
BAGIAN PERTAMA
: Pelakon & Figur
Bensyiana
Ia turun dari kamar tidurnya namun sebelumnya ia terbaring di ranjang dalam kamarnya, saat itulah dia memikirkan hal yang sudah pernah juga sebelumnya dia pikirkan setiap dia sulit tidur bahwa ketika dia terjaga namun orang lain sudah tidur, orang lain sudah melewati waktu lebih cepat darinya. Kini dia menuruni anak tangga karena ibunya sedang masak sesuatu saat tengah malam. Dalam bayanganya, ayahnya kini sudah bangun dari tidurnya, mungkin saja pada pagi hari, sembahyang subuh, lalu menyirami tanaman, namun Bensyiana masih belum tidur sehingga tertinggal oleh lipatan waktu bertemu ibunya yang tertinggal juga.
Syariana
Ia melipat telur dadarnya, lalu menggulungnya. Nanti, ketika telur dadar itu di letakan di atas piring dan tersaji diatas meja makan, Bensyiana di tawarinya untuk
ikut makan. Setelah itu, Bensyiana yang sebenarnya ingin makan, memakanya.
Setelah makanan itu habis di santapnya, barulah Bensyiana melipat pikiran Syariyana
lalu menggulungkanya kehatinya.
Syariana tidak pernah berpikir seperti apa yang di pikirkan Bensyiana mengenai teori lipatan waktunya.
Bila Bensyiana menjelaskanya bahwa setiap manusia hidup di jalur waktunya masing-masing, itu akan sukar dipahami.
Bila Bensyiana ingin menjelaskanya lagi lebih dalam bahwa manusia yang saling bertemu tidak benar-benar bertemu kecuali selisih waktunya kebetulan sama, karena manusia itu sendiri mustahil telah mendata rekam waktunya sejak lahir, itu hanya menambah kebingunganya.
Ketika itu terjadi, jika Bensyiana tidak peduli kepada orang yang diajak bicara, dia bahkan tidak akan menjelaskan apa-apa hingga sejauh ini.
Jika Bensyiana benci kepada orang yang diajak bicara, dia akan memenuhi pembicaraan dengan sarkasme dan komedi hitam. Karena dia peduli dengan ibunya sendiri, maka dia akan berusaha membuatnya paham dengan mengatakan bahwa jalur-jalur waktu itu memiliki hanya satu pemilik yang akan menjadi satu-satunya pelakon.
Pelakon itu akan menjadi tokoh utamanya dan orang lain yang masuk kejalurnya bukanlah pelakon. Banyanya jalur ditentuakan dari banyaknya jalur manusia, tapi urutan jalur di tentukan jumlah seluruh angka yang ada.
Tentu saja 0 tidak ada karena 0 sendiri artinya tidak ada. Pelakon akan saling bertemu di urutan jalur waktu yang sama, tetapi terkadang orang yang beruntung dapat mengetahui irama untuk selalu bertemu.
Ini adalah momen dimana Bensyiana biasanya akan memberi sebuah contoh sederhana seperti, bahwa menurut data di dalam satu rumah, ada satu keluarga yang memiliki 4 orang.
Setiap orang memiliki jalurnya masingmasing sehingga akan ada 4 jalur dan 4 pelakon di dalam rumah itu. Ayah, ibu, kakak dan adik adalah pelakon-pelakon masing-masing jalur waktunya.
Karena ini adalah contoh, jadi rekam waktu dimulai pada jam 07:00 pagi, ketika itu, semua jalur seirama sehingga semua pelakon bertemu sebagai manusia sejati.
Aktivitas di mulai pada jam 07:00, ada 3 pelakon yang bangun bersamaan, adik yang paling kecil tetap tertidur sehingga dia meninggalkan 3 pelakon lainya tertinggal dalam lipatan waktu.
3 pelakon itu akan saling berbicara satu sama lain dan mereka akan mendapati diri mereka suatu perubahan, bukan secara materi tapi secara psiologi.
Perubahan itu hanya di pendam masing-masing oleh mereka. Keinginan untuk berubah dan memaksimalkan suatu potensi diri adalah 2 contoh perubahan dalam psikologi.
Bisa dikataan ketika pelakon berbicara dengan pelakon, mereka akan mendapatan kebenaran dimana mereka setuju hal itu benar dan berniat untuk mengikuti, kebenaran itu berubah kedalam potensi yang lebih tinggi, tapi mereka hanya memendam idealisme itu ketia pembicaraan berlangsung.
Lebih tepatnya berubah pripadinya ke pada kepribadianya yang paling dalam dan paling kongkret karena banyak pelakon yang masih belum mengenal dan mengetahui dirinya dan potensinya sendri.
Itu sebabnya mustahil bisa merubah keprbadian seseorang karena seseorang hanya bisa menyempurnaan kepribadianya. Sementara itu, si adik yang masih tidur menandakan bahwa dia sudah meninggalkan 3 pelakon lainya di lipatan waktu yang lain, karena sekarang dia bangun pukul 12:00 siang dan mendapati hanya ibunya yang berada di rumah.
Singkatnya, 3 pelakon masih di meja makan dan menyadari bahwa si adik masih tidur dan si adik yang bangun tidak pernah menyadari selama seumur hidupnya bahwa ibu yang bertemu denganya bukanlah pelakon karena dia adalah seorang figur.
Ketika itu, seperti biasanya ibunya mengajaknya untuk makan siang, sehingga ketika makan siang mereka berdua terlibat dalam suatu pembicaraan. Nah, pembicaraah mereka akan masuk kedalam pikiran masing-masing, tapi ada perbedaan karena si ibu adalah figur.
Informasi yang masuk melalui indra si figur itu akan masuk lagi kedalam otak si pelakon, yang kebetulan setelah sarapan pagi si ibu tidur lagi, sehingga informasi dari si ibu yang berbicara dengan si adik yang pelakon akan
terekonstruksi menjadi mimpi-mimpi bagi si ibu yang pelakon.
Itu sebabnya informasi-informasi dari berbagai figur-figur masuk kedalam otak pelakon sehingga pelakon bisa bermimpi sangat banyak ketika tidur walaupun hanya sedikit yang bisa diingatnya karena semua informasi masuk sangat cepat dan singat.
Hanya sedikit dari manusia sejati yang sadar akan hal ini hingga dia bisa mengingat semua mimpimimpinya sehingga dia dapat merekonstruksi bentuk mimpi yang abstrak menjadi konstrusi baru berupa ramalan.
Terkadang sebuah ramalan tidak tepat karena perekonstruksinya salah menafsiran mimpinya atau mimpinya yang salah di ingatnya sehingga ramalanya menjadi salah juga.
Bahkan seorang manusia sejati yang lumayan hebat dapat mengatur figur-figurnya tanpa sadar, ketika yang disadarinya sebenarnya adalah dirinya yang sedang mengatur mimpi-mimpinya, tapi manusia sejati yang sudah benar-benar hebat dapat benar-benar mengatur figur-figurnya sehingga dia dapat menemukan setiap pelakon yang sedang berbicara dengan figurnya sehingga pelakon yang berbicara dengan figurnya akan merasa seperti benar-benar berbicara dengan pelakon juga dan dari situlah seorang pelakon bisa mendapatan efek yang sama tanpa harus berbicara dengan pelakon lainya.
Artinya sadar atau di sadari, sengaja atau tidak sengaja semua orang-orang besar yang sangat menginspirasi dan membuat perubahan besar di dunia ini bisa melakukanya.
Semakin banyak figur yang bisa di kuasai semakin banyak pelakon juga yang dapat di kuasai juga.
Ibunya akan tidak percaya bahwa dirinya menganggap bahwa penjelasan Bensyiana sangat masuk akal dan dirinya mulai berpikir apakah Bensyiana yang di berbicara denganya saat ini pelakon atau figur, tapi bagi Bensyiana dirinya yang pelakon atau figur akan hanya berbeda sedikit.
Ketika sudah mencapa tahap ini, Bensyiana sebenarnya sedang menunggu pertanyaan dari ibunya mengenai tidur karena dia juga tahu bahwa ibunya akan bingung apakah manusia tidur atau tidak karena jika tidak, mustahil manusia bisa bugar kembali, tapi terkadang pertanyaan itu tak kunjung datang lantaran ibunya belum tentu juga langsung memikirkan itu.
