
Ketika tim pahlawan berhasil mencapai pusat kekuatan iblis, mereka menemukan hewan yang terluka parah. Hewan itu berukuran kecil seperti kucing, tetapi tubuhnya diselubungi oleh awan berwarna putih. Felix mengenali hewan tersebut sebagai Legendary Light Cat atau LLC.
Felix segera menyuruh Keys untuk menyembuhkan LLC yang terluka. Keys dengan sigap mendekati LLC dan mulai menggunakan kekuatan penyembuhannya. Dengan perawatan yang teliti, LLC mulai pulih dari luka-lukanya.
Setelah LLC pulih, hewan itu tiba-tiba bicara kepada Keys dengan suara lembut, "Terima kasih, pahlawan. Aku adalah LLC, hewan legendaris yang melayani cahaya. Kekuatanku akan segera habis dan aku akan menghilang, tetapi sebelum itu, aku ingin memberikan hadiah kepadamu, pahlawan."
Keys terkejut mendengar suara LLC yang bisa bicara. Dia memandang LLC dengan tatapan takjub.
"Apa hadiah yang akan kau berikan padaku?" tanya Keys dengan penuh rasa ingin tahu.
LLC menjawab, "Aku akan memberikan kepadamu kekuatanku yang tersisa. Kekuatan ini memungkinkanmu untuk mengembalikan luka atau racun kepada pelakunya. Namanya adalah 'Reflective Aura.'"
Keys merasa takjub dengan kekuatan yang diberikan LLC. Dia merasa sangat berterima kasih atas hadiah yang berharga ini.
"Sangat berterima kasih, LLC. Aku akan menggunakan kekuatanmu dengan bijaksana untuk melindungi teman-teman kami dan dunia fantasi ini," ucap Keys dengan rasa hormat.
LLC tersenyum, "Aku tahu kau akan menggunakan kekuatan ini dengan baik. Ingatlah, kekuatan sejati datang dari hati yang baik dan niat yang benar. Jadilah pahlawan yang hebat, Keys."
Setelah memberikan kekuatan terakhirnya, LLC menghilang dengan lembut dalam awan putih yang mengelilingi tubuhnya. Keys merasa terharu dan terinspirasi oleh keberanian dan dedikasi LLC untuk melayani cahaya.
Tim pahlawan melanjutkan perjalanan mereka dengan semangat yang diperbarui. Keys merasa bangga memiliki kekuatan Reflective Aura yang diberikan LLC. Dia tahu bahwa dengan kekuatan ini, dia bisa melindungi teman-temannya dan menjadi healer yang lebih kuat.
Saat tim pahlawan tiba di tempat di mana raja iblis akan bangkit, mereka bersiap untuk melawan dengan berbagai kemampuan yang mereka miliki. Namun, mereka memutuskan untuk tidak menggunakan Skill Shield Area karena membutuhkan banyak mana dan belum mengetahui penggunaan Reflective Aura.
Pertarungan melawan raja iblis dimulai, dan para pahlawan berjuang dengan gigih. Felix menggunakan keterampilan pedangnya untuk melawan raja iblis, sementara Amara mengeluarkan mantra sihirnya. Keys berfokus pada penyembuhan dan berusaha membantu teman-temannya yang terluka.
Namun, raja iblis ternyata lebih kuat dari yang mereka bayangkan. Serangan-serangannya mematikan, dan pertarungan semakin sengit. Saat Amara mendapat luka serius, para pahlawan mulai panik dan kebingungan. Mereka merasa terjebak tanpa kemampuan untuk melindungi diri mereka sendiri.
Tiba-tiba, saat raja iblis akan melancarkan serangan berikutnya, Felix menyadari bahwa inilah saatnya menggunakan Skill Shield Area. Tim pahlawan berkumpul dan mulai menggunakan skill tersebut untuk menciptakan perisai melindungi mereka dari serangan raja iblis.
Namun, dalam kebingungan dan kepanikan, mereka tidak menyadari bahwa pergelangan tangan Keys diselimuti awan dan dia tiba-tiba membaca sebuah mantra dengan sendirinya. Saat perisai dari Skill Shield Area mulai terbentuk, mereka mendapati diri mereka terkejut karena Keys tampaknya memiliki kekuatan baru yang belum mereka ketahui.
Saat serangan raja iblis mengenai perisai, perisai tersebut pecah, dan para pahlawan pun terkena serangan yang membuat mereka terluka. Mereka merasa putus asa, karena raja iblis semakin kuat dan tampaknya tak terkalahkan.
Namun, saat raja iblis akan melancarkan serangan berikutnya, Keys tiba-tiba mengarahkan tangannya pada raja iblis dengan penuh keyakinan. Tidak ada yang tahu, Keys sebenarnya telah mengaktifkan kekuatan dari Reflective Aura yang telah diberikan LLC kepadanya.
Saat serangan raja iblis menuju Keys, sesuatu yang menakjubkan terjadi. Serangan raja iblis malah terkena dirinya sendiri, dan karena serangannya sangat kuat, raja iblis sendiri terluka parah.
Tim pahlawan melihat keajaiban ini dengan kagum dan harapan. Mereka menyadari bahwa Keys memiliki kekuatan luar biasa dengan Reflective Aura, yaitu kemampuan untuk memantulkan serangan lawan kembali kepada pelakunya.
