
Meskipun telah berhasil mengalahkan raja iblis, tim pahlawan tidak menyadari bahwa kegelapan yang lebih besar sedang mengintai mereka dari balik bayang-bayang. Sebuah ancaman baru sedang bersembunyi, siap untuk melawan mereka.
Keesokan harinya, ketika tim pahlawan sedang istirahat di desa, tiba-tiba datanglah seorang wanita misterius dengan penampilan yang mencolok.
Wanita Misterius: (dengan senyum sinis) "Jadi kalian adalah tim pahlawan yang mengalahkan raja iblis?"
Felix: (dengan ekspresi waspada) "Siapa kau?"
Wanita Misterius: (dengan suara yang mencurigakan) "Kalian bisa memanggilku Nyx, dan aku datang untuk menghentikan kalian!"
Keys: (dengan ekspresi heran) "Menghentikan kami? Kenapa?"
Nyx: (dengan senyum sinis yang lebih lebar) "Karena kalian telah mengganggu rencana besar yang telah kuatur!"
Amara: (dengan ekspresi tegas) "Kami hanya ingin melindungi dunia ini."
Nyx: (dengan ekspresi mengejek) "Melindungi dunia? Kalian terlalu naif! Dunia ini hanya penuh dengan kekejaman dan ketidakadilan."
Grandus: (dengan ekspresi marah) "Kami telah berjuang untuk kebaikan!"
Nyx: (dengan suara merendahkan) "Kalian akan melihat. Aku akan membuktikan kepada kalian bahwa kalian adalah pahlawan palsu!"
Bom.
Tanpa aba-aba, Nyx menyerang tim pahlawan dengan serangan sihir gelapnya. Mereka terkejut dan berusaha menghindar, tetapi serangan tersebut begitu cepat dan kuat.
Felix: (dengan ekspresi kaget) "Dia... dia sangat kuat!"
Amara: (dengan ekspresi fokus) "Kita harus bersatu!"
Mereka berusaha untuk berjuang bersama melawan Nyx, tetapi kekuatan wanita misterius itu begitu besar. Keys mencoba menggunakan kemampuan barunya, tetapi tampaknya tidak berpengaruh pada Nyx.
Keys: (dengan ekspresi frustasi) "Kenapa... kenapa kekuatanku tidak bekerja padanya?!"
Nyx: (dengan senyum sinis) "Kalian semua tidak akan bisa menghentikanku!"
Kring.
Amara mencoba melepaskan serangan balasan, tetapi Nyx dengan mudah menghindarinya dan menyebabkan serangannya mengenai pohon di sekitarnya.
Grandus: (dengan ekspresi kesal) "Ini tidak akan berakhir baik!"
Felix: (dengan ekspresi teguh) "Kita tidak boleh menyerah!"
Namun, semakin lama pertarungan berlangsung, semakin terlihat bahwa tim pahlawan kewalahan menghadapi Nyx yang begitu kuat. Mereka terluka dan semakin lemah.
Bom.
Keys: (dengan ekspresi lemah) "Kita... kita harus mencari jalan untuk mengalahkannya."
Amara: (dengan ekspresi cemas) "Kita butuh waktu untuk merencanakan strategi."
Felix: (dengan ekspresi penuh penyesalan) "Saat ini, kita harus melarikan diri."
Nyx: (dengan ekspresi mengejek) "Lari saja, kalian tidak akan pernah bisa menghentikanku!"
Ketika tim pahlawan berlari menjauh, mereka merasa sedih dan kecewa karena mengalami kekalahan pertama mereka. Namun, mereka juga tahu bahwa mereka harus beristirahat dan merencanakan kembali strategi untuk menghadapi Nyx di masa depan.
Bab ini berakhir dengan perasaan tegang dan kekhawatiran karena kegelapan semakin mendekat, dan tim pahlawan harus mencari cara untuk mengatasi tantangan terbesar mereka sejauh ini.
Tim pahlawan kembali ke markas mereka di desa, hati mereka penuh dengan perasaan tegang dan kekhawatiran setelah mengalami kekalahan pertama mereka. Mereka berkumpul di ruang pertemuan untuk merencanakan strategi baru untuk menghadapi Nyx.
Felix: (dengan ekspresi serius) "Kita tidak bisa mengandalkan keberuntungan lagi. Kita harus merencanakan dengan matang."
Amara: (dengan ekspresi penuh tekad) "Saya setuju. Nyx adalah musuh yang kuat, kita harus mempersiapkan diri dengan baik."
Keys: (dengan ekspresi penuh penyesalan) "Maafkan aku, teman-teman. Aku merasa bersalah karena kekuatan baruku tidak berguna melawannya."
Grandus: (dengan ekspresi antusias) "Tidak perlu menyesal, Keys. Kekuatannya pasti memiliki peran penting lainnya."
Kaizo: (dengan ekspresi bijaksana) "Kita harus mencari tahu kelemahan Nyx. Mungkin ada cara lain untuk melawannya."
Amara: (dengan ekspresi penuh pemikiran) "Dia menggunakan sihir gelap yang kuat. Mungkin kita bisa mencari cara untuk mengalahkan sihir gelapnya."
Felix: (dengan ekspresi tegas) "Baik, kita mulai dari situ. Keys, apakah kamu bisa mencari buku atau artefak kuno yang berkaitan dengan sihir gelap?"
Keys: (dengan ekspresi percaya diri) "Tentu, saya akan mulai mencarinya sekarang juga."
Sementara Keys mencari buku atau artefak yang berguna, Amara dan Felix berdiskusi tentang cara menghadapi serangan sihir gelap Nyx.
Amara: (dengan ekspresi cerdas) "Saya bisa mencoba menggunakan kekuatan saya untuk melawan sihir gelapnya. Mungkin dengan perisai aurasihir saya, kita bisa mengurangi efeknya."
Felix: (dengan ekspresi optimis) "Itu ide bagus. Kita harus memanfaatkan kekuatan kita sebaik mungkin."
Grandus: (dengan ekspresi bersemangat) "Dan aku akan fokus pada serangan fisik. Kekuatanku mungkin akan lebih efektif daripada sihir."
Kaizo: (dengan ekspresi bijaksana) "Jangan lupa untuk bekerja sama dan menghindari serangan-serangannya dengan baik."
Keys: (kembali dengan ekspresi gembira) "Aku menemukan beberapa artefak yang berguna. Mungkin ini bisa membantu kita melawan sihir gelap."
Mereka pun memeriksa artefak-arte-fak yang ditemukan oleh Keys dan mendiskusikan cara menggunakannya dengan bijaksana. Mereka merancang strategi baru yang lebih matang dan saling melengkapi.
Keys: (dengan ekspresi bersemangat) "Aku juga menemukan mantra yang dapat memblokir sihir gelapnya!"
Amara: (dengan ekspresi penuh harapan) "Bagus! Kita harus menghafalnya dan menggunakannya dengan tepat."
Felix: (dengan ekspresi teguh) "Kami harus berlatih dan mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum menghadapinya lagi."
Grandus: (dengan ekspresi antusias) "Kami adalah tim yang tak terkalahkan! Kita akan menghadapinya bersama-sama!"
Kaizo: (dengan ekspresi bijaksana) "Ingat, kita harus tetap tenang dan fokus. Kita tidak boleh terpancing emosi."
Tim pahlawan bersatu kembali, lebih kuat dan siap menghadapi tantangan terbesar mereka. Mereka menyatukan kekuatan dan keyakinan mereka, siap untuk menghadapi Nyx sekali lagi.