Akan tetapi bila pertanyaan itu muncul, Bensyiana akan melanjutkan penjelasanya lagi lebih dalam bahwa manusia memang butuh tidur selain untuk membugarkan diri hal yang paling penting sebenarnya untuk meninggalkan lipatan waktu yang sudah membosankan dan tidak berguna bagi manusia itu sendri sadar atau tidak di sadarinya.
Dan ketika baru saja meninggalkan lipatan waktu biasanya, ini terjadi sebelum kita benar-benar sadar sudah meninggalkanya, ciri-ciri paling umum ketika indra kita sudah bisa merespon informasi sekitar kita walaupun sebenarnya otak kita sudah sampai, tapi tubuh kita masih belum sepenuhnya sampai.
Ketika seseorang baru meninggalkan lipatan waktu, dia harus menunggu tubuhnya hingga benar-benar sampai dengan sepenuhnya atau memanggilnya, proses inilah yang terjadi dalam siklus kebugaran manusia.
Terkadang otak lebih dulu meninggalkan lipatan waktu dari pada tubuh dan terkadang tubuh kita terlalu terburu-buru untuk meninggalkan lipatan waktu lebih cepat. Itu sebabnya tidur sangat berguna untuk meninggalkan atau menunggu sesuatu.
Jika ibunya sadar seperti Bensyiana, dia akan berpikir bahwa hidup yang terbaik adalah hidup diantara tidur dan terjaga karena ketika informasi dari masa depan dan masa lalu akan terhalusinasikan dan saling bertabrakan dalam satu waktu.
Sehingga kita bisa mengetahui segala yang kita butuhkan walaupun harus di bayar dengan kelelahan yang sangat. Tapi banyak orang yang telah mengalami ini, dan dia hanya tidak sadar apa yang sedang di lakukanya sehingga dia tidak dapat mengontrol bahkan mengerti informasi yang berupa halusinasi itu.
ketika itulah dia dianggap sizrophenia, tapi seseorang yang sadar dan dapat mengontrol dan memahaminya dianggap jenius.
Awalnya hanya dirinya yang menganggapnya jenius, tapi lama kelamaan dia akan membuat semua pelakon lainya percaya karena tak ada gunanya berbicara dengan figur kecuali hanya untuk mencari informasi.
Bensyiana & Syariana
Mereka duduk di meja makan, tersaji telur gulung sepanjang piring selebar
setengahnya. Bensyiana menunggu telur itu diirisi sambil memegang piring kecil dan
garpunya. Setelah meletakan potongan pertama, dia memakanya dan ibunya
memakan cap-caynya. Setelah cap-caynya masih tersisa, barulah Bensyiana mulai
berbicara kepadanya.
„Ibu tahu tidak jika sebenarnya adik tidak ingin makan?‟
„Jika adik tidak ingin makan, tidak mungkin adik menghabiskan sepiring telur dadar gulung,‟ jawab Syariana yang masih memakan cap-caynya.
Bensyiana memutusan untuk ke dapur dan membuat segelas susu.
Syariana menambah porsi di piringnya yang sudah habis dari mangkuk yang sudah sedikit lagi tidak menyisakan apa-apa, hingga Bensyiana kembali dengan susunya untuk melanjutkan pembicaraan.
„Kenapa ibu tidak mengatakanya?‟
„Mengatakan apa?‟
„Adik tahu ibu memendam sesuatu. Adik tidak mungkin duduk berlama-lama di sini jika ibu tidak ingin bicara sesuatu.‟
„Iya, ibu tahu jika adik makan untuk menghormati ibu,‟ Syariana menjawab
dengan nada bercanda.
„Kenapa ibu selalu melenceng dari topik pembicaraan?‟
Syariana menambah porsinya lagi, hingga mangkuk menyisakan kekosongan.
„Adik tahu ibu memendam sesuatu yang jika ibu katakan, ibu takut menyakiti
perasaan adik.‟
„Ibu tidak memendam apa-apa.‟
„Adik tahu ibu memendam sesuatu, katakanlah!‟
„Apa?‟
„katakan apa yang ingin ibu katakan terhadap adik.‟
„Ya, ibu hanya takut adik akan gagal.‟
„Bukan itu.‟
„Jika bukan itu apa?‟
„Adik akan menghitung hingga 5. Jika ibu tidak mengatakanya adik akan kembali ke kamar. Tapi ibu harus tahu jika adik bisa merasakan sesuatu jika seseorang menyembunyikan sesuatu. Terkadang adik mengabaikan insting itu untuk hal-hal yang tidak penting, tapi karena ibu termasuk hal-hal penting, jadi adik tidak akan mengabaikanya.‟
„Ibu tidak memendam apa-apa. Ibu hanya berharap . . .‟
„1.‟
„Adik . .
„2.‟
`Menjadi . . .
„3‟
„Menjadi anak yang berguna bagi agama dan negaranya, keluarganya. Berbakti kepada orang tua,‟ dengan tempo lebh cepat dan tegas namun lepas karena pasrah.
„Ternyata ibu tetap memendamnya. Jika ibu tahu apa yang ada di dalam pikiran adik, ibu akan sadar bahwa tidak ada hubunganya berguna bagi agama dan negara, keluarga maupun berbakti dengan orang tuanya dengan Tuhan sama sekali. Yang jelas, adik tahu jika ibu memendam sesuatu yang apabila di katakan kepada adik, ibu takut menyakiti perasaan adik,‟ Bensyiana meninggalkan ibunya dan berjalan menaiki anak-anak tangga menuju kamarnya. Tentunya dia tidak lupa untuk menghabiskan susu coklatnya.
: Dongeng Syariana
Ketika dia berbaring di tempat tidurnya, dia sangat menyesal dirinya telah makan
walaupun telur dadarnya terasa aneh, karena rasa telur dadar gulungnya
mengingatkanya pada dirinya waktu kecil sering dibuatkan telur dadar gulung setiap
tengah malam ketika dirinya sulit tidur. Apa yang aneh adalah ketika kecil, setelah
menghabiskan telur dadar gulungnya, ibu nya selalu menceritakan dongeng.
Bensyiana selalu tidur bersama orang tuanya bahkan hingga kini, tapi terkadang dia
tidur di kamarnya. Dulu, ibunya, di sampingnya akan menceritakan dongeng hingga dia tertidur oleh dongengnya sendiri kecuali Bensyiana yang tetap sulit tidur.
Hantu Dan Setan Tulijeng
Tulijeng adalah hantu, tetapi kulitnya akan di penuhi lintah yang sebesar biji ketika
dia menjadi setan. Lintah-lintah itu menggeliat seperti api pada kulitnya. Ketika
Syariana hendak kepasar ke pasar, Bensyiana meminta dirinya untuk di gendong, tapi
Syariana menolak dan mengatakan bahwa Bensyiana tidak sepatutnya di gendong karena sudah besar, tapi Bensyiana memohon dan berkata bahwa dia masih umur 5 tahun. Dan Syariana berangkat bersama Bensyiana dalam gendonganya menuju pasar.
Ketika pulang dari pasar, tentunya Bensyiana tidak dapat digendongnya karena satu
tanganya membawa barang belanjaang, tapi salah satu tanganya tetap di relakanya
untuk menggandeng tangan Bensyiana. Saat itulah mereka berdua melewati sebuah
turunan yang menghadap sungai, di mana di ujung turunan, jalan meliku dan membentang di samping sungai. Di situlah Tulijeng berusaha membelokan kapalnya untuk menghindari sungai sehingga jalan mengikuti likunya. Tulijeng memiliki kapal yang hanya bisa berjalan di tanah.
Anak Payung
Ada sebuah perumahan penuh dengan komplek-komplek dan blok-blok. Salah satu
rumahnya di huni oleh keluarga yang memajang payung kecil terbuka di ruang
keluarganya. Keluarga itu menyembah payung kecil itu. Anak laki-laki terkecil itu
sedang dalam perjalanan kerumah temanya yang masih dalam satu perumahan itu.
Namun ketika sampai persimpangan, ada payung raksasa, yang besarnya hanya
sedikit lebih besar dari payung pada umumnya, mengejarnya. Payung itu adalah ibu payung dia selalu mencari anak payung kemana-mana. Si anak laki-laki berlari dan
ibu payung itu terus mengejarnya, hingga ketika sudah sampai halaman rumahnya dia
baru ingat kata-kata ayahnya bahwa ibu payung hanya akan pergi bila orang yang
dikejar berjalan mengesot. Ketika anak laki-laki mulai berjalan mengesot, dia sangat
ketakutan, tapi sebelum ibu payung itu pergi, pintu di buka oleh keluarga itu karena
jeritan si anak laki-laki membuat mereka panik. Kesalahan itulah yang menyebaban
ibu payung melihat anaknya yang terpajang.