Dengan semangat yang diperbarui, tim pahlawan berjuang dengan gigih. Mereka menggunakan kemampuan mereka dengan bijaksana dan bekerja sama sebagai tim yang solid. Keys menggunakan Reflective Aura untuk memantulkan serangan-serangan raja iblis, sementara Amara dan Felix menggunakan kekuatan mereka untuk melumpuhkan raja iblis.
Para pahlawan merasa lega dan bahagia karena mereka telah berhasil mengalahkan raja iblis dan menghentikan kebangkitannya. Mereka menyadari bahwa kekuatan sejati datang dari hati yang baik dan niat yang benar, dan Reflective Aura yang dimiliki Keys adalah bukti bahwa kebaikan selalu akan mengalahkan kejahatan.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan semangat juang tim pahlawan adalah kunci dari setiap perjuangan mereka. Mereka menghormati dan bersyukur atas kekuatan yang diberikan kepada mereka oleh LLC dan Reflective Aura.
Sebelum raja iblis akhirnya tumbang, dirinya dengan licik meneteskan sebuah benda berbentuk cairan hitam ke tanah. Tindakan tersebut dilakukan dengan sangat cepat dan tidak ada satupun dari para pahlawan yang curiga akan hal tersebut.
Setelah raja iblis berhasil dikalahkan oleh tim pahlawan, mereka merasa lega dan bahagia atas kemenangan mereka. Namun, mereka tidak menyadari bahwa raja iblis telah menyimpan rencana terakhirnya dalam bentuk cairan hitam yang ditebarkan tadi.
Setelah pertarungan usai, tim pahlawan melanjutkan perjalanan mereka dengan semangat yang tinggi. Mereka merasa percaya diri atas kemampuan mereka dan yakin bahwa mereka dapat menghadapi setiap rintangan di depan.
Namun, tak lama kemudian, beberapa dari mereka mulai merasa aneh. Amara merasa sakit kepala yang hebat dan sulit berkonsentrasi untuk menggunakan sihirnya. Keys merasa kelemahan yang tak biasa dan energi penyembuhannya tidak lagi sekuat sebelumnya. Felix merasa tubuhnya terasa berat dan sulit untuk bergerak.
Ternyata, cairan hitam yang ditebarkan oleh raja iblis mengandung kutukan yang telah menyerap kekuatan mereka secara perlahan-lahan. Raja iblis dengan licik telah meninggalkan kutukan ini sebagai upaya terakhirnya untuk menghancurkan tim pahlawan.
Para pahlawan menjadi semakin lemah seiring berjalannya waktu, dan mereka merasa putus asa karena tidak mengetahui apa yang terjadi pada mereka. Mereka berusaha mencari tahu penyebab kelemahan mereka, tetapi kutukan tersebut telah menyembunyikan diri dengan baik.
Saat situasi semakin memburuk, Felix dengan bijaksana mengajukan ide untuk kembali ke tempat pertarungan melawan raja iblis. Dia berpikir bahwa di sana mungkin ada petunjuk atau cara untuk menghilangkan kutukan yang menimpa mereka.
Tim pahlawan kembali ke tempat pertarungan, dan mereka mulai mencari-cari di sekitar area tersebut. Keys, yang selalu peka terhadap perasaannya, merasa ada sesuatu yang aneh di salah satu sudut tempat pertarungan.
Mereka menemukan bekas jejak dari cairan hitam yang telah ditebarkan oleh raja iblis. Keys mengambil bekas cairan hitam tersebut dan dengan cermat menganalisanya. Dia menyadari bahwa cairan hitam ini mengandung kekuatan gelap yang kuat dan merupakan sumber kutukan yang menyelimuti mereka.
Tiba-tiba, Amara merasa ada suatu energi yang mengalir dari bekas cairan hitam tersebut dan masuk ke dalam tubuhnya. Dia merasa tubuhnya mulai dipenuhi oleh kekuatan magis yang aneh.
"Amara, apa yang terjadi?" tanya Felix khawatir.
Amara tersenyum dengan penuh keyakinan, "Aku merasa energi ini mengandung kekuatan sihir gelap yang kuat, tetapi aku akan mencoba menggunakan kekuatannya untuk membalikkan kutukan ini."
Dengan fokus dan tekad yang kuat, Amara mulai mengarahkan energi sihir gelap tersebut ke arah Keys, Felix, dan teman-teman pahlawan lainnya. Energi tersebut berubah menjadi cahaya yang memancar ke seluruh tubuh mereka.
Tiba-tiba, kutukan yang menimpa mereka mulai pudar. Mereka merasa kekuatan mereka kembali pulih, dan tubuh mereka terasa lega.
"Amara, kau berhasil menghilangkan kutukan ini!" ucap Felix dengan rasa terharu.
Amara tersenyum, "Kekuatan sihir gelap ini bisa digunakan untuk kebaikan jika kita memahaminya dengan baik. Aku merasa bahwa kita harus berhati-hati dengan kekuatan ini, tetapi juga bisa menjadi kekuatan tambahan yang berguna dalam menghadapi ancaman di masa depan."
Para pahlawan merasa berterima kasih kepada Amara karena telah berhasil mengatasi kutukan yang mempengaruhi mereka. Tapi di suatu celah tanah, masih ada cairan hitam yang ditebarkan oleh raja iblis dan tanpa sadar para pahlawan melewatkan hal tersebut lalu keluar dari daerah pertarungan mereka dengan raja iblis.