."
Amara: (dengan hati yang tulus) "Kami ingin menggunakan kekuatan yang diberikanmu untuk melindungi orang-orang yang kami cintai dan dunia ini."
Grandus: (dengan tekad) "Kami berjanji akan menggunakan kekuatan ini dengan bijaksana, untuk tujuan yang baik dan mulia."
Keys: (mengangkat tangannya) "Kami siap menerima keberkahanmu, dewa pelindung."
Saat mereka berbicara dengan tulus, cahaya suci tiba-tiba memancar dari patung dewa pelindung. Cahaya itu menyelimuti mereka, memberikan mereka kekuatan dan perlindungan yang tak terbayangkan.
Pendeta: (tersenyum) "Dewa pelindung telah mendengar doa dan permohonan kalian dengan hati yang tulus. Kini, kalian telah diberkahi dengan kekuatan dan perlindungan-Nya."
Felix: (bersyukur) "Terima kasih, pendeta, dan terima kasih kepada dewa pelindung."
Setelah mendapatkan keberkahan dari dewa pelindung, tubuh Kaizo mulai bercahaya dengan cahaya suci yang memancar dari dalam dirinya. Cahaya tersebut adalah tanda bahwa dewa sedang membersihkan kejahatan yang tersisa dalam hati Kaizo.
Felix dan teman-teman lainnya memandang dengan takjub saat cahaya tersebut semakin terang dan intens. Mereka menyaksikan proses pembersihan kejahatan yang dilakukan oleh kekuatan suci dewa.
Amara: (dengan ekspresi haru) "Melihatnya membuat hati ini terasa hangat. Dewa benar-benar memiliki kekuatan yang luar biasa."
Grandus: (mengangguk setuju) "Kita harus bersyukur telah mendapatkan perlindungan dari dewa."
Setelah beberapa saat, cahaya mulai mereda, dan Kaizo tampak lebih tenang dan damai. Wajahnya kini dipenuhi dengan ketulusan dan kebaikan yang selalu ia tunjukkan sejak awal.
Kaizo: (tersenyum dengan tulus) "Terima kasih, teman-teman. Aku merasa lebih baik sekarang. Aku menyadari bahwa kekuatan gelap tidak pernah benar-benar menjadi bagian dari diriku."
Felix: (menghampiri Kaizo dengan senyuman) "Kita tahu itu, Kaizo. Kita selalu percaya padamu."
Amara: (memeluk Kaizo dengan lembut) "Kami akan selalu berada di sisimu, Kaizo. Kita saling mendukung dan saling melindungi."
Grandus: (mengangguk) "Kau adalah teman sejati, Kaizo. Kita akan terus bersama dalam setiap petualangan."
Keys: (dengan ceria) "Jangan pernah ragu untuk meminta bantuan jika kau membutuhkannya, Kaizo. Kita adalah tim."
Kaizo: (tersenyum dan mengangguk) "Terima kasih, teman-teman. Kini aku merasa lebih kuat dan yakin dalam melanjutkan petualangan bersama kalian."
Lalu dengan sangat tiba-tiba, seluruh tim Felix pingsan. Setelah mereka membuka mata mereka, mereka sudah berasa di tempat yang indah dan belum pernah mereka temui sebelumnya.
Di alam dewa yang indah, Dewa Zha, dewa baik yang menjadi pelindung tim Felix, tersenyum dengan hangat saat mendengar sanjungan dari tim pahlawan tersebut. Di alam dewa, perasaan dan pikiran dewa dapat terhubung dengan hati para pahlawan, namun hal itu tidak diketahui oleh tim Felix karena alam dewa dan alam pahlawan berbeda dimensi.
Dewa Zha: (dengan suara lembut) "Kalian adalah para pahlawan yang luar biasa. Aku merasa senang dapat memberikan perlindungan dan keberkahan kepada kalian."
Tim Felix berjalan melewati pemandangan alam dewa yang spektakuler, namun mereka tidak menyadari bahwa mereka telah berada di alam dewa yang berbeda dari dunia tempat tinggal mereka.
Felix: (kagum) "Tempat ini luar biasa indah. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan keelokannya."
Amara: (tersenyum) "Ya, tempat ini sepertinya penuh dengan keajaiban dan keindahan."
Grandus: (mengangguk) "Aku tak pernah menduga bahwa kita akan sampai ke alam dewa seperti ini."
Keys: (ceria) "Aku senang bisa berpetualang ke tempat-tempat baru yang menakjubkan seperti ini!"
Dewa Zha memandang tim Felix dengan penuh kebaikan dan kehangatan. Dia merasa bangga dengan keberanian dan ketulusan para pahlawan ini, yang telah berani berjuang demi keadilan dan kebaikan.
Dewa Zha: (dengan penuh kasih) "Kalian adalah pahlawan sejati, yang mampu menghadapi setiap rintangan dengan keberanian dan semangat juang. Kalian telah membuktikan diri sebagai orang-orang yang patut mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari para dewa."
Felix: (bersyukur) "Kami hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk dunia ini dan orang-orang yang kami cintai."
Amara: (dengan hati tulus) "Kami tidak akan pernah berhenti berjuang demi keadilan dan kebaikan."
Grandus: (dengan tekad) "Kami akan terus menjadi pahlawan yang selalu membawa cahaya di tengah kegelapan."
Keys: (mengangkat tangannya) "Kami bersumpah untuk selalu menjaga perdamaian dan keharmonisan."
Dewa Zha: (tersenyum) "Aku tahu kalian akan melakukan itu dengan sepenuh hati. Dan kalian tidak perlu berjuang sendiri, karena aku akan selalu bersama kalian, memberikan perlindungan dan bimbingan."
Setelah mereka (tim Felix) berkedip, tiba-tiba tim Felix terbangun dari pingsannya dengan perasaan yang sama, yaitu mereka merasa berada di alam dewa tadinya kenapa mereka bisa bangun di depan kuil?