Mantra Cing Gobang Gocir Walaupun banyak rel reta yang menyebrangi sungai, tapi hanya satu jembatan rel kereta api yang menjembatani sebuah kerajaan jin. Setiap orang yang lewat jembatan yang memotong rel kereta api beserta bengawanya, dilarang mengucapan kata „CingGobang-Gocir.‟
Apabila ada yang mengatakanya, maka dia akan jatuh kebawah menembus pijakan dan masuk ke kerajaan jin. Disana ada singgasana kerajaan yang punggung kursinya sangat tinggi hingga menembus langit dan melintasi lapisan lapisanya.
BAGIAN KEDUA
: Keluarga Ul-Syeloff
Akhbu Lahir di keluarga yang sangat miskin akan tetapi masih bisa mendapatkan hasil dari kerajinan ukir dan seni patung. Ketika masih seorang bocah pernah main bersama
seorang sahabatnya di bengawan. Apabilia melihat ke langit, terlihat membentang
jembatan yang bersliang dengan rel kereta. Ketika sedang berenang, temanya tenggelam dan Ahbu bersembunyi di belakang pohon. Penduduk mencari mereka berdua dan Akhbu hanya berdiam disana tidak berpulang-pulang. Beberapa mengira Ahbu melihat singgasana di dalam kuil jin, beberapa menganggap dia mengalami tekanan secara psikis sehingga menyebabkan timbulnya sifat pendiam sejak saat itu.
Tetapi sejatinya Akhbu memanglah seorang pendiam. Ketika remaja, sepupunya
pulang dari china membawa uang satu koper berkata bahwa disana pengukir dan
pematung di hargai jauh lebih tinggi, Akhbu hendak mengikuti jejaknya. Di sana dia
berziarah ke makam Konfusius dan merasa ingin mengikuti jejaknya. Tidak kuasa
mengikuti ajaran Konfusius, Akhbu mendapat kegagalan dalam pekerjaanya karena
ukiran dan patung hasil buatanya jelek sehingga banyak yang tidak membayar jasa
dan tidak mengambil hasil pesananya bahkan ketika sudah membayar. Akhbu kembali ke tanah air meninggalkan kontrak-kontrak yang tersisa, beberapa yang sudah membayar uang muka mengancam akan membunuhnya jika berhasil menemukanya. Kini Akhbu terjebak dalam peta yang sudah usang dalam kepalanya.
Dia sudah tidak dapat melihat kenyataan dan menganggap pengalamanya sudah
mengajarkanya lebih dari cukup tentang kehidupan di tambah dengan hafalan kitab
sucinya yang tinggal separuh. Hasil pengalamanya benar-benar menyusahkan
Bensyiana yang jika Akhbu adalah orang yang selalu belajar, dia akan menyadari
bahwa Bensyiana sepert Konfusius.
Syariana Lahir di keluarga yang misikin tapi masih mendapatan hasil dari sawah keluarganya, di tambah Syariana berjualan bakwan setiap berangkat dan pulang sekolah. Masa lalu Syariana adalah masa yang paling indah. Dia adalah seorang pemimpi dan
pengkhayal yang ulung, seorang sastrawan lisan sejati. Dongeng-dongengnya bukan
hanya menghibur orang, tetapi membuat mereka mempercayainya. Akan tetapi orang
dewasa cenderung meremehkan dongengnya, lagi pula apa gunanya menggalang masa dari orang dewasa ketia dia masih kecil. Sekarang anak-anak kecil yang dulu di ceritakan dongeng-dongengnya sudah dewasa dan beberapa menganggapnya sebagai mitos, beberapa menganggapnya sebagai legenda. Ada beberapa yang terakhir, mereka adalah yang menyadari bahwa dongeng itu hanya berasal dari khayalan Syariana saja walaupun efek secara psikis tetap dirasakan setiap melewati tempattempat atau hal-hal yang bersangutan dengan dongeng Syariana. Walaupun Syariana hanya berakhir menjadi seorang teolog, dongeng-dongengnya yang tak berakhir di ceritakan kertas menjadi sebuah folklore di tempatnya. Ibunya adalah yang
menghambat khayalan dan mimpi-mimpinya, tapi satu hambatan tidak dapat menghentikanya kecual ditambah suaminya yang berwatak seperti ibunya. Walaupun
kini Syariana hanya terlihat seperti wanita pada umumnya, Bensyiana selalu
penasaran dan tertarik untu menggali lebih dalam tentang khayalan-khayalanya.
Sayangnya Bensyiana selalu gagal karena Syariana tidak ingin anaknya berakhir
sebagai pengkhayal seperti dirinya. Satu hal yang tidak dapat di mengerti oleh
Syariana adalah bahwa khayalan dapat di jadikan kenyataan berupa sebatas mimpi
maupun di realisasikan. Walaupun Syariana tidak pernah mengatakanya secara
langsung, perbincanganya dengan Bensyiana selalu menambah semangatnya. Tapi
setiap dia melihat penderitaan Bensyiana dia tak pernah tahu jika itu memang
bayaranya untuk sebuah mimpi yang di ekstrak kedalam dunia nyata. Syariana
merasakan penderitaan Bensyiana karena dia menkhayal apa yang dirasakanya jika
dia menjadi Bensyiana, sedangkan Bensyiana merasa menderita karena banyak orang
menghalanginya dari menderita.
Anfyn Jaj Lahir di keluarga yang sederhana akan tetapi karir Syariana berkembang pesat hingga dalam kurun waktu Anfyn belum menginjak masa remaja sudah menjad kaya-raya. Dia menghabiskan masa kecili yang indah di desa penuh dengan sawah dan
permainan kuno hingga Akhbu memindahkan kediamanya di sebuah perumahan
penuh dengan komplek-komplek dan blok-blok. Salah satu rumahnya di huni oleh
seorang penjual ikan-ikan hias. Di dalamnya ada sebuah tembok di mana gitar dan
salib berdampingan. Karena Anfyn sering bermain kerumah pedagang ikan itu, dia
jadi sering melihat gitar dan selalu meminta dirinya untuk diajari musik, tapi Anfyn
yang masih berumur 5 tahun tidak pernah diajarinya. Setidaknya, Anfyn sering
menontonya bermain catur. Karena Anfyn adalah seorang yang rendah hati dan selalu
menganggap dunia adalah tempat yang luas dan di penuhi orang-orang pintar untuk di
jadikan guru, Anfyn yang sekolah pun mulai giat belajar musik dari guru senibudayanya. Guru itu mengajarinya not balok, suling dan pianika seperti anak sekolah pada dasarnya. Anfyn memliki buku catatan yang di penuhi dengan komposisikomposisi ciptaanya maupun gubahanya. Hingga akhirnya setelah Anfyn menginjak remaja, dia mulai menekuni dunia seni lukis. Lukisanya cukup bagus karena sejatinya dia memang tidak pernah melukis diatas kanvas. Krena sudah bosan, Anfyn memutuskan untuk menjadi Scientist ketika masa pubertas dan dia mulai menerapkan tekhnik-tekhnik catur yang di lihatnya dulu di dunia nyata.
Bensyiana Lahir di keluarga Ul-Sheloff. Di keluarganya dia dienal sebagai anak yang manja dan pendiam. Di lingkunganya dia dikenal sebagai anak yang nakal. Di pergaulanya dia berhasil membuat suatu klab bermain yang di pelopori olehnya. Awalnya hanya dia sendiri yang sering bermain di loteng rumahnya dengan kasur dan kardus-kardus, dia pikir dia adalah seorang bajak laut. Seorang temanya dajaknya menuruni gunung meletus dengan bantal dirumahnya, berlayar dalam aliran lava lalu temanya mulai
ketagihan, tapi sejak kakinya tertimpa besi dia mulai takut. Salah satu temanya yang
lain, diajaknya perang di loteng rumahnya dan sealigus mengantar pizza bagi kapalkapal kelaparan, dia tertarik dan menjadi pengikut pertama. Ada satu lagi teman Bensyiana yang diajak temanya yang menjadi pengikut pertama, diajaknya untuk bergabung. Karena Bensyiana sudah memiliki partner, akhirnya dia mengembangkan sayap klabnya dengan membuat lapangan golf dari alat-alat rumah tangga yang tak berguna dan kardus-kardus yang tak berguna. Setelah selesai, generasi pertama mulai meninggalkan Bensyiana, tetapi seseorang teman baru Bensyiana melihat bekasbekas peninggalan klab yang dinamainya Golfy Stick itu, dia terttarik dan mengajak semua temanya untuk bergabung. Bensyiana yang kini memiliki partner jauh lebih banyak, akhirnya memimpin semuanya untuk membuat lapangan bola, lapangan
futsal dan membuat klub-klub sepak bola khayalan untuk di buatkan turnament.
Sebenarnya untuk menjadi anggota, di harusan untuk mengisi formulir dan ada kelaskelas tertentu. Tentunya pengurus adalah kelas yang bergengsi dan cara mendapatkan title itu harus memenuhi semua kewajibanya. Bensyiana pernah mengangkat seorang yang bahkan bukan anggota langsung menjadi pengurus disebabkan dia terlalu rajin untuk seseorang yang bukan siapa-siapa, klab ini mulai di tinggalkan ditambah ada seorang temanya yang lain membuat klub yang berbeda dan berhasil mengambil semua partner Bensyiana. Seperti ramalannya, klub itu tidak menjadi klub bermain kecuali hanya sebagai pamor yang bergengsi sehingga klubnya mati bahkan sebelum di mulai. Di luar rumahnya, seperti permainan ninja dan suit amerika adalah beberapa karyanya, tapi sepertinya, seperti sebelumnya, Bensyiana gagal menjadikan karyakaryanya sebuah budaya anak-anak. Ketika remaja hanya satu orang yang tahu bahwa Bensyiana ingin menjadi Scientist, bahkan dia lebih dulu menjadi Scientist dibandingkan Anfyn dan memiliki beberapa pemikiran yang tidak ada yang tahu apa itu kecuali temanya itu. Bensyiana sebagai seorang scientist hanya berjalan 3 tahun karena dia mulai menyukai seni. Bensyiana memiliki masa kecil yang berbanding terbalik dengan Anfyn dan begitu juga sebaliknya.
: Warna Pekat & Bias
Sebuah warna hitam kebetulan terlapisi oleh kepekatan di permuakanya dan sebuah
lapisan disengaja membiaskan warna putih yang di lapisinya. Apabila di balik, sebuah lapisan akan membiaskan warna hitam dan kepekatan akan menutupi warna putih. Sejatinya, tanpa cahaya semuanya akan menjadi warna hitam, lapisan pekat,
lapisan bias, warna hitam maupun warna putih. Bensyiana yakin bahwa kebaikan
adalah warna putih, keburuan adalah warna hitam, kesalahan adalah lapisan pekat dan
kebenaran adalah lapisan bias. Dan tidak semua orang meyakini hal yang sama
denganya karena setelah Bensyiana memasuki pintu apartmenya, di sebuah ranjang hanya ada orang tuanya. Keduanya mengeluaran energi kebahagiaan karena ketidak terdugaan kedatangan Bensyiana, tapi Bensyiana dengan sepenuh kekuatan menolak energi itu dan mengeluaran energi kebencian dalam dirinnya. Syariana sedang
membaca, melihat Bensyiana masuk dan bergerak dengan angkuh.
„Adik, mengapa datang kemari?‟ Tanyanya dengan senang, „kenapa tidak
bilang-bilang sebelumnya?‟
Bensyiana tidak menjawab, lagi pula Akhbu yang mengeluaran energ kebahagiaan paling besar pura-pura mengabaianya. Bensyiana bersalaman dengan Syariana, tetapi dia menghiraukan tangan Akhbu yang menunggu.
„Kenapa adik membawa tas?‟
„Kakak dimana?‟ Bensyiana menjawab dengan dingin.
„Kakak di kamar mandi. Adik ingin pergi kemana?‟
Bensyiana tetap diam dan duduk menunggu Anfyn keluar dari kamar mandi.Beberapa saat pintu kamar mandi terbuka dan Bensyiana mendatangi Anfyn.
„Kok kamu datang ke sini?‟
„Saya ingin menunjukan intuisi saya kepadamu,‟ jawabnya dengan berbisik
sambil tersenyum di pintu amar mandi.
„Kenapa adik membawa tas?‟ tanya Syarian memegang-megang tas, „bawa
apa?‟
„Adik ingin pergi.‟
„Pergi kemana?‟
„Rahasia.‟
„Mengapa?‟
„Karena kakak mulai menyebalkan,‟ jawabnya sambil tertawa.
„Memangnya apa yang saya lakukan?‟
Anfyn yang rambutnya masih basah pun duduk tidak peduli, Syariana dan
Akhbu duduk tidak mengerti hingga Bensyiana mulai, „Adik ingin mengatakan sesuatu. Adik akan bicara sebagai ayah. Maksudnya adik bukanlah seorang ayah, tapi ceritanya adik adalah ayah karena adik ingin
menunjukkan bahwa adik tahu apa yang ayah pikiran.‟
„Memangnya apa yang ayah pikirkan?‟ Tanya Syariana.
„Ayah bukan orang bodoh. Ayah sudah
membaca banyak buku. Ayah sudah
belajar banyak hal. Ayah sudah melihat banyak hal, ayah adalah orang pintar. Tidak
ada gunanya belajar sampai tinggi-tinggi atau membaca banya hal dan mempelajari
banyak hal. Semua itu tak pernah di pedulikan orang sekaliun ketika mencari pekerjaan. Karena jika memang tidak ditakdiran untu sukses tetap saja gagal. Jadi tidak ada gunanya adik dan kakak belajar atau memikirkan masa depan, karena itu
percuma jika memang bukan takdirnya. Lebih baik menuruti kata-kata ayah, apa yang
sudah ada lebih baik di lanjutan. Anfyn lebih baik menikah supaya ayah punya cucu,
dan Bensyiana juga begitu. Anfyn bisa membuka toko. Bensyiana bisa ikut suaminya.Lagi pula tanpa membua toko, kita tetap saja bisa makan.‟
„Itu benar, itu memang benar sekali, ayah setuju,‟ Ahbu merasa di pahami.
„Ayah bukanya sudah sering bilang jika lebih baik begitu?‟ tanya Syariana.
„Ayah tidak pernah bilang belajar dan mencari ilmu tidak ada gunanya,‟ tukas Bensyiana dengan bencinya.
„Ibu ingin membuat kafe, tinggal tunggu masa kontrak di ruko kita habis. Ibu
akan membuat kafe yang indah dengan perabotan unik dan makanan resep terbaru
dan aneh dengan rasa istimewa.‟
„Untuk apa membuat kafe! Lebih baik buka warung kopi yang sudah jelas ada
pembelinya,‟ potong Akhbu.
„Apa ayah tahu masalahnya?‟ tanya Bensyiana memotong dan mengembalikan
percakapan ke inti pembicaraan.
„Apa masalahnya?‟ tanya Syariana.
„Masalahnya ayah menganggap saya dan Anfyn pintar juga.‟
„Ya, itu memang benar,‟ Ahbu terlihat sangat senang, itu artinya dia benarbenar tidak mengerti, „beruang itu,‟ Akhbu berdiri dengan kitab sucinya, berbicara layaknya seorang pujangga, „akan mengikuti induknya. Indunya mengajarkan sesuatu dan anaknya mengiutinya secara turun temurun.‟
„Anfyn sama sekali bukan beruang,‟ tukasnya karena sudah bosan dengan perumpamaan-perumpamaan hewan. Anfyn bahan tahu bahwa beruang hanyalah pengganti singa karena dulu ketika kata beruang diganti singa, Bensyiana langsung memotong dengan pertanyaan, “mengapa ayah tida meniah lagi? Sejauh ini, kita sudah mirip singa karena singa betina yang berburu dan singa jantan hanya bersantai.”
„Dulu ayah bercerita tentang singa, mengapa sekarang bercerita tentang
beruang?‟
„Ayah tidak suka singa karena singa poligami,‟ berkata seakan pemiran itu
dari dirinya sendiri.
„Apa bedanya? Dua-duanya sama-sama hewan. Singa tidak tahu apa yang dilakukanya itu salah karena menurut ajaran orang tuanya, singa memang poligami lagi pula. Searang semuanya sudah lupa bahwa penjelasanya belum selesai. Jadi apa ayah tahu apa masalahnya?‟
„Tidak ayah tidak tahu?‟ Mulai mengelusi dahinya sendiri.
„Ayah mengira bahwa adik dan kakak pintar.‟
„Memangnya apa yang salah?‟ Singgungnya.
„Kakak saja tidak pintar, apa lagi saya. Orang pintar harus belajar, jika tidak, akan jadi bodoh. Anfyn adalah orang yang cerdas dan ayah harus tahu akan hal itu. Orang cerdas membutuhan guru agar bisa membuat hal-hal yang hebat.‟
„Ayah kamu sendiri kamu bodoh-bodohi!‟ Ahbu mulai kesal dan berjalan kedapur, tentu saja dia tidak mengiris-irisi papaya dan menyiramnya dengan madu.
„Ayah hanya ingin anaknya tampan. Anfyn lebih baik di potong rambutnya supaya
cepat dapat istri.‟
„Apa hubunganya rambut dengan istri?‟
„Apa ingin ayah carikan istri,„ wajahnya tiba-tiba cerah, „Anak Pak Taswidi cantik juga,
„ tiba-tiba dia tertawa seperti semestinya seseorang membuang d\t‟ahak.‟
„Ayah tidak mengerti. Hidup bukan hanya untuk menikah dan berkembang
biak.
„Memangnya adik menganggap ayah bodoh? Tidak bukan?‟ kata Syariana, menenangkan hati suaminya yang berkata telah di bodoh-bodohi.
„Adik menganggap ayah pintar. Makanya karena ayah sekarang tidak belajar,
ayah jadi bodoh karena orang pintar harus belajar agar tetap pintar. Kakak adalah
orang cerdas, orang cerdas tidak akan bodoh jika tidak belajar, tapi orang cerdas tidak
bisa buat apa-apa jika tidak berguru, jadi biarkan dia belajar tinggi-tinggi agar
membuat hal-hal jenius. Karena menurut saya, rencana kakak mungkin akan berhasil
30 tahun lagi. Dan satu lagi, adik akan berbicara sebagai ayah lagi.‟
Akhbu ingin berbicara tapi di tahan oleh dirinya sendiri.
„Ayah sudah menunggu kesadaran kalian sejak dulu hingga kalian berumur seperti sekarang, tapi ayah akan tetap sabar menunggu karena pada akhirnya ayahlah
yang benar dan kalian akan pulang kembali meminta maaf kepada ayah, lalu kita
akan hidup bahagia.‟
„Jika itu saya sudah tahu,‟ jawab Anfyn senang karena mengetahuinya juga.
„Itu juga karena saya yang memberitahu kamu.‟
„Tentu saja saya memikirkanya sendiri.‟
„Kamu hanya sudah lupa seperti biasanya.‟
„Saya ingin bicara sesuatu kepadamu, tapi tunggu ayah pergi,‟ bisik Anfyn.
Akhbu masuk kamar mandi, untuk beberapa saat terdengar suara orang yang sedang mandi. Keluar dari kamar mandi, dia sudah berpakaian lengkap, karena dia ingin pergi ke rumah besar membawa tas-tas penuh cucian kotor. Ketika Akhbu keluar apartmenya, Syariana masuk ke kamar mandi. Saat itu, bukanya Anfyn yang berbicara, dia pertama-tama mendengarkan Bensyiana terlebih dahulu. Anfyn berkulit putih tidak seperti Bensyiana, namun Bensyiana lebih tinggi darinya. Anfyn berambut belah tengah panjang dan bergelombang sebahu. Rambutnya sedikit-sedikit berwarna
biru dan sedikit-sedikit berwarna putih, tapi tetap di mayoritaskan oleh warna hitam
aslinya. Dia berkaca mata wajahnya terlihat sepesti aktivis berpipi cekung dari pada
scientist.
„Aku selalu heran dengan kepribadianku, tapi apa yang paling aku herankan waktu aku tinggal dengan kekasihmu. Ketika itu, itu adalah satu bulan paling bermanfaat dalam hidupku. Aku selalu berfikir jadi apa aku jika ayah tidak menjemputku untuk pulang. Jika aku satu tahun saja sendirian tanpa orang tua dan memaksimalkan potensiku, aku mungkin saja bisa terbang. Ketika itu, aku mulai
mendapati kepribadianku mulai memaksa diriku sendiri untuk berubah-ubah sesuai
memaksaku untu mencoba berjalan diatas genting dari satu rumah menuju rumah
lainya. Ketika aku berjalan dan melihat sekumpulan orang, kepribadian ku memaksa
untuk membaur. Tapi aku belum dapat menyempurnakan potensinya ketika itu,
semuanya hanya berupa respon dan pemikiran-pemikiran berselubung ide-ide.
Jika aku bisa memaksimalkan perubah-perubahan itu dengan sempurna, aku bisa
mendapatkan ilmu yang lebih tinggi pastinya, jika aku sendirian aku selalu bertambah
pintar karena aku merasa bodoh,‟ jelas Bensyiana sambil melihat angguk-anggukan
Anfyn. Lalu Syariana keluar kamar mandi, Bensyiana merasa terganggu, tapi Anfyn
tentunya tidak merasa seperti Bensyiana.
„Aku jadi ingat sesuatu. Kamu bilang jika seseorang yang tidak butuh guru selalu lebih jenius dari seseorang yang butuh guru. Menurutku kejeniusan tidak ada
hubunganya dengan itu.‟
„Itu tidak sepenuhnya salah karena ayah tidak butuh guru dan dia berakhir menjadi orang yang bodoh.‟
„Itu karena ayah memang berbeda dengan kita.‟
„Itu baru sepenuhnya benar. Aku mengerti maksudmu bahwa orang yang butuh guru bukan berati tidak memiliki ide yang orisinal dan kejeniusan ditentukan dari hasil.‟
„Itu kamu paham maksudku.‟
„Kamu hanya belum bertemu dengan orang sepertiku dalam bidangmu.‟
„Sampai saat ini bahkan aku tidak terpukau dengan kata-katamu.‟
„Itu karena kita memiliki bidang yang berbeda. Science menciptakan hal
berguna untuk menguasai dan seni menginspirasi untuk menguasai. Itu sebabnya bidangmu selalu berhasil karena orang-orang yang di kuasasi datang dengan terpaksa.. Orang-orang mendatangi seni selalu dengan suka-rela. Jadi jika ada orang sepertiku yang kamu temukan, kamu akan mengerti maksudku jika dia pastinya sombong bukan main. Orang sombong tidak butuh guru tapi tidak keberatan diajari juga. Dia hanya keberatan jika ajaranya payah.‟
„Ya aku memang belum menemuan orang seperti itu. Untuk saat ini aku menganggap kejeniusan tidak ada hubunganya dengan itu, tapi mungin jika sudah bertemu aku akan percaya.‟
„Bukan hanya orang yang butuh guru masalahnya, tapi juga karena rencana
yang kamu rencanakan mungkin akan gagal.‟
„Tentu saja rencanaku akan berhasil.‟
„Bagaimana rencanamu akan berhasil jika kamu sendiri tidak, , , . Tentunya selalu ada dua orang di dunia ini dan kamu termasuk orang yang di taklukan oleh dunia.‟
„Tak semua orang sepertimu juga akhirnya berasil menaklukan dunia.‟
„Di bidangku, aku mengenal orang yang sepertimu. Aku menganggap semuanya benar kecuali dia adalah orang yang rendah diri dan sudah bisa di pastian di di taklukan dunia karena dia tidak punya keyakinan yang tinggi untuk meyainkan orang di sekitarnya. Dia memang jenius, tapi dia tidak seyakin diriku sehingga dia diinjak-injak. Orang yang tidak bisa meyakinkan dirinya sendiri akan berakhir tidak bisa membuat orang lain yakin.‟
„Aku tahu aku kemarin gagal untuk tes masuk ke dalam pemerintahan tapi tahun depan aku akan tes lagi dan aku akan lulus.‟
„Jika kamu mengenal orang sepertiku di bidangku, dia juga pasti akan lulus
tes, tapi dia akan masuk kedalam, mengobrak-abrik pemerintahan dengan rencana matangnya sehingga dia akan di terima seperti kasus bagaimana Erin Brockwhich bisa jadi seorang advokate. Bahkan Alan Turing saja tidak lulus tes. Jika kamu bilang kamu malas membuang segala kebahagiaan sesaat demi hal yang penting mungkin, aku akan memaklumimu dan menganggap pembicaraan kita tentang hal ini selesai.‟
„Ya,‟ merasa malas juga untuk mengatakanya, „aku memang malas. Untu apa kita terus berjuang tapi tak pernah bersenang-senang. Aku selalu menyeimbangkan kepentingan dan kesenangan. Tapi aku tetap tidak setuju jika orang yang tidak butuh guru lebih jenius dari orang yang butuh guru. Maksudu, belajar sendirian sangat membosanan dan mungkin lama-lama bisa busuk jika terlalu sering mengurung diri.‟
„Baiklah, anggaplah orang yang butuh guru dan tdak butuh guru sama-sama jenius dan kejeniusan itu tergantung dari hasilnya karena untuk apa jenius jika tidak
menghasilkan apa-apa!‟
„Untuk apa dianggap-anggap, memang begitu kenyataanya!‟
„Ya, walaupun aku tidak menganggapnya, setelah percakapan ini berakhir kamu akan mulai menganggapnya begitu.‟
„Okey,‟ jawabnya ketus.
„Ada satu hal yang pasti, bahwa orang yang butuh guru pasti mudah bosan dan senang bersenang-senang dan rela rencananya terabaikan demi sebuah kesenangan di depan mata karena kesempatan hanya datang satu kali.‟
„Ya, itu memang benar.‟
„Itu artinya, orang yang tidak butuh guru memiliki lebih banyak ide karena dia
selalu berpikir sehingga ide-ide selalu menunggu untuk di realisasikan dan setiap
yang satu jadi kenyataan, yang lain muncul kembali sehingga orang yang tidak butuh
guru memiliki antrian ide yang harus dikerjakan sehingga dia lebih suka bermain
dengan idenya dari pada dengan orang-orang.‟
„Jangan kamu kira bahwa orang yang butuh guru hanya memiliki sedikit ide.
Aku juga sering menghayal banyak hal sebelum tidur.‟
„Itu sebabnya bahkan orang yang tidak butuh guru menghayal sejak setelah
bangun.‟
„Tapi bukan berarti hanya karena lebih banyak ide artinya lebih jenius.‟
„Baiklah, aku ingin menghiburmu dengan kata-kataku selanjutnya,‟ jawab
Bensyiana dengan ceria.
„Aku tidak butuh hiburan dari mu.‟
„Kamu pasti akan terhibur. Aku akan membuktikanya. Jadi, aku akan menaikan levelitas orang yang butuh guru agar aku bisa menjelaskan hal yang jauh lebih dalam. Jadi, anggaplah jumlah idenya sama, karena sebenarnya, pasti ketika orang seperti mu bermain dan belajar di kelas, kamu juga pasti mengkhayal juga dan tumbuh ide-ide baru juga. Masalahnya adalah, kamu bermain dengan temantemanmu, lalu kamu dapet ide, lalu kamu masuk kelas, lalu kamu dapet ide, lalu kamu pulang kerumah dapat ide lagi, dan kamu tidur hingga ide-idemu yang sebelumnya lupa begitu saja karena ide-ide itu saling tidak berkesinambungan
sehingga tidak terstrutur dan hanya menjadi sebuah ide-ide yang hanya sebuah ide
saja,‟ Anfyn tertawa mendengarnya dan Bensyiana mulai senang.
„Itu sudah cukup untuk menjadi bukti bahwa ide orang sepertiku memiliki ide yang jauh lebih banyak karena memiliki kebebasan berpikir. Orang sepertimu pasti selalu memiliki suatu struktur dan pakem-pakem tertentu sehingga menekan pikiranmu sendiri untuk mencetuskan ide. Kamu harus mulai berpikir tentang kemungkinan bahwa mungkin saja ide-ide orang sepertimu yang sangat terstruktur sehingga semuanya terpakai dan menjadikan sebuah penemuan hanya berakhir di tempat sampah dan kamu kehabisan ide karena pikiranmu terpaksa untuk fokus pada hal yang berada di tempat sampah itu.‟
„Sepertinya aku akan menghiburmu lagi setelah ini.‟
„Ya, silahan hibur aku jika dapat,‟ Anfyn terlihat senang dengan percaapan
ini. Dia sendiri sebenarnya hanya senang berbicara dengan Bensyiana karena dia
merasa orang lain tidak mengerti apa yang di katakanya.
„Imajinasi orang yang mudah bosan sepertimu pasti dipenuhi dengan de-de
spontan dan abstrak, itu sebabnya ide-ide mu tumbuh secara horizontal. Sedangan
ide-ide orang yang menganggap kebosanan adalah suatu perjalanan untuk menuju
klimaks sepertiku di penuhi dengan ide-ide yang tumbuh tinggi keatas. Mengapa?
Karena aku lupa istilahnya diagonal atau vertial, tapi jika tidak salah vertikal.‟
„Jadi maksudmu tentang horizontal dan vertikal, itu adalah; horizontal artinya
mendasar dan melebar, sehingga vertikal artinya meninggi dan mendalam.‟
„Ya itu benar. Jadi ide-ide mu itu variatif karena kamu menguasai horizon
pada permukaan bumi. Lihat saja tanaman-tanaman, bunga-bunga dan seranggaserangga bahkan bisa tiba-tiba menjadi ikan. Ide-ide ku hanya berekmbang saja karena menguasai hal-hal yang berbau vertikal di bumi ini. Lihat saja pohon-pohon,
gunung-gunung dan palung. Jika kamu menyadari sesuatu, kamu akan berakhir
bekerja kepadaku. Aku hanya ngin menunjuan posisimu.‟
„Aku ingin mengatakan sesuatu hal padamu. Ini adalah pembicaraan serius sehingga aku harus menunggu waktu yang tepat,‟ walaupun Anfyn tidak terima dengan pernyataan adiknya yang masuk akal, dia tidak berokmentar apa-apa.
„Apa itu?‟
„Kemarin, ketika kita berada di hotel tempat teman ibu, menurutku itu bukan
waktu yang tepat untuk mengatakkanya.‟
„Aku jadi ingat sesuatu, waktu itu, saat kita sedang perjalanan pulang, kamu
berkata bahwa ibu ingin pulang dan tidur ketika aku bilang bahwa ibu ingin kita
bertiga makan di suatu tempat dan berbincang-bincang.‟
„Ya, ada apa?‟
„Ibu tidur jam 12 malam.‟
„Lalu kenapa?‟
„Artinya dia tidak ingin tidur.‟
„Bukanya memang dia sendiri yang bilang ingin tidur dan pulang?‟ Jawab
menyalahkan.
„Dia berkata begitu karena aku sudah membaca isi pikiranya. Dia menawariku
doughnat dan aku menjawab dengan sinis bahwa aku ingin millshake cokolat, tapi
pasti ibu tidak membelikanya, sehingga dia merasa tawaranya di tolak dan pikiranya
di baca, sehingga dia kesal.‟
„Ya, bisa jadi.‟
„Masalahnya adalah, waktu di perjalanan, aku selalu menyinggungnya soal rasa lelah tapi bukan lelah secara fisik. Maksudku adalah, ibu sudah lelah dengan halhal dan masalah-masalah yang dihadapinya selalu berulang-ulang dan sama seakan orang-orang tidak ingin belajar. Lagipula, ketika aku bertanya, ibu menjawab dia akan pensiun. Dia pasti sudah benar-benar lelah. Dan paginya aku bertanya tentang idenya untuk membuat sekolahan dan halaman rumah yang di jadikan kebun untuk ditanami dan di konsumsi sendiri, itu saja dia sepertinya sudah melupakanya karena dia selalu bilang jika ada ini, jika ada itu. Ibu kita benar-benar sudah di taklukan dunia bahkan oleh suaminya sendri. Lihat saja bagaimana ida membuat kafenya langsung di hajar habis-habisan.‟
„Oke, searang aku ingin menjelasan hal yang penting dan serius,„Anfyn terlihat sedit gugup dan mengatakan sesuatu dengan ragu-ragu,„ menurutku, teorimu tentang Pelakon dan Figur salah.‟
„Kamu hanya seorang pemalas sehingga tercetuslah ide-ide kemalasan untuk
menghindari perasaan bersalah dan berdosa.‟
„Bagaimana teorimu dapat di benaran. Contoh, ada mobil ingin menabraku
dalam waktu 5 menit, aku tidur selama 3 menit dan mobil itu pasti berada di depan ku
2 menit menuju tragedi.‟
„Bagaimana teoriku dapat disalahan jika alasanmu itu bagian dari teori.‟
„Jika teorimu benar, supir mobil melihat aku tidur dan artinya aku sudah berada di tempat lain, sehingga aku yang di tabranya adalah figur dan akhirnya itu bukanlah suatu masalah bagi supir itu. Maka, semestinya aku juga sudah berada 3 menit lebih cepat dari watu sebelum aku bangun.‟
„Tentu saja teoriku benar karena pernyataanmu juga benar. Yang salah adalah
supir itu tidak akan percaya jika orang yang ditabranya adalah figur, sehingga dia
akan kerepotan dan melupakan kewajibanya sebagai manusia sejati. Dan masalah
terbesar bagi ketidakpercayaan itu adalah supir itu telah menjual jiwanya epada figurfigur tak bergunia sehingga lupa kewajibanya sebagai manusia. Apa aku harus
melanjutkanya?‟
„Lanjutkan saja.‟
„Kamu harus ingat bahwa ketika tidur, artinya kita sedang melipat waktu dan ketia bangun artinya lipatanya selesai. Kamu melipat waktu di jalurmu sendri, di mana kamu melipat waktu selama 3 menit, jalurmu adalah milikmu sendiri. Tentu saja semuanya akan sama dimatamu. Yang berbeda adalah kamu telah meninggalkan pelakon lainya di masa lalu sehingga kamu akan bertemu dengan pelakon-pelakon lainya. Dalam waktu 3 menit, tanpa sadar orang yang tadinya pelakon, telah menjadi figur dan figur menjadi pelakon. Ketika tragedi itu terjadi, anggaplah supir itu adalah seorang pelakon, setelah kamu melipat waktu, tentu saja supir itu sudah menjad figur. Kamu tidak sadar bahwa supir yang tertinggal di lipatan waktu itu pelakon dan supir itu tidak sadar bahwa setelah bangun tidur, kamu sudah menjad figur. Supir itu tidak sadar jika kamu sudah di urutan jalur yang berbeda sehingga kamu sudah 3 menit
lebih cepat dan menghindar, lalu kamu juga tidak tahu jika ternyata figur drimu ternyata menghindar dan selamat, lalu si supir pelakon menepi untuk beristirahat karena mengantuk ketika kamu yang pelakon tetap diam sehingga si supir figur akan mengerem mendadak dan mengomeli kamu dan jawaban-jawaban darimu akan terekonstruksi sebagai mmpi si supir pelakon yang karena dia tidur selama 2 jam, sehingga dia sudah melipat waktu dan sudah berada di urutan yang lebih tinggi atau kembali ke urutan angka-angka awal dari pada drimu yang hanya tidur 3 menit.‟
„Tetap saja aku tida dapat sepenuhnya percaya jika teorimu benar, coba tebak
apakah aku seorang figur atau seorang pelakon?‟
„Jika kamu menganggap teoriku benar dan kamu berpikir bahwa dirimu
memang tidak ingin menerima kenyataan bahwa manusia sejati harus bebas dar figurfigur yang selalu memeras pelakon dan memperdaya sehingga pelakon itu sibuk
melayani figur-figur dan melupakan dirinya sendiri bahkan yang lebih parah hingga
terjerumus kedalam kebudayaan figur-figur yang semu dan bisa di bilang hawa nafsu
dan nafsu untuk memuaskan figur itu hanya menjauhkan diri kita kepada diri kita
sendiri sehingga melupakan potensi diri yang lebih tinggi dan melupakan kewajiban
kita sebagai manusia sejati yang sejatinya aku sendiri malas melakukanya, kamu
adalah seorang pelakon. Dan pelakon selalu memendam kebenaran, tapi biasanya
kebenaran akan mencincangnya habis-habisan. Menurutku, pribadi mengiuti figur
memang menyenangan karena jika aku sekarang mengikuti figur, aku pasti akan
sekolah, bermain, aku bisa makan seenaknya, aku hidup tanpa peraturan kecuali
peraturan yang di buat oleh figur-figur. Dan aku bebas dari driku sendiri, tapi
terbelenggu oleh figur-fgur. Setidaknya, aku tidak sendrian, jadi jika tersesat tetap
beramai-ramai walaupun sejatinya dikelilingi oleh figur. Jadi sekarang giliran mu,
jika teoriku benar dan seperti seharusnya benar, aku ini seorang figur atau pelakon?‟
„Jika teorimu benar karena kamu berbicara sangat banyak, dan kamu berusaha
membuatku mendapat pikiran dan perasaan untuk berubah, sangat yakin aku memendam perasaan itu dan tak mengatakanya dan menyadari kamu telah gagal melakukanya, kamu adalah pelakon.‟
„Aku heran mengapa kamu salah,„ Bensyiana tiba-tiba berbicara dengan sinis
dan nada tinggi yang fallset, „Aku adalas seorang figur. Kamu tidak mengerti bahwa
hidupku sudah menderita dan kamu adalah kakakku, sudah seharusnya kam mengerti tentang diriku. Tapi kamu menganggap aku tidak paham dengan teoriku sendiri.‟
„Aku hanya mengatakan bahwa kamu seorang pelakon dan aku seorang figur,
dan lagi pula itu hanya bercanda. Aku tidak peduli kamu seorang pelakon atau figur.‟
„Mengapa semua orang tidak mengerti! Sepertinya aku memang harus pergi.‟
„Adik tidak bisa pergi begitu saja!‟ Syariana yang sedang berdandan mulai ikut dalam perbincangan dengan intonasi yang tinggi juga, „hanya karena orang-orang tidak mengerti tentang adik. Kita harus beradaptasi untuk tetap hidup. Relasi itu penting! Adik pergi sekarang dan tidak pulang ke kampung halaman ketika hari raya bertemu dengan nenek,‟ Syaraina berdiri mendatangi Bensyiana yang sudah berdiri saking marahnya, Syariana tersenyum dengan sangat bijaksana, „tenang! Nikmati hidup! Jika ibu, ibu hanya mengalir saja dalam hidup ini. Untuk apa memaksakan kehendak jika hidup menderita. Hiduplah bahagia di dunia dan di akhirat.‟
„Adik akan hidup menderita di dunia dan itu keinginan adik sendiri.‟
„Hidup itu bahagia dan akhirat.‟
„Adik akan merasa berdosa jika adik hidup
bahagia di dunia.‟
„Jadi kapan adik akan pergi?‟
„Nanti setelah adik membeli buku yang akan adik berikan kepada Suyut.‟
„Jika adik ingin memberikan buku untu diskusi, adik sudah membacanya
memangnya?‟
„Tuh!„ Bensyiana kembali marah dan berteriak dengan fallset, „coba ibu pikir,
mengapa pertanyaan ibu tidak *****!‟
„Ya mana mungkin adik membelikan suyut buku untuk dibacanya sedangan adik sendiri belum membacanya,‟ jawabnya ikut emosi,
„jangan kamu kira semua orang bisa sangat mengerti sifat dan keinginan orang lain. Walaupun ibu adalah ibu kamu, ibu tidak mungkin dapat mengenal dan benar-benar memahami. Saling toleransi! Jika kamu hanya selalu ingin di pahami, kamu hanya akan kecewa pada akirnya.‟
„Itu! Ibu saja sudah tahu.‟
„Yang aku tidak mengert adalah,„ wajah Anfyn terlihat sangat tersnggung karena kemarahan yang tidka logis hingga dia memotong tba-tba, „kenapa kamu harus marah-marah hanya karena aku mengatakan kamu seorang figur.‟
„Aku sudah mengatakan kepadamu,
„ Bensyiana berbicara kepada Anfyn
walaupun dia hanya berjalan kesana kemari tidak karuan, „bahwa aku bisa merasakan
apa yang orang rasakan, tapi aku tidak tahu apa yang orang pikirkan. Aku merasakan
sesuatu darimu dan pikiranku menerjemahan perasaan itu bahwa kamu menganggap
bahwa aku tidak paham.‟
„Ya! baiklah aku percaya kamu paham,‟ Anfyn menjawab dengan nada bjaksana seperti Syariana. Walaupun Anfyn mengatakanya, Bensyiana tetap bisa merasakanya bahwa dia tetap menganggapnya tidak paham.
„Ketika orang menganggap aku salah paham, artinya aku menjelasan sesuatu kurang detail atau orang itu melupaan sesuatu.‟
„Ya baiklah! Mungkin saja aku lupa atau kamu kurang detail‟
„Tentu saja kamu yang kurang detail!
„ Bensyiana berteriak dengan penuh
penderitaan dan rasa tidak mau mengalah. Beberapa saat tiba-tiba dia tertawa dengan
manisnya, „maksud saya,„ tanganya menari-nari menepis kesalahan dan wajahnya
gembira seperti sebagaimana mesti, „kamu yang lupa.‟
„Tuh kan! Kamu sering salah dalam berbicara. Mungkin saja kamu kurang detail dan saya lupa sehingga kita saling salah paham.‟
Kata-kata salah paham yang merujuk kepadanya, walaupun dikatakan Anfyn
bahwa mereka saling salah paham, tetap saja dianggapnya secara personal. Bensyiana
sedang menunggu Syariana yang sedang sembahyang untuk melanjutkan pembicaraan. Setelah Syariana selesai sembahyang, dia berdoa dan Bensyiana
menunggunya, akan tetapi Anfyn tidak tahu jika Bensyian akan mengungkitnya
kembali.
„Bu!‟
Syariana hanya menengok dan memperhatikan Bensyana. Bensyiana terlihat
ingin membuka rahasia yang sengaja di pendamnya untuk saat terakhir, itu sebabnya
wajahnya terlihat pasrah dan tidak rela.
„Dulu teman-teman adik selalu datang kerumah bukan?‟
„Ya. Sekarang, mengapa sekarang mereka tidak pernah kerumah lagi?‟
„Karena adik searang sedang pura-pura di luar kota agar adik bisa berkonsentrasi.‟
„Jadi adik ingin sendirian. Itu tidak mungkin. Selalu ada peraturan yang berlaku walaupun di tengah hutan.‟
„Kenapa ibu selalu melenceng dari pembicaraan?‟
Syariana masuk kamar mandi untuk bersiap-siap berangkat bekerja.
„Dari semua teman yang datang kerumah, apa kamu tahu mengapa mereka selalu datang kerumah?‟
„Kenapa memangnya?„bertanya dengan ketus.
„Karena masing-masing dari mereka menganggap aku yang di temui mereka
adalah pelakon. Menurutmu apakah mustahil bertemu dengan Suyut, Rasjan, Garsad,
hegut dan angki sebagai pelakon?‟
„Mungkin saja, kan kamu bilang jika kita bisa mengatur mimpi kita dan memahami makna rekonstrusinya, kita bisa mengatur figur-figur kita sendiri.‟
„Aku kira kamu lupa! Ternyata kamu memang lupa, jika hidup terbaik adalah sebagai sizrofrenia yang sadar. Jika aku adalah figur, artinya kamu tidak menganggapku jenius dan jika aku adalah pelakon, kamu mengabaikan
penderitaanku,‟ sekarang Bensyiana sudah tenang karena dia merasa jika Anfyn telah
menyadari bahwa dirinyalah yang salah paham walaupun dia hanya diam hingga
Syariana menyuruhnya untuk bersiap-siap karena Anfyn ingn pulang kerumah besar
dengan menumpang hingga stasiun. Akan tetapi, dari dalam kamar mandi, Anfyn
tetap bisa mendengar percakapan Bensyiana dan Syariana dengan jelas.
„Kenapa tidak setelah hari-raya saja adik perginya?‟
„Adik sudah mengundur selama 4 tahun untuk pergi! Lagipula tahun lalu adik
sudah pergi, tapi ayah menjemput adik, karena adik kasihan, akhirnya adik memberi
kesempatan. Sekarang adik sudah mulai kehabisan waktu, jadi adik tidak bisa
memberi kesempatan lagi.‟
„Nenek ingin bertemu dengan adik. Nenek selalu menannyakan adik.‟
„Jika nenek ingin bertemu dengan adik, mengapa nenek tidak datang saja ke
kamar adik dan menginap selama seminggu?‟
„Nenek kan sudah tua, mana mungkin dia kerumah dan menginap seminggu di
kamar adik.‟
„Mana mungkin nenek ingin bertemu adik dan di rumah nenek adik hanya datang, bersalaman lalu dia mencampakan adik. Dia sendiri sudah tidak tahu apa yang di lakukanya.‟
„Ya, hari-raya,„ Syariana tersenyum, „tinggal 10 hari lagi, adik berkata bahwa
adik akan pergi setelah memberi Suyut sebuah buku.‟
„Buku apa yang ingin adik berikan?‟
„Rahasia.‟
„Apa adik sudah membacanya?‟
„Adik selalu bingung mengapa semua orang selalu memberikan pertanyaan
yang bodoh hingga menganggap sebodoh itukah diri adik. Jika adik lebih jahat, adik
akan mengatakan tidak *****, dan ***** untuk saat-saat yang benar-benar gila.‟
„Nanti kita cari bukunya, lalu setelah hari raya, adik bisa pergi. Tentang segala
hal yang paling sesat di muka bumi.‟
„Adik tidak dapat berkata seperti itu,‟ senyum Syariana menghibur dirinya
sendiri.
„Tentu saja, sekarang semuanya sudah terbalik, itu sebabnya adik selalu
menggunakan istilah terbalik.‟
„Ibu boleh tahu tidak, barang kali ibu memilikinya.‟
„Ibu tidak mungkin memilikinya karena ibu sama sekali tidak sesat, bahkan
orang yang sesat sekaligus bahkan belum tentu membacanya dan memahaminya
hingga mengikutinya.‟
„Adik jadi pergi hari ini?‟
„Adik akan pergi hari ini. Percayalah! Jika semua orang mengikuti kata-kata adik, adik akan jadi anak paling hemat sedunia. Beri adik 200.000 ribu untuk ongkos perjalanan!‟
„Banyak sekali!‟
„Bukan salah adik juga adik pergi hari ini. Jika ibu membiarkan adik pergi 4 tahun yang lalu, ibu tidak akan memberi adik 200.000 pada hari ini.‟
„Baiklah,„ Syarana mengeluaran uang dari dompetnya dan tersenyum, Anfyn
keluar dari kamar mandi sudah siap untuk pergi ke rumah besar.
„Sebenarnya,„ Bensyiana memperlihatkan wajah penolakan yang sangat, „adik
juga malas melakukan ini,„ sekarang Bensyiana menampakan wajah yang sedang
mengharap,„adik tidak ingin melakukanya tapi adik harus melakukanya.‟
„Jika malas mengapa harus dilakukan?‟
„Kapan ibu ingin mengerti semua ini,‟ lebih seperti penyataan dari pada pertanyaan.
„Ibu sama kakak jalan dulu. Adik jadi pergi sekarang atau tidak?‟
„Sepertinya adik jalan nanti saja. Adik ingin tidur dulu, setelah bangun adik
akan jalan.‟
Bensyiana memutar Saltz Adagio molto e cantebile dari Sinfonie no 9, Beethoven.
Alat tiup itu langsung membuat Bensyiana tertipu dari realita.
Sebelum tidur, Bensyiana mengingat sebuah pesisir dekat kampung halaman ibunya,
dia berharap dia memiliki sebuah perahu dan tinggal di tengah lautan selama tahun
terakhirnya. Dia akan menghabiskan waktunya memancing ikan dan memandangi
langit di malam hari. Laut adalah tempat yang paling ideal sebagai tempat tinggal
manusia. Kini Bensyiana sudah tahu apa yang di pendam selama ini oleh Syariana.
Sambil berbaring. Sambil memejaman mata. Sambil membiarkan tubuh merasa
hingga hati berdenyut. Sambil berpikir. Sambl bernafas. Sambil meraba halus kain
katun dan kapas. Sutra kain baju pajama.
‘Aku bermimpi.
Sambil bermimpi.
Sutra kain baju pajama, aku ingin menikah.
Sambil bermimpi.
Halus kain katun dan kapas, dengan kemurnian kosong kah.
Sambil bermimpi.
Aku bernafas, dengan kecemburuan.
Sambil bermimpi.
Aku berpikir, dengan iri dan,
sambil bernyanyi.
Sambil bermimpi.
Aku bermimpi